Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas

Pemalang, Hari Santri 2018. Pada hari Ahad 26 April Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor di desa Kendaldoyong, kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang telah ditutup secara resmi dengan peserta lulus 98 orang.

Dalam diklat yang diselenggarakan selama 3 hari ini diberikan bermacam-macam ilmu yang diharapkan mencetak kader inti dari GP Ansor yang cakap dan berkualitas.

PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas

Hari pertama materi yang diberikan lebih kepada materi PKD diantaranya adalah ke-NU-an, ke-Ansor-an, keaswajaan dilanjutkan dengan baiat Ansor.

Hari Santri 2018

Di hari kedua dan selanjutnya diisi materi kecakapan dari mulai manajemen organisasi, kepemimpinan, militansi organisasi, serta materi penunjang lain.

"Kita memang mengharapkan diklat di Petarukan ini menghasilkan kader yang militan terhadap organisasi, aswaja dan NKRI. Kami merasa punya kewajiban untuk menghasilkan kader yang berkualitas secara moral dan spiritual," ungkap Muammar, ketua PAC GP Ansor Petarukan.

Hari Santri 2018

Agus Zamroni selaku kasatkorcab menambahkan "Untuk meningkatkan kualitas peserta, kami mendatangkan pelatih dari satkorcab, dan satkornas, biar inovasi dan implentasinya bisa diterapkan di lapangan."

"Di lapangan peserta terlihat antusias dalam menerima materi ? baik materi ruangan maupun dalam ruangan. Karena kami memakai metode take and give dengan inovasi yang berbeda di masing-masing sesi. Bagaimana peserta senyaman mungkin dalam menerima materi," ungkap Agus Subekti, ketua tim pelatih satkorcab.?

Kami sedang membentuk kader diberbagai kecamatan yang ada di kecamatan-kecamatan yang ada di pemalang," tambahnya mengahiri pembicaraan dengan Hari Santri 2018. (herry bh/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren Hari Santri 2018

Jumat, 09 Februari 2018

Cegah Kekeringan, 5 MWCNU di Jombang Desak Revisi BPBD

Jombang, Hari Santri 2018. Untuk mengatasi ancaman kekeringan, Lima Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendesak pemkab dan DPRD Jombang untuk merevisi Perda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kelimanya ialah MWCNU Kecamatan Plandaan, Ploso, Kudu, Kabuh dan Ngusikan.  Revisi dimaksudkan agar BPBD bisa lebih optimal dalam merespon bencana, termasuk kekeringan. Karena, kerja BPBD Jombang dinilai lamban dalam menjawab persoalan warga terkait pengairan.

Cegah Kekeringan, 5 MWCNU di Jombang Desak Revisi BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kekeringan, 5 MWCNU di Jombang Desak Revisi BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kekeringan, 5 MWCNU di Jombang Desak Revisi BPBD

Dalam merespon ancaman dan bencana kekeringan, BPBD seringkali bersikap reaktif. Saat warga kekurangan air bersih, pemerintah mengirim tangki. Namun begitu, warga harus melapor sebelumnya ke kecamatan.

Hari Santri 2018

Desakan revisi lahir dari hasil halaqoh mengatasi kekeringan di wilayah utara sungai Brantas yang digelar Ahad (27/10). Halaqah itu diikuti pengurus NU dari 5 MWC NU, perwakilan warga dari 5 Kecamatan, Wakil Ketua PCNU Jombang Munif Khusnan, PC Lakpesdam NU, dan PC LPPNU Jombang.

Selain mereka, perwakilan Dinas Pertanian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), BPBD, Tagana, serta anggota DPRD Jombang Munir Al-Fanani turut hadir.

Hari Santri 2018

kecuali dorongan revisi Perda BPBD, halaqah ini digelar untuk merespon ancaman dan bencana kekeringan. Untuk mengatasi ancaman kekeringan pada belasan desa di Jombang, peserta halaqah meminta Pemkab Jombang dan BPBD untuk lebih serius untuk mengatasi problem kekeringan.

Mereka merekomendasikan Pemkab Jombang untuk melibatkan petani dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan sirkulasi air untuk pertanian. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kerugian petani.

Pemkab Jombang juga diminta mempertimbangkan adanya diversifikasi tanaman untuk mendukung keberadaan tembakau sebagai komoditas utama.

"Rekomendasi terakhir memperkuat sinergitas warga-negara untuk menyelesaikan persoalan kekeringan," kata Aril, salah satu peserta halaqah dari Kecamatan Ngusikan.

Salah seorang aktivis Front Nahdliyin untuk Keadilan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Aan Anshori menambahkan, untuk menjawab problem ancaman kekeringan, perlu didorong agar kekeringan dimasukkan sebagai salah satu bentuk bencana.

"Bentuk jawaban konkrit dan permanen dari Pemkab adalah memasukkan kekeringan sebagai salah bentuk bencana, selain angin puting beliung, banjir, dan longsor," kata Anshori kepada Hari Santri 2018 (28/10). 

Rekomendasi mereka juga terkait dengan terbukanya ancaman kekeringan di sejumlah desa seperti Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan, Desa Sumberaji, Desa Mangunan, Desa Marmoyo, Desa Pengampon, dan Desa Manunggal di Kecamatan Kabuh.

Ancaman kekeringan melanda 3 Desa di Kecamatan Ngusikan, masing-masing Desa Kromong,

Desa Cupak, dan Desa Mojodanu. Kekeringan setiap tahun saat musim kemarau datang, mengancam Desa Pakel, Desa Pulosari, dan Desa Ngrimbi di Kecamatan Bareng. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Surabaya, Hari Santri 2018?

Dalam rangka menyambut Hari Buruh se-dunia yang jatuh pada 1 Mei, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya menggelar refleksi membahas masa depan buruh. Dua isu utama yang disoroti adalah upah kerja yang layak dan kepastian status kerja.

Koordinator Aliansi Buruh Jawa Timur, Jamaluddin mengatakan nasib buruh hingga saat ini masih memperihatinkan. Pemerintah yang diharapkan hadir melindungi ? buruh dengan merancang kebijakan sesuai amanah Undang-Undang dan Pancasila justru absen dan tidak menunjukkan sikap yang tegas.

“Bahwa pesan Bung Karno agar jangan sampai pribumi jadi budak di negeri sendiri masih sangat relevan hingga hari ini. Nuansa kapitalistik masih sangat kuat, sementara buruh harus terus bekerja tanpa diperhatikan hak-haknya,” jelasnya dihadapan ratusan peserta, Jumat (30/4).

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Lebih lanjut, dirinya mendapat informasi bahwa Raperda terkait buruh masih dalam pembahasan. Padahal, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah berjanji akan tuntas pada awal 2016. “Dengan janji Gubernur itu, buruh di Jatim berharap Perda sudah disahkan sebelum May Day 2016, sehingga bisa jadi kado bagi kaum buruh yang merayakan hari buruh internasional,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, banyak naskah akademis yang berisi aspirasi dan tuntutan buruh yang tidak diakomodir oleh Disnakertransduk Jatim. Di antaranya soal upah layak yaitu pekerja yang masa kerjanya di atas 1 tahun dan berkeluarga diberi tambahan 5 persen dari UMK.?

Hari Santri 2018

Ia mengungkapkan pihaknya bersama para buruh di Jatim akan menggelar aksi besar-besaran pada May Day,? Ahad (1/5). Sekitar 10 ribu buruh dari berbagai daerah di Jatim akan ikut menggelar aksi agar tuntutannya disetujui oleh gubernur. “Yang jelas besok (hari ini) kami bersama puluhan ribu buruh se- Jatim akan menggelar aksi besar-besaran,” ujar pria yang akrab disapa Jamal ini.

Ketua PMII Surabaya, Ali Syaifuddin menyatakan Raperda yang nantinya akan disahkan harus berlandaskan Undang-Undang dan Pancasila. Artinya, ada aspek saling menguntungkan antara buruh dan pengusaha agar kemaslahatan dapat dirasakan seluruh pihak. Dirinya mengakui, sesuai fakta hak-hak buruh belum sepenuhnya terpenuhi.

“Konsep hubungan industrial dalam kacamata akademik sebetulnya bisa menjawab persoalan dewasa ini. Bahwa ada nilai saling menghargai, empati dan kekeluargaan dalam aktivitas industri. Kepentingan seluruh pihak dapat diakomodir tanpa ada yang merasa dirugikan,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Ke depan, sambungnya, dirinya mendorong Gubernur Jawa Timur untuk merumuskan desain kebijakan dengan berkaca pada konsep hubungan industrial yang harmonis. Peran pemerintah dibutuhkan agar angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak terus meningkat dan iklim investasi semakin baik.

Selain Aliansi Buruh Jawa Timur hadir pula anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari, Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jamil dan Perwakilan Pengusaha Muslim, Musonnef. Acara yang mengusung tema “Membangun Hubungan Industrial Yang Harmonis Dalam Rangka Menjaga Iklim Investasi Simbiosis Mutualisme” dihadiri 100 peserta terdiri dari aktivis mahasiswa, akademisi dan pengamat buruh. (Luqman Hakim El Baqeer/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Kyai, Nasional Hari Santri 2018

Rabu, 07 Februari 2018

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Medan, Hari Santri 2018

Pemerintah mengharapkan pondok pesantren dapat memberikan keterampilan kepada santri sebagai bekal hidup mereka di masa depan jika tidak menjadi ulama.

Hal itu dinyatakan Menteri Negara Koperasi dan UKM, Surya Dharma Ali, ketika berdialog pada rangkaian acara silaturahmi dengan para ulama se Sumut dan penyerahan bantuan kepada sejumlah pondok pesantren di Medan, Kamis.

Ia mengatakan, pengemblengan terhadap para santri di pondok pesantren tidak hanya cukup dengan pendidikan agama dan umum saja, tetapi harus juga diberikan berbagai macam keterampilan agar mereka memiliki jiwa kewirausahaan.

Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Selepas keluar dari pesantren seorang santri akan menghadapi tantangan yang besar, sebab tidak semua santri pondok pesantren bisa menjadi kyai karena berbagai macam aspek, seperti keilmuan, kejiwaan, kematangan dan ketaatan, ujarnya.

Menurut dia, dewasa ini jika pondok pesantren dapat mencetak sepuluh persen dari total lulusannya menjadi kyai, maka hal itu merupakan prestasi yang sangat mengembirakan. Untuk itu para santri saat ini harus diberikan ketrampilan, seperti pertanian, kerajinan, perdagangan, dan lain sebagainya, katanya.

Hari Santri 2018

Ali juga mengharapkan, program koperasi masuk pesantren jangan sampai mengganggu kegiatan kyai dalam memberikan pendidikan santri, dan pembinaan kegiatan koperasi pesantren harus dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah setempat, agar menjadi handal dan dapat menciptakan lapangan kerja serta memberi bekal kepada para santri. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

Cirebon, Hari Santri 2018

KH Abdullah Abbas (Kiai Dulloh) yang selalu terlontar dalam setiap menerima tamu sejumlah pejabat, politukus dan mahasiswa adalah persatuan bangsa, peningkatan pendidikan dan taraf ekonomi rakyat, kata Nemi Mu`tasim Billah (29), cucu KH Abdullah Abbas.



Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

"Wasiat pertama selalu meminta dijaga persatuan bangsa dan persatuan umat, kedua diminta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan ketiga adalah amanat agar terus memperbaiki ekonomi rakyat," katanya kepada wartawan menjelang pemakaman Kiai Karismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari Buntet Pesantren, Jumat (10/8) kemarin.

Ia mengatakan, Kiai Dolloh, panggilah akrab KH Abdullah Abbas tidak pernah membeda-bedakan tamu apakah tua atau muda, pejabat atau bukan, sehingga menjadi tumpuan mahasiswa untuk berdiskusi tentang berbagai hal.

Hari Santri 2018

"Kiai selalu menghargai perbedaan pendapat, tetapi mempunyai argumen yang kuat untuk melontarkan pendapat atau nasihat, sehingga banyak pejabat ingin mendapat nasihat dari beliau," katanya.

Hal senada dikatakan H Munib Rowandi Amsal Hadi, pengelola Buletin Buntet Pesantren bahwa, tahun 1950 usai revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan di mana Kiai Dulloh ikut terlibat langsung, Buntet Pesantren dikembangkan berbagai sarana pendidikan modern karena ingin meningkatkan taraf pendidikan masyarakat di sekitar pesantren.

Hari Santri 2018

Saat ini sudah berdiri Madrasah Ibtidaiyah Putra dan Putri, Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Putra 1 dan MTs NU Putra 2 dan MTs Putri, Madrasah Aliyah (MA) NU Putra, MA NU Putri, Akademi Keperawatan, serta Lembaga Bahasa dan Keterampilan.

Berkaitan dengan isu ulama masuk dunia politik, menurut H Munib, Kiai Dulloh juga mempunyai pendapat moderat bahwa sangat wajar jika ulama ikut terjun di dunia politik tetapi hanya boleh dijalankan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

"Ulama itu kaum terdidik. Wajar kalau mereka terjun ke dunia politik guna kemaslahatan umat dan bangsa. Jangan untuk ambisi pribadi," katanya menirukan ucapan Kiai saat berdiskusi dengan santri.

Ia juga mengungkapkan, Kiai Dulloh adalah satu-satunya anak Kiai Abbas yang ikut memimpin dalam berbagai pertempuran melawan penjajah Belanda, antara lain, di Surabaya, Sidoarjo, Tanjung Priok dan Cikampek.

"Kiai Abdullah Abbas aktif menjadi pasukan Hisbullah, bahkan menjadi Kepala Staf Batalyon Hisbullah. Beliau juga menjadi anggota Batalyon 315/Teritorial Siliwangi dengan pangkat Letnan Muda," katanya.

Pada masa perjuangan melawan Belanda itulah, menurut Munib, banyak pejuang yang meminta ilmu kebal senjata kepada Ki Dulloh dalam melawan senjata Belanda yang lebih lengkap.

Kyai yang mempunyai 11 anak itu, pernah berguru kepada Kyai Ma`shum di Ponpes Lasem, Rembang, dan kepada KH Hasyim Asy`ari dan terakhir berguru pada KH Abdul Karim Manaf di Ponpes Lirboyo. (ant/din)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Internasional, Pesantren Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Jombang, Hari Santri 2018

Untuk kali ketiga, Musyawarah Guru Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMK Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar Pesantren Kreatif Ramadhan atau KIR. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (13/6) hingga Rabu (15/6). Acara yang berlangsung di SMK PGRI 1 Jombang ini diikuti 205 peserta yang terdiri para remaja.

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

“Semua peserta merupakan perwakilan dari seluruh SMK yang ada di kabupaten Jombang, baik negeri maupun swasta,” ujar Abdul Malik, sekretaris panitia. Jumlah sekolah yang mengirim perwakilan, lanjutnya, naik jika dibanding tahun lalu. “Tahun ini yang mengirim sebanyak 30 sekolah,” ucapnya.

Acara ini disambut positif oleh Kementerian Agama Kabupaten Jombang. Kasi PAIS Salim Basawad datang untuk membuka kegiatan. “Semoga para peserta kegiatan ini mampu menjadi insan kamil yang terampil,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan Islami. Mulai lomba adzan, tartil al-Qur’an, cerita Islami, kaligrafi dan pemilihan da’i remaja (pildara).

“Karena di samping memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta tentang ajaran Islam, kegiatan ini juga berusaha memberikan ruang kepada para peserta untuk menunjukkan kreativitas yang dimiliki,” ujar ketua panitia Arif Ghofar Anshori.

Hari Santri 2018

Pria berkacamata ini menambahkan bahwa peserta yang hadir diharapkan juga untuk menjalin ukhuwah. “Dan juga jejaring antara generasi Islam di sekolah SMK yang ada di Jombang,” imbuhnya.

Salah satu tema yang dibahas dalam kegiatan ini adalah semakin merebaknya paham radikalisme. Terutama yang melibatkan dunia remaja. Tidak terkecuali para pelajar SMK.

Hal senada juga diungkapkan narasumber kedua, KH. Nur Hadi. Kiai muda yang dikenal dengan nama Mbah Bolong ini menggarisbawahi bahwa problematika yang dihadapi remaja sangat banyak.

Di zaman modern ini, remaja tidak mustahil terjebak kepada ideologi-ideologi yang aneh. “Baik bersumber dari dalam diri maupun dari luar,” ujarnya.

Remaja saat ini, lanjutnya, akan berhadapan langsung dengan berbagai godaan sosial dari manusia yang ada di dalamnya. “Termasuk juga berbagai godaan dari setan dan nafsu sendiri,” imbuhnya.

Mbah Bolong mengidentifikasi bahwa jiwa remaja juga menjadi faktor penyebab terjebaknya remaja ke dalam ideologi radikal. “Ini disebabkan karena masa remaja penuh dengan dorongan memenuhi rasa ingin tahu dan coba-coba,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Mbah Bolong mendorong remaja untuk selalu menimba ilmu. “Mengajilah kepada para ahlinya agama dan cari informasi seluas-luasnya tentang apa yang akan dilakukan,” imbuhnya.

Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh Jombang ini juga mengajak para remaja untuk selalu berpegang teguh kepada ajaran Islam. “Ini agar hidup di dunia bisa selamat di akhirat kelak,” urainya.

Namun, lanjutnya, Islam yang dipraktikkan dalam keseharian adalah Islam toleran yang menghargai perbedaan. “Keragaman yang ada di Indonesia adalah sebuah rahmat, sehingga Islam harus mampu menjadi rahmatan lil alamin,” jelasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren, Amalan Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Jepara, Hari Santri 2018. Pengurus IPNU-IPPNU Nalumsari mengadakan rapat kerja dalam rangka memaksimalkan peran di Gedung MWCNU Nalumsari kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (30-31/8). Mereka dalam rapat ini juga menyusun program kerja ke depan.

"Pertemuan ini bertujuan menegaskan kembali tugas pokok dan fungsi pengurus agar kualitas kerja mereka lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Ketua PAC IPNU Nalumsari Lukman Hakim.

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Sementara Wakil Ketua IPNU Jepara M Shidiq yang juga hadir dalam rapat itu mengingatkan maksud pertemuan. “Upgrading ini menyadarkan kita terhadap wilayah kerja masing-masing,” kata Shidiq.

Hari Santri 2018

Shidiq mendorong pengurus anak cabang IPNU-IPPNU Nalumsari untuk menata ulang pola pikir. Pola pikir kita, ujar Shidiq, harus lebih baik dari pengurus ranting. Ia menyatakan, kepengurusan IPNU Jepara akan memfasilitasi mereka dalam memaksimalkan pengurus ranting. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Sejarah, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Awal 2017, ASBIHU NU Berangkatkan 7 Kelompok Jamaah Umroh

Jakarta, Hari Santri 2018

Dari waktu ke waktu, kepercayaan masyarakat akan kinerja Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU) semakin tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pendaftar perjalanan ibadah umrah melalui PT ASBIHU Tour and Travel, sebagai operator ASBIHU NU.

Pada bulan Januari 2017 ini, PT ASBIHU Tour and Travel telah memberangkatkan 350 jamaah umroh dari tujuh kelompok. Mereka berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Awal 2017, ASBIHU NU Berangkatkan 7 Kelompok Jamaah Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal 2017, ASBIHU NU Berangkatkan 7 Kelompok Jamaah Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal 2017, ASBIHU NU Berangkatkan 7 Kelompok Jamaah Umroh

Rabu (18/1) diberangkatkan sebanyak 50 jamaah melalui perwakilan ASBIHU NU Semarang dan Cilacap, Jawa Tengah. Kelompok ketujuh ini, telah mendaftar pada bulan Oktober-November 2016, atau dua bulan sebelum pemberangkatan.

Hari Santri 2018

Februari mendatang, ASBIHU juga telah menyiapkan sejumlah kelompok perjalanan umrah. Salah satu rute yang dibuka ASBIHU Tour and Travel pada bulan Februari nanti adalah Umrah plus perjalanan ke Kairo, Mesir.

Hari Santri 2018

Ada keunikan pada perjalanan Umrah plus Kairo. Sebab jamaah juga berkesempatan mengunjungi sejumlah tempat di sana, seperti Universitas Al-Azhar dan Piramida. Ketua ASBIHU KH Musthafa Aqiel Siroj diagendakan akan turut membimbing para jamaah.

Bagi masyarakat yang berminat menjalankan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel dapat mendaftarkan diri melaui nomor telepon 021-85900265, dan 08129919465 (Silvy).

Calon jamaah juga dapat menghubungi perwakilan-perwakilan yang kini telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Warta Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari

Kudus, Hari Santri 2018. Menjelang Bulan Ramadlan, peziarah makam Sunan Kudus mengalami peningkatan tajam. Selama bulan Sya’ban, setiap harinya makam yang berada di Komplek Masjid Al-Aqsha Menara Kudus ini selalu dipenuhi para peziarah. 

Mulai pagi hingga malam dini hari, para peziarah berdatangan secara berombongan. Mereka tidak hanya berasal kota Kudus saja melainkan juga dari berbagai daerah di pulau Jawa. Bahkan beberapa waktu lalu, rombongan asal Malaysia ada yang datang berziarah.

3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari (Sumber Gambar : Nu Online)
3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari (Sumber Gambar : Nu Online)

3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari

Petugas pendaftar masuk makam Sunan Kudus Munajad mengatakan Bulan Sya’ban (Ruwah) ini volume peziarah makam sunan Kudus meningkat mencapai lebih dari 3.500 orang perhari. Dalam buku pendaftaran tercatat rata-rata sehari terdapat 70 rombongan bus.

Hari Santri 2018

“Kalau dihitung setiap bus terdapat 50 orang ditambah mobil pribadi bisa mencapai 3.500 lebih perharinya,” terangnya kepada Hari Santri 2018, Rabu (26/6). 

Hari Santri 2018

Ia menerangkan para peziarah banyak yang memilih Bulan Sya’ban untuk  kegiatan berziarah ke makam para wali.Karena Sya’ban atau ruwah merupakan bulan yang penuh keistimewaan sehingga menjadi momentum yang tepat untuk mendoakan para ahli kubur sekaligus menyucikan diri dan mengharap keberkahan dari para walisongo termasuk Sunan Kudus.

“Dibanding bulan-bulan biasa, boleh jadi bulan ini sebagai puncaknya peziarah karena mereka sudah memahami keistimewaan Bulan Ruwah ini,”kata Munajad.

Berdasar catatannya, sebagian besar rombongan peziarah berasal dari kota atau daerah pulau Jawa dan Kalimantan. “Tiga hari lalu, juga ada rombongan mahasiswa dari Malaysia yang berziarah makam Sunan Kudus ini,” ujarnya.

Muhammad Asrori (40) peziarah asal Cirebon Jawa Barat menyatakan, ziarah ke makam Walisongo termasuk Sunan Kudus dan sunan Muria ini merupakan kegiatan rutin setiap setahun sekali tepatnya pada bulan Ruwah ini. Ritual Ziarah Walisongo ini diadakan oleh Jam’iyah Yasinan yang di desanya.

“Setelah dari Sunan Kudus ini,kami akan ke Makam Sunan Muria kemudian melanjutkan ke jawa Timur," ucapnya kepada Hari Santri 2018 di Komplek Menara Kudus, Rabu (26/6). 

Kepadatan peziarah makam sunan Kudus ini selalu dibarengi juga di komplek makam Sunan Muria yang berada di kawasan pegunungan Muria Desa Colo Kecamatan Dawe Kudus. Sebab biasanya, usai berziarah di makam Sunan Kudus rombongan langsung meneruskan ke makam Sunan Muria.

 

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren, Tokoh Hari Santri 2018

Selasa, 02 Januari 2018

Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT

Pangkep, Hari Santri 2018. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) terus menggenjot pemberdayaan masyarakat desa dengan menggandeng Kemends PDTT. Program Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar jadi ujung tombak untuk mewujudkan misi pemberdayaan tersebut.

Ketua II PP Muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj mengatakan, Muslimat NU mulai menjalin kerja sama dengan Kemendes PDTT sejak tahun 2007. Tim PDT Muslimat NU telah membina 36 desa di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kualitas masyarakat khususnya pemberdayaan perempuan desa.

Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT

“Tahun 2012 Muslimat NU sudah membina perempuan desa dengan berbagai keterampilan mulai dari menjahit, kecantikan, tata boga sampai dengan bengkel,” jelas istri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini, pekan lalu saat membuka kegiatan Pelayanan Sosial Dasar di Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat-Ahad (25-27/8).

Adapun Program Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar di Biring Ere, Pangkep meliputi kegiatan sebagai berikut:

Hari Santri 2018

1. Peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pelatihan IT dan keorganisasian, bantuan berupa laptop, dan printer secara simbolik di serahkan oleh Hj Hanik Rofiqoh kepada Hj Andi Yulianan Rahman (Ketua PC MNU Kab Pangkep).

2. Peningkatan usaha ekonomi produktif melalui pelatihan kewirausahaan berbasis kearifan lokal, pelatihan pengolahan ikan bandeng menjadi abon, nugget, olahan ikan bandeng tanpa duri. bantuan berupa 1 set alat alat masak (kompor, alat press abon, dan lain-lain). Pemberian bantuan diserahkan oleh ibu Hj Laila Hanim kepada Hj Mawahidah Zam Lutfi (Bendahara Umum PC Muslimat NU Kab Pangkep).

Hari Santri 2018

3. Pelatihan Guru PAUD, pemberian bantuan berupa APE (satu set Alat Permainan Eduktif) diserahkan oleh Hj Setiawati kepada Hj Nuraida Zaenal (Wakil Ketua PC Muslimat ? NU).

4. Peningkatan usaha gizi keluarga dan pelatihan kader kesehatan.

5. Prasasti pembangunan bak penampungan air (bak air, pompa air, pipa saluran ? air) diserahkan oleh Bendahara Umum Hj Andi Nurhiyari Jamaro kepada Desa Biring Ere, Alam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur PT Semen Tonasa di berikan oleh, Anggota DPR RI HA. Jamarro Dulung, Bupati Pangkep yang di wakili oleh oleh Kades Biring Ere, Alam.?

Dalam kesempatan itu, juga diadakan kegiatan pelantikan 7 PAC Muslimat NU (Bungoro, Balocci, Minasa te’ne, Pangkajenne, Segeri, Mandalle, Ma’arang) yang dilantik oleh ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pangkep, Hj Andi Yuliana Rahman dan pelantikan pengurus ranting Desa Biring Ere (Wilayah PAC Bungoro) yang dilantik oleh Ketua PAC Kecamatan Bungoro, Syahruni Imran di Wisma Tonasa Pangkep. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Pesantren, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Minggu, 31 Desember 2017

LAZISNU Sambut Baik Ide Lakpesdam Lasem

Jakarta NU, Online. Direktur PP Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) H Amir Maruf menyambut baik ide Lakpesdam Lasem berkaitan dengan ide beasiswa untuk para anak aktivis NU atau kiai kampung di tingkat desa dan kecamatan.

Amir Maruf berkomunikasi dengan dengan Imam Maehaqi, ketua Lakpesdam Lasem, lewat jejaring sosial, facebook, Selasa (23/10) malam. "Ayu digarap dan tolong tentu tetap koordinasi dengan LAZISNU setempat. Biar LAZISNU di kampung ikut berjaya, menyusul kejayaan Lakpesdam," ujar Amir.

LAZISNU Sambut Baik Ide Lakpesdam Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sambut Baik Ide Lakpesdam Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sambut Baik Ide Lakpesdam Lasem

Amir menyatakan siap memberi bantuan sebagai stimulus. "Nanti kami siapkan stimulus, tapi juga harus segera dibarengi penguatan tim agar mampu melakukan fundrising shodaqoh, infaq, dan zakat di daerah setempat," jelasnya. Imam Baehaqi pun menyatakan siap berkoordinasi dengan LAZISNU di Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Hari Santri 2018

Pengurus Pusat LAZISNU memang memiliki komitmen pada anak tidak mampu untuk disekolahkan atau dipesantrenkan, melalu program bernama NUsmart. Program tersebut pas dengan Lakpesdam yang berencana menggalang beasiswa untuk anak para aktivis NU atau kiai kampung.

Seperti yang diberitakan kemarin bahwa banyak anak kiai atau aktivis NU di tingkat desa dan kecamatan yang tidak mampu memesantrenkan atau menyekolahkan anaknya agar.

Hari Santri 2018

"Kekhususan dan keistimewaan NU, pesantren, kiai kan terletak pada kesinambungan guru dan jaringan kebudayaan Nusantara. Kalau mereka tidak mondok, ini berbahaya NU akan terputus, ilmunya juga, wawasannya juga mandeg. Tida perlu mesantren atau kulaih di luar negeri dulu, di luar kota saja sudah cukup. Ke Kediri, Jogja, Situbondo," jelas baehaqi kemarin.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Olahraga Hari Santri 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus

Mataram, Hari Santri 2018 - Sedikitnya 50 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB angkatan 2016/2017 berkumpul di aula kampus setempat Jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram, Senin-Selasa (29-30/8). Mereka mengikuti gelaran Taaruf Akademik Mahasiswa Universitas NU (Ta’awunu).

Wakil Rektor II UNU NTB Mulianah menyebutkan, Taawanu dilaksanakan selama dua hari. “Spiritnya pertama adalah menyosialisasikan nilai-nilai NU melalui UNU,” kata Mulianah kepada Hari Santri 2018 di ruang kerjanya, Selasa (30/8) siang.

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus

Kegiatan wajib kampus ini mendorong mahasiswa baru untuk tolong-menolong sesuai dengan spirit perjuangan NU. Kegiatan ini juga diadakan sebagai pembeda dari kampus lain.

"Karena setiap kampus istilahnya beda-beda. Ada yang ‘Ospek’, ‘Posmaba’, ‘Opak’ dan lainnya," tambah Ketua Pergunu NTB ini.

Hari Santri 2018

Semntara itu, Kepala Biro Akdemik UNU NTB Jamiluddin lebih menejelaskan rinci Taawun. Menurutnya, selama dua hari akan diadakan kuliah umum untuk seluruh mahasiswa baik baru maupun lama UNU NTB.

Hari Santri 2018

Hari pertama gawainya rektorat. Hari kedua gawainya fakultas. hari ketiga kuliah umum. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Pendidikan, Nahdlatul Hari Santri 2018

Minggu, 10 Desember 2017

Para pengikut Saddam disingkirkan

Jakarta, NU.Online
Amerika ingin mencegah Partai Baath menjadi kekuatan yang teratur. Ribuan anggota partai Baath pimpinan Saddam Husein dilarang memegang jabatan di pemerintahan. Langkah ini akan memberantas Partai Baath, dengan menancapkan "sebuah pancang di jantungnya", seorang pejabat senior dari kantor pemerintah sipil baru Amerika di Irak mengatakan kepada wartawan.

Peraturan pemerintah dikeluarkan sehari setelah kepala pemerintahan baru, Paul Bremer, mengatakan bahwa pasukan koalisi yang menduduki Irak bertekad untuk membasmi partai mantan Presiden Saddam Hussein itu.

Pasukan Amerika di Irak juga telah melancarkan misi untuk menghentikan kekacauan, yang telah melanda negeri itu sejak rezim lama disingkirkan lima minggu yang lalu.

Pejabat dari Kantor Pembangunan Kembali dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika (ORHA) di Irak mengatakan, para mantan anggota partai Baath menyulut aksi kejahatan dan demonstrasi anti Amerika di Irak.

Perkembangan lainnya

- Kanselir Jerman Gerhard Schroeder menyatakan dukungannya terhadap usulan resolusi yang menyerukan diakhirinya sanksi terhadap Irak.

- Amnesti Internasional menyelidiki tuduhan sejumlah tawanan perang Irak bahwa mereka disiksa oleh pasukan Amerika dan Inggris.

- Kerangka 45 orang dikeluarkan dari kuburan massal di Karbala, demikian laporan kantor berita Associated Press.

Penjarah ditangkap

Amerika Serikat dituduh gagal mengembalikan ketenangan dan ketertiban sejak perang berakhir.
Ratusan penjarah ditangkap. Namun salah satu jendral senior Amerika di Baghdad, Mayjen Buford Blunt mengatakan, jumlah polisi militer di Baghdad akan bertambah dua kali lipat, menjadi sekitar 4000 di akhir bulan ini.

Pasukan Amerika meningkatkan operasi melawan penjarahan, menangkap sekitar 300 orang sejak hari Rabu, sebagian dilaporkan berusia 10 tahun.

Mayjen Blount mengatakan bahwa di masa depan para penjarah akan ditahan selama tiga minggu, bukan beberapa jam atau beberapa hari seperti sekarang.

Pasukan Amerika juga telah memasang berbagai poster dalam bahasa Arab di sekitar ibukota untuk memperingatkan para penjarah kerugian terhadap upaya pembangunan kembali akibat perbuatan mereka.

"Pilihannya ada di tangan anda, anda dapat membantu pembangunan kembali Irak dan membantu membangun Irak yang makmur, atau anda dapat menyebabkan generasi masa depan hidup dalam kemiskinan. Lakukanlah apa yang disarankan akal sehat anda," kata poster tersebut.

Blount mengatakan bahwa sekitar 90% masalah keamanan disebabkan oleh penjahat biasa, yang sebagian dibebaskan dari penjara oleh Saddam Hussein dalam amnesti massal tahun 2002.

Pembasmian massal

Larangan terhadap anggota Partai Baath bekerja untuk pemerintah itu akan berdampak pada antara 15,000 dan 30,000 pengikut setia Saddam Hussein, kata pejabat ORHA itu.

Sebuah proses penyaringan teratur akan dimulai hari Sabtu, termasuk wawancara dan pemeriksaan catatan resmi, katanya.

Sampai 2000 anggota Partai Baath senior masih bekerja sebagai pejabat tinggi di berbagai departemen Irak, tambahnya.

Ia mengakui bahwa pembasmian orang-orang Baath berarti akan ada inefisiensi dalam sektor publik untuk beberapa lama.(BBC/Cih)
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Pertandingan Hari Santri 2018

Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Para pengikut Saddam disingkirkan

Senin, 20 November 2017

Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi

Jakarta, Hari Santri 2018. Latihan terpenting pada bulan Ramadhan selain berpuasa adalah melakukan qiyamul lail atau shalat dan berdzikir di malam hari. Jika puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari perbuatan yang dibolehkan seperti makan dan minum, maka qiyamul lail adalah latihan menjalankan perbuatan-perbuatan sunnah dengan penuh khusu dan konsentrasi.

Pengajian Online Ramadhan kitab "Manahijul Imdad" karya ulama besar Nusantara Syeikh Ihsan Jampes, Selasa (25/9), membahas fasal tentang qiyamul lail. Pengajian diadakan di ruang redaksi Hari Santri 2018, lantai V gedung PBNU Jakarta dan diteruskan melalui akun pbnu_online@yahoo.com, dipandu oleh KH Arwani Faisal dari Lembaga Bahtsul Masa'il (LBM) PBNU.

Diterangkan bahwa malam hari, terutama pada sepertiga malam yang terakhir, adalah saat hiruk-pikuk aktifitas manusia terhenti untuk sementara waktu. Suasana sunyi sangat membantu kita untuk menenangkan diri dan berkontemplasi.

Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi

Syeik Ihsan Jampes menyemangati kita betapa qiyamul lail di bulan Ramadhan sangat utama karena semua ibadah sunnah seperti shalat tahajjud, tasbih, atau shalat hajat itu dinilai sebagai ibadah wajib, mendapatkan pahala sebagaimana ibadah wajib.

Qiyamul lail itu semakin berlipat ganda lagi pahalanya ketika dikerjakan pada sepertiga Ramadhan yang terakhir, yakni saat terjadi malam lailatul qadar, tepatnya saat ibadah Ramadhan kita telah mengendur.

Hari Santri 2018

Qiyamul lail diperuntukkan bagi mereka yang telah tertidur sejenak di waktu malam, lalu bangun dan mengambil air wudhu. Di bulan Ramadhan umat Islam tentu tidak terlalu sulit untuk bangun di malam hari karena dipaksa untuk bangun melakukan sahur.

Hanya saja, bagaimana ketika menjelang, pada saat dan setelah makan sahur kita telah dimanjakan dengan berbagai sajian menarik di layar televisi? Tak sempatlah kita melakukan qiyamul lail. Jika begitu, maka latihan apa sebenarnya yang telah dijalani di malam-malam bulan Ramadhan?(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Ubudiyah, Pesantren Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Jumat, 10 November 2017

Suriname, Nusantara di Benua Amerika

Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini penulis berkesempatan berdakwah di Suriname, sebuah negara bekas jajahan Belanda yang sedikit demi sedikit melepaskan diri dari cengkeraman negeri kincir angin tersebut. Walau terkesan lambat, namun patut diacungi jempol. Mereka ingin kemerdekaan yang utuh seperti yang dirasakan Indonesia.

?

Perjalanan menuju Suriname membutuhkan fisik yang kuat, karena memerlukan waktu 24 jam dengan pesawat dan 6 jam transit di dua negara, Malaysia dan Belanda.

Suriname, Nusantara di Benua Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriname, Nusantara di Benua Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Suriname, Nusantara di Benua Amerika

Perbedaan waktu dengan Indonesia 10 jam lebih lambat. Artinya jika Indonesia sekarang pukul 17.00 sore maka di Suriname tepat pukul 07 pagi. Saya pun menyempatkan berbincang Kedubes RI, Pak Sutikno, di kediaman dan kantornya. Saya ingin tahu segala hal yang berhubungan dengan Suriname.

?

Hari Santri 2018

Selaku Kedubes yang sudah dua tahun menjabat, Pak Sutikno menjelaskan, kerukunan multi etnis dan multi ras di sini begitu indah.

?

“Bayangkan, ketika orang Suriname yang memiliki nenek moyang Jawa berbicara dengan bahasa Mandarin, lalu temannya yang beretnis India menimpali obrolan dengan bahasa Jawa, dibalas lagi obrolan teman dari warga China dengan obrolan bahasa Urdu, ini sangat menarik dan patut diapriasi,” cerita Pak Sutikno.

Hari Santri 2018

?

Menurut beliau untuk kentalnya bahasa Jawa di tengah masyarakat Jawa Suriname, sudah mulai bergeser kepada pemakaian bahasa “ngoko” daripada melengkapinya dengan kromo alus dan kromo inggil. Apabila warga Indonesia asli main ke Suriname dan mengajaknya obrolan berbahasa Indonesia, tidak ada yang dapat memahaminya.

Kalau kita mau mengalah dan mengajak bicara menggunakan bahasa Jawa ngoko, mereka sangat senang dan paham apa maksud omongan kita.

Suriname memiliki 15 propinsi dan hampir sejuta penduduk dengan gabungan Afrika, India, Jawa, Belanda dan China. Orang Jawa di sini menempati jumlah terbanyak ketiga dari jumlah total penduduk. Bahasa resmi di sini menggunakan bahasa Belanda dan taki-taki.

?

Bahasa taki-taki adalah bahasa plesetan dan pasaran Inggris ataupun Belanda yang dibaca suka-suka semisal ‘tomorrow’ diucapkan ‘tamara’; far yang artinya jauh ditulis dan dibaca ‘fara’.

?

Sementara itu bahasa jawa ngoko juga menjadi bahasa yang membumi di negara ini. Mereka sudah tidak mengenal bahasa ngoko alus, kromo alus apa lagi kromo inggil. Pengaruh peninggalan nenek moyang mereka memberikan kekayaan bahasa jawa.

?

Di Suriname ada satu daerah yang dikenal dengan sebutan Mango. Itu adalah pabrik tebu yang sudah tidak ada penghuninya lagi. Masyarakat sekitar situ juga telah meninggalkan rumah-rumah mereka. Mereka berpindah ke wilayah lain yang ada aktivitas pekerjaan.

?

Rumah terbuat dari kayu-kayu yang ditata rapi. Bahkan ada satu gereja yang bertingkat dengan menggunakan kayu, yang sekaligus menjadi obyek wisata. Gereja itu dinamakan Gereja Katedral.

?

Di Suriname ada juga orang kaya keturunan Jawa yang menjadi pemegang saham dua bank terbesar. Ia suka bermain bola juga dengan Bapak Kedubes di kala senggang. Ada juga pengusaha keturunan Jawa yang berbisnis di bidang penyediaan padi, yang hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan lokal, tidak sampai diekspor keluar Suriname.

?

Di salah satu distrik yang disebut Keneri ada perkebunan pisang yang luas. Pisang itu diekspor ke Eropa dan menjadi komoditi terbesar dari negeri Suriname.

?

Sabtu sore (10/6) yang lalu, jam setengah empat pintu kamar saya diketuk lagi. Rupanya ada seorang pemuda yang ingin memeluk agama Islam. Dia mengaku dari keluarga broken home lalu bekerja di sebuah perusahaan dan berteman dengan orang India yang muslim. Ia tertarik masuk Islam. Saking seriusnya ingin memeluk Islam, dia sudah berpuasa selama lima hari. Dituntunlah dia oleh Pak Sobari, pendiri Nurusshobri Center.

Saya dan putra Pak Sobari menjadi saksi, saat pemuda itu mengucap syahadat. Ada titik air di sudut matanya. Saya menangkap suasana indah dari pemuda yang mendapat hidayah Allah itu.

?

Oleh Pak Sobari saya diminta untuk memberi nama Islam pada pemuda itu. Terpilihlah nama Muhammad Ramadhan sebagai nama Islamnya, sebagaimana bulan di mana hatinya dibuka oleh Allah adalah bulan Ramadhan ini.

?

Mbak Laili, putri Pak Sobari memberi pemuda itu peci, jajanan, buah-buahan, beras dan bahan sembako lainnya. Saya memberinya baju hem dan beberapa puluh uang euro. Kami berharap Mas Ramadhan bisa istiqamah menjaga imannya.

Sekitar jam setengah lima, Masa Ramadhan diberi sabun mandi dan handuk supaya bersuci dan dilatih berwudlu oleh Mas Saifullah, putra Pak Sobari yang masih duduk di kelas 3 SMP. Setelah itu kami shalat ashar berjamaah.

Sebelum pukul emam, kami diajak menuju lokasi pengajian. Jaraknya 50 km dari wisma, ? tepatnya di wilayah Javaweg. Sampai di lokasi pukul 7 malam waktu setempat, adzan maghrib berkumandang. Kami pun berbuka dengan air manis dan jajanan, diteruskan dengan shalat maghrib berjamaah, dan makan ala prasmanan.

Waktu shalat isya di sini pukul delapan.Saya diminta untuk menjadi imam shalat isya, terawih, dan sekaligus memberikan ceramah. Dalam ceramah saya menggunakan bahasa Jawa ngoko.

?

Saat perjalanan pulang ke wisma, ada kejadian lucu. Saat itu saya mengucapkan kata ‘mobil’ yang mereka pahami sebagai “handphone”. Mereka menjelaskan untuk mengucapkan kata yang berarti mobil, maka kita harus ucapkan “montor”. Sedangkan sepeda motor dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa Suriname diucapkan “sepeda montor”.

?

Ada lagi ucapan yang berbeda arti yaitu pencak silat. Menurut warga Suriname pencak silat sudah memiliki arti yang konotatif, yaitu bersetubuh dengan pasangan. Sedangkan untuk mengungkapkan kata kikir, mereka ucapan “kridi” tanpa “t”.

?

Ada lagi yang lebih aneh. Ketika saya ucapkan, ‘Kita ini memiliki masalah yang sangat besar,” mereka semua tertawa. Rupanya arti dari “masalah” adalah bumbu masak alias micin. Sedangkan arti masalah dalam bahasa mereka menggunakan kata “problemo”.

?

Penggunaan bahasa taki-taki, saya lihat di banner asuransi yang bertuliskan ‘TAMARA NO FARA” yang artinya “TOMORROW IS NOT FAR”. Itu adalah adajakan agar ikut asuransi akan dijamin sampai tua.

Ismail Hasan, dai anggota Dai Ambassador CORDOFA 2017 untuk negara Suriname.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren Hari Santri 2018

Kamis, 09 November 2017

Pangeran Saudi Dieksekusi karena Pembunuhan

Dubai, Hari Santri 2018



Pangeran Arab Saudi, Turki Saud al-Kabir, telah menjalani eksekusi pada Selasa setelah pengadilan menyatakan ia bersalah menembak hingga mati seorang warga Saudi, kata laporan media resmi.?

Laporan tidak menyebutkan dengan cara apa eksekusi terhadap Pangeran Turki itu dilakukan. Namun, sebagian besar orang yang dihukum mati di kerajaan Arab Saudi menjalani hukuman dengan cara kepala mereka dipenggal dengan pedang.?

Pangeran Saudi Dieksekusi karena Pembunuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangeran Saudi Dieksekusi karena Pembunuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangeran Saudi Dieksekusi karena Pembunuhan

Pangeran Turki sebelumnya telah menyatakan bersalah menembak hingga tewas Adel al-Mohaimeed setelah perkelahian, kata kementerian dalam negeri dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita SPA.?

Para anggota keluarga kerajaan Arab Saudi yang sedang berkuasa jarang terkena eksekusi. Salah satu kasus paling mengemuka di kalangan kerajaan adalah ketika Faisal bin Musaid al Saud, yang membunuh pamannya Raja Faisal, menjalani eksekusi pada 1975.?

Keluarga kerajaan diperkirakan beranggotakan beberapa ribu orang.?

Hari Santri 2018

Mereka menerima tunjangan bulanan dan sebagian besar pangeran senior memiliki kekayaan dalam jumlah besar serta kekuasaan politik.?

Namun, hanya sebagian kecil dari keluarga kerajaan yang memiliki jabatan-jabatan penting pada pemerintahan.?

"Pemerintah... bertekad untuk menjaga ketertiban, menstabilkan keamanan serta menjunjung tinggi keadilan dengan menerapkan aturan-aturan yang ditentukan oleh Allah (Tuhan, red)...," kata pernyataan kementerian itu, demikian dilansir Reuters. (Antara/Mukafi Niam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Tokoh Hari Santri 2018

Minggu, 05 November 2017

Kreativitas Meubel dan Furniture di Lomba Takbir Keliling Pelajar NU Petekeyan

Jepara, Hari Santri 2018? . Nampak beberapa miniatur meubel, furniture juga alat-alat untuk pengerjaan meubel diarak Keliling desa Petekeyan. Iringan takbir dan tahmid menggema dilantunkan oleh para peserta lomba takbir keliling yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU Desa Petekeyan Tahunan Jepara, Jateng, Kamis (16/7) malam takbiran.

"Kegiatan ini rutin diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU desa Petekeyan setiap tahunnya, bahkan kegiatan takbir keliling ini merupakan progam kerja organisasi PR IPNU IPPNU desa Petekeyan periode 2015-2017 yang sudah berjalan selama 15 tahun," kata M Damar Utomo ketua IPNU Petekeyan.

Kreativitas Meubel dan Furniture di Lomba Takbir Keliling Pelajar NU Petekeyan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kreativitas Meubel dan Furniture di Lomba Takbir Keliling Pelajar NU Petekeyan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kreativitas Meubel dan Furniture di Lomba Takbir Keliling Pelajar NU Petekeyan

Sekrtearis Panitia kegiatan, Ulya Zaifuro Tema takbir keliling pada tahun 2015 adalah hasil meubel dan furniture. Setiap peserta wajib membuat kreasi sebuah miniatur meubel atau furniture dan menyuguhkan kreativitas untuk diarak Keliling desa dengan lantunan takbir oleh peserta.

Hari Santri 2018

Sementar itu, tokoh masyarakat, H Ali Subkhan menerangkan, bahwa desa swasembada ukir, sebutan Petekeyan ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa dengan adanya Takbir Keliling yang diadakan oleh IPNU-IPPNU Petekeyan ikut mempromosikan meubel dan Furniture hasil karya dari masyarakat desa Petekeyan.?

Hari Santri 2018

“Perlunya dukungan yang penuh dari pemerintah desa dalam mensyiarkan Islam dan Nahdlatul Ulama apalagi ini dilakukan oleh para pemuda-pemudi dan para pelajar sebagai penerus generasi yang akan meneruskan kepemimpinan kelak,” jelasnya.

Adapun Juara dalam Perlombaan takbir keliling ini ialah, juara 1 diraih warga RT 14 yang menyuguhkan kreasi Lamaran/Nikahan yang lengkap dengan meubel Almari Bufet dan Dekorasi pengantin. Juara 2 menyuguhkan kreasi mimbar dengan pernak-perniknya yang diraih oleh RT 15. Sedangkan Juara 3 dari Mushola Darul Ulum dengan menyuguhkan kreasi Kursi Flamboyan.?

Adapun Juara Harapan 1 Mushola Ar-Rohman dengan kreasi Almari Botol. Juara Harapan 2 Mushola Darul Muslimin dengan kreasi Kursi Goyang. Juara Harapan 3 dari Pondok Pesantren Darul Ulum kreasi Gazebo.

Para Juara dan peserta mendapatkan Piala dan uang pembinaan. Dan juara 1 sekaligus Juara Umum mendapatkan Piala Bergilir yang diserahkan oleh Ketua Ranting NU desa Petekeyan. (Miqdad Syaroni/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Kiai, Pesantren Hari Santri 2018

Minggu, 01 Oktober 2017

PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia

New Delhi, Hari Santri 2018. Perdana Menteri India Narendra Modi mengucapkan selamat memperingati maulid Nabi Besar Muhammad SAW kepada masyarakat di Indonesia.

Ucapan tersebut disampaikan oleh PM Modi dalam bahasa Indonesia sebelum mengakhir pernyataan pers bersama setelah pertemuan bilateral dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Mughal Room Lantai 1, Hyderabad House, New Delhi, Senin.

PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia

"To all our friends in Indonesia, selamat memperingati hari raya Maulid Nabi Muhammad," kata Modi.

Perdana Menteri Modi menganggap Indonesia sebagai negara Muslim paling terkemuka di dunia dan tetap mampu menjadi negara yang harmoni meskipun beragam dan plural.

Hari Santri 2018

Ia menambahkan bahwa selama ini India selalu menganggap Indonesia sebagai mitra yang strategis dan berharga bagi negara tersebut.

Menurut dia, kedua negara memiliki hubungan sejarah yang kuat.

"Ini menjadi sesuatu yang lebih besar dan menjadi momentum ke depan untuk meningkatkan kemitraan strategis," katanya.

Hal itu, kata dia, termasuk kemitraan di dalamnya meliputi upaya membangun perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan di wilayah Indopasifik.

"Indonesia adalah mitra yang sangat berharga, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara," katanya.

Hari Santri 2018

Dalam pertemuan bilateral juga dibicarakan berbagai rencana dan kesepakatan kerja sama mencakup banyak bidang termasuk penanganan terorisme, kejahatan terorganisasi, dan perdagangan manusia.

"Kami sepakat untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara," katanya.

Kerja sama juga akan diperkuat dalam bidang farmasi, IT, otomotif, perangkat lunak, hingga sepakat untuk menerapkan pakta perdagangan bebas India-ASEAN. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Halaqoh Hari Santri 2018

Selasa, 12 September 2017

Dinilai Aktif, Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Perwimanas 2019

Pringsewu, Hari Santri 2018. Berbarengan dengan kegiatan Perkemahan Maarif Cabang III Kabupaten Pringsewu, Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako) Pramuka Maarif NU Provinsi Lampung dilantik oleh Kepala Kwartir Daerah (Kakwarda) Lampung Idrus Effendi.

Pelantikan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor PCNU Pringsewu dan dihadiri oleh Ketua Sako Pramuka Ma’arif Pusat Arifin Junaidi.

Dinilai Aktif, Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Perwimanas 2019 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinilai Aktif, Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Perwimanas 2019 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinilai Aktif, Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Perwimanas 2019

Dalam sambutannya, Kakwarda mengharapkan agar Sako Ma’arif NU Lampung dapat ambil bagian dan aktif dalam kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan di Provinsi Lampung.

"Pinsako Ma’arif NU adalah Sako ketiga yang dilantik setelah Sako Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang dibina oleh Jaringan SIT serta Sako Pramuka Sekawan Persada Nusantara (SPN) yang dibina oleh LDII," jelasnya, Jumat (20/10).

Hari Santri 2018

Sementara itu Ketua Sako Ma’arif Pusat H. Arifin Junaidi menilai Sako Pramuka Ma’arif Lampung merupakan pramuka yang aktif dan konsisten dalam berkiprah membina para generasi muda melalui kepramukaan.

Keaktifan inilah yang menjadikan Lampung ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) III yang akan dilaksanakan pada 2019.

Hari Santri 2018

Perwimanas II berlangsung September kemarin di Magelang dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Sebanyak 15 ribu peserta mengikuti upacara pembukaan perkemahan tingkat nasional itu. Peserta tersebut terdiri dari enam ribu peserta kemah dan sembilan ribu guru serta peserta didik Maarif NU dari seluruh Indonesia.

Sako Ma’arif NU Lampung saat ini diketuai? Dr. M. Afif Ansori dan didampingi oleh para pengurus Pramuka yang berasal dari kader-kader NU di Provinsi Lampung.

Hadir juga dalam pelantikan tersebut Ketua PWNU Lampung KH. Sholeh Bajuri, Bupati Pringsewu KH. Sujadi dan Pengurus Kwarcab Pringsewu. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Makam Hari Santri 2018

Rabu, 16 Agustus 2017

Menag Minta Guru Besar Turut Kampanyekan Islam Indonesia ke Dunia

Jakarta, Hari Santri 2018. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin meminta para guru besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menjadi agen penyebar Islam Indonesia ke dunia internasional. Menurutnya, dunia internasional masih menerima nilai-nilai Islam dari Timur Tengah. Hal itu ia sampaikan dalam acara Konferensi Guru Besar dengan tema Meningkatkan Integritas dan Reputasi Akademik Guru Besar PTKI di Hotel The Media, Jakarta, Ahad-Selasa (29/11-2/12).

"Dalam konferensi ini saya titip bagaimana karya para guru besar PTKI bisa lebih keluar. Nanti Diktis (Direktorat Pendidikan Tinggi Islam) dan yang lain harus bisa membuat kanal atau media karya guru besar kita, sehingga bisa dibaca dunia luar," ujar Lukman dalam sambutannya membuka Konferensi Guru Besar PTKI di Jakarta, Ahad (29/11).

Menag Minta Guru Besar Turut Kampanyekan Islam Indonesia ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Minta Guru Besar Turut Kampanyekan Islam Indonesia ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Minta Guru Besar Turut Kampanyekan Islam Indonesia ke Dunia

Padahal, Lukman menambahkan, Indonesia mempunyai 415 guru besar yang saya yakin karyanya patut disampaikan ke dunia internasional. Ia menambahkan Islam Indonesia tidak begitu dikenal dunia luar dikarenakan kurangnya cara penyajian.

Hari Santri 2018

"Kita dinilai kurang mampu menyajikan Islam Indonesia seperti apa ke dunia luar, sehingga dunia luar kurang mengenal. Padahal Indonesia mempunyai term-term keislaman yang menemukan kontrksnya seperti islam nusantara dan islam berkemajuan," jelas Putra Mantan Menteri Agama KH Syaifuddin Zuhri ini didepan para Guru Besar PTKI se-Indonesia.

Hari Santri 2018

Ia menceritakan pengalaman bertemu dengan pengamat islam internasional Martin Van Bruinessen. Menurutnya Martin memberikan kritik serius yang patut dicarikan solusi dalam forum konferensi ini. Martin, lanjut Lukman mengatakan, Islam Indonesia, yang sangat baik itu, ternyata tidak mampu mempengaruhi dunia barat, jadi barat mendapatkan nilai Islam masih dari Timur Tengah.

"Tapi Islam yang rahmatan lil alamin tidak terlalu dikenal oleh barat. Forum ini perlu merumuskan bagaimana menjawab kritik Martin Van Bruinessen itu," tuturnya.

Lukman berpesan guru besar PTKI membuat cara penyajian Islam Indonesia ke dunia luar tidak dengan saling menghadap-hadapkan dengan negara lain. Semisal, ia mencontohkan perempuan di Indonesia boleh menyetir dibandingkan dengan Arab Saudi yang melarang perempuan menyetir mobil. "Nanti kita jadi jumawa merasa paling benar, padahal aturan disana sebenarnya sama," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman ingin tahun depan Direktorat dibawahnya membuat rancangan penghargaan untuk guru besar yang membuat karya internasional. "Mulai tahun depan perlu ada semacam reward, mana yang paling produktif misalnya, karyanya unggulan, mana karyanya dibuat rujukan dunia luar jadi poin penilaian," pungkasnya. (Syamsud Dhuha/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Internasional, Fragmen Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock