Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Fatayat NU DIY Gelar Kegiatan Kesehatan Reproduksi untuk Santri Se-DIY

Yogyakarta, Hari Santri 2018 - Pengurus Pimpinan Wilayah Fatayat NU Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk santri usia 12-19 tahun (tingkat SLTP-SLTA/MTs/MA). Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam rentang antara Agustus-September 2016.

Kegiatan ini memiliki dua pelaksanaan. Pertama, kegiatan Lokakarya Kesehatan Reproduksi untuk Tim Fasilitator Fatayat yang telah dilaksanakan pada 5 Agustus 2016 lalu. Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan fasilitator dalam memberi pelatihan kepada para santri. Kedua, kegiatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Santri di pesantren di Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Fatayat NU DIY Gelar Kegiatan Kesehatan Reproduksi untuk Santri Se-DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU DIY Gelar Kegiatan Kesehatan Reproduksi untuk Santri Se-DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU DIY Gelar Kegiatan Kesehatan Reproduksi untuk Santri Se-DIY

"Tentunya pendidikan kesehatan reproduksi ini juga penting diberikan kepada santri untuk membekali diri mereka agar terhindar dari risiko reproduksi," kata Wiwin? Siti Aminah Rohmawati selaku penanggung jawab dari kegiatan ini.

Pada kenyataannya risiko-risiko perilaku seksual dan reproduksi yang menyimpang terjadi dan mengancam seluruh lapisan usia, dan kalangan. Seperti Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), aborsi tidak aman, kanker rahim, hingga kematian akibat proses reproduksi dan infertilitas. Remaja termasuk salah satu kelompok usia yang berisiko tinggi.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

"Memang target kami adalah remaja karena sudah selayaknya pengetahuan seputar kesehatan seksual dan reproduksi dimiliki oleh mereka sebagai bekal keterampilan mengelola perilaku dalam rangka mengurangi risiko-risiko tersebut," jelas Rindang Farihah salah tim fasilitator kegiatan PW Fatayat NU DIY.

Kegiatan ini sudah terlaksana di dua pesantren. Pada 12 Agustus 2016 kegiatan ini diadakan di Pesantren An-Nur Bantul. Pada 21 Agustus 2016 kegiatan yang sama digelar di Pesantren Darul Quran Gunung Kidul.

"Rencana untuk dua bulan ini, ada 13 pesantren yang akan mengikuti program kami. Ada Pesantren An-Nur, Darul Quran, Krapyak, Sunan Pandanaran, Binaul Ummah, Luqmaniyah, Ulul Albab, Sunni Darussalam, Diponegoro, Wahid Hasyim, Aswaja Nusantara, dan Pesantren Mlangi. Sedangkan yang satu dilaksanakan di Masjid Az-Zahrotun Wonocatur yang targetnya adalah remaja masjid dan warga sekitar masjid," jelas Lien Iffah selaku ketua panitia penyelenggara. (Muyas/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Doa, Aswaja Hari Santri 2018

Rabu, 14 Februari 2018

Aswaja Center NU Jatim Gelar Daurah Aswaja untuk BEM

Surabaya, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Aswaja Center NU Jawa Timur mengadakan Daurah Aswaja khusus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo (6/9). Acara sehari ini dihadiri kurang lebih 175 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

Materi yang diberikan kepada para mahasiswa di antaranya: Amaliah An Nahdliyah oleh Ust Maruf Khozin, Firqoh-Firqoh dalam Islam oleh Ust Fariz, Liberalisme Agama oleh Ust Ainul Yaqin dari MUI Jatim dan pemantapan Aswaja An Nahdliyah oleh Ustadz Idrus Ramli.

Aswaja Center NU Jatim Gelar Daurah Aswaja untuk BEM (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Center NU Jatim Gelar Daurah Aswaja untuk BEM (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Center NU Jatim Gelar Daurah Aswaja untuk BEM

"Daurah ini baru pertama digelar setelah Muktamar NU ke 33 di Jombang, ada sedikit perbedaan yaitu materi tambahan," jelas Ust Fauzi Ketua Panitia Daurah Aswaja.

Hari Santri 2018

Materi tambahan itu, kata dia, adalah liberalisasi agama. Sekarang ini mahasiswa-mahasiswa Islam sering kebingungan dengan agamanya sendiri. Misalkan tentang Islam itu luas tapi ada batasannya. “Inilah yang harus diketahui oleh teman-teman mahasiswa,” tambahnya.

Daurah yang dihelat di ruang kertoraharjo Gedung PWNU Jatim ini, bertujuan memberi pembekalan Aswaja kepada mahasiswa. "Di sisi lain mahasiswa dituntut untuk berkembang sedangkan sebagian mereka masih kebingungan untuk itu kami hadir memberi mereka arahan supaya memahami Islam Ahlussunnah Wal Jamaah," jelas alumni Pesantren Sidogiri itu.

Acara yang dibuka langsung oleh KH Abdurrahman Navis (Direktur Aswaja NU Center Jatim dan juga Wakil Ketua PWNU Jatim) dihadiri mahasiswa dari kampus di sekitar Surabaya diantaranya Unsuri, UINSA, UPN, UNUSA, ITS, STAI Taswirul Afkar, IAI Al Khoziny Sidoarjo, Umaha dan lainnya. Ada juga dari Bangkalan dan Pasuruan. (rof maulana/abdullah alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Bahtsul Masail, Aswaja, Kajian Sunnah Hari Santri 2018

Rabu, 07 Februari 2018

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Medan, Hari Santri 2018

Pemerintah mengharapkan pondok pesantren dapat memberikan keterampilan kepada santri sebagai bekal hidup mereka di masa depan jika tidak menjadi ulama.

Hal itu dinyatakan Menteri Negara Koperasi dan UKM, Surya Dharma Ali, ketika berdialog pada rangkaian acara silaturahmi dengan para ulama se Sumut dan penyerahan bantuan kepada sejumlah pondok pesantren di Medan, Kamis.

Ia mengatakan, pengemblengan terhadap para santri di pondok pesantren tidak hanya cukup dengan pendidikan agama dan umum saja, tetapi harus juga diberikan berbagai macam keterampilan agar mereka memiliki jiwa kewirausahaan.

Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Selepas keluar dari pesantren seorang santri akan menghadapi tantangan yang besar, sebab tidak semua santri pondok pesantren bisa menjadi kyai karena berbagai macam aspek, seperti keilmuan, kejiwaan, kematangan dan ketaatan, ujarnya.

Menurut dia, dewasa ini jika pondok pesantren dapat mencetak sepuluh persen dari total lulusannya menjadi kyai, maka hal itu merupakan prestasi yang sangat mengembirakan. Untuk itu para santri saat ini harus diberikan ketrampilan, seperti pertanian, kerajinan, perdagangan, dan lain sebagainya, katanya.

Hari Santri 2018

Ali juga mengharapkan, program koperasi masuk pesantren jangan sampai mengganggu kegiatan kyai dalam memberikan pendidikan santri, dan pembinaan kegiatan koperasi pesantren harus dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah setempat, agar menjadi handal dan dapat menciptakan lapangan kerja serta memberi bekal kepada para santri. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren Hari Santri 2018

Sabtu, 03 Februari 2018

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain

Kudus, Hari Santri 2018 - Pengasuh Pesantren Nahdlatut Thalibin Tayu Pati KH Ahmad Nadhif Mujib (Gus Nadhif) mengingatkan setiap muslim supaya tidak? melakukan perbuatan yang bisa mengakibatkan kepanikan orang lain. Karena, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa membuat kepanikan orang lain termasuk kezhaliman yang sangat besar.

"Kita jangan sampai berbuat yang bikin orang lain panik karena hadits sudah tegas itu zhalim besar. Bahkan perbuatan tersebut bisa seperti setingkat kurang sedikit dari kemusyrikan," katanya saat menyampaikan mauizhah hasanah dalam halal bihalal dan peresmian Madrasah Diniyyah Darussalam Desa Padurenan Gebog Kabupaten Kudus, Senin (25/7).

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain

Gus Nadhif menuturkan kisah sahabat nabi yang sedang guyon menggoda temannya yang lagi tidur. Pedang dan tombak yang dibawanya, disembunyikan oleh temannya sehingga ketika ia bangun terlihat kebingungan.

Hari Santri 2018

"Sebetulnya nabi suka guyon yang tidak berlebihan sehingga mendengar sahabat menyembunyikan sandal temannya itu, beliau melarang. Tidak halal orang Islam membuat panik atau bingung temannya meskipun maksudnya untuk guyonan," tegasnya.

Di hadapan ratusan wali santri Madin Darussalam, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini juga menjelaskan ciri-ciri orang bangkrut. Mengutip penjelasan ulama, Gus Nadhif menerangkan bahwa orang-orang yang dikatakan bangkrut adalah mereka yang selalu rajin shalat, zakat, dan menunaikan haji tetapi masih suka berbuat hasud ataupun menzhalimi orang lain.

"Meskipun shalatnya rajin dan bacaannya fasih, namun misohi (ngumpat)-nya juga fasih. Orang ini akan menanggung beban dosa orang yang ia zhalimi. Inilah yang dinamakan sejatinya orang bangkrut menurut kanjeng nabi," jelasnya.

Hari Santri 2018

Terkait halal bihalal, Gus Nadhif menerangkan puasa ramadhan satu bulan penuh hanyalah untuk menebus dosa kepada Allah. Sementara umat manusia juga memiliki dosa di antara sesama.

"Kita tidak hanya sadar dosa kepada Allah melainkan sadar dosa kepada manusia," katanya.

Halal bihalal, jelas Gus Nadhif, merupakan ajaran baik dari ulama jawa dan Walisongo. Karenanya,? setiap muslim supaya bisa memanfaatkan momentum ini untuk meminta dan memberi maaf antarumat manusia pada setiap bulan Syawwal. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Aswaja Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Dari Khittah 1926, ke Khittah 1945

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama telah berlangsung pada 14-18 September 2012 yang lalu di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, yang didahului serangkaian kegiatan pramunas sejak Agustus di beberapa kota besar di Indonesia.

Munas-Konbes NU 2012 yang disiarkan cukup ramai oleh berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik, telah menghasilkan banyak sekali rekomendasi dan telah ditanggapi positif oleh banyak kalangan, termasuk oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Dari Khittah 1926, ke Khittah 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Khittah 1926, ke Khittah 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Khittah 1926, ke Khittah 1945

Munas NU kali ini agak berbeda. Jika dilihat materi pembahasannya, terutama dalam tiga komisi bahtsul masail diniyyah (pembahasan masalah keagamaan), hampir tidak ditemukan materi ubudiyah atau soal-soal ibadah ritual. Hanya ada satu pembahasan mengenai haji dalam komisi bahtsul masail diniyyah waqiyyah, itu pun tidak terkait ritual haji, namun pada soal dana talangan haji. Bukan berarti persoalan ibadah sudah tidak lagi muncul di tengah warga nahdliyin dan diajukan kepada para kiai untuk dibahas dalam Munas, namun ada kebutuhan mendesak untuk membahas beberapa hal (masail) penting terkait persoalan kebangsaan dalam forum nasional yang harus didahulukan.

Hari Santri 2018

Pada komisi bahtsul masail diniyyah waqi’iyyah, para kiai dan ahli fikih dari berbagai wilayah di Indonesia menyoroti praktik korupsi yang semakin merisaukan. Bahkan Munas 2012 itu memunculkan satu keputusan mengejutkan: NU merekomendasikan hukuman mati bagi koruptor kelas berat dan koruptor kambuhan. Munas juga merekomendasikan penguasaan atau perampasan aset negara yang telah dikorupsi meskipun pelakunya telah dihukum, atau bahkan telah meninggal dunia. Dalam kasus terakhir, pesan sesungguhnya diperuntukkan kepada para ahli waris. Bahwa harta korupsi akan menyulitkan orang tua atau saudara mereka dari tanggungan akhirat, serta harta hasil korupsi tidak akan berkah dan haram untuk diwariskan.

Bahtsul masail diniyyah waqi’iyyah juga memberikan rambu-rambu kepada para penyelenggara negara terkait cara pengelolaan kekayaan negara, agar mencapai sasaran yang tepat: kesejahteraan rakyat.

Tema besar pada Munas kali ini adalah “Kembali ke Khitah Indonesia 1945”. NU merasa prihatin dengan kondisi bangsa ini, terutama semenjak memasuki era reformasi. Persoalan pertama yang dibidik adalah amandemen UUD 1945. Satu sisi amandemen yang telah berlangsung empat kali itu menunjukkan Indonesia telah menunjukkan diri pada dunia sebagai negara yang demokratis. Namun karena dilakukan dengan sangat tergesa-gesa dan bahkan pada beberapa bagian dapat dikatakan responsif dan emosional terhadap rezim orde baru, maka dalam amandemen tersebut banyak terjadi  ketidakcermatan bahkan kesalahan. Akibatnya UUD yang dilahirkan merugikan rakyat dan membahayakan  kedaulatan nasional. 

Hari Santri 2018

Amandemen yang berada di tangan rakyat itu diambil alih oleh sekelompok elite yang mewakili kepentingan kapitalisme global yang berideologi liberal. Berbagai pasal yang menegaskan aspirasi rakyat dan menjaga keutuhan bangsa dan negara diganti dengan pasal-pasal yang menguntungkan perusahaan asing di bawah bendera kapitalaisme global. Disyahkannya UU Sumber daya air, UU Migas, UU Minerba, UU perdesaan, UU Pangan dan lain sebagainya merupakan seperangkat hukum yang dikukuhkan untuk melindungi pemilik modal.

Komisi bahtsul masail diniyyah qonuniyyah, NU secara serius mengkaji kembali beberapa undang-undang yang tidak sejalur dengan Khittah Indonesia 1945. Dalam bahtsul masail khusus yang membahas persoalan undang-udang itu para kiai juga menyampaikan beberapa rekomendasi terkait undang-undang No 20/2003 tentang Sistem Pemdidikan Nasional dan UU No 2 /2012 tentang perguruan tinggi.

Banyak sekali persoalan negara yang dibahas secara serius oleh para kiai dari berbagai daerah dan disaksikan ribuan warga nahdliyin yang hadir di forum Munas-Konbes NU 2012. Isu “warning bagi pengelolaan pajak” hanyalah isu permukaan saja. Kritik dan masukan NU lebih mengarah kepada tata kelola kekayaan negara yang selama ini dinilai salah kelola. 

Terkait dengan Khitah 1945, tidak ada keputusan yang menyebutkan bahwa NU mengajak kembali ke UUD 1945. Setelah menengok beberapa produk undang-undang tidak menyejahterakan rakyat, secara serius NU mengajak kembali kepada segenap elemen bangsa untuk mencermati kembali undang-undang dasar produk reformasi. Jika diperlukan amandemen kembali, maka harus dilakukan secara cermat dan komprehensif, tidak hanya melayani kebutuhan sekelompok orang.

NU punya pengalaman besar terkait “khitah”. Pada tahun 1984, setelah menjalankan roda keorganisasian selama puluhan tahun, NU lalu memutuskan kembali ke khittah 1926, kembali ke jati diri NU seperti pada saat didirikan. Istilah “Khittah 1945” sebagai tema besar Munas-Konbes NU 2012 dipakai untuk mengingatkan bangsa ini agar kembali kepada semangat dan tujuan Indonesia merdeka, tahun 1945. Kembali ke khitah bukan langkah mundur, tapi langkah pasti untuk merumuskan masa depan yang lebih baik.

Secara formal Munas-Konbes NU 2012 telah berakhir. Namun beberapa keputusan dan rekomendasi NU akan terus berlanjut. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Kajian Islam Hari Santri 2018

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Jombang, Hari Santri 2018

Untuk kali ketiga, Musyawarah Guru Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMK Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar Pesantren Kreatif Ramadhan atau KIR. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (13/6) hingga Rabu (15/6). Acara yang berlangsung di SMK PGRI 1 Jombang ini diikuti 205 peserta yang terdiri para remaja.

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

“Semua peserta merupakan perwakilan dari seluruh SMK yang ada di kabupaten Jombang, baik negeri maupun swasta,” ujar Abdul Malik, sekretaris panitia. Jumlah sekolah yang mengirim perwakilan, lanjutnya, naik jika dibanding tahun lalu. “Tahun ini yang mengirim sebanyak 30 sekolah,” ucapnya.

Acara ini disambut positif oleh Kementerian Agama Kabupaten Jombang. Kasi PAIS Salim Basawad datang untuk membuka kegiatan. “Semoga para peserta kegiatan ini mampu menjadi insan kamil yang terampil,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan Islami. Mulai lomba adzan, tartil al-Qur’an, cerita Islami, kaligrafi dan pemilihan da’i remaja (pildara).

“Karena di samping memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta tentang ajaran Islam, kegiatan ini juga berusaha memberikan ruang kepada para peserta untuk menunjukkan kreativitas yang dimiliki,” ujar ketua panitia Arif Ghofar Anshori.

Hari Santri 2018

Pria berkacamata ini menambahkan bahwa peserta yang hadir diharapkan juga untuk menjalin ukhuwah. “Dan juga jejaring antara generasi Islam di sekolah SMK yang ada di Jombang,” imbuhnya.

Salah satu tema yang dibahas dalam kegiatan ini adalah semakin merebaknya paham radikalisme. Terutama yang melibatkan dunia remaja. Tidak terkecuali para pelajar SMK.

Hal senada juga diungkapkan narasumber kedua, KH. Nur Hadi. Kiai muda yang dikenal dengan nama Mbah Bolong ini menggarisbawahi bahwa problematika yang dihadapi remaja sangat banyak.

Di zaman modern ini, remaja tidak mustahil terjebak kepada ideologi-ideologi yang aneh. “Baik bersumber dari dalam diri maupun dari luar,” ujarnya.

Remaja saat ini, lanjutnya, akan berhadapan langsung dengan berbagai godaan sosial dari manusia yang ada di dalamnya. “Termasuk juga berbagai godaan dari setan dan nafsu sendiri,” imbuhnya.

Mbah Bolong mengidentifikasi bahwa jiwa remaja juga menjadi faktor penyebab terjebaknya remaja ke dalam ideologi radikal. “Ini disebabkan karena masa remaja penuh dengan dorongan memenuhi rasa ingin tahu dan coba-coba,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Mbah Bolong mendorong remaja untuk selalu menimba ilmu. “Mengajilah kepada para ahlinya agama dan cari informasi seluas-luasnya tentang apa yang akan dilakukan,” imbuhnya.

Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh Jombang ini juga mengajak para remaja untuk selalu berpegang teguh kepada ajaran Islam. “Ini agar hidup di dunia bisa selamat di akhirat kelak,” urainya.

Namun, lanjutnya, Islam yang dipraktikkan dalam keseharian adalah Islam toleran yang menghargai perbedaan. “Keragaman yang ada di Indonesia adalah sebuah rahmat, sehingga Islam harus mampu menjadi rahmatan lil alamin,” jelasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren, Amalan Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Jakarta, Hari Santri 2018 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi kembali melepas tim medis untuk pengungsi Rohingya pada Senin (11/12) malam di gedung PBNU, Jakarta Pusat. Tim medis yang terbentuk atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU (LPBI PBNU), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ini merupakan keberangkatan gelombang ketiga. 

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Setelah pelepasan, tim medis dari NU akan langsung bergabung dengan Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dan rencananya berangkat bersama-sama ke Bangladesh pada Kamis (14/12) untuk membantu pengungsi Rohingya yang mulai terserang berbagai penyakit. 

Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas yang didaulat melepas tim medis meminta agar masyarakat Indonesia bersyukur atas kedamaian yang diberikan Allah SWT.  

Robikin mengatakan, Indonesia yang terdiri atas beragam agama, etnis, bahasa, dan budaya masih bisa menjaga kedamaian karena Islam sebagai mayoritas di Indonesia menganut Islam yang toleran. 

"Islam yang melindungi minoritas. Islam yang menghargai perbedaan," jelasnya. 

Hari Santri 2018

Sementara kembalinya NU memberangkatkan tim medis, kata Robikin, sebagai bentuk keprihatinan dan komitmen kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya di Bangladesh. 

Ia berharap, aksi yang dilakukan NU bisa menginspirasi kelompok-kelompok lain untuk terciptanya perdamaian dunia. 

Hari Santri 2018

"Kami berharap bahwa nilainya bisa ditularkan, bisa disalurkan ke dunia, sehingga masyarakat dunia akan mencapai perdamaian abadi," jelasnya. 

Turut mendampingi pada kesempatan itu, Wakil Sekretaris PBNU H Isfah Abidal Azis, Ketua LAZISNU Syamsul Huda, dan Wakil Sekretaris LPBI PBNU Ubaidillah Sadewa. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Makam, Aswaja, Internasional Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock