Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Belajar Toleransi Dari Gus Mus di "Pesantren BPUN" Way Kanan

Way Kanan, Hari Santri 2018 

Peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) yang digelar PC GP Ansor Way Kanan Lampung di Pesantren Assiddiqiyah 11 mulai 25 April 2016 mengaku bertambah wawasan dengan mengikuiti program utama Yayasan Mata Air tersebut, diantaranya memahami penghormatan akan keberagaman.

Belajar Toleransi Dari Gus Mus di Pesantren BPUN Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Toleransi Dari Gus Mus di Pesantren BPUN Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Toleransi Dari Gus Mus di "Pesantren BPUN" Way Kanan

"Setelah menyaksikan dokumentasi Gus Mus dari acara Mata Najwa yang ditonton bersama, saya semakin banyak sekali mendapat wawasan, bahkan dapat mengetahui apa itu toleransi antaragama," ujar Rio Irawan, di Gunung Labuhan, Ahad (1/5).

KH Mustofa Bisri yang akrab dipanggil Gus Mus adalah seorang ulama dan budayawan yang lahir di Rembang Jawa Tengah 10 Agustus 1944. "Dakwah yang dilakukan Gus Mus sangat baik," kata Rio lagi.

Dalam dokumentasi tersebut, Gus Mus menakutkan zaman sekarang akan kembali pada zaman Habil dan Qobil. "Semangat mengajar Gus Mus dengan dakwah memanusiakan manusia sangat luar biasa," paparnya.

Hari Santri 2018

Rio menambahkan, dirinya saat ini dapat mengetahui jika Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi asli kiai-kiai dari pesantren yang memiliki semangat kebangsaan yang luas sebagaimana disampaikan Gus Mus.

Hari Santri 2018

Selain memberikan pelajaran ilmu akademik lima hari dalam seminggu, bimbingan ruhani istiqomah dan mengajarkan kecakapan hidup seperti ilmu jurnalistik dibimbing Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto. BPUN, juga mendiskusikan keteladanan dan inspirasi dari sejumlah tokoh, seperti Mooryati Soedibyo, Dian Sastrowardoyo, Jenderal Hoegeng, serta tokoh-tokoh internal NU seperti,  Hadratus Syekh Hasyim Asyari, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan Gus Mus guna menambah wawasan dan memotivasi peserta yang dikarantina selama satu bulan penuh di pesantren asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi.

"Mars pertama GP Ansor jelas bunyinya, darah dan nyawa telah kuberikan. Apa yang kami lakukan dengan menggelar BPUN masih jauh dari larik pertama mars pemuda NU, tapi itu penegasan bahwa menjadi kader harus siap berbuat positif bagi organisasi dengan perbuatan," ujar Gatot menambahkan. (Firman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Minggu, 18 Februari 2018

Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU

Kendal, Hari Santri 2018. Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois asal Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah saat menerima rombongan Anjangsana Islam Nusantra Pascasarjana STAINU Jakarta, Selasa (24/1) mengatakan bahwa budaya silaturahim dan musyawarah harus ditingkatkan.

Hal ini khususnya harus dilakukan di kalangan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan para ulama agar masyarakat juga tetap tenang di tengah kondisi kebangsaan yang kurang stabil.

Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU

Menurut Mbah Dim, langkah tersebut penting untuk merapatkan barisan, mendekatkan hubungan, dan menyamakan persepsi antar sesama pemuka NU dan ulama yang sedari dulu mempunyai peran sebagai perekat bangsa.

“Yang harus dilakukan adalah musyawarah,” tegas Mbah Dim saat ditanya apa yang harus dilakukan oleh para ulama dan pengurus NU di tengah situasi umat Islam dan problem bangsa yang akhir-akhir ini kerap bergejolak.

Hari Santri 2018

Pesan untuk generasi muda

Salah seorang Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 itu juga mengungkapkan keprihatinannya akan kondisi umat Muslim Nusantara saat ini, termasuk di dalam NU sebagai garda terdepan penjaga keutuhan NKRI.

Dikatakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadlilah Kaliwungu Kendal ini bahwa kian kemari para ulama khos yang mendekati kriteria kewalian kian berkurang.

“Saya berharap kepada generasi muda NU untuk mengikuti jejak lampah para ulama yang ikhlas itu, termasuk melanjutkan lakon dan tradisi riyadhah yang kerap dilakukan oleh para kiai,” harap Mbah Dim.

Hari Santri 2018

Para kiai zaman dulu, tambahnya, ketika hendak melakukan sesuatu selalu diawali dengan istikharah, riyadhah atau tirakat, memperbanyak doa dan taqarrub kepada Allah, serta meminta restu para gurunya.

Perilaku tersebut terkait dengan keberkahan dan hadirnya kebaikan secara terus menerus atas apa yang dilakukan kiai. Sehingga tidak heran keberkahan selalu hadir. Hal ini bisa menjadi teladan di kalangan generasi muda untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 10 Februari 2018

Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali

Jepara, Hari Santri 2018. Sempat vakum selama puluhan tahun, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Desa Karangnongko, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akhirnya bangkit kembali.

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jepara, Ahad pagi (31/05), melantik para pengurus baru PR IPNU-IPPNU Karangnongko di SMP NU Assalam Desa Krangnongko. Acara yang berlangsung pukul 09.00 Wib itu mengundang antusiasme para pelajar-pelajar NU yang ada di desa tersebut. Ini terbukti dengan hadirnya puluhan kader-kader NU pada kesempatan itu.

Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali

Dalam sambutannya, ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Nalumsari, Lukman Hakim memberi dorongan semangat kepada para Pelajar NU Desa Karangnongko yang sudah susah payah mendirikan organisasi IPNU-IPPNU lagi. "Saya ucapkan Selamat dan Sukses kepada kader-kader NU Desa Karangnongko," katanya

Hari Santri 2018

Menurutnya, dalam menjalankan organisasi, para pengurus harus mempunyai “DUIT”. "DUIT ialah (singkatan dari) dedikasi yang tinggi, usaha, ikhlas dan tanggung jawab," tuturnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Maka dari itu, nantinya dalam menjalankan organisasi, harus mempunyai dedikasi yang tinggi. Tentunya dengan usaha-usaha yang maksimal untuk mensiarkan agama allah di masyarakat dengan baik dan akhirnya bisa berkembang dan maju.

Hari Santri 2018

Tidak hanya itu saja, harus juga diniatkan ihklas karena allah. Dan juga bisa bertangung jawab untuk menjalankan organisasi secara maksimal.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Karangnongko, Andi Setiawan memberi apresiasi yang tinggi terhadap para pengurus yang sudah dilantik. "Ini adalah awal kemajuan IPNU-IPPNU di Karangnongko, setelah puluhan tahun vakum. Saya ucapkan selamat berjuang," tegasnya.

Andi juga memberi dorongan semangat kepada pengurus untuk ihklas dalam menjalankan organisasi, meskipun tidak ada imbalan materi yang didapat. "Menjalankan organisasi harus diniatkan karena allah, meskipun tidak ada imbalan materinya," ujar Andi yang juga menjabat bendahara Geraan Pemuda Ansor Nalumsari.

Ia berharap kader-kader NU ini Jangan pernah putus semangat dalam menjalankan organisasi. "Kalian harus terus belajar dan Jangan pernah merasa pintar," katanya.

Dia juga mengimbau untuk tidak pernah bosan mengajak kader-kader yang lain untuk ikut organisasi IPNU-IPPNU. "Saya harap jangan hanya memajukan salah satu dusun saja, harus ada kader di setiap dusun," katanya. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil

Assalamu’alaikum warahmatullah wa barakatuh. Ustadz yang dirahmati Allah. Seseorang yang berprofesi sebagai PNS di tempat terpencil dan mayoritas non muslim, bagaimanakah hukum shalat Jumatnya karena untuk mencapai masjid terdekat butuh waktu 12 jam. Apakah boleh diganti dengan shalat dhuhur? Muhammad (Irfan Efendi)

---

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

Saudara Muhammad Irfan Efendi yang dirahmati Allah.?

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Jum’at di Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil

Shalat Jum’at merupakan keharusan yang wajib dilaksanakan bagi ahlinya. Dalam sebuah hadis yang dirwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasai dinyatakan bahwa barang siapa yang meninggalkan shalat jum’at tanpa udzur selama tiga kali berturut-turut ia telah ditutup pintu hatinya oleh Allah swt untuk melaksanakan kebaikan.

? ? ? ? ? ? ? ? ?. Sauadara penanya yang kami hormati.

Hari Santri 2018

Sebagaimana pembahasan sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan ahli Jum’at adalah? mereka yang telah memenuhi kriteria syarat wajib Jum’at yakni Islam, baligh, berakal, merdeka, pria,? dalam kondisi sehat, dan berdomisili tetap (istithan) di daerah yang telah sah mendirikan shalat Jum’at.? Dalam pandangan fiqih klasik, radius daerahnya adalah masih mendengar seruan adzan atau panggilan untuk shalat Jum’at (+/ 1,5 sampai dengan 2,5 KM). Bagi mereka yang telah memenuhi kriteria syarat wajib Jum’at ini? dihukumi fardhu ain untuk melaksanakannya.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan saudara mengenai shalat Jum’at orang yang jauh dari tempat didirikannya pelaksanaan shalat Jum’at tersebut, kami berpandangan bahwa PNS tersebut tidak wajib shalat Jum’at dan harus shalat dhuhur karena syarat-syarat yang belum terpenuhi. Dalam kitab Kifayat al-Ahyar disebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Dikecualikan dari kategori istithan, mereka yang tidak berdomisili tetap seperti musafir dan yang lain. Maka tidak ada kewajiban shalat Jum’at bagi mereka seperti pula orang yang berdomisili di daerah/kawasan yang tidak mendengar seruan adzan dari daerah yang ? telah (sah) mendirikan Jum’at.”

Hari Santri 2018

Kasus semacam ini pula yang pernah dialami oleh Rasulullah saw saat diturunkan wahyu mengenai kewajiban Jum’at. Mengingat belum terpenuhinya syarat pendirian shalat jum’at, beliau belum dapat melaksanakannya, sementara kaum muslimin yang berada di Madinah telah melaksanakan kewajiban shalat Jum’at yang dipimpin oleh As’ad bin Zurarah sebagaimana diterangkan dalam kitab Fath al-Mu’in serta kitab-kitab yang lain.

Mudah-mudahan jawaban ini bermanfaaat. Amin .

(Maftukhan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Kamis, 25 Januari 2018

Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang!

Siapa saja dituntut untuk fokus saat sembahyang. Karena, sembahyang merupakan pertalian langsung antara Allah dan hamba-Nya. Untuk itu, mengarahkan pandangan ke tempat sujud sangat dianjurkan untuk menjaga fokus. Fokus di dalam beribadah tetap menjadi tuntutan.

Namun di saat bersamaan, Islam juga tidak menghendaki orang yang sembahyang menjadi gembel akibat kehilangan hartanya. Apapun bentuk harta itu, mobil, motor, tas, dompet, sepatu, sandal, bahkan rumah dan isinya sekalipun.

Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang! (Sumber Gambar : Nu Online)
Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang! (Sumber Gambar : Nu Online)

Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang!

Selain harta pribadi, ketentuan ini berlaku untuk harta dan segala amanah sesuatu yang dititipkan padanya. Sebut saja sopir pribadi, anggota kepolisian yang ketitipan barang bukti, menantu yang diamanahkan sesuatu oleh mertuanya, tukang parkir, atau profesi lainnya.

Artinya, Islam memberi jaminan perlindungan terhadap harta mereka yang melangsungkan ibadah sembahyang. Ini perlu menjadi perhatian khalayak. Maksudnya, ketentuan ini menganulir anggapan bahwa orang sembahyang bisa kehilangan hartanya. Jangankan saat sembahyang, lengah sekejap saja di zaman orang gila harta begini recehan pun bisa amblas seketika.

Hari Santri 2018

Terkait perihal ini, Syekh Nawawi Banten dalam kitab Syarah Kasyifatis Saja ala Safinatin Naja fi Ushuliddin wal Fiqhi menyatakan,

Hari Santri 2018

وثاÙ? Ù? ها التفات بوجهه بلاحاجة أما إذا كاÙ? لها كحفظ متاع فلاÙ? كره

“Kedua, yang dimakruh dalam sembahyang itu menolehkan wajah tanpa keperluan. Adapun bila menoleh dengan keperluan tertentu seperti menjaga harta, maka tidak dimakruh.” Wallahu A‘lam.

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Kajian Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Di Masjid Agung, Wakil Dubes AS Belajar Kerukunan

Solo, Hari Santri 2018. Wakil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat, Kristen F Bauer, dalam kunjungannya selama beberapa hari di Kota Solo, menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Agung Solo. Kedatangannya ke Masjid Agung, Jumat (19/4) kemarin, untuk berdialog dengan para tokoh lintas agama.

Di Masjid Agung, Wakil Dubes AS Belajar Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Masjid Agung, Wakil Dubes AS Belajar Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Masjid Agung, Wakil Dubes AS Belajar Kerukunan

“Tadi (kemarin) kami berdiskusi, ternyata memang mereka semua adalah orang yang mengharapkan kedamaian dunia,“ kata Kristen kepada wartawan.

Ia berharap, kerukunan antarumat beragama di Kota Solo dapat dijadikan contoh bagi masyarakat bagi seluruh warga dunia. Dalam kesempatan itu, Kristen banyak belajar kepada para tokoh agama, bagaimana menjalin kerukunan.

Hari Santri 2018

Salah satu tokoh agama yang ikut menyambut kedatangan Kristen, KH Dian Nafi’, menyatakan sambutan baik atas kedatangan Wakil Dubes AS itu. Menurutnya, kerukunan umat beragama mesti dipupuk agar tercipta perdamaian dunia.

“Bukan hanya para tokohnya saja yang menjalin kerukunan, seluruh umat hingga lapisan akar rumput juga harus rukun, “ ujar Dian yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Windan.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Kristen juga berkeliling meninjau Masjid Agung yang tengah direnovasi.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 06 Januari 2018

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai

Jakarta, Hari Santri 2018. Duta besar Pakistan untuk Indonesia Mohammad Aqil Nadeem dalam kunjungannya ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menyampaikan perkembangan terkini kecenderungan ekstrem beragama di negaranya. Aqil juga bertanya sejumlah hal terkait pembentukan watak moderat beragama yang dilakukan oleh NU.

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai

“Saya berharap NU sebagai organisasi berpengaruh, menginisiasi perdamaian di Pakistan dan juga Afganistan,” kata kata Mohammad Aqil di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said), Ketua PBNU Marsudi Syuhud, dan Wasekjen Imam Pitudu di Jakarta, Kamis (17/9) sore.

Kang Said sendiri mendukung gagasan M Aqil. Kepada Dubes Pakistan ini, Kang Said menyatakan akan membentuk segera tim perdamaian. “Tentu kita mendukung upaya perdamaian di mana pun. Hanya saja syarat pertama dari perdamaian adalah peletakkan senjata,” kata Kang Said.

Hari Santri 2018

Pada pertemuan ini M Aqil mengutarakan keinginannya agar NU memiliki jaringan dengan tokoh-tokoh agama di Pakistan. “Yang paling penting, saya berharap ulama di Pakistan meniru paham moderat seperti para kiai NU,” kata M Aqil dalam bahasa Inggris.

Sebelumnya M Aqil bertanya soal kelompok ekstrem yang melanda Pakistan. Ia prihatin atas kecenderungan beragama di masyarakat di negerinya.

Hari Santri 2018

Sementara H Marsudi menjawab bahwa kelompok ekstrem hanya segelintir kecil dari jumlah muslim di dunia. Hanya saja, kata H Marsudi, suara dan aksi mereka sedemikian kuat sehingga menarik perhatian dunia.

“Ekstrem dalam beragama ini bukan hanya masalah Pakistan, ini masalah melanda dunia. Tetapi kita secara bersama akan berupaya terus mencegah dan menanggulanginya,” kata Marsudi, Ketua PBNU yang membidangi masalah luar negeri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, AlaNu Hari Santri 2018

Rabu, 03 Januari 2018

Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam

Gerhana merupakan fenomena alam yang rutin terjadi. Tidak seperti gerhana bulan yang sering terjadi, gerhana matahari yang lebih jarang terjadi mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia. Apalagi ada sejarah kelam ketika terjadi gerhana matahari total di Indonesia pada 1983 di mana para penduduk diperintahkan tinggal dalam rumah oleh penguasa Orde Baru karena kekhawatiran adanya kebutaan pada mata akibat menatap matahari secara langsung. Padahal gerhana matahari total merupakan fenomena langka yang bisa dipelajari dalam berbagai aspek. 

Belajar dari pengalaman masa lalu tersebut, gerhana matahari total yang melewati Indonesia pada 9 Maret 2016 ini disosialisasikan lebih baik kepada masyarakat sebagai sebuah peristiwa alam yang jarang terjadi dan patut sambut dengan baik, sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, bahkan dipromosikan sebagai salah satu atraksi wisata pada daerah-daerah yang dilintasinya.  

Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam

Bagi umat Islam, gerhana matahari bukan sekedar fenomena alam, tetapi sebuah bukti akan kebesaran Allah dalam mengatur jagat raya yang tersistem dengan baik. Karena itu, Rasulullah mengajar umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah ketika terjadi gerhana, baik gerhana matahari atau gerhana bulan. Sebelum kedatangan Islam atau menurut kepercayaan suku-suku tertentu, gerhana dimaknai sebagai peristiwa mistik, seperti adanya raksasa yang marah sehingga memakan matahari atau bulan. Karena itu, ada sesuatu yang harus dikorbankan untuk meredaan kemarahan tersebut. Islam, menentang kepercayaan dan mitos tersebut dengan memberikan penjelasan secara rasional.  

Karena gerhana tidak datang setiap saat, maka diperlukan kemampuan untuk memprediksi, kapan hal itu akan datang. Di sinilah peran ilmu pengetahuan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah shalat gerhana. Ini juga menunjukkan bahwa dalam beribadah diperlukan dukungan sains. Sesungguhnya, Al-Qur’an dan hadits secara tegas mengajak umat manusia untuk membaca dan berpikir guna mempelajari alam. Dalam konteks ilmu sosial, perintah kepada manusia untuk menjad khalifah di bumi mensyaratkan kemampuan untuk mengelola kehidupan di seluruh alam. Semuanya akan berjalan dengan baik jika para pemimpin memiliki ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. Ilmu pemerintahan, ilmu sosial, ilmu ekonomi, dan lainnya. 

Umat Islam pernah berjaya dalam pengembangan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan. Banyak ilmuwan-ilmuwan Muslim yang menjadi penemu berbagai kemajuan yang menjadi dasar ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini seperti Aljabar, Avicenna, Albirruni, dan lainnya. Sayangnya, umat Islam saat ini disibukkan dengan “urusan-urusan kecil” seperti pertentangan urusan amaliyah yang sifatnya khilafiyah dan perebutan kekuasaan dengan menggunakan jargon-jargon agama. Kawasan yang dulu menjadi pusat peradaban Islam seperti Irak, Suriah, dan Mesir, kini menghadapi masalah kemanusiaan yang berat. Boro-boro memikirkan pengembangan ilmu pengetahuan, untuk memikirkan keselamatan diri sendiri saja sulit

Hari Santri 2018

Di sisi lain, di belahan dunia lain yang hidup dengan damai, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Seluruh komponen masyarakat, baik pemerintah maupun swasta, didorong untuk mengembangkan pengetahuan. Ada kesadaran bersama bahwa kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh pengetahuan yang dimilikinya. Lembaga-lembaga riset didanai secara besar-besaran untuk menghasilkan pengetahuan atau penemuan baru. Dengan demikian negara-negara Muslim, kini semakin tertinggal ketika kapasitas persaingan antarbangsa didasarkan pada kepemilikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi yang mampu dilakukannya. 

Masyarakat juga semakin mempercayai sains sebagai panduan dalam berperilaku. Jika ada pertentangan antara sains dan agama, maka sains lah yang dimenangkannya. Ini tentu menjadi persoalan serius bagi seluruh agama, bukan hanya Islam. Nilai-nilai dalam kitab suci kini dipertanyakan. 

Ada ajaran agama yang sifatnya dogmatis seperti pelaksanaan shalat lima waktu dan berapa rakaat jumlahnya, tetapi ada persoalan-persoalan yang membutuhkan jawaban. Masyarakat yang semakin terdidik membutuhkan argumentasi dan alasan rasional kepada suatu hal dilakukan seperti bentuk pemerintahan apa yang paling baik. Para ulama, jika tidak mampu merumuskan jawaban yang baik, akan ditinggalkan oleh umatnya. Saat umat dan bangsa lain sudah berhasil mencapai bulan dan menargetkan diri mencapai planet Mars, umat Islam masih disibukkan diri dalam metode melihat bulan sebagai kriteria penentuan awal puasa dan Idul Fitri. Ini merupakan salah satu contoh kecilnya.

Pengembangan ilmu pengetahuan telah memberi kemudahan hidup bagi manusia. Tapi ada tantangannya, ketika banyak riset kini dilakukan untuk kepentingan bisnis guna meraih keuntungan. Saat keuntungan komersial menjadi panduan utama, bisa saja mengorbankan hal-hal lain seperti nilai kemanusiaan. Ilmu pengetahuan yang tidak dipandu nilai-nilai moral kemanusiaan, memiliki potensi melenceng dari tujuan awalnya untuk mensejahteraan manusia. 

Hari Santri 2018

Sesungguhnya tantangan keberadaan agama terbesar bukanlah misi dari agama lain yang ingin merebut umat, tetapi agama baru berupa “sains” yang bergerak jauh di luar nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Tanpa panduan, suatu saat, sains bisa menghancurkan umat manusia sendiri. Menjadi tugas bersama seluruh umat Islam untuk meningkatkan kemampuannya menguasai ilmu pengetahuan dan memasukkan nilai-nilai pengetahuan dengan nilai moral kemanusiaan. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, Hikmah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Selasa, 02 Januari 2018

Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT

Pangkep, Hari Santri 2018. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) terus menggenjot pemberdayaan masyarakat desa dengan menggandeng Kemends PDTT. Program Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar jadi ujung tombak untuk mewujudkan misi pemberdayaan tersebut.

Ketua II PP Muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj mengatakan, Muslimat NU mulai menjalin kerja sama dengan Kemendes PDTT sejak tahun 2007. Tim PDT Muslimat NU telah membina 36 desa di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kualitas masyarakat khususnya pemberdayaan perempuan desa.

Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT

“Tahun 2012 Muslimat NU sudah membina perempuan desa dengan berbagai keterampilan mulai dari menjahit, kecantikan, tata boga sampai dengan bengkel,” jelas istri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini, pekan lalu saat membuka kegiatan Pelayanan Sosial Dasar di Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat-Ahad (25-27/8).

Adapun Program Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar di Biring Ere, Pangkep meliputi kegiatan sebagai berikut:

Hari Santri 2018

1. Peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pelatihan IT dan keorganisasian, bantuan berupa laptop, dan printer secara simbolik di serahkan oleh Hj Hanik Rofiqoh kepada Hj Andi Yulianan Rahman (Ketua PC MNU Kab Pangkep).

2. Peningkatan usaha ekonomi produktif melalui pelatihan kewirausahaan berbasis kearifan lokal, pelatihan pengolahan ikan bandeng menjadi abon, nugget, olahan ikan bandeng tanpa duri. bantuan berupa 1 set alat alat masak (kompor, alat press abon, dan lain-lain). Pemberian bantuan diserahkan oleh ibu Hj Laila Hanim kepada Hj Mawahidah Zam Lutfi (Bendahara Umum PC Muslimat NU Kab Pangkep).

Hari Santri 2018

3. Pelatihan Guru PAUD, pemberian bantuan berupa APE (satu set Alat Permainan Eduktif) diserahkan oleh Hj Setiawati kepada Hj Nuraida Zaenal (Wakil Ketua PC Muslimat ? NU).

4. Peningkatan usaha gizi keluarga dan pelatihan kader kesehatan.

5. Prasasti pembangunan bak penampungan air (bak air, pompa air, pipa saluran ? air) diserahkan oleh Bendahara Umum Hj Andi Nurhiyari Jamaro kepada Desa Biring Ere, Alam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur PT Semen Tonasa di berikan oleh, Anggota DPR RI HA. Jamarro Dulung, Bupati Pangkep yang di wakili oleh oleh Kades Biring Ere, Alam.?

Dalam kesempatan itu, juga diadakan kegiatan pelantikan 7 PAC Muslimat NU (Bungoro, Balocci, Minasa te’ne, Pangkajenne, Segeri, Mandalle, Ma’arang) yang dilantik oleh ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pangkep, Hj Andi Yuliana Rahman dan pelantikan pengurus ranting Desa Biring Ere (Wilayah PAC Bungoro) yang dilantik oleh Ketua PAC Kecamatan Bungoro, Syahruni Imran di Wisma Tonasa Pangkep. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Pesantren, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Jumat, 29 Desember 2017

IPNU-IPPNU Ajak Anak-anak Cinta Nabi

Jepara, Hari Santri 2018. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencintainya Nabi Muhammad SAW diantaranya dengan gemar membaca salawat, membaca sirah nabawiyah, mengikuti sunah-sunahnya dan masih banyak lagi.?

IPNU-IPPNU Ajak Anak-anak Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ajak Anak-anak Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ajak Anak-anak Cinta Nabi

Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU desa Kriyan kecamatan Kalinyamatan mempunyai cara lain untuk mengajak anak-anak mencintai Nabi yakni dengan mengadakan beberapa lomba untuk mereka.?

Sekitar 150-an anak yang terdiri dari siswa TK/ TPQ, SD/ MI, SMP/ MTs memadati gedung NU desa Kriyan, Ahad (27/1). Ratusan anak-anak tersebut mengikuti lomba Maulid. Diantara lomba yang diadakan Cerkas (SD), Adzan (SD-SMP), Murottal (SD) dan Mewarnai (TK-2SD).?

Menurut ketua panitia M Nuril Anwar kegiatan bertujuan untuk mengajak anak-anak semakin mencintai Nabi Muhammad. “Kami ingin mengajak anak-anak makin cinta kepada Nabi,” papar Nuril.

Hari Santri 2018

Tujuan lain katanya untuk semakin memahamkan anak-anak tentang hari lahir Nabi Muhammad SAW. “Tidak kalah pentingnya kedepan mereka adalah kader-kader penerus IPNU-IPPNU,” imbuhnya. ?

Kegiatan yang sudah berjalan 2 tahunan ini, Sambung Nuril mendapatkan respon positif dari PR NU desa Kriyan. Sebagaimana mengutip sambutan dari Muhaimin, pihak PR NU menghaturkan terima kasih kepada IPNU-IPPNU karena sudah bersusah payah menyelengarakan kegiatan. Harapan PR NU, kegiatan bermanfaat untuk peserta maupun IPNU-IPPNU.

M Syamsul Arifin ketua PR IPNU Kriyan mengungkapkan kedepan rencananya kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan. “Kami menilai kegiatan sudah mendapat respon dari PR NU, peserta maupun orang tua. Karenanya, kegiatan ini InsyaAllah kedepan menjadi agenda rutin tahunan,” beber Syamsul.

Hari Santri 2018

Dalam kegiatan yang tidak dipungut biaya tersebut lanjutnya peserta yang menang memperoleh piala, piagam dan bingkisan. “Hadiah yang diberikan kepada pemenang akan kedepan semakin semangat lagi. Bagi yang belum mendapat juara tahun depan semakin berusaha lagi menjadi lebih baik,” terangnya.?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaiful Mustaqim ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Aswaja Hari Santri 2018

Jumat, 22 Desember 2017

Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

London, Hari Santri 2018. Perdana Menteri Inggris Theresa May menilai keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel menyulitkan proses perdamaian di wilayah tersebut.

Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

Secara eksplisit, Inggris menolak keputusan AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel sebelum ada perjanjian final.

“Kami yakin langkah tersebut tidak membantu prospek perdamaian di wilayah ini. Kedutaan Besar Inggris untuk Israel berbasis di Tel Aviv dan kami tidak memiliki rencana untuk memindahkannya," kata May dalam sebuah pernyataan pers, Rabu (6/12), sebagaimana dilansir kantor berita Palestina, WAFA

Inggris menegaskan bahwa sikapnya sejak lama sudah jelas, yakni mengharuskan adanya negosiasi antara Israel dan Palestina dalam penyelesaian masalah ini. Dan Yerusalem, tambah Mey, pada akhirnya harus menjadi ibu kota bersama negara Israel dan Palestina.

Hari Santri 2018

"Sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan, kami menganggap Yerusalem Timur sebagai bagian dari wilayah pendudukan Palestina," paparnya.

Dia mendesak pemerintah AS mengajukan proposal rinci penyelesaian problem Israel-Palestina sekarang juga. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Hari Santri 2018

Kamis, 21 Desember 2017

Warga NU Sulawesi Baca Barzanji dengan Bahasa Bugis dan Makassar

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nadhdlatul Ulama (NU) berencana mengerahkan 1.000 warga NU untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW atau Maudu Lompoa yang digelar Pemerintah Kota Makassar di Anjungan Pantai Losari, Kamis (24/12) mendatang. Dalam Maudu Lompoa warga akan membaca riwayat hidup nabi dengan bahasa Makassar dan Bugis.

Warga NU Sulawesi Baca Barzanji dengan Bahasa Bugis dan Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sulawesi Baca Barzanji dengan Bahasa Bugis dan Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sulawesi Baca Barzanji dengan Bahasa Bugis dan Makassar

"Kami dari NU Makassar siap ambil bagian guna menyukseskan Maudu Lompoa yang digagas Pemkot Makassar dengan mengerahkan warga NU," ujar Wakil Ketua PCNU Makassar M Nur Khalik, Senin (21/12).

Nur Khalik menambahkan, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di setiap kecamatan di Makassar diminta mengirimkan perwakilan untuk ambil bagian dalam zikir dan pembacaan Barzanji.

Hari Santri 2018

"Nanti kegiatan Al-Barzanjinya dilantunkan dalam dua bahasa, Makassar dan Bugis," bebernya didampingi pengurus NU Makassar.

Hari Santri 2018

Menurut H Hasnawi, warga yang datang bisa berjumlah di atas 20 ribu sebagai bukti cinta mereka terhadap Rasulullah SAW. Seperti tahun-tahun sebelumnya peringatan maulid tahun ini kembali digelar tabligh akbar dan lomba bakul maulid antarinstansi sekota Makassar.

Peringatan Maudu Lompoa kali ini mengambil tema "Dengan Maudu Lampoa Nabi Besar Muhammad SAW 1437H, Mari Kita Teladani Akhlak Rasulullah dalam Mewujudkan Kota Makassar 2 Kali Lebih Baik".

Sekretaris kota Makassar Ibrahim Saleh menyampaikan pesan dan imbauan agar selurub lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan tersebut. Rencana taushiyah akan disampaikan oleh DR H Othman Shihab. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Amalan, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial

Probolinggo, Hari Santri 2018. Setelah terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo periode 2015-2017 mendatang, Nur Baiti As Shiddiqy bertekad akan mengaktifkan kembali kader-kader potensial yang ada di cabang hingga ranting.

IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial

“Tetapi yang paling penting adalah bagaimana menjaga organisasi IPPNU di Kota Probolinggo ini supaya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan khittah NU,” kata mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Kademangan ini, Kamis (5/11).

Menurut Nur Baiti As Shiddiqy, untuk sementara ini dirinya bersama segenap pengurus masih akan menyusun program kerja. Pihaknya menakankan dalam waktu dekat ada kegiatan dari cabang untuk komisariat dan anak cabang.

Hari Santri 2018

“Hal ini penting supaya keberadaan komisariat dan anak cabang bisa aktf kembali. Komuniksi antara cabang dengan komisariat bisa intensif kembali. Sebab komunikasi dan koordinasi sangat dibutuhkan demi sukseskan program kerja,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Demi mewujudkan program tersebut, Nur Baiti As Shiddiqy meminta doa dan dukungan semua pengurus mulai dari tingkat cabang, anak cabang, ranting hingga komisariat untuk bersama-sama membesarkan IPPNU dengan mensinergikan program kerja sehingga bisa berjalan searah sesuai dengan keinginan para pelajar yang ada di Kota Probolinggo.

“Tentunya semua program yang akan kami susun ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pelajar yang ada di setiap lembaga pendidikan. Sebab antara lembaga yang satu dengan yang lain tentunya tidak akan sama. Pendekatan dan saling komunikasi akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Daerah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi memfasilitasi kadernya di tingkat anak cabang, komisariat dan ranting untuk mempelajari dasar-dasar administrasi. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga petang ini, bertujuan meningkatkan pengelolaan manajemen organisasi IPPNU di Banyuwangi.

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Peserta pelatihan merupakan utusan anak cabang, ranting, dan komisariat IPPNU sekabupaten Banyuwangi. Mereka belajar administrasi di kantor Ma’arif NU Banyuwangi, Kamis (19/2).

Pengurus IPPNU Banyuwangi menyadari bahwa manajemen administrasi merupakan salah satu jantung pergerakan organisasi. Karenanya, mereka mengadakan kelas administrasi untuk menguatkan IPPNU di Banyuwangi.

Hari Santri 2018

Ketua IPPNU Banyuwangi Silvia Ulfa Hidayati berharap, “Kelas administrasi ini membuat kita mandiri sehingga semakin menguatkan organisasi, karena administrasi merupakan roh organisasi.”

Hari Santri 2018

Kelas administrasi menghadirkan Ana Aniyati dan Aviq Magfiroh yang mengupas peraturan organisasi dan administrasi, juga PD PRT IPPNU.

"Dengan memahami semua ini, kita akan berada di rel organisasi yang benar," terang Ana yang juga Ketua IPPNU Banyuwangi periode 2006-2008 itu. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, IMNU, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Jumat, 01 Desember 2017

Bagi Gus A’ab Hidup adalah Keluarga dan Berdakwah

Jember, Hari Santri 2018. Bagi Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus A’ab, Idul Fitri adalah waktu jeda dari kegiatan rutin; mengisi pengajian. Lebaran memang waktunya berkumpul bersama keluarga. Menikmati kebersamaan bersama orang-orang terdekat maupun keluarga jauh.?

Hal ini juga dilakukan Gus A’ab, sapaan akrabnya. Namun biasanya 7 hari setelah lebaran, justru banyak masyarakat yang menggelar halal bihalal, dan lumrahnya ? itu juga diisi dengan pengajian. "Idul Fitri bagi saya adalah waktu istirahat, walaupun hanya sebentar," ucapnya.

Bagi Gus A’ab Hidup adalah Keluarga dan Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Gus A’ab Hidup adalah Keluarga dan Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Gus A’ab Hidup adalah Keluarga dan Berdakwah

Selain sebagai ketua PCNU Jember, dia juga menjabat Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Jember. Yang banyak menyita waktu adalah kegiatannya selaku muballigh. Nama Kiai muda ini cukup moncer di masyarakat. Tidak hanya ahli pidato, tapi juga ahli debat, lebih-lebih soal Aswaja.?

Pada tahun 2007, namanya sempat menjadi buah bibir di kalangan warga NU setelah dalam debat terbuka di IAIN Sunan Ampel Surabaya, dia "menaklukkan" Muammal Hamidy, yang mewakili pengarang buku "Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dikir Syirik". Setahun kemudian, ia berhadapan dengan Ulil Abshar Abdalla dalam debat terbuka di Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo pimpinan KH. Ali Agoes Masyhuri.

Setiap hari bahkan sampai 2 hingga 3 kali menghadiri undangan pengajian. Wilayah dakwahnya, tidak hanya di Jember tapi juga merambah ke kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Bali, Kalimantan, Sumatra, Batam dan bahkan Papua. Di luar negeri, Malaysia, Hongkong dan Thailand sudah beberapa kali ? kali Gus Aab mengisi pengajian di situ.?

Hari Santri 2018

4 tahun ? tahun lalu, selama bulan Ramdhan dia keliling Eropa. Beberapa bulan lalu juga berdakwah di Amerika Serikat. Jadual begitu padat, namun Gus Aab masih bisa berbagi waktu dengan keluarga dan tugas formalnya sebagai Dekan. "Misi saya hanya satu, malakukan dakwah, khususnya ? Islam ala Ahlussunah wal Jamaah," ucapnya.

Hari Santri 2018

Selepas ? lebaran ketupat ini, seabrek kegiatan sudah menunggu Gus A’ab. Dia dijadualkan ? mengisi ? pengajian di Mojokerto, Kediri, Bangkalan dan Sampang. Tanggal 21 hingga 24 bulan ini Gus Aab akan terbang ke Jayapura untuk mengisi penjajian di beberapa titik di Bumi cenderawasih itu. "Pulang dari Jayapura, saya kembali mengisi pengajian sejumlah kota di Jawa Timur," jelasnya.

Sebagaimana muballigh lainnya, Gus Aab tak pernah memamok "harga" sebagai imbalan dari dakwahnya. Jika lokasi undangannya masih memungkinkan ditempuh dengan kendaraan darat, ? Gus Aab ? membawa mobil sendiri. Tapi kalau tak memungkinakn, maka Gus Aab minta disiapkan tiket panitia pengajian. "Yang penting saya sampai di lokasi pengajian. Soal nanti ? dikasih imbalan itu terserah panitia," tukasnya.

Gus Aab mengaku ? tak setuju adanya anggapan sumbang bahwa dakwah dijadikan bisnis. Katanya, dalam ? dakwah tidak ada bisnis. Soal ada uang sebagai imbalan, itu wajar-wajar saja untuk menjaga kesinambungan dakwah. Sebab, muballigh juga manusia yang punya tanggung jawab ekonomi terhadap keluarganya.?

"Makanya saya agak kaget ketika beberapa waktu lalu, ada seorang muballigh sampai diberitakan minta imbalan Rp50 juta saat mengisi ceramah di Hongkong. Dugaan saya itu ditangani oleh semacam agen. Muballighnya saya yakin tidak seperti itu. Kebetulan seminggu sebelum ribut-ribut itu saya di Hongkong mengisi pengajian juga," terangnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Senin, 27 November 2017

Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Akhiri Tadarus Bersama Para Muallaf

Jember, Hari Santri 2018. Suara nyaring pembacaan surat-surat ? terakhir Al-Qur;an, terdengar dari Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Jember, Selasa (20/6) malam. Bacaannnya memang tiak merdu terdengar datar dan tidak ada cengkok ? lagu tadarus sama sekali. Bahkan sesekali lidah si pembaca terdengar keseleo dan macet sebentar lalu diteruskan lagi hingga selasai surat itu dibaca.?

Itulah suasana khataman Al-Qur’an di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Jember, saat tadarus Al-Qur’an yang dilakukan warga keturunan yang baru masuk Islam (muallaf).

Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Akhiri Tadarus Bersama Para Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Akhiri Tadarus Bersama Para Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Akhiri Tadarus Bersama Para Muallaf

Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Jember selama Ramadhan2017 ? ini memang menggelar tadarus Al-Qur’an dengan peserta sebagian banyak para muallaf. Dan Ramadhan kali ini mereka sudah khatam tiga kali.?

"Mereka ada yang baru satu tahun menjadi muallaf, namun karena rajin belajar, akhirnya bisa membaca Al-Qur’an," beber pembina keagamaan Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Jember, H Muhammad Muslim, kepada Hari Santri 2018.

Menurut Muslim, kegiatan di masjid yang diketuai (takmir) H Muhammad Law Shong Tjai, itu cukup hidup, baik di luar bulan Ramadan, lebih-lebih saat bulan Ramadan.?

Hari Santri 2018

Selain tadarus, selama Ramadan, Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Jember ? menyelenggarakan shalat taraweh 20 rakaat, peringatan ? Nuzulul Quran dan memberikan ? santunan terhadap 450 anak yatim dan warga kurang mampu.

” Semua pendanaan kegiatan di masjid yang terletak di Jalan Hayam ? Wuruk itu diperoleh dari iuran para simpatisan dan anggota PITI Jember,”tandasnya. ? (Aryudi A. Razaq / Muslim Abdurrahman).

Hari Santri 2018

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Minggu, 26 November 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Sidoarjo, Hari Santri 2018 - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggadakan annual check up gratis. Yang unik peserta pengecekan kesehatan itu adalah para kiai, nyai dan warga sekitar rumah sakit. Sedikitnya 150 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini.

Koordinator annual check up RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Endah Nugrohowati mengatakan, para peserta mendapatkan layanan dari rumah sakit seperti pemeriksaan kesehatan, laboratorium, rekam jantung, dan pemeriksaan berat badan.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Setelah masing-masing peserta diperiksa, keesokan harinya mereka mendapatkan resep dan obat sesuai penyakitnya masing-masing serta mendapatkan tambahan gizi.

Hari Santri 2018

"Karena pesertanya para kiai, nyai dan rata-rata sudah berumur, jadi sakitnya bermacam-macam. Ada yang sakit kencing manis, darah tinggi, tulang keropos, dan yang paling banyak adalah penyakit linu," terang Endah, Kamis (18/2).

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan itu berjalan selama tiga hari sejak 16-18 Pebruari. Bagi yang diperiksa tanggal 16 Pebruari, konsultasi kesehatan serta pengambilan obatnya jatuh pada tanggal 17 Pebruari. Demikian juga mereka yang diperiksa pada tanggal 17, pengambilan obat, pemberian gizi, dan konsultasi kesehatannya jatuh pada tanggal 18 Pebruari.

Hari Santri 2018

Gelombang pertama, sambung Endah, pesertanya sekitar 100 orang. Sedangkan gelombang kedua sekitar 50 orang. Jadi total pesertanya sekitar 150 orang.

Ia juga berpesan kepada para peserta layanan ini agar menghindari makanan maupun minuman yang bisa mengganggu kesehatan. "Kalau bisa makannya harus diatur, seperti tidak makan melinjo, bebek dan lain sebagainya yang bisa mengakibatkan penyakit. Karena kondisinya sudah lanjut," pesan Kepala Instalasi Laboratorium itu.

Sementara KH Asmuni A Umar (82) warga Dusun Magersari, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo menyatakan senang bisa mengikuti pengobatan dan pemeriksaan yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

Ia menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan itu, dirinya bisa mengetahui kondisi dan kesehatannya. "Alhamdulillah, saya juga rutin setiap tahun mengikuti kegiatan ini," kata Kiai Asmuni. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Doa, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Jumat, 24 November 2017

NU sebagai Penentu Langkah Kembali ke UUD 1945

Terjadi perdebatan berbulan-bulan antara kelompok pro Islam dengan kelompok pro Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang Konstutuante antara tahun 1958-1959. Sebenarnya NU telah melihat persoalan ini akan mengalami kebuntuhan. Oleh karena itu ketika pemerintah secara tertulis mengirim surat pada ketua sidang Konstituante untuk kembali pada Pancasila dan UUD 1945 yang disampaikan pada 19 Februari 1959, NUtertarik dengan tawaran itu. Pada ? rapat NU 20 Februari 1959 dengan menawarkan jalan tengah yaitu Pancasila Islam, bukan Pancasila ala Komunis, ? yakni Pancasila dan UUD 1945 yang dijiwai Piagam Jakarta.

Tetapi susulan itu ditolak oleh pihak nasionalis, sehingga jalan tenah itu juga buntu.Melihat kenyataan itu? maka pada 22 April Presiden mengambil langkah untuk mengatasi kebuntuan itu dengan mendatangi sidang Konstutuante dengan mendesak? agar kembali ke UUD 1945.? Dalam arti kembali menempatkan Pancasila sebagai dasar negara seperti semula, tanpa ada amandemen sedikitpun baik pada Mukadimah dan batang tubuh, sebagaimana yang dikehendaki kalangan Islam yang menghendaki kembali ke UUD 1945 dengan disertai? amandemen.

Sebenarnya Idham Chalid sebagai Wakil Perdana menteri dari NU telah menyetujui langkah Kembali ke UUD 1945 tanpa amandemen, hanya saja Fraksi Islam termasuk NU di Konstituante memiliki dinamika lain, yaitu pada 26 Mei 1959 kelompok Fraksi Islam mengajukan amandemen UUD 1945. Akhirnya dilakukan? pemungutan suara untuk memilih setuju atau tidak setuju, kembali pada UUD 1945 tanpa amandemen. Pungutan suara pertama pada 30 Mei 1959? dengan suara 269 setuju dan 199 tidak setuju. Kedua, 1 Juni 1959 dengan 264 setuju? dan 204 menolak. Ketika pada 2 Juni 1959 dengan suara 263 setuju dan 203 tidak setuju. Dalam ketiga pemungutan suara itu tidak pernah mencapai jumlah dua pertiga yang diperlukan yaitu 312 suara. Ternyata pemungutan suara juga mengalami kebuntuan. ?

NU sebagai Penentu Langkah Kembali ke UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU sebagai Penentu Langkah Kembali ke UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU sebagai Penentu Langkah Kembali ke UUD 1945

Melihat kenyataan yang gawat itu Wilopo sebagai ketua Konstituante menemui Perdana Menteri Djuanda. Dalam diskusi itu mereka melihat peluang untuk melancarkan agenda kembali ke UUD 1945 dengan cara mendekati NU. Kalau NU setuju dengan gagasan Bung Karno itu dan ada jaminan NU untuk mengikutinya, maka langkah ini akan lancar dan aman. Tetapi sebaliknya kalau NU sebagai salah satu anggota Kabinet menentang akan diikuti oleh fraksi Islam yang lain, NU di sini berperan sebagai bandul penentu arah politik nasional. Kalau NU mendukung maka semuanaya beres dan dua pertiga suara bisa diperoleh oleh kelompok pro kembali ke UUD 1945.

Hasil diskusi dengan Ketua Konstituante Wilopo itu disampaiakan oleh Perdana Menteri Djuanda kepada Bung Karno yang baru datang dari luar negeri, Bung Karno mendukung agar pemerintah segera melobi NU, maka dalam sidang Kabinet, Perdana Menteri Djuanda segera menemui Idham Chalid wakil perdana menteri dan ditanya soal kesediaannya mendukung anjuran pemerintah kembali ke UUD 1945. Menjawab desakan Djuanda itu KH Idham Chalid menganggukkan kepala, yang dianggap oleh Djuanda sebagai bentuk persetujuan. Setelah itu Djuanda melaporkan hasil lobinya pada Wilopo dan Bung Karno.

Wilopo kurang yakin bila jawaban dibetrikan hanya dengan bahasa isyarat, karena ini persoalan gawat harus jawaban lisan yang meyakinkan. Akhirnya Djuanda dan Wilopo menemui Bung Karno, karena memandang hanya Bung Karno yang dengan kharisma dan wibawanya mampu mempengaruhi sikap NU dan meyakinkan mereka. Hal itu terpaksa harus dilakukan karena UUD 1945 dalam posisi sedang dipertaruhkan, akhirnya Bung karno menuruti saran keduanya dan menemui Idham Chalid serta beberapa pimpinan NU lainnya. Kepada Bung Karno KH. Idham Chalid mengatakan, sebenarnya pendiran NU sudah jelas, jalan keluar yang diberikan NU telah sisampaikan dalam Sidang Konstituante yang lalu. Bagaimana sikap dan pendirian NU tolong dijelaskan kembali.

Hari Santri 2018

“Sebagaimana kami jelaskan sebelumnya bahwa NU menghendaki ditempuh jalan tengah. Jalan tengah bagaimana tanya Bung karno, ini persoalan mendesak soal keamana negara, coba segera ketengahkan jalan tengah yang dirancang NU. Kami tidak menuntut diberlakukannya syariat Islam secara formal sebagaimana tertera dalam Piagam Jakarta, kami juga tidak ingin dasar Pancasila itu dibiarkan tanpa roh agama. ? Piagam Jakarta tidak perlu diterapkana secara formal seperti tuntutan Fraksi Islam, tetapi juga jangan sekedar dianggap sebagai dokumen historis (yang pasif) seperti yang dikehendaki kelompok Nasionalis.”

“Lalu usul jalan tengah NU seperti apa?” desak Bung Karno. “NU menghendaki Piagam Jakarta menjiwai UUD 1945, sehingga walaupun dasar negara kita Pancasila tetapi memiliki dasar keislaman yang kokoh. Kalau itu yang dilakukan tidak hanya NU seluruh umat Islam akan menerima Pancasila dengan sepenuh hati dan siap mempertahankan dari gangguan apa saja.”

“Bagus, bagus, ini jalan tengah itu cerdas. Kalau itu yang diamaksud NU saya sangat setuju, dengan demikian? Piagam Jakarta tidak sia-sia kami rumuskan.? Piagam Jakarta tidak dibuang tetapi menjadi? ? Jiwa UUD 1945. Ini berarti NU menghargai perjuangan tim sembilan dan itu berarati menghargai jasa saya pula sebagai salah satu perumusnya. Kalau begitu tidak ada masalah kita kembali ke UUD 1945 dengan dukungan penuh dari NU. Terima kasih atas jalan keluar yang diberikan oleh NU dan terimakasih atas ? persetujuan NU, sebab kita ini sedang menyelamatkan negara dari keterpecahan.’

Pertemuan Bung Karno dengan Idham Chalid itu kemudian disampikan Bung Karno kepada Wilopo dan Djuanda, ketiganaya puas dan merasa yakin gagasan kembali ke UUD 1945 akan berjalan lancar. Maka dengan adanya dukungan dan solusi dari NU dengan argumen yang sangat meyakinkan itu beberapa Fraksi Islam seperti PSII, Perti termasuk Masyumi menyetujui pemikiran NU. Mengetahui perkembangan itu? Presiden Soekarno semakin yakin? dan lebih percaya diri untuk ? mengumumkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959.

Dengan gagasan kembali ke UUD 1945 yang berarati kembali menempatkan Pancasila sebagai dasar negara itu menjadi wacana umum dalam bangsa ini. Pada ? saat Bung Karno menghadiri Seminar Pancasila di Universitas Gadjah Mahada Yogya karta, sehabis membuka acara ditanya oleh para wartawan, bagaimana langkah teknis kembali ke UUD 1945 dan menempatkan Pancasila sebagai dasar negara. Dengan diplomatis Bung Karno menjawab, urusan Pancasila dan langkah kembali ke UUD 1945 sudah bukan menjadi urusan saya. Sedangkan sebagai pelaksanya adalah di tangan NU dan PNI, kalau ingin tahu prosesnya tanyakan pada NU yang saat ini sedang mengatur langkah proses penerapan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara dan konstitusi Indonesia.

Hari Santri 2018

Dekrit itu diterima oleh bangsa Indonesia, termasuk semua kelompok Islam, semuanya mengikuti langkah NU. Walaupun ada beberapa elemen Masyumi yang menentang, tetapi saat itu Masyumi telah sangat lemah dan kehilangan pengaruh setelah terlibat dalam pemberontakan PRRI, sehingga keberadaannya menjadi bulan-bulanan partai kiri terutama PKI, bahkan tidak lama setelah itu Masyumi dibubarkan karena terlibat pemberontakan PRRI. Akhirnya kendali politik Islam dipegang oleh NU, saat itu NU menjadi imamnya umat Islam. Dengan tidak melupakan usulan NU tentang jalan tengah itu, maka dalam Dekrit Presiden yang diumumkan Bung Karno itu ditegaskan bahwa Piagam Jakarta menjiwai UUD 1945. (Abdul Munim DZ)

Sumber: Muhammad Yamin, Naskah Persiapann UUD 1945 dan Biografi Wilopo 70 Tahun, serta beberapa sumber lainnya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Hadits, Habib Hari Santri 2018

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

Bandar Lampung, Hari Santri 2018. Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung siap membantu kesembuhan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto sebagai langkah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Banser Lampung bersama KPK. Kami memandang korupsi bertentangan dengan Pancasila. Sifat dan sikap itu yang harus dimusuhi, bukan orangnya," ujar Kasatkorwil Banser Lampung, Tatang Sumantri, di Bandar Lampung, Sabtu (16/9). 

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

Ketua Umum Golkar ini mangkir dalam pemeriksaan sebagai tersangka korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Senin (11/9) karena tengah dirawat di RS Siloam akibat sakit gula darah diidapnya sejak lima tahun silam kambuh. Penyakit bersangkutan diinformasikan telah menggangu fungsi ginjal dan jantung.

"Banser Husada Lampung siap kami turunkan membantu kesembuhan Setnov dengan terapi hijamah atau bekam dan Aji Tapak Sesontengan atau ATS," papar Tatang lagi.

Kesediaan tersebut, imbuh Tatang, bukan untuk memojokkan Setnov, namun demi kebaikan bersangkutan hingga negara.

Hari Santri 2018

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada (Basada) Lampung Gatot Arifianto selaku Kamitua (Master) ATS pada 2014 juga terkena diabetes dengan kadar gula mencapai 524.

"Alhamdulillah sembuh dengan ATS dan bersama sahabat-sahabat Basada hingga hari ini telah membantu seribu lebih masyarakat Lampung yang menderita lemah jantung, asma, vertigo, migrain, hernia, pasca stroke, asam urat hingga ginjal serta mendapat apresiasi positif dari publik," kata Tatang lagi.

Wakil Ketua PW GP Ansor Lampung Heriyanto Suud mengaku optimistis penyakit diderita Setnov bisa diatasi sehubungan ada pengalaman penyakit kista bisa hilang total terapi tradisional.

"Fakta tersebut memang benar. Apalagi basic ATS ilmiah, tidak lepas dari DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid yang menyimpan ribuan tahun informasi," kata dia lagi.

Hari Santri 2018

Untuk diketahui, ATS merupakan ilmu pengetahuan leluhur nusantara jaman dahulu yang terbukti mampu membantu kesembuhan beragam penyakit medis dan non medis dengan sentuhan atau tepukan kasih sayang. Kader Ansor dan Banser yang ingin mengetahui lebih jauh atau belajar ATS bisa menghubungi nomor 085382008080. (Syuhud Tsaqafi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Aswaja, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Kamis, 09 November 2017

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser

Di antara sikap dan karakter Gus Dur yang mengagumkan adalah kesabaran dan ketabahannya saat ditimpa musibah dan menghadapi suatu cobaan. Tentu bukan sabar dan tabah dalam arti negatif berupa pasrah absolut atau lemahnya kemauan untuk bangkit, melainkan sabar dan pasrah (nrimo) dalam konotasi yang positif. Selain itu yang tak kalah mengagumkannya lagi dari tabiat Gus Dur ialah kemampuannya dalam mempertahankan sikap humorisnya dalam berbagai situasi dan keadaan, tak kecuali  dalam situasi genting sekalipun Gus Dur senantiasa bisa mengeluarkan joke segar yang menghibur khalayak.

Hal itu salah satunya terungkap dan tampak terutama ketika detik-detik dan hari-hari pasca beliau dilengserkan dari jabatan Presiden RI oleh MPR dalam Sidang Istimewa (SI) akhir bulan Juli 2001. Beberapa kesaksian dari para tokoh maupun pemberitaan media masa menyatakan bahwa meski mandatnya sebagai presiden telah dicabut MPR dalam SI MPR Juli 2001, namun hal itu tidak membuat Gus Dur bersedih. Apalagi meratapi atas hilangnya jabatan itu. Gus Dur masih tetap seperti dulu, baik sebelum atau pun waktu menjadi presiden, yaitu suka guyon dan mbanyol.

Dan itu pula yang dia tunjukkan ketika para kiai khos NU dari berbagai daerah dan pengurus DPP PKB (kala itu) menemui Gus Dur di istana negara, sehari setelah dia dilengserkan. Para Kiai itu, antara lain, Rais Syuriah PBNU, KH Muchit Muzadi, Mustasyar PBNU KH Ahmad Idris Marzuki (alm) dan KH Cholil Bisri (alm),  Ketua FKB MPR KH Yusuf Muhammad dan beberapa kiai dan tokoh lainnya.

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser

Dalam pertemuan tersebut para Kiai maupun Gus Dur sama-sama menghindari membicarakan masalah politik. Melainkan Gus Dur justru bercerita yang membuat ger-geran semua yang hadir.  

Dalam kesempatan kunjungannya, para kiai dan tokoh-tokoh yang dekat dengan Gus Dur tersebut, dia bercerita, "Bahwa dulu ada seorang kiai di Denanyar Jombang yang pandai mengobati orang sakit. Tapi cara dan doa yang digunakan cukup unik."

Hari Santri 2018

"Suatu hari", kata Gus Dur, "Kiai itu mengobati orang sakit gigi. Dia mengambil paku, kemudian dimasukkan ke dalam mulut, persis di tempat gigi yang sakit. Setelah itu sang kiai membaca surat an-Nas. Ketika sampai ayat terakhir bunyinya bukan minal jinnati wan naas, tapi minal jinnati waras (sehat)."

Sudah barang tentu sikap yang ditunjukkan Gus Dur yang tetap sabar dan tidak kehilangan sence of humor-nya ini di luar dugaan semua yang hadir termasuk para kiai. Pasalnya, pada waktu yang sama umumnya tokoh NU maupun PKB sedang dalam puncang emosi lantaran tidak terima Gus Dur dilengserkan MPR melalui SI. Begitu pula warga nahdliyyin yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia waktu itu sedang dirundung kesedihan yang cukup mendalam menyaksikan pemimpin dan panutannya dilengserkan di tengah-tengah periode masa khidmahnya sebagai Presiden RI keempat.

Maksud kehadiran para kiai yang datang menemui Gus Dur pun sebenarnya dalam rangka menunjukkan solidaritas dan rasa simpati kalangan Kiai serta upaya untuk membesarkan hati (menghibur) Gus Dur setelah sebelumnya berbagai usaha telah ditempuh para kiai agar MPR tidak sampai menggelar SI yang berujung dengan dicabutnya mandat Gus Dur sebagai presiden. Diantara upaya itu adalah pada 19 Juli 2001 para kiai Jawa Timur yang di prakarsai PWNU Jawa Timur mennggelar pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pertemuan tersebut di hadiri pula oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid. Kemudian pada 22 Juli 2001 juga diselenggarakan pertemuan yang sama dengan skala yang lebih besar di Pesantren As Sidiqiyyah Jakarta asuhan KH Nur Muhammad Iskandar. Kali ini melibatkan seluruh Kiai NU se Indonesia.

Hari Santri 2018

Pertemuan-pertemuan para kiai di atas dimaksudkan menghasilkan keputusan yang bisa menyejukkan bagi kondisi negeri tempo itu dan tidak sebaliknya membuat negeri ini kian memanas.

KH Ali Maschan Musa, Ketua PWNU Jawa Timur waktu itu, menyatakan bahwa dengan adanya forum pertemuan para kiai tersebut pada intinya para kiai menginginkan persatuan bangsa Indonesia tidak pecah. Dan salah satu syarat agar Indonesia tidak pecah adalah Gus Dur tidak dijatuhkan. Pertemuan semacam ini, menurut Kiai Ali, pernah dilakukan ketika presiden Soekarno mendapat banyak masalah. Ketika itu para kiai membahas apakah Soekarno presiden yang sah apa tidak. Ketika diputuskan bahwa Soekarno presiden yang sah, para kiai meminta jabatan itu diteruskan dan rakyat Indonesia diserukan untuk mendukungnya.   

M Haromain, Pengajar di pesantren Nurun Ala Nur, Bogangan Wonosobo.

Disarikan dari berbagai sumber, di antaranya:   

1. Harian Surya, Senin (30/7/2001)

2. Jawa Pos, Senin (16/7/2001)

3. M Rofiq Madji, Jurus Dewa Mabuk ala Gus Dur, Pustaka Tebu Ireng, 2012.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock