Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

Kami berdelapan menjadi anggota parlemen. Di antara kami, A.S. Bachmidlah yang telah memiliki mobil. Mobil "Peugeout" yang tahun pembikinannya sudah tua, dan sering mogok di jalanan.

"Hayo, mari, siapa mau ikut?" seru K.H. Muhammad Ilyas berdiri di sebelah mobil Bachmid pada suatu hari ketika kami keluar dari gedung parlemen di Jalan Dr. Wahidin.

Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

"Kami kuti numpang hingga ke Kwitang!" jawabku. Aku bersama Idham Chalid keluar gedung parlemen hendak pulang. Kami duduk di dalam mobil. Bachmid sudah siap hendak menghidupkan mesin.

"Nantilah dulu!" perintah K.H. Muhammad Ilyas kepada Bachmid. Sementara itu ia masih berdiri di luar pintu mobil.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

"Hayo lagi, siapa mau ikut?" teriak K.H. Muhammad Ilyas. Ia mengajak Hasan Basri dan Abdul Muiz yang baru keluar dari gedung parlemen.

"Sudahlah kita berangkat! Tunggu siapa lagi? Mobil begini kecil masih akan ditambah lagi penumpangnya!" teriakku kesal. Panas dalam mobil.

"Eee, biar tambah banyak yang naik mobil tambah baik. Kalau mobil ini mogok di jalanan biar banyak yang mendorong," jawab Kiai Ilyas seenaknya.

"Insya Allah tak akan mogok, percayalah!" Bachmid meyakinkan kami.

"Ya, siapa tahu! Mobil sudah nenek-nenek begini!" Idham Chalid menyela.

"Jangan kira! Dulu mobil ini baru," Bachmid membanggakan mobilnya.

"Tentu saja baru. Memangnya pabrik membuat mobil tua?" aku menyela.

Maka berangkatlah kami berempat dalam mobil Bachmid. Jika suara mesin agak lirih, Kiai Ilyas teriak: "Dorong!" Bachmid menancap pedal gas pelan-pelan, jalannya mesin kembali stabil. Alhamdulillah, sampai juga ke tempat tujuan tak kurang suatu apa. Kami lega, bebas dari ancaman mendorong mobil. Zaman itu, belum banyak orang-orang Republik memiliki mobil. Beberapa yang telah memiliki mobil, kebanyakan main dorong karena mobil sudah tua. (K.H. Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Anti Hoax, Santri Hari Santri 2018

Minggu, 18 Februari 2018

Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII

Solo, Hari Santri 2018 - Momentum Hari Lahir (Harlah) Ke-56 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dirayakan oleh para kader PMII Kentingan UNS Surakarta. Mereka mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) dan lomba mewarnai di Taman Cerdas Jebres, Surakarta, Ahad (17/4).

“Sumbangan berupa alat tulis, iqro’, dan buku panduan shalat. Kita serahkan bantuan kepada anak-anak di lingkungan sekitar kampus,” terang Ketua PMII Kentingan Tsaniananda.

Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII

Ninda menambahkan, aksi sosial ini merupakan media untuk lebih mendekatkan diri PMII dengan masyarakat khususnya anak-anak yang kelak menjadi generasi penerus bangsa.

“Kita rasakan keresahan di kampus. Salah satunya semakin kentaranya pendewasaan dini pada anak-anak. Kami di PMII ingin merespon hal tersebut,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Dalam momen harlah ini PMII Kentingan juga mengadakan acara lomba mewarnai, khataman Al-Qur’an, outbond, dan refleksi.

Hari Santri 2018

Ia berharap ke depan PMII menjadi lebih berjaya. “Harapan kami untuk PMII di momentum Harlah ke-56 ini semoga bisa menambah peran dan memperkuat semangat juang PMII yang telah dirintis para pendahulu,” ucap Vika, salah satu aktivis PMII Kentingan. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Santri Hari Santri 2018

Jumat, 16 Februari 2018

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah!

Rembang, Hari Santri 2018. Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah Hj Munawaroh mengingatkan kepada masyarakat secara umum tentang maraknya praktik kekerasan terhadap anak baik secara fisik, psikis, maupun seksual. Menurutnya, kejahatan tersebut masih membayangi orang tua hingga sekarang.

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah!

Kita saat ini harus mulai mewaspadai tindak kekerasan pada anak yang sudah sangat memprihatinkan. Dari hari ke hari kian mengalami peningkatan yang harus menjadi tanggapan kita bersama. Dalam sejumlah kasus, banyak anak mengalami kekerasan hingga berujung kematian,” ujarnya dalam acara pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU Lasem, Ahad (11/10) sore, di Rembang, Jateng.

Ia berharap, banyaknya kasus yang sering diberitakan oleh media massa dapat meningkatakan kewaspadaan warga untuk menjaga anak yang masih dini agar tidak menjadi korban kekerasan, termasuk pedofilia.

Hari Santri 2018

Munawaroh juga menyinggung soal pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, banyak rumah tangga mengalami keretakan, bahkan hingga berujung perceraian, dipicu oleh kemajuan teknologi, di antaranya media sosial, yang dimanfaatkan secara keliru.

“Saya berharap agar kita sebagai muslimat NU pandai dalam memanfaatkan kemajuaan teknologi sesuai pada tempatnya dan menjadikan manfaat,” tuturnya. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Sejarah Hari Santri 2018

Rabu, 07 Februari 2018

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam

Bandung, Hari Santri 2018. Lembaga Talif Wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Barat melaksanakan Rapat Koordinasi LTNNU se-Jawa Barat dan Pesantren Kilat Digital Marketing untuk memperkuat jaringan media Islam.?

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung PWNU Jawa Barat di Bandung dihadiri oleh 52 pengurus LTN dari 21 PCNU Kab/Kota se-Jawa Barat serta 8 utusan dari PW Ansor Jabar, PW Fatayat Jabar, PW IPNU-IPPNU Jabar.?

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam

Acara dibuka oleh Wakil Ketua PWNU Jabar sekaligus pembina LTNNU PWNU Jabar Prof Dr KH Ali Ramdhani. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (2-3/6).?

Ketua LTNNU Jawa Barat Husnul Qodim dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat jaringan media Islam rahmatan lil alamin.?

Hari Santri 2018

Hal ini dipertegas dalam tema kegiatannya yaitu optimalisasi konten dan literasi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat jaringan media Islam rahmatan lil alamin.?

Selain itu Husnul juga mengatakan, LTNNU merupakah sebuah lembaga di NU yang mempunyai tugas menyampaikan informasi, komunikasi, dan publikasi. Oleh karena itu mengoptimalkan dakwah NU di media itu merupakan salah satu bagian tugas LTNNU.?

Hari Santri 2018

Disamping, memperkuat publikasi dan informasi khazanah NU dan pesantren terkait khazanah diniyah, wathaniyah dan ijtimaiyah, LTNNU juga bertugas sebagai cyber army untuk mengkonter konten-konten negatif, radikalisme dan ujaran kebencian yang memecah belah NKRI.?

“Semoga para peserta kegiatan ini bisa mengikuti kegiatan sesuai dengan agenda acara dan bisa menghasilkan sesuatu yang direncanakan sesuai dengan tema kegiatan ini,” tutup Husnul. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Semarang, Hari Santri 2018. Pengurus NU Jateng memulai kembali tradisi lailatul ijtima’ setelah dua bulan vakum karena Ramadhan, Rabu (10/9). Malam penuh berkah ini yang dihadiri pengurus dan warga NU ini, diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ yang dipandu H M Arja Amroni.

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin Umar menuturkan, pelaksanaan lailatul ijtima ini menandai mulainya kegiatan rutin bulanan NU Jateng. Pelaksanaan lailatul ijtima ke depan, Abu Hafsin menambahkan, tidak akan dikaitkan dengan acara-acara di luar NU Jateng. Sehingga, pelaksanaannya tidak diundur-undur oleh sesuatu hal.

Perihal gerakan ektrem transnasional yang mengatasnamakan agama, Abu Hafsin menyatakan kegelisahannya. Ia mengimbau warga NU untuk mengamati gerakan keagamaan yang tidak sesuai dengan budaya Aswaja NU.

Hari Santri 2018

“Kita perlu mewaspadai gerakan yang seperti ini. Pasalnya, mereka juga tidak akan tinggal diam,” kata Abu Hafsin.

Hari Santri 2018

Pertemuan rutin bulanan perdana ini diakhiri dengan taushiyah kebangsaan dan doa oleh Rais Syuriyah NU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh. (Mukhamad Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Meme Islam, Khutbah Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Jepara, Hari Santri 2018 - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor melantik pengurus PC GP Ansor Kabupaten Jepara masa khidmat 2017-2021 di Pendopo Kabupaten Jepara, Sabtu (02/12) siang.  

Wakikl Ketua Bidang Keagamaan PP GP Ansor Muhammad Lutfi Thomafi, didaulat melantik pengurus Ansor Cabang Jepara yang dinakhodai Syamsul Anwar. Adapun Sholahuddin Aly, Ketua PW Ansor Jawa Tengah yang juga hadir dalam pelantikan tersebut membacakan surat keputusan (SK).

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Dalam kegiatan yang dibarengkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf itu dihadiri oleh ribuan Syecher Mania.

Hari Santri 2018

Hadir pula dalam kesempatan itu Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar, Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, Anggota DPR RI H Noor Ahmad, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, perwakilan Lembaga serta Banom NU se-kabupaten Jepara.

KH Ubaidillah Noor Umar mewakili PCNU Jepara dalam uraiannya menyampaikan kader yang hari ini menjadi pengurus Ansor kelak menjadi pengurus NU.

Hari Santri 2018

“Rais Syuriah PCNU Jepara dulu adalah Ansor,” tutur kiai yang akrab Mbah Ubaid ini sebagai wujud kebanggaan.

Sebab itu, Rais Syuriah PCNU Jepara itu bangga pengurus PP GP Ansor memperhatikan GP Ansor Jepara. Mbah Ubaid berpesan, “Yang menguatkan NU sejatinya ya wong desa,” paparnya.

Luthfi Thomafi dalam sambutannya mengatakan, kaderisasi menjadi salah satu poin penting. Dalam setiap bulan imbaunya perlu ada kegiatan kaderisasi mulai PKD, Diklatsar dan program yang lain.

Pengasuh pesantren Al-Hamidiyah Lasem Rembang itu menambahkan sosok ketua GP Ansor ialah imam. Sehingga menjadi ketua harus menjadi teladan yang baik.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan ucapan selamat kepada pengurus. Dia berharap Ansor bermanfaat untuk masyarakat. Habib Syech yang memimpin jalannya pembacaan shalawat juga memberikan pesan.

Disampaikan Habib Syech, bahwa Ansor adalah pelopor kebaikan. Ansor lanjut Habib Syech ialah pembela ajaran Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja).

Ketua PC GP Ansor Jepara, Syamsul Anwar menegaskan Ansor ke depan punya banyak tantangan dari ancaman terorisme, radikalisme dan soal yang lain. “Mari ubah organisasi kita menjadi gerakan riil untuk umat Islam,” tandasnya.

Penyematan Seragam Banser

Selain Maulid Nabi dan pelantikan, kegiatan juga disisipi dengan penyematan seragam Banser untuk Habib Syech, H Noor Ahmad (anggota DPR RI) serta perwakilan Kapolres Jepara.

PC GP Ansor Jepara juga memberikan penghargaan kepada ranting yang memperoleh akreditasi terbaik. Ketiga Ranting tersebut meliputi Nalumsari kecamatan Nalumsari, Kaliombo kecamatan Pecangaan serta Langon kecamatan Tahunan.

Juga pemberian penghargaan kepada Banser atas pengabdian terlama. Adapun yang memperoleh penghargaan H Suyono (Kecamatan Jepara), Supriyadi (Kecamatan Donorojo) dan Purnomo (Kecamatan Keling). (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

   

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Santri, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Jakarta, Hari Santri 2018

Kementerian Agama akan kembali menggelar  Pekan Olahraga Seni Pesantren Nasional (Pospenas). Kali ini, gelaran Pospenas yang ke-7 ini akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Proses persiapan terus dilakukan dan sampai saat ini telah mencapai 60–70%.

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Hal ini diketahui saat Rapat Koordinasi Pospenas, di Ruang Sidang Setjen Kementerian Agama, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (07/03) sore. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan dari Kemenag Pusat yang dipimpin Direktur PD Pontren yang juga Ketua I Panjatapnas Pospenas, Mohsen, Kakanwil Kemenag Banten, Agus Salim, Perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenpar, Kemendagri, Pemrov Banten dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Popenas sendiri disepakai digelar pada 22–28 Oktober 2016 mendatang. Masih didiskusikan, tentang Maskot Pospenas. Sementara, ada usulan Maskot diberi nama Si Udin, yang merupakan kependekan dari Santi Indoensia Ulet Dedikatif Integritas dan Nasionalis.

Sebelumnya, Sekjen Nur Syam menyatakan, Pospenas diadakan bertujuan untuk membina para santri terutama yang ada di pondok pesantren untuk menggali potensi di bidang olahraga dan seni. “Yang terpenting adalah meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, serta meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa islami,” terang Sekjen.

Selain itu, Pospenas juga digelar untuk memberikan  apresiasi dan mengembangkan khazanah budaya bangsa. “Pospenas ini adalah salah atu bagian dari membangun manusia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno beberapa waktu lalu juga berjanji, Banten siap menjadi tuan rumah yang sukses. Baik sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses ekonomi maupun administrasi. 

Dalam Pospenas VII ini kali, akan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Sementara 12 cabang seni yakni kasidah, hadrah, stand up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf, dan fotografi Islam. Red: Mukafi Niam

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Santri, Nasional Hari Santri 2018

Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi

Ponorogo, Hari Santri 2018

Siapa yang tak ingin menjadi pelajar berprestasi namun juga pandai dalam berorganisasi. Jawabannya pasti mereka memimpikan keduanya. Sebab pelajar yang aktif dalam organisasi akan lebih unggul dari segi wawasan dan akademis?

Hal inilah yang menjadi dasar puluhan pelajar NU dan perwakilan pengurus OSIS dari sekolah di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengikuti training motivasi belajar bertema ‘Berorganisasi tetap Berprestasi’ yang digelar oleh Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur akhir pekan lalu.

Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi

Ketua IPNU Karangjoho, Dimas Saputra mengatakan, para pelajar yang terjun dalam sebuah organisasi tidak boleh mengesampingkan tugas utamanya sebagai seorang pelajar, yakni mempelajari dan mendalami berbagai disiplin ilmu di sekolah. ”Kami sengaja menggelar kegiatan semacam ini, dengan tujuan memberikan motivasi kepada pelajar, bahwa dalam kita berorganisasi bukanlah menjadi penghalang untuk tetap berprestasi,” katanya di balai desa Karangjoho.

Dimas mengajak kepada anggota IPNU-IPPNU untuk pandai membagi waktu belajar dengan waktu berorganisasi. Jangan sampai prestasi belajar di sekolah tertinggal jauh karena terlalu sibuk berorganisasi. ”Mari kita pegang prinsip belajar diutamakan, organisasi dinomersatukan, akademis oke, organisasi oke,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Ali Fahruddin pembina IPNU-IPPNU Karangjoho sangat mengapresiasi kegiatan motivasi belajar semacam ini. Kesadaran pelajar NU untuk terus berprestasi harus dipupuk sejak dini. Agar kelak kader-kader NU dapat lebih berperan dalam membangun bangsa dan negaranya.?

“Apalagi di era seperti sekarang ini, pelajar NU haruslah bisa menjadi contoh, sebagai kalangan pelajar yang memang terpelajar, bukan malah menjadi pelajar yang kurang belajar,” tandasnya.

Hari Santri 2018

Materi motivasi belajar ini disampaikan oleh Qurrota A’yun, lulusan terbaik jurusan matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). A’yun memberikan kiat-kiat khusus agar para pelajar memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Kiat ini berdasarkan pengalaman pribadinya yang pernah berkecimpung dalam kepenguruasan IPPNU Ponorogo hingga dapat mengantarkanya mengikuti pertukaran pelajar di Korea Selatan.

Berdasarkan pengalaman inilah diharapkan para pelajar NU Ponorogo dapat terinspirasi dan bisa termotivasi untuk giat belajar dan giat berorganisasi. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Pemurnian Aqidah, Nasional Hari Santri 2018

Minggu, 28 Januari 2018

PCINU Maroko Hadiri Maulid Nabi di Zawiyah al Kattaniyah

Fes, Hari Santri 2018. Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang setiap tahunnya diperingati ? oleh mayoritas umat Islam di Indonesia ternyata di Maroko pun tak mau ketinggalan.?

PCINU Maroko Hadiri Maulid Nabi di Zawiyah al Kattaniyah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Hadiri Maulid Nabi di Zawiyah al Kattaniyah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Hadiri Maulid Nabi di Zawiyah al Kattaniyah

Berbagai macam acara memperingati maulid dilakukan oleh warga Maroko, mulai dari karnaval yang diikuti oleh warga setempat sambil membawa hiasan yang bertulisakan lafad Allah dan Muhammad SAW, khataman Al-Quran yang dibaca secara bergantian, pembacaan shalawat yang dikarang oleh ulama Maroko dan ada juga sebagian warga yang mengundang warga asing untuk ikut memperingati acara ini.

Suatu keistimewaan tersendiri bagi ? Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko mendapatkan kehormatan dari Zawiyah Al-Kattaniyah untuk menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di kota Fes yang terkenal dengan kota ilmu.

Hari Santri 2018

Setelah acara ini dibuka dengan pembacaan ummul kitab, selanjutnya diteruskan dengan khataman Al-Quran 30 Juz yang dilakukan secara bergantian dan tiap orang mendapatkan bagian satu juz.?

Hari Santri 2018

“Saya merasa bangga sekali bisa menghadiri acara ini, disamping suatu kehormatan bagi PCINU Maroko kami juga bisa duduk bersama dengan ulama Maroko serta bersilaturrahim dengan mereka,” ujar Muhammad Fauzan Nabila yang hadir pada acara ini.

? Sebelum masuk ke acara inti, Qari membaca ayat Al-Quran yang berisi bahwa Rasulullah SAW merupakan suri teladan yang patut dicontoh yang dilanjutkan dengan pembacaan sholawat hingga selesai. Sebelum acara penutupan, Syekh Hamzah Al-Kattani memberikan ceramah singkat yang bertajuk inti diadakan maulid Nabi SAW dan keutamaan membaca shalawat Nabi SAW, sekaligus ditutup dengan doa bersama.?

Turut hadir pula H Ahmad Shohib Muttaqin Lc, wakil Katib Syuriah PCINU Maroko, Ahmad Suprapto wakil Koordinator lajnah Ta’lif wa Nasyr PCINU Maroko ? dan keluarga besar Zawiyah Al-Kattaniyah serta ulama setempat.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Kajian Islam, Sholawat Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Sukabumi, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan Pelatihan peningkatan keterampilan pengolahan potensi lokal berbasis pepaya di wilayah daerah tertinggal Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dimulai Sabtu (19/7) akan berlangsung hingga Senin (21/7).

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Agusta Jl. Cikukulu Sukabumi ini? merupakan kerja sama Asisten Deputi Pendidikandan Keterampilan (Asdep Diktram) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Pengurus bersama PCNU Kabupaten Sukabumi dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH Abdul Basith, kegiatan tersebut merupakan upaya penggalian potensi lokal sebagai nilai kekuatan untuk dijadikan produk inovatif. “Dengan menumbuhkan keterampilan masyarakat yang bisa menghasilkan nilai tambah yang tinggi d bisa meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di daerah tertinggal,” katanya melalui siaran pers Sabtu (19/7).

Hari Santri 2018

Namun, kata dia, salah satu kendalanya, selain sarana dan prasarana yang tersedia minim, juga kurang optimalnya peran kelembagaan yang ada di daerah tertinggal.

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris PCNU Kabupaten Sukabumi D. Suparman Ash-Shiddieq, program tersebut bertujuan mengembangkan karakter kewirausahaan dalam mengembangkan usaha berbasis pepaya. Serta Mengenal teknologi terbarukan pengolahan produk berbasis pepaya secara terpadu.

Juga yang paling penting, kata dia, mengembangkan sentra usaha rakyat berbasis papaya dengan ketersediaan teknologi terpadu dan kemampuan sumber daya manusia yang unggul. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Santri, Kyai Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik

Semarang, Hari Santri 2018. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementeriana Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Shortcuorse (kursus singkat) Jurnalistik Pondok Pesantren, Jum’at (09/10). Acara ini diikuti oleh sekitar 100 santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di wilayah Semarang dan Demak.

Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik

Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah dengan agenda acara meliputi, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pengarahan sekaligus membuka acara oleh Kabid PD Pontren Jawa Tengah, Bapak Sholihin, serta ditutup dengan do’a.

Dalam sambutannya, Sholihin menyampaikan, kegiatan semacam ini penting dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam dunia tulis menulis, baik menulis berita maupun tulisan dalam bentuk yang lain.

Hari Santri 2018

Dia juga mengatakan, santri jangan hanya mampu memahami kitab saja, tetapi juga paham tentang keterampilan, begitu juga dengan tulis-menulis.

Hari Santri 2018

“Setelah selesai kegiatan ini para santri dapat mengembangkan diri dalam hal tulis menulis, syukur dapat menjadi penulis yang terkenal,” harapnya.

Pelatihan ini dibimbing langsung oleh wartawan sekaligus redaktur senior Suara Merdeka, yaitu Saronji dan Hasan Hamid. (Abdus Shomad/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Santri, Tokoh Hari Santri 2018

Jumat, 29 Desember 2017

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan

Subang, Hari Santri 2018. Pengurus MWCNU Kecamatan Binong dan Tambakdahan komitmen menjaga dan menyebarkan ajaran ahlussunah wal jamaah dan Islam rahmatan lil alamin melalui pengajian gabungan setiap bulan dalam sebuah kegiatan bertajuk Pengajian Syahriahan, bulan ini pengajian tersebut digelar di Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (26/7)

KH Saliman yang didaulat memberikan ceramah mengatakan bahwa saat ini paham radikalisme sudah ada di depan mata, untuk menangkal paham yang merusak nama baik Islam tersebut diantaranya dengan menguatkan peran masjid dan majelis talim sebagai media silaturahim dan thalabul ilmi sehingga dapat menguatkan aqidah dan menangkal radikalisme.

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan

"Jika warga nahdliyin tetap istiqomah mengoptimalkan pengajian syahriahan, pengajian di majelis taklim dan masjid dioptimalkan, Insyaallah radikalisme dapat dihindari," jelas Ketua MUI Kecamatan Tambakdahan tersebut.

Dalam kegiatan yang mengambil tema menguatkan aqidah islamiyah untuk menangkal paham radikalisme tersebut, Kiai Saliman menegaskan bahwa dakwah Islam yang efektif digunakan di bumi nusantara adalah dakwah yang ramah yang mengusung Islam rahmatan lilalamin.

"Wali Songo berhasil menyebarkan Islam di Nusantara dengan dakwah yang ramah," tambah Mustasyar MWCNU Tambakdahan itu

Hari Santri 2018

Selain itu, kata dia, dalam berdakwah mesti didukung oleh berbagai pihak dengan menguatkan peran masing-masing profesi, ustad fokus mengurus dan membimbing para jamaah dan santri dalam menuntut ilmu, orang kaya beramal dengan hartanya untuk kelancaran dan kemajuan pengajian dan orang yang tidak memiliki harta bisa membantu dengan tenaga dan kekuatan fisiknya.

Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah tersebut, turut hadir Camat Tambakdahan, Kepala KUA Tambakdahan, ? Danramil serta Polsek Kecamatan Binong dan Tambakdahan. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Santri Hari Santri 2018

Senin, 25 Desember 2017

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

Rembang, Hari Santri 2018 - Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Rembang masa khidmat 2017-2019 yang terdiri atas para kiai muda dikukuhkan di masjid Al-Marjan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Ahad (11/6). Pengukuhan di malam ganjil ini ditandai dengan khataman 101 Al-Quran.

Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengatakan, para? kiai muda NU dulunya telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikut dengan keberagamannya.

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

“Dan tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama," jelasnya.

Hari Santri 2018

Ia menambahkan, tugas besar dan berat sudah menanti, yaitu menjaga negara dari serangan garis keras di luar NU, yang sedang berusaha mengingkari konstitusi.

Hari Santri 2018

"Tugas kita saat ini sangat besar dan luar biasa beratnya. Pasalnya kelompok-kelompok di luar NU, berusaha untuk mengingkari konstitusi baik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan NKRI sudah semakin gencar dan merajalela," katanya.

Ia mengajak kiai-kiai muda NU untuk bergerak bersama dalam barisan Rijalul Ansor. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan warisan ulama dan para pendahulu. Meski demikian, gerakan yang dilakukan tetap dalam satu komando dengan kepengurusan di atasnya baik Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi dan Pimpinan Pusat (PP) pimpinan tingkat nasional.

Ketua GP Ansor Kecamatan Sumber Sumarlan menjelaskan, dalam kegiatan yang bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran juga diisi pembacaan Al-Quran sebanyak 101 khataman dari 16 ranting di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Sumber. Pengajian umum kali ini menghadirkan pembicara KH Amir Machmud dari Kecamatan Pamotan.(Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Santri Hari Santri 2018

Minggu, 10 Desember 2017

Warga NTT Nyalakan Sejuta Lilin untuk Gus Dur

Kupang, Hari Santri 2018. Memperingati 4 tahun wafatnya Presiden RI KH Abdurahman Wahid yang acap disapa Gusdur, warga Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari aneka suku, ras, dan agama menggelar aksi Sejuta Lilin untuk Gus Dur di halaman Subasuka Paradise jam 18.30 WIT, Senin (30/12) malam.

Aksi Sejuta Lilin digelar untuk mengenang jasa Gus Dur yang membela keragaman di Indonesia. Sejuta Lilin didukung oleh sejumlah perkumpulan seperti Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Garda Pemuda Flobamora NTT, Garda Bangsa dan Forum Pembaharuan Kebangsaan (FKP) NTT.

Warga NTT Nyalakan Sejuta Lilin untuk Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NTT Nyalakan Sejuta Lilin untuk Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NTT Nyalakan Sejuta Lilin untuk Gus Dur

“Gus Dur warga Indonesia yang layak dibanggakan. Karena, semasa hidup Gus Dur benar-benar memosisikan diri sebagai Bapak Bangsa dan Guru Bangsa,” tegas Sekretaris PSMTI NTT David Kenenbudi di Kupang, Sabtu (28/12).

Hari Santri 2018

Gus Dur, sambung David, mampu mempererat kesatuan Bangsa Indonesia tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan ras.

David berharap, masyarakat umum bisa berpartisipasi dalam aksi itu. “Aksi ini terbuka untuk siapa saja. Karena, kita semua sama, warga negara Indonesia.”

Hari Santri 2018

Ia mengharapkan semua elemen bangsa untuk menjaga kebersamaan. Jangan pernah ada perbedaan, tandasnya. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Santri Hari Santri 2018

Selasa, 05 Desember 2017

PWNU Sumbar Tanggapi Soal LGBT dan Kelompok Gafatar

Pariaman, Hari Santri 2018 - Pada perkembangan zaman sekarang umat harus lebih hati-hati menyikapi berbagai peristiwa dan paham yang muncul di tengah masyarakat. Sebagian umat sudah keliru dalam beraqidah. Buktinya, ada yang suka kawin sejenis. Padahal itu sangat bertentangan dengan aqidah agama Islam.

Wakil Ketua PWNU Sumatera Barat Muhammad Nur mengungkapkan hal itu pada malam Ijtima Nahdalatul Ulama (NU) Kota Pariaman di Kantor PCNU setempat, Jumat (12/2) malam.

PWNU Sumbar Tanggapi Soal LGBT dan Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sumbar Tanggapi Soal LGBT dan Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sumbar Tanggapi Soal LGBT dan Kelompok Gafatar

Menurut M Nur, sekarang di Sumatera Barat terdata 18 pasangan yang melakukan nikah sejenis. "Adanya kelompok Gafatar, yang jelas-jelas bertentangan dengan agama Islam. Tetapi kenapa ada warga Kota Pariaman yang masuk ke dalam kelompok itu. Mereka rela mengorbankan harta, jiwanya, dan meninggalkan kampung halaman. Artinya, mereka sudah keliru di dalam beraqidah," kata M Nur yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.

Ia berharap bagaimana warga NU Kota Pariaman mau menggerakkan ekonomi umat seperti mendirikan koperasi guna membantu masyarakat ekonomi lemah. Karena dengan berkoperasi mereka bisa diberikan kredit untuk modal usaha.

Hari Santri 2018

Pada sisi lain Amir Azli mengungkapkan, kegiatan malam ijtima cukup positif dan perlu dilanjutkan. Kalau bisa di samping wirid rutin, baca yasinan, tahlilan dan ceramah agama, bagaimana acara ini juga diisi dengan diskusi untuk memikirkan generasi muda yang banyak dilingkari oleh godaan yang merusak jiwa mereka.

Menurut Amir Azli, godaan yang merusak generasi muda itu seperti mengonsumsi narkoba, hubungan badan di luar nikah, bahkan sudah ada yang terjangkit penyakit HIV. Ini termasuk merupakan tugas kita memikirkan solusinya sehingga generasi muda kita terhindar dari penyakit-penyakit masyarakat yang bakal merusak jiwa mereka.

Hari Santri 2018

Tampak hadir dalam acara ini Ketua PCNU Kota Pariaman Syafrizal, Sekretaris Muslimat NU Kota Pariaman Suarni Alif, Kasubag TU Kakamenag Padang Pariaman Ali Anis. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Pondok Pesantren, Santri Hari Santri 2018

Rabu, 29 November 2017

NU Sulut Gagas Indonesia Poros Perdamaian Dunia

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara akan melaksanakan pelantikan pengurus baru masa khidmah 2014-2019 di Hotel Arya Duta Manado, Sabtu (18/10). Acara tersebut akan dirangkai  dengan dialog nasional bertema “Peran Agama Lintas Indonesia dan Dunia, Kajian Keagamaan, Keumatan dan Kebangsaan dalam Upaya Mendorong Indonesia Poros Perdamaian Dunia”.

NU Sulut Gagas Indonesia Poros Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulut Gagas Indonesia Poros Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulut Gagas Indonesia Poros Perdamaian Dunia

Demikian keterangan pers yang diterima Hari Santri 2018, Kamis (16/10). Menurut Sekretaris PWNU Sulut Ir. SuwarnoTuiyo, dialog yang rencananya dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ini merupakan wujud harapan akan peran strategis NU, dan Indonesia secara umum, dalam kancah perdamaian internasional.

Hal itu, lanjutnya, disebabkan perpindahan poros ekonomi dunia ke pasifik akan menyebabkan pemindahan konsentrasi militer yang lebih padat ke pasifik dan Indonesia terletakdi tengah-tengah kekuatan dunia yang saling mengambil pengaruh di kawasan yang  jika tidakdikelola dengan baik akan berdampak buruk pada keamanan dunia.

Hari Santri 2018

Dialog nasional tersebut akan menghadirkan Gubernur Sulawesi Utara DR. SH. Sarundajang sebagai pembicara utama dan pembicara-pembicara lintas agama yaitu DR. KH. Hasyim Muzadi (Sekjen ICIS), DR. H.W.B. Sumakul (KetuaUmum SINODE GMIM), Prof. DR. Yong Ohitimur (Tokoh Katolik), DR. I Dewa Ketut Anom (Tokoh Hindu) dan Ridwan Sofyan (Tokoh Agama Budha).

KetuaPanitia Midun Loho mengatakan, acara tersebut akan dihadiri seluruh elemen masyarakat Sulawesi Utara,  dengan harapan NU Sulawesi Utara akan menjadi  motor  perekat persaudaraan kebangsaan di Sulawesi Utara. (Mahbib Khoiron)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Habib, Santri Hari Santri 2018

Selasa, 28 November 2017

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid

Kupang, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengantisipasi berbagai bentuk radikalisme yang dikembangkan oleh kelompok tertentu. Antisipasi dilakukan dengan mengumpulkan para imam masjid se-kota Kupang dan sejumlah perwakilan ormas Islam.

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid

Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad mengatakan, radikalisme ini dimulai dari penafsiran ajaran agama secara tekstual sehingga terjebak pada pemikiran sempit dan menganggap orang atau kelompok lain sebagai musuh. Kelompok radikal menilai kelompok lain harus dilawan bahkan harus dimusnahkan dari muka bumi.

“Dengan dalih perjuangan dan menjalankan doktrin-doktrin agama mereka bahkan menghalalkan pembunuhan terhadap orang atau kelompok lain,” katanya di Kantor PWNU NTT Jalan Amabi No. 76 Ruko Masjid Perumnas Kupang, Kamis (19/12), menjelang pelaksanaan seminar kebangsaan yang dihadiri para imam masjid se-kota Kupang, Ormas, dan sejumlah OKP yang terdaftar pada Kesbangpol NTT di Kupang.

Hari Santri 2018

Dikatakannya, paham radikalisme yang mengatasnamakan agama tertentu sudah membius dan menjebak pada orang atau kelompok yang dangkal akidahnya melalui pencucian otak dan memasukkan doktrin-doktrin yang radikal. Tindakan ini telah merusak nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan.

Hari Santri 2018

“Demi untuk mencegah kelompok radikal yang selalu mengatasnamakan agama, PWNU memberikan pemahaman kepada seluruh imam masjid, ormas Islam dan OKP-OKP yang ada di NTT, agar bisa menghadapi kelompok itu,” katanya.

Jamal mengatakan, aktivitas kelompok radikal perlu diantsipasi sejak dini, terutama dalam hal rekrutmen anak-anak muda dan orang-orang yang dangkal imannya.

Hadir dalam jumpa pers menjelang pelaksanaan seminar kebangsaan itu, antara lain, tokoh muslim Ir. Habib Abdussalam Alwi Al-Hinduan, Sekretaris PWNU NTT Abdullah Ulumando, Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis, Ketua PW IPNU NTT Iksan Arman Pua Upa dan Dansat Banser NTT Gulam Mansur Ibrahim.

Menurut Jamal, keterlibatan imam masjid dan Ormas maupun OKP sebagai ikon pembentukan karakter umat dalam Seminar Kebangsaan tersebut diharapkan dapat mengantisipasi radikalisme guna menciptakan tatanan kehidupan umat yang aman tertib dan beradab.

Sekretaris PWNU NTT, Abdullah Ulumando mengatakan, kegiatan seminar kebangsaan akan berlangsung sehari di Asrama Haji Kupang, Sabtu (21/12) akan dibuka oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dengan Narasumber dari Kakanwil Kemenag NTT, Kepala Kesbangpol NTT, Kapolda NTT dan para tokoh agama.

“Tujuan kegiatan ini, untuk memberikan wawasan kebangsaan bagi imam masjid dan ormas Islam yang ada di Provinsi NTT dan upaya pencegahan paham radikalisme terhadap jamaah masjid dan ormas Islam,” katanya.? Seminar juga diharapkan dapat menyatukan persepsi kita tentang konsep dan pelaksanaan kebangsaan dalam umat beragama.

Habib Abdussalam Alwi Al-Hinduan menambahkan, munculnya berbagai aliran dalam Islam maupun agama lain disebabkan kurangnya pemahaman tentang konsep agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Ajhar Jowe/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, News Hari Santri 2018

Para Kiai Beri Masukan ke Mahfud MD

Jombang, Hari Santri 2018. Para kiai dari sejumlah pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah menggelar pertemuan di Pesantren Al Aziziyah Denanyar Jombang, Sabtu (19/4) malam. 

Para Kiai Beri Masukan ke Mahfud MD (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Beri Masukan ke Mahfud MD (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Beri Masukan ke Mahfud MD

Pertemuan para kiai yang berakhir sekitar pukul 21.10 WIB tersebut belum menghasilkan rekomendasi final ke mana arah dukungan para kiai kepada Mahfud MD dalam bursa capres-cawapres. 

"Belum ada (yang direkomendasi), semuanya masih terbuka komunikasi dengan siapa saja," ungkap KH. Salahuddin Wahid, pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, usai pertemuan.

Hari Santri 2018

Namun, lanjut Gus Sholah, sebagian besar para kiai dari lintas daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut cenderung mengarahkan agar Mahfud MD, berpasangan dengan calon presiden yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Soebianto. 

Hari Santri 2018

"Kalau yang di dalam tadi, umumnya lebih condong kepada Pak Prabowo," katanya.

Sembari menunggu petunjuk dari para kiai, Mahfud MD diharapkan terus intensif melakukan pendekatan dengan sejumlah fihak, terutama dengan Prabowo Soebianto. 

"Tetapi ini tidak menutup kemungkinan untuk terus berkomunikasi dengan siapa saja. dengan siapa saja masih ada peluang," tandas Rektor Unhasy Tebuireng Jombang ini.

Rekomendasi final dari kiai dan pengasuh pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Madura, lanjut Gus Sholah, baru akan diputuskan pada Rabu (23/4) lusa. 

Pertemuan lanjutan para kiai dari sejumlah pesantren rencananya dilaksanakan di Pesantren Tebuireng Jombang. "Mudah-mudahan hari Rabu besok kita sudah mendapatkan gambaran konkrit," ujar Gus Sholah.

Kiai dan pengasuh pesantren yang datang di Pesantren Al Aziziyah Denanyar Jombang, pimpinan KH Aziz Masyhuri, untuk mengikuti halaqah terkait bursa capres-cawapres, masing-masing adalah, dari Jombang ada KH Salahuddin Wahid, Pesantren Tebuireng Jombang, KH Hasib Wahab, Pesantren Tambakberas, KH Abdul Salam Sohib, PP Manbaul Maarif, Denanyar, serta KH Abdurrahman Utsman, Pesantren Al Mubarok Tambakberas.

Dari Kediri, datang KH Anwar Mansur, Lirboyo, KH Anwar Iskandar, Pesantren Al Amin dan KH Abdurrahman, Ploso Kediri. Selain itu, terlihat pula KH Nawawi dari Sidogiri, KH Mas Mansur dari Sidoresmo, Surabaya dan KH Lukman dari Termas Pacitan.

Sedangkan dari Madura, ada KH Muhaimin dari Bangkalan. Dari Jawa Tengah, turut hadir adalah KH Hanif Muslih dari Mrangen. Selain itu, hadir juga para gus dan kiai muda dari sejumlah daerah di Jatim dan Jateng.

Kecenderungan arah dukungan para kiai agar Mahfud MD berpasangan dengan Prabowo dimotori sejumlah kiai sepuh. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu dinilai pantas untuk menjadi bagian pemimpin RI dan peluang terbesarnya terbuka jika berpasangan dengan Prabowo.

Sebelumnya, dalam pertemuan di Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, beberapa bulan lalu, para kiai sepuh mendukung agar Mahfud MD turut serta dalam bursa capres-cawapres tahun 2014. Oleh para kiai sepuh, Mantan Ketua MK itu dinilai pantas karena memiliki bekal sebagai pemimpin bangsa.

Dukungan dari para kiai juga berlatar belakang kejujuran dan kecerdasan Mahfud MD. Kader NU itu juga dinilai bersih, baik saat menjadi DPR RI, Menteri Pertahanan Era Presiden Gus Dur, serta saat menjadi ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu, Mahfud MD, menyatakan siap mengikuti apa yang menjadi titah para kiai sepuh. Dirinya akan terus menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah calon presiden. 

"Saya terima dan akan menjadi rujukan dan bahan utama untuk melangkah berikutnya," ujarnya.

Mahfud MD mengamini jika sebagian besar kiai yang datang dalam halaqah terkait bursa capres-cawapres di Pesantren Al Aziziyah menyarankan agar dirinya mau bergandengan sebagai cawapres dari Prabowo Soebianto. "Tadi rekomendasinya begitu, tetapi akan lihat fakta-fakta di lapangan," pungkas mantan Mahkamah Konstitusi ini. (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Tegal, Santri Hari Santri 2018

Minggu, 26 November 2017

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme

Tegal, Hari Santri 2018. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU ) Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal menyatakan gerakan pelajar antiradikalisme dan narkoba. Deklarasi ini merupakan respon sekaligus langkah antisipasi merebaknya radikalisme yang belakangan mulai menyasar kalangan pelajar.

penanggung jawab acara sekaligus Ketua demisioner PAC IPNU Pangkah Moh Naenul Rizqoni mengatakan, deklarasi pelajar antiradikalisme dan narkoba didasarkan pada kegelisahan melihat fenomena mutakhir yang cukup memprihatinkan. Banyak masyarakat tak berdosa turut menjadi korban akibat radikalisme yang terus tumbuh hingga di tataran pelajar. Begitu pula akibat narkoba, tiap harinya tunas bangsa gugur percuma.

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme

"Kita jelas bertekad bulat melawan segala bentuk radikalisme dan peredaran narkoba yang ada di dunia pendidikan. Mengingat jaringan radikalisme dan narkoba yang berkembang di luar negeri maupun yang sedang tumbuh di Indonesia sudah mulai masuk ke nadi-nadi dunia pendidikan. Baik SMP, SMA maupun perguruan tinggi," katanya usai ? pelantikan kepengurusan yang baru dan deklarasi di lapangan Balamoa Kecamatan pangkah, Ahad (28/8).

Dalam waktu dekat, tutur Moh Naenul Rizqoni , pihaknya akan mengarahkan kepengurusan yang baru untuk menggalang dukungan dari seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Kecamatan Pangkah ? untuk bersama-sama menyatukan komitmen memerangi radikalisme. Pelajar dan mahasiswa NU didorong untuk menjadi pelopor dalam mengampanyekan semangat anti radikalisme.

Masalah yang juga perlu mendapatkan perhatian serius menurut Rizqon ? adalah persoalan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Apabila tidak dilakukan penanganan serius maka masa depan generasi muda sangat terancam. "Aset terbesar bangsa Indonesia adalah pemuda, mereka harus dilindungi. Jangan sampai tergoda oleh narkoba," ungkapnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikpora sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Tegal ? H Ahmad Wasari yang memimpin jalannya deklarasi mengatakan strategi preventif sejak dini memang perlu dilakukan terutama bagi generasi muda. Penanaman nilai-nilai keagamaan dan kebangsaaan di sekolah mulai dari pendidikan dasar hingga menengah turut memberikan dampak positif terhadap upaya menghadang radikalisme.?

Ketua MWCNU Pangkah H Muntoyo mengatakan, Pesantren dan sekolah-sekolah NU bersama pemerintah Tegal selama ini cukup banyak bekerja sama meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk untuk menghadang radikalisme, tidak hanya di kalangan internal namun ke depan kampanye antiradikalisme lebih gencar dilakukan di masyarakat secara luas.

Hari Santri 2018

Radikalisme, menurut Muntoyo, di antara penyebab yang paling berpengaruh adalah karena memahami agama secara literal dan semakin gencarnya penyebaran paham-paham yang mengarah pada radikalisme melalui media sosial. Untuk itu, diharapkan IPNU-IPPNU kedepan dapat menjadi garda terdepan menanamkan sikap toleransi dan keberagaman di masyarakat.

Selain itu, menurut H Sofiyudin selaku pembina PAC IPNU Pangkah, untuk menghindari radikalisme dan bahaya Narkoba yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tentu diperlukan stakeholder untuk membentengi masing-masing anggota keluarga dari godaan radikalisme. "Guru agama di sekolah-sekolah dalam mengajarkan Islam harus proporsional dan komprehensif. Sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang keliru," jelasnya.

Deklarasi Pelajar NU Kecamatan Pangkah anti radikalisme dan anti narkoba diikuti sebanyak ratusan Pelajar ? dari seluruh Desa dan Sekolah sekolah se Kecamatan Pamgah dan di ikuti oleh ribuan pelajar yang turut hadir serta di meriahkan oleh Grup Hadroh Az-zahir dari pekalongan dan dihadiri oleh Al Habib Muhammad Lutfhi Bin Hasyim Bin Ali Bin Yahya dari Pekalongan dan Ufti Adenda Aulia (Aksi Indosiar).

Dalam peyampainya Habib Lutfhi menitipkan pesan kepada segenap pelajar dan kalangan muda yang ada untuk terus berkarya dalam mencintai Bangsa dan Tanah Air ini. “Jangan sampai kalian menyakiti hati orang tua dan para pahlawan bangsa," tutur Habib Lutfhi. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya IPNU-IPPNU Pangkah yang telah mengajak masyarakat untuk melakukan hal baik dan positif. (Mughni/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Ahlussunnah, Sholawat Hari Santri 2018

Rabu, 22 November 2017

Tak Cukup Mahasiswa Hanya Belajar di Kampus

Banda Aceh, Hari Santri 2018. Selain sebagai kontrol sosial, mahasiswa juga diharapkan bisa terjun langsung ke masyarakat bersama-sama aktif melakukan pendidikan menuju perubahan yang lebih baik. 

Hal itu tersampaikan Ketua PC PMII Banda Aceh, Akmaludin, pada Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) PC PMII Kota Banda Aceh dalam pembukaan acara di Aula Gedung Pemuda Aceh, Sabtu (28/10).

Tak Cukup Mahasiswa Hanya Belajar di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Cukup Mahasiswa Hanya Belajar di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Cukup Mahasiswa Hanya Belajar di Kampus

“Mapaba bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa yang akan bergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), diharapkan mampu memberikan pemahaman terhadap mahasiswa terhadap tugas dan fungsinya,” kata Akmal.

Mapaba bertema Melahirkan kader Muda yang Bertakwa dan professional, Mapaba kali ini juga menjadi istimewa karena bertepatan dengan hari sumpah pemuda ke-89.

Akmal mengatakan, sudah seharusnya mahasiswa tidak sekedar belajar apa yang diberikan di dalam perkuliahan di kampus. Namun, pengetahuan dan pemahaman serta keterlibatan dalam berorganisasi juga diperlukan. 

“Pasalnya, setelah lulus di bangku perkuliahan mahasiswa akan dihadapkan dan dilibatkan pada persoalan lingkungan di masyarakat," tegas Akmal setelah membacakan bait-bait sumpah pemuda.

Hari Santri 2018

Kegiatan yang diikuti oleh 83 orang calon kader dan setelah di lakukan screening test tersaring 43 orang peserta yang bekomitmen menjadi kader PMII Banda Aceh dan akan mengikuti setiap tahapan kaderisasi hingga akhir. (Fauzan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote, Amalan, Santri Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock