Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII

Solo, Hari Santri 2018 - Momentum Hari Lahir (Harlah) Ke-56 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dirayakan oleh para kader PMII Kentingan UNS Surakarta. Mereka mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) dan lomba mewarnai di Taman Cerdas Jebres, Surakarta, Ahad (17/4).

“Sumbangan berupa alat tulis, iqro’, dan buku panduan shalat. Kita serahkan bantuan kepada anak-anak di lingkungan sekitar kampus,” terang Ketua PMII Kentingan Tsaniananda.

Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII

Ninda menambahkan, aksi sosial ini merupakan media untuk lebih mendekatkan diri PMII dengan masyarakat khususnya anak-anak yang kelak menjadi generasi penerus bangsa.

“Kita rasakan keresahan di kampus. Salah satunya semakin kentaranya pendewasaan dini pada anak-anak. Kami di PMII ingin merespon hal tersebut,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Dalam momen harlah ini PMII Kentingan juga mengadakan acara lomba mewarnai, khataman Al-Qur’an, outbond, dan refleksi.

Hari Santri 2018

Ia berharap ke depan PMII menjadi lebih berjaya. “Harapan kami untuk PMII di momentum Harlah ke-56 ini semoga bisa menambah peran dan memperkuat semangat juang PMII yang telah dirintis para pendahulu,” ucap Vika, salah satu aktivis PMII Kentingan. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Santri Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

Jepara, Hari Santri 2018. Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Bilmbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menerbitkan buletin bernama An-Nariyah baru-baru ini.

Buletin kebanggaan pelajar Blimbingrejo ini hadir untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi para pelajar maupun masyarakat secara umum, utamanya terkait dengan hukum Islam, seperti soal hukum dan dampak nikah di usia muda.

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

"Untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi pelajar NU di sekitar Desa Blimbingrejo yang selama ini kurang begitu faham betul mengenai hukum Islam" ujar Pemimpin Redaksi Buletin An-Nariyah Muhamad Ridho Maulana, Ahad (16/3).

Hari Santri 2018

Ridho menjelaskan, media tersebut juga menyajikan beberapa materi pembahasan, seperti fiqih, ushul fiqih, dan tasawuf. “Lebih spesifik problem-problem yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Dikaji dari pandangan fiqih dan metode usul fiqih," kata santri lulusan Pesantren Salafiyyah Safiiyyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini.

Menurutnya, ini juga merupakan langkah responsif terhadap isu-isu yang berkembang saat ini tentang berbagai persoalan hukum Islam. Ridho berharap kehadiran buletin ini membuat para pelajar NU semakin cinta terhadap ilmu agama dan bersemangat dalam berorganisasi IPNU-IPPNU. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Humor Islam, Nahdlatul Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU

Jakarta, Hari Santri 2018. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan saran dan rekomendasi untuk IPPNU yang sedang melaksanakan Rakernas.?

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU

Hal ini dia sampaikan lewat Staf Ahli mendikbud Hari Budiman ketika memberika sambutan di pembukaan Rakernas IPPNU, Jumat (23/12) di Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur Jakarta Selatan.?

“Untuk Rakernas IPPNU ini, saya berharap mampu menghasilkan, pertama, agar rakernas ippnu mampu menghasilkan gagasan dan pemikiran-pemikiran bernas sebagai sumbangsih terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta khususnya upaya-upaya perjuangan perdamaian terhadap perempuan,” ujarnya.

Kedua, IPPNU mampu meningkatkan konsolidasi internal dan melakukan mepitalisasi organisasi menuju organisasi pembelajaran yang modern yang sesuai dengan visi kebangsaan NKRI yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yang beragam.

Ketiga, membekali seluruh pengurus dan Anggota organisasi dengan keterampilan abad ke-21 yaitu insan yang mampu berpikir kritis, kreatif, memiliki kemampuan komuniksi yang baik dan mampu membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan bangsa.

Hari Santri 2018

Keempat, seluruh aktivitas ippnu agar berlandaskan nilai-nilai utama dalam gerakan nasional Revolusi mental yaitu integritas,kerja keras dan gotong royong, untuk tampil ke depan mendukung terwujudnya gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih, gerakan Indonesia tertib, gerakan Indonesia mandiri dan gerakan Indonesia bersatu.

“Kelima, IPPNU sangat diharapkan mampu mengisi kepemimpinan bangsa di masa depan. Dan khusunya memperkuat peran perembuan sebagai ibu bangsa dan melahirkan generasi emas di tahun 2045 mendatang,” tandas Hari Budiman. (Anty Husnawati/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, AlaSantri, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Gandeng Harian Kompas, IPNU Siap Cetak Jurnalis Andal

Jakarta, Hari Santri 2018. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggandeng Harian Kompas dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik dalam rangkah Harlah ke-63 IPNU.

Kegiatan yang diikuti 63 peserta dari berbagai daerah itu akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kedoya, Jakarta Barat, Jumat-Ahad (17-19/2).

Gandeng Harian Kompas, IPNU Siap Cetak Jurnalis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Harian Kompas, IPNU Siap Cetak Jurnalis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Harian Kompas, IPNU Siap Cetak Jurnalis Andal

Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, Jurnalis harus berpengetahuan luas, karena merangkai kata harus memiliki pengetahuan.? Dia juga menuturkan, bahwa tulisan bermakna dapat mengu?bah sikap seseorang.

"Menghasilkan sebuah makna penting untuk mengubah perilaku masyarakat," katanya saat menyampaikan keynote speech, Jumat (17/2).

Di tempat yang sama, Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid mengatakan, peserta yang hadir dalam diklat jurnalistik ?cukup berwarna. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap agar mereka dapat berperan di daerahnya masing-masing menjadi jurnalis andal yang menjunjung kaidah dan etika jurnalistik.

Hari Santri 2018

"Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir jurnalis andal yang m?enjunjung tinggi kaidah dan etika jurnalistik," ujarnya.

Sementara itu, Redaktur Pelaksana Harian Kompas Muhamad Subakir dalam sambutannya mengatakan, konsentrasi ditentukan pada dunia modern. Harian Kompas berbagi kepada masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kompas juga mengedukasi masyarakat dengan memuat berita pilihan yang mendidik masyarakat.

Acara pembukaan tersebut juga dihadiri oleh Anggota Komisioner KPI Pusat Ubaidillah Sadewa, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, dan Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid. (Syakirnf/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nahdlatul Hari Santri 2018

Selasa, 16 Januari 2018

NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai

Tangerang, Hari Santri 2018. Dalam rangka menyambut hari lahir NU yang ke-88, Pengurus Ranting NU Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang menyelenggarakan nonton bareng film Sang Kiai di aula Kelurahan Binong pada Sabtu, (1/2) pukul 20.00 wib.

“Pemutaran film ini dipilih karena menjadi sarana dakwah yang strategis dan inovatif dalam  mengenalkan lebih dekat dan meneladani perjuangan para ulama dan santri NU, khususnya di masa revolusi,” kata Mukhlisin, Sekretaris NU Binong kepada Hari Santri 2018 melalui pers rilis Ahad (2/2).

NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai

Sebelum pemutaran film Sang Kiai, acara diawali dengan tahlil bersama untuk mendoakan dan menghormati atas wafatnya Rois Syuriyah PBNU dan Ketua MUI Pusat DR KHM. A. Sahal Mahfudz yang dipimpin oleh ustad Ramdhani Alhafidz.

Hari Santri 2018

Usai pemutaran film tersebut, pengurus Ranting NU Binong langsung mendapat permintaan untuk melakukan pemutaran film yang sama di salah satu masjid di kelurahan Binong.

Hari Santri 2018

“Kami sangat menyambut dan siap merealisasikan permintaan tersebut bahkan tanpa diminta juga kami sudah merencakan akan melakukan pemutaran film itu di beberapa pesantren di wilayah Curug ,” kata Mukhlisin.

Hal itu, menurut dia, untuk mengenalkan dan menularkan semangat juang santri dalam membela bangsa dan agama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Hari Santri 2018

Sabtu, 13 Januari 2018

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

Belu, Hari Santri 2018. Santri Pondok Pesentren Al-Muhajirin Belu berhasil meraih Juara Umum dalam Turnamen Tenis Meja yang digelar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Belu Nusa Tenggara Tomur (NTT) pada Tanggal 11-14 Desember 2017.

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

Kepala SMP Al-Muhajirin H Muhammad Sadikin mengatakan prestasi tersebut diperoleh saat laga pertandingan yang berlangsung di Gor La Bone Kabupaten Belu. 

"Dua orang putri yang meraih piala yakni Maimuna Usman Lemba dan Aviana Emiliana Nona. Mereka bertarung dan bisa meraih piala (dalam pertandingan) selama dua hari," katanya kepada Hari Santri 2018, Sabtu (16/12)

Hari Santri 2018

Menurutnya pada pertandingan tersebut, kedua siswa berusaha tampil dengan usaha semaksimal mungkin.

Pesantren milik KH Kamali, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Belu ini, merupakan satu-satunya pesantren di wilayah perbatasan Pulau Timor. 

Hari Santri 2018

Dispora Belu melalui Rene, memberikan motivasi kepada anak didik di pesantren tersebut agar kedepan lebih meraih prestasi lebih baik. (Ajhar Jowe/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Tokoh, Nahdlatul Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Inilah Permintaan Rasulullah SAW dalam Doa Qunutnya

Rasulullah SAW tidak meninggalkan doa Qunut pada shalat Subuh dan shalat Witir pada paruh kedua Ramadhan. Dalam doa Qunut, Rasulullah SAW memohon petunjuk, ampunan, dan keselamatan kepada Allah SWT. Berikut ini doa Qunut yang dibaca Rasulullah SAW.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Inilah Permintaan Rasulullah SAW dalam Doa Qunutnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Permintaan Rasulullah SAW dalam Doa Qunutnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Permintaan Rasulullah SAW dalam Doa Qunutnya

Allâhummahdinî fîman hadait, wa ‘âfinî fîman ‘âfait, wa tawallanî fîman tawallait, wa bârik lî fîmâ a‘thait, wa qinî syarramâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yadzillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait. Tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait. Fa lakal hamdu ‘alâmâ qadhait. Astaghfiruka wa atûbu ilaik.

Hari Santri 2018

Artinya, “Ya Allah, kumpulkan aku bersama orang-orang yang menerima petunjuk-Mu, selamatkan diriku ke dalam kelompok orang yang Kau lindungi dari bala dunia dan akhirat, sertakan daku bersama mereka yang Kau pelihara dari dosa, turunkan berkah-Mu untukku dalam semua anugerah-Mu, jauhkan diriku dari dampak buruk yang Kau gariskan. Karena sungguh Engkau yang memutuskan, bukan menerima putusan. Sungguh tiada hina orang yang Kaubimbing. Dan tiada mulia orang yang Kaumusuhi.

Hai Tuhan kami, Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi. Segala puji bagi-Mu atas segala putusan-Mu. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.”

Hari Santri 2018

Doa Qunut Rasulullah SAW ini dikutip oleh Syekh M Nawawi Banten dalam karyanya Marâqil ‘Ubûdiyah fi Syarhi Bidayatil Hidayah. Ia menganjurkan orang yang shalat Subuh mengakhiri doa Qunutnya dengan shalawat untuk Rasulullah SAW.

Sebenarnya doa Qunut itu bisa berbentuk istighfar dan pujian kepada Allah SWT. Itu sudah cukup. Tetapi doa Qunut yang utama adalah lafal doa Qunut Rasulullah SAW di atas. Demikian disebutkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkâr-nya seperti dilansir Syekh M Nawawi Banten. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Hari Santri 2018

Sabtu, 06 Januari 2018

GP Ansor Wonogiri Bentuk Posko Tanggap Bencana

Wonogiri, Hari Santri 2018 - Bencana alam banjir dan longsor melanda wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya, Selasa (28/11). Kejadian ini menyebabkan sejumlah rumah di Kecamatan Nguntoronadi terendam. Selain itu, dilaporkan sekitar 25 rumah di Kecamatan Pracimantoro ikut terendam banjir.

Peristiwa bencana ini, ditanggapi Gerakan Pemuda Ansor berikut badan semiotonomnya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Wonogiri dengan bergerak cepat turun ke lokasi untuk ikut membantu para korban.

GP Ansor Wonogiri Bentuk Posko Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Wonogiri Bentuk Posko Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Wonogiri Bentuk Posko Tanggap Bencana

“Banyak saudara kita yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda milik mereka karena musibah ini,” kata Ketua PC GP Ansor Wonogiri Sri Handoko.

Selain itu, GP Ansor Wonogiri juga membuat Pokso penanggulangan bencana untuk menghimpun bantuan dan menyalurkan kepada para korban.

Hari Santri 2018

Ditambahkan Handoko, bagi warga yang ingin ikut membantu para korban banjir di Wonogiri dan sekitarnya, dapat disalurkan melalui Rek. BNI 0426667459 an. Sri Handoko (Ketua GP Ansor Wonogiri/ 082322803277).

Donator dapat mengirim langsung ke Posko Penanggulangan Bencana a.n. Dwi Saputro (Satkorcab Banser Wonogiri /085229525422).di Randusari RT 04/IV No 14, Ngadirojo kidul, Ngadirojo, Wonogiri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Bahtsul Masail, Nahdlatul Hari Santri 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus

Mataram, Hari Santri 2018 - Sedikitnya 50 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB angkatan 2016/2017 berkumpul di aula kampus setempat Jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram, Senin-Selasa (29-30/8). Mereka mengikuti gelaran Taaruf Akademik Mahasiswa Universitas NU (Ta’awunu).

Wakil Rektor II UNU NTB Mulianah menyebutkan, Taawanu dilaksanakan selama dua hari. “Spiritnya pertama adalah menyosialisasikan nilai-nilai NU melalui UNU,” kata Mulianah kepada Hari Santri 2018 di ruang kerjanya, Selasa (30/8) siang.

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus

Kegiatan wajib kampus ini mendorong mahasiswa baru untuk tolong-menolong sesuai dengan spirit perjuangan NU. Kegiatan ini juga diadakan sebagai pembeda dari kampus lain.

"Karena setiap kampus istilahnya beda-beda. Ada yang ‘Ospek’, ‘Posmaba’, ‘Opak’ dan lainnya," tambah Ketua Pergunu NTB ini.

Hari Santri 2018

Semntara itu, Kepala Biro Akdemik UNU NTB Jamiluddin lebih menejelaskan rinci Taawun. Menurutnya, selama dua hari akan diadakan kuliah umum untuk seluruh mahasiswa baik baru maupun lama UNU NTB.

Hari Santri 2018

Hari pertama gawainya rektorat. Hari kedua gawainya fakultas. hari ketiga kuliah umum. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Pendidikan, Nahdlatul Hari Santri 2018

Jumat, 29 Desember 2017

Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’

Oleh Kiai Ahmad Ishomuddin



Ilmu-ilmu untuk memahami ajaran Islam sangatlah banyak dan luas. Ilmu-ilmu tersebut hanya bisa dipelajari dengan cara belajar langsung kepada para ahli agama (kiai, ulama) yang memiliki spesialisasi di bidangnya masing-masing. Jika seseorang mau terus menekuni satu spesialisasi bidang ilmu agama saja, niscaya umurnya akan habis sebelum penguasaan ilmu tersebut sempurna.

Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’

Belajar ilmu-ilmu terkait agama hanya melalui buku-buku/kitab-kitab tanpa guru (syekh) yang berilmu mendalam, yang berpengalaman, yang mampu membimbingnya berpotensi terjerumus dalam pemahaman agama yang sesat dan setidaknya sempit. Belajar agama secara otodidak itu, tanpa disadari telah membawanya berada di jalan yang dianggapnya benar. Padahal boleh jadi sebaliknya, ia sedang berjalan cepat menapaki pemahaman agama yang salah karena salah paham yang akibatnya bisa membahayakan kemanusiaan. Sudah berapa banyak bom bunuh diri dengan alasan mengamalkan ayat-ayat tentang jihad dalam situasi damai?

Belajar mendalami ajaran Islam secara langsung (talaqqi) kepada para ahlinya sangat bermanfaat. Di antara manfaatnya adalah bahwa jiwa para murid selain akan langsung tercerahkan, juga bisa langsung meneladani tutur kata dan sikap keseharian dari para guru/syekhnya.?

Apabila keteladanan dari para guru ini terus berlangsung sepanjang waktu para murid belajar, niscaya kalimat-kalimat bijak berdasarkan ilmu dan perilaku-perilaku mulia menjadi terbiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya adalah manusia-manusia berilmu agama sangat mendalam dan berakhlak mulia, seperti selalu rendah hati, ? tidak merasa benar sendiri, tidak suka mencaci maki, tidak mudah menyalahkan orang lain yang berbeda, tidak mencari pengaruh dan popularitas, serta tidak pula cinta berlebihan kepada jabatan dan kedudukan.

Seringkali ada orang yang tidak menemukan guru ahli ilmu-ilmu agama yang bisa membimbingnya, sehingga ia belajar agama kepada sembarang orang yang tidak diketahui kepada siapa sebelumnya ia mendapatkan ilmu agama, tidak memiliki sanad (mata rantai) keilmuan yang jelas bersambung. Berbeda halnya dengan para kiai, tuan guru, ajengan di berbagai pondok pesantren lawas yang tersebar di seantero nusantara, utamanya di tanah Jawa, yang mata rantai ilmu keagamaannya jelas diperoleh secara bersambung dari para syekh/guru mereka sebelumnya.?

Hari Santri 2018

Kepada mereka, yakni para kiai alumni berbagai pesantrenlah atau kepada siapa saja yang ilmu-ilmu agamanya diakui mendalam secara luas, seharusnya kita belajar memahami agama sesuai keperluan, sehingga ilmu-ilmu agama dan ekspresi keberagamaan bermanfaat untuk kemajuan, kemanusiaan, dan perbaikan keadaan.

Belajar agama sangat tidak memadai, sangat mungkin salah paham dan membawa paham yang salah jika hanya mengandalkan buku-buku agama terjemahan dan tidak pula cukup hanya dengan membaca Al-Quran dan Terjemahnya. Sangat banyak ayat Al-Quran ditafsirkan dengan pikiran sendiri yang seringkali tidak didasari ilmu, padahal maksudnya hanya bisa dipahami setelah dijelaskan oleh hadits-hadits Nabi. Tersesatlah pemahaman agama pembacanya karena mengandalkan arti terjemahan dengan mengabaikan penjelasan ilmiah dari para mufasir. Maksud ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi itu hanya dapat dipahami dengan benar dengan merujuk berbagai referensi yang otoritatif atau berdasarkan penjelasan dari para ulama dalam arti yang sesungguhnya.

Saat ini kekerasan atas nama agama antara lain banyak dilakukan oleh orang yang baru belajar agama kepada orang-orang yang tidak jelas sanad (mata rantai) ilmunya diperoleh dari siapa dan tidak pula mendalam penguasaan ilmu agamanya. Mereka belajar ayat-ayat Al-Quran dari terjemahan yang maksudnya disesuaikan dengan hawa nafsunya sendiri, dipahami semau sendiri, dan disimpulkan sendiri hukum-hukumnya tanpa proses-proses penalaran yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.?

Hari Santri 2018

Ayat-ayat al-Quran yang suci itu diperkosa dengan tafsiran yang sempit dan kaku, ? tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi manusia muslim yang keras terhadap siapa saja, dan menyempitkan apa saja yang dilapangkan oleh Allah Taala untuk para hamba-Nya. Wallahu a ’lam.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pemurnian Aqidah, Halaqoh, Nahdlatul Hari Santri 2018

Senin, 25 Desember 2017

Nusron: Orang NU Bukan “Indekost” di Bumi Nusantara

Kudus, Hari Santri 2018. Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid menegaskan umat Islam terutama warga NU menjadi pemilik sah bangsa Indonesia. Sebab, berdirinya bangsa ini adalah atas perjuangan para ulama pendahulu yang mengorbankan darah dan nyawa.

“Jadi kita (orang NU) bukan orang kos-kosan di bumi nusantara tetapi pemilik sah Indonesia,” katanya dalam acara Ansor bersholawat yang diadakan PC GP Ansor Kudus di Gedung Graha Mustika Getas Pejaten, Senin (20/5) kemarin.

Nusron: Orang NU Bukan “Indekost” di Bumi Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron: Orang NU Bukan “Indekost” di Bumi Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron: Orang NU Bukan “Indekost” di Bumi Nusantara

Nusron mengatakan semangat nasionalisme NU dan Ansor sangat tinggi sebelum organisasi  terbesar  ini berdiri. Ketika bangsa ini belum berdiri, tuturnya , para ulama terutama  KH. Wahab Hasbullah sudah mengakui indonesia negaraku yang dituangkan pada syair-syair ya ahlal  wathan karangannya  pada tahun 1924.

Hari Santri 2018

“Kalau ada yang mengganggu Indonesia dengan berbagai cara fitnah maupun pakai bom berarti mengganggu warisan para ulama,” tandas mantan ketua umum PB PMII ini.

Hari Santri 2018

Ansor ke depan, menurut Nusron,  perlu mempersiapkan seorang kader  pemimpin yang siap berjuang untuk kebaikan bangsa dan kepentingan masyarakat. Dalam konteks kebangsaan,  Ansor memperhatikan petunjuk bahwa seorang pemimpin negara harus menyatu dengan ulama, adanya para pengambil kebijakan dari kalangan teknokrat  maupun insinyur.

“Begitu juga Ansor harus mempersiapkan kader politisi kenegarawanan atau politik kebangsaan. Karena politik itu menurut imam almawardi adalah usaha manusia untuk derajat yang lebih ti serta politisi kenegarawan,” tandas pria asli Kudus ini.

Terkait peringatan Harlah, Nusron menegaskan usia 79 tahun menjadi bukti bahwa Ansor  ini  memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Sebab, organisasi bisa  tetap  bertahan manakala memberikan kemanfaatan.

“Muhammadiyah, NU maupun lainnya termasuk GP Ansor masih eksis bertahan sampai sekarang karena keberadaannya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya lagi.

Kegiatan diselenggarakan dalam rangka peringatan Harlah ke-79 Ansor ini, dihadiri juga Habib Luthfi bin Yahya, para kiai dan habaib Kudus serta ribuan jamaah nahdliyyin.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Kajian Islam Hari Santri 2018

Rabu, 20 Desember 2017

UNU Surakarta Selenggarakan Lokakarya Kompetensi Guru

Solo, Hari Santri 2018. Untuk meningkatkan kemampuan guru-guru PAI (Pendidikan Agama Islam) dalam menciptakan anak didik yang berkarakter, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta menyelenggarakan Lokakarya PKG (Pelatihan Kompetensi Guru) Guru PAI SD se-Solo Raya.

UNU Surakarta Selenggarakan Lokakarya Kompetensi Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Surakarta Selenggarakan Lokakarya Kompetensi Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Surakarta Selenggarakan Lokakarya Kompetensi Guru

Kegiatan yang telah berakhir Jumat (28/12) yang lalu tersebut juga dimaksudkan agar guru juga dapat menjalankan fungsinya sebagai pengajar dan pendidik dengan baik.

Pembelajaran yang menyenangkan dapat menjadikan siswa berani bertanya, berani mencoba, berani berbuat, berani mengemukakan pendapat, dan berani mempertanyakan gagasan orang lain. Guru yang baik tidak membuat siswa takut salah dan dihukum, takut ditertawakan teman-teman, takut dianggap sepele oleh guru.

Hari Santri 2018

Melalui situsnya, pihak dari UNU menerangkan bahwa acara tersebut merupakan kerjasama Fakultas Agama Islam UNU Surakarta dengan Direktorat Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI. Kegiatan lokakarya dilaksanakan dua gelombang. Yang pertama telah dilaksanakan pada tanggal 3-5 Desember 2012 di Hotel Riyadi Palace Surakarta Jawa Tengah.

Hari Santri 2018

Acara serupa kembali diadakan pada tanggal 26-28 Desember 2012. Diikuti sebanyak 80 peserta, pihak penyelenggara mendatangkan narasumber yang berkompeten diantaranya Direktur Pendidikan Agama Islam, ? Dr. H.M. Amin Haedari, M.Pd dan Rektor UNU Surakarta, Dr. H.A. Mufrod Teguh Mulyo, M.H.

Pihak penyelenggara, diwakili Ketua Pelaksana Lokakarya dan Pelatihan PKG, Drs. Muhammad Yasin, M.Pd.I menyampaikan, pelatihan PKG ini bertujuan untuk penguatan pendidikan karakter melalui Pendidikan Agama Islam.

Meskipun acara telah berakhir, rencananya kegiatan tersebut akan terus berlanjut dengan dilaksanakan pendampingan bersama fasilitator dalam membuat bahan ajar dan akan dipilih 6 orang peserta untuk menjadi pemenang, yang masing-masing akan berhak mendapatkan hadiah dari panitia.

Redaktur ? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontriobutor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Makam, Nahdlatul Hari Santri 2018

Senin, 18 Desember 2017

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa

Way Kanan,Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Way Kanan bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Cabang Way Kanan meluncurkan Kartu Komunitas Desa di sekretariat gedung PCNU Way Kanan Rabu (29/6).

Dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Way Kanan KH Nurhuda mengatakan bahwa kemandirian ekonomi warga nahdliyin perlu ditingkatkan dengan berbagai upaya agar kesejahteraan dapat terwujud.

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa

“Melalui program Kartu Komunitas Desa ini akan banyak membantu warga nahdliyin yang terlibat didalamnya baik sebagai agen maupun sebagai tenaga marketing,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Nantinya hasil penjualan atau pun jasa yang dilakukan melalui outlet-outlet, NU mendapatkan royalti atas keuntungan yang didapat. Ini merupakan suatu trobosan nyata untuk warga nu khususnya dan umumnya masyarakat Way Kanan.

Sementara itu bupati Way Kanan H. Raden Adipati Surya mengapresiasi langkah kongret yang dilakukan pengurus NU Way Kanan. Dirinya berharap ke depan ada lagi inovasi yang bisa dikembangkan untuk mensejahterakan warga NU dan masyarakat Way Kanan.

Hari Santri 2018

“Saya akan membuka pintu selebar-lebarnya apabila ada gagasan yang dapat berguna untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kepala Cabang Indosat Ooredoo Way Kanan H. Ali Murtadho bahwa pihaknya bersama NU Way Kanan meluncurkan Kartu Komunitas Desa, satu akses beragam layanan yang saat ini telah berdiri 1 kantor cabang dan 11 outlet yang tersebar di masing-masing kecamatan.

Kartu Komunitas Desa, satu akses beragam layanan mempunyai program untuk transaksi online berbagai jenis pembayaran, di antaranya pembayaran listrik, transfer, pembayaran listrik,token, PDAM, Telpon, TV berlangganan, BPJS dan penjualan paket data maupun pulsa.

“Keuntungan kerja sama ini yakni untuk nu akan mendapatkan royalti yang dapat digunakan untuk operasional dan kegiatan-kegiatan NU lainnya,” pungkasnya. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Quote, Nahdlatul Hari Santri 2018

Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013

Surabaya, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) memprediksi awal Ramadhan 1434 Hijriah akan jatuh pada 9 atau 10 Juli 2013, namun NU tetap melakukan rukyatul hilal atau melihat hilal/bulan sabit secara kasat mata.

"Prediksi tanggal 9 Juli atau 10 Juli itu merujuk pada empat kitab dan satu rumus modern yang digunakan ahli hisab di lingkungan NU, namun kami tetap melakukan rukyatul hilal," kata koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jatim, HM Sholeh Hayat, di Surabaya, Ahad.

Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013

Menurut dia, waktu ijtimak yang merupakan konjungsi (pertemuan secara astronomis antara rembulan dengan matahari) terjadi pada hari Senin Pon tanggal 8 Juli sekira pukul 14.10 WIB - 14.17 WIB.

Hari Santri 2018

"Namun, kitab Sullamun Nayyiren menyebut ijtimak terjadi pada 12.07 WIB, dengan demikian irtifak hilalnya setinggi 02,45 derajat, sedangkan tiga kitab menyebut irtifak masih di bawah ufuk antara 0,16 hingga 0,31 derajat," katanya.

Hari Santri 2018

Ketiga kitab, yakni Nurul Anwar, Irshodul Jadid dan Irshodul Murid menyebut irtifak ketinggian hilal masih di bawah ufuk antara 0,16-0,31 derajat, sedangkan rumus kontemporer Ephemeris menghitung irtifak hilal juga masih minus 0,32 derajat.

"Jadi, kitab Sullamun Nayyiren dan Irshodul Jadid menyimpulkan 1 Ramadhan pada hari Selasa tanggal 9 Juli, sedang dua kitab dan satu rumus modern menyimpulkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu 10 Juli," katanya.

Menyikapi hal itu, PWNU Jatim menunggu hasil rapat Badan Hisab dan Rukyat Provinsi Jatim, hasil Rukyatul Hilal pada 8 Juli 2013, dan hasil Isbat Menteri Agama pada hari yang sama.

"Kita tunggu, apakah bulan Syaban diistikmalkan, disempurnakan 30 hari, atau hilal mungkin dirukyat," katanya.

Sementara itu, Muhammadiyah memastikan awal Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada Selasa Wage atau 9 Juli 2013 Masehi, berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menyepakatinya melalui ketentuan yang telah ditetapkan. Awal Ramadhan pada 9 Juli 2013," ujar Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid.

Penetapan yang ditandatangani oleh Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris umum PP Mummadiyah Danarto, seperti tertuang dalam Maklumat No.04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1434 H tertanggal 23 Mei 2013.

"Tahun ini, awal Ramadhan berpotensi terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan, karena diperkirakan ketinggian hilal kurang dari satu derajat, namun diperkirakan Hari Raya Idul Fitri bersamaan. Meski berpotensi tidak sama di awal puasa, namun tidak perlu ada perdebatan," katanya menambahkan. 

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Habib, AlaSantri, Nahdlatul Hari Santri 2018

Jumat, 15 Desember 2017

Pesantren Al Wafa Latih Santri Bicara Depan Publik

Bandung, Hari Santri 2018. Pesantren Al Wafa Bandung, Jawa Barat, mendidik para santrinya agar piawai berbicara di hadapan publik melalui kegiatan muhadlarah. Program rutin ini memberi kesempatan santri untuk mengembangkan potensi mereka, baik sebagai pembawa acara, penceramah, pembaca puisi, ataupun lainnya.

"(Muhadlarah) ini adalah suatu wadah meningkatkan potensi dan suatu wadah untuk keberanian," ujar Ketua Santri Pesantren Al Wafa Aceng Kosim, Sabtu (15/2).

Pesantren Al Wafa Latih Santri Bicara Depan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al Wafa Latih Santri Bicara Depan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al Wafa Latih Santri Bicara Depan Publik

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jurusan Bahasa dan Sastra Arab ini menjelaskan, pondok pesantren yang terletak di Jalan Cibiru Hilir No 46 Bandung tersebut menggelar kegiatan tersebut dua minggu sekali. Para santri bisa meningkatkan kemampuan berbicaranya di depan masyarakat kelak melalui forum muhadlarah.

Hari Santri 2018

Pembina Pondok Pesantren Al Wafa Asep Komarudin merespon baik acara yang dilaksanakan oleh para santri ini. Ia mengatakan, kegiatan yang diikuti ratusan santri ini menjadi ruang pembelajaran dan peningkatan keterampilan dasar bagi para santri sebelum terjun kemasyarakat.

Hari Santri 2018

Menurut dia, kelebihan muhadlarah adalah karena menekankan praktik, bukan sekadar teori. Ia merupakan ajang penerapan teori yang didapat baik di pesantren maupun tempat kuliah. "Ini kegiatan yang luar biasa,” ujar mantan pengurus PAC IPNU Limbangan Garut ini saat membuka acara muhadlarah, Jumat (14/02) malam. (Bakti Habibie Yasin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dan DPR meninjau ulang Undang Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air atau lebih dikenal sebagai undang-undang privatisasi air karena tidak adil bagi masyarakat.



PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

"Demi keadilan kita minta undang-undang privatisasi air ditinjau ulang," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj usai membuka rapat kerja Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU sekaligus seminar bertajuk "Perubahan iklim, Penanggulangan Bencana dan Lingkungan di Indonesia" di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, di dalam forum tersebut, yang dihadiri antara lain Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, CEO WWF Indonesia Efriansyah, Deputi Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sugeng Tri Utomo, Direktur Bappenas Suprayoga Hadi, dan Ketua LPBINU Avianto Muhtadi, Said Aqil menyoroti privatisasi dan monopoli terhadap sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Hari Santri 2018

Padahal, lanjutnya, konstitusi negara, UUD 1945, mengamanatkan cabang-cabang produksi yang yang menguasai hajat hidup orang banyak, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Islam, kata Said Aqil, juga melarang keras penguasaan sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak oleh orang atau kelompok tertentu sehingga menyengsarakan yang lain.

Hari Santri 2018

“Dalam Islam ditegaskan bahwa air, api dan rumput diharamkan dimiliki oleh individu, ini merupakan barang publik untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dalam konteks sekarang, air bisa dikategorikan sebagai sumber-sumber mata air yang kini banyak dikuasai oleh perusahaan air minum dalam kemasan, yang akhirnya menyebabkan penduduk sekitarnya kesulitan air.

Sementara itu, “api” bisa dimaknai dengan berbagai macam bentuk sumber energi seperti minyak bumi, batubara dan lainnya. Kang Said mengungkapkan, secara kasat mata bisa dilihat bekas-bekas galian batubara di Kalimantan dan Sumatra yang bisa menimbulkan bencana besar, sementara hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Dalam konteks “rumput” ia menjelaskan bahwa hal ini bisa dianalogikan dengan potensi sumberdaya hutan, yang sekarang juga mengalami kerusakan luar biasa. Lebih dari 80 juta hektar hutan di Indonesia rusak, sementara penduduk yang berdiam di sekeliling hutan tetap menderita.

Ia menegaskan, jika ada aturan Allah yang dilanggar, maka manusia akan mendapatkan dampaknya. Segala doa dan permohonan tidak akan dikabulkan karena ada aturan besar yang dilanggar.

“Doa dari para ulama dan istighotsah tak ada faedahnya karena melanggar aturan, kecuali tindakannya diperbaiki,” tuturnya.

Ia menegaskan himbaun untuk meninjau ulang aturan privatisasi air ini sama sekali bukan politis atau karena kepentingan tertentu, tetapi murni demi keadilan dan kepentingan masyarakat luas. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Quote, Sejarah Hari Santri 2018

Sabtu, 09 Desember 2017

Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi

Banyuwangi, Hari Santri 2018. Baksos Kesehatan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Banyuwangi memasuki pelaksanaan di titik ketiga dari lima titik kegiatan yang direncanakan. Pada kegiatan yang berlangsung di pesantren Minhajut Thulab, Sumber Beras, Muncar, Banyuwangi, Sabtu (28/2), ribuan pasien tampak mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. Mereka yang tidak mendapatkan kupon panitia, bisa membawa KARTANU.

Layanan semula direncanakan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga pukul 13.00. namun pihak panitia bakti sosial LKNU Banyuwangi dengan senang hati memperpanjang waktu layanan hingga 1,5 jam dari jadwal yang ditentukan. Perpanjangan waktu ini dilakukan mengingat antusias warga yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan gratis tersebut.

Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi

Mobil yang disediakan panitia, sibuk hilir-mudik mengantarkan calon pasien dari tempat tinggalnya menuju lokasi layanan. Tingginya frekuensi arus hilir-mudik mobil itu sempat membuat panitia dan petugas medis kewalahan. Namun dengan jumlah tenaga medis yang memadai, antrean yang sempat mengular bisa segera teratasi.

Hari Santri 2018

Ketua panitia Baksos Kesehatan dr H Mufti Anam menyatakan, pihaknya hanya menyebarkan 750 kupon pengobatan gratis dalam setiap kegiatan. Namun pihak panitia tidak menjadikan jumlah kupon sebagai patokan untuk melayani warga yang ingin berobat. Pasalnya, meskipun tanpa membawa kupon, warga tetap mendapatkan layanan kesehatan dengan berbekal KTP atau KARTANU.

“Meskipun baksos kesehatan telah ditutup namun masih ada warga yang datang. Alhamdulillah, masih terlayani karena ada petugas medis yang belum meninggalkan lokasi,” ujar dr H Mufti sambil membantu memeriksa pasien yang datang terlambat.

Hari Santri 2018

Ketua PCNU Banyuwangi H Masykur Ali dalam kesempatan ini mengingatkan bahwa kegiatan ini telah memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat kurang mampu di Banyuwangi. Kiai Masykur berpesan kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan itu untuk senantiasa sabar dan ikhlas dalam melayani warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dengan kesabaran dan keikhlasan, semoga kegiatan ini dapat menjadi amal sholeh bagi kita semua,” kata Kiai Masykur yang turut mengarahkan warga yang ingin berobat.

Selain pengobatan gratis, tim medis juga melayani pemeriksaan gigi, penyuluhan kesehatan reproduksi wanita, penyuluhan pola hidup sehat, penyuluhan HIV/AIDs, khitanan, donor darah, santunan anak yatim, dan pemberantasan sarang nyamuk. (Fandi Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Nahdlatul, Pertandingan Hari Santri 2018

Jumat, 08 Desember 2017

Gus Dur Rela Menanggung Luka

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bukan hanya dikagumi dan dirindukan banyak orang. Ia juga dibenci, dicaci-maki dan disumpahserapahi sebagian orang. Tetapi caci maki, sumpah serapah dan kutukan-kutukan para pembenci Gus Dur, tak membuatnya menjadi rendah, tak menjadi kecil dan tak pula membuatnya terkucil. Itu tak menggentarkan hatinya.?

Malahan gempuran-gempuran terhadapnya seperti itu justru semakin mengukuhkan kebesarannya, meneguhkan perjuangannya dan semakin mengalirkan simpati kepadanya. Gus Dur menanggung semuanya dengan diam.?

Gus Dur Rela Menanggung Luka (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Rela Menanggung Luka (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Rela Menanggung Luka

Ia tetap terus menapaki jalan yang ditempuhnya menuju cita-citanya: Keadilan bagi semua dan persaudaraan atas dasar kemanusiaan. Ia adalah orang besar yang namanya akan dicatat sejarah peradaban sebagai pejuang kemanusiaan.

Kita sudah membaca sejarah umat manusia dan sejarah orang-orang besar. Orang-orang besar selalu mengandung dualitas yang paradoks: dikagumi dan dicemooh dalam waktu yang sama. Ka’ab al-Ahbar, seorang ahli tafsir berbagai kitab suci, bilang:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tak ada tokoh bijak-bestari di sebuah komunitas kecuali selalu saja ada orang-orang/kelompok yang mencaci-maki dan mendengki dia.”?

Hari Santri 2018

Jalal al-Din al-Suyuthi, ulama besar, seorang ensiklopedis dengan ratusan karya tulisnya, mengatakan hal yang sama, tetapi dengan redaksi bahasa yang sedikit berbeda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak ada tokoh besar pada setiap zaman kecuali dicacimaki orang-orang bodoh. Orang-orang terhormat selalu diuji oleh orang-orang pinggiran. Dulu Nabi Adam dilawan Iblis, Nabi Nuh lawan Ham dan lainnya, Nabi Daud musuh Jalut dan pasukannya, Nabi Sulaiman lawan Sakhr, Nabi Isa lawan Bukhtanshir, Nabi Ibrahim lawan Namrud, Nabi Musa lawan Firaun, dan seterusnya sampai Nabi Muhammad SAW. Beliau dilawan Abu Jahal.”

Para tokoh bijak-bestari (Hukama) dalam sejarahnya, memang, bukan hanya disumpah-serapah dan dibenci, tetapi juga dikafirkan, dibid’ahkan, dizindiq-kan (dituduh atheis). Dan ingin dilenyapkan oleh mereka yang tak matang secara intelektual dan spiritual, atau oleh mereka yang pikirannya tergantung pada bentuk-bentuk kredo formal dan teks-teks literal keagamaan atau oleh fanatisme pada kebenaran diri sendiri dan buta pada kebenaran yang lain.?

Hari Santri 2018

Imam Al-Ghazali, sang sufi besar menyebut mereka, “orang-orang yang memiliki pengetahuan terbatas. Seyogyanya keterbatasan pengetahuan itu hanya bagi dirinya sendiri dan tak boleh dipaksakan kepada yang lain. Mereka memang tak mengerti bahwa setiap kata-kata suci mengandung beribu makna.”

Boleh jadi mereka yang mengaku atau mengklaim paling benar sendiri sambil membodoh-bodohkan orang lain atau, melukai dan menyerang orang lain itu, sesungguhnya tak lebih dari orang-orang yang gelisah atas kondisi ketakberdayaan diri dan ketakutan yang berlebih. Fanatisme, radikalisme, atau ekstremisme, kata seorang psikolog, adalah gaya berpikir untuk lari dari rasa ketidakpastian, dari kebingungan yang akut, dari kecemasan yang menghantui dadanya dan rasa ketidakmampuan mengatasinya.

KH Husein Muhammad, Pendiri Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon, Penulis buku “Sang Zahid: Mengarungi Sufisme Gus Dur”.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Hari Santri 2018

Rabu, 06 Desember 2017

Pesantren Kaliopak Ngaji Wayang dan Al-Ibriz

Yogyakarta, Hari Santri 2018 

Berbeda dengan yang lain, Pondok Pesantren Kaliopak mengisi  Ramadhan dengan mengkaji lakon wayang tiap seminggu dua kali. Disamping itu diaji pula tafsir berbahasa Jawa karangan KH Bisri Musthofa, Al-Ibriz, tiap hari.

Pesantren Kaliopak Ngaji Wayang dan Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Kaliopak Ngaji Wayang dan Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Kaliopak Ngaji Wayang dan Al-Ibriz

“Wayang adalah bayang-bayang kita sendiri. Dengan mengkaji lakon wayang kita dapat introspeksi dan mengukur diri kita dalam menjalankan perjalanan sebagai hamba Allah. Mengaji wayang juga mengaji kitab kuning. Itu merupakan tafsir sufisme Jawa,” ungkap M Jadul Maula, Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak Yogyakarta, Rabu (17/7).

Selain mengaji atau diskusi lakon wayang, di Kaliopak juga mengkaji Tafsir Ibriz. “Al-Ibriz merupakan tafsir dalam bahasa Jawa. Itu merupakan bagian dari kontekstualisasi. Itu merupakan kekayaan khazanah Islam Nusantara,” tambahnya.

Hari Santri 2018

Mengkaji Tafsir Al-Ibriz menurut Jadul Maula, adalah upaya mengakrabkan kembali mahasiswa dengan huruf pegon. Itu merupakan peninggalan ulama Nusantara. Ulama Islam Nusantara mempunyai kapasitas bisa mencapai derajat keagamaan yang diakui. Dengan pegon kita, ulama kita dapat berkarya yang sederajat dengan ilmu di Persia, Timur Tengah dan wilayah lain.

“Dengan mengkaji lakon wayang, kami ingin mengubah status wayang bukan lagi hanya liburan tapi ngaji. Dahulu masyarakat mendatangi pagelaran wayang dengan memakai pakaian Isalam,” tandas M Jadul Maula.

Hari Santri 2018

“Adegan keseluruhan pagelaran wayang dibagi tiga adegan. Adegan pertama, menerangkan manusia mulai lahir. Anak-anak remaja menghadapi masalah, tapi tidak mempunyai arah. Sedangkan adegan yang kedua menceritakan menjelang dewasa, anak sudah bisa memilih apa yang benar dan apa yang salah. Dan adegan yang ketiga adalah berani melawan nafsu sendiri,” imbuhnya.

Menurut M Jadul Maula, wayang adalah sebagai titik tolak proses meditasi seseorang. Selain itu, jalan pertama masuknya Islam ke jawa adalah dengan wayang. Kalau ada orang yang menolak wayang maka sama halnya dengan menolak ibunya.

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Sholikhin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Pendidikan Hari Santri 2018

Jumat, 01 Desember 2017

Karakter Kepemimpinan Rasulullah

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Karakter Kepemimpinan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Karakter Kepemimpinan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Karakter Kepemimpinan Rasulullah

Jamaah shalat jum’at rahimakumullâh,

Hari Santri 2018

Ada sebuah ayat Al-Qur’an yang cukup menggambarkan bagaimana karakter kepemimpinan Rasulullah sebagai penyampai risalah sekaligus pemimpin. Ayat tersebut berbunyi:

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaum kalian sendiri, tak tahan melihat penderitaan kalian, sangat menginginkan (keselamatan dan kebahagiaan) atas kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS at-Taubah: 128)

Ayat ini setidaknya mengungkap empat hal. Pertama, Allah menurunkan risalah melalui kepada umat manusia melalui sosok mulia yang juga manusia, bukan jin ataupun malaikat yang sukar dijangkau. Hal ini mengandung hikmah untuk memudahkan umat manusia dalam meneladani sosoknya. Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam adalah figur yang sangat dekat dengan umatnya, memahami dan sanggup berkomunikasi (berbahasa) secara baik dengan sasaran dakwahnya.

Sebagaimana manusia lainnya, Rasulullah merasakan apa yang dirasakan makhluk fisik pada umumnya: lapar, haus, butuh istirahat, bisa terluka, kepanasan, kedinginan, dan lain sebagainya. Namun, justru dari sinilah umatnya bisa belajar keteladanan luar biasa tentang kesederhanaan, kesabaran, keikhlasan, keberanian, kejujuran, kedermawanan, dan sifat-sifat positif lainnya dalam wujud yang sangat nyata. Rasulullah tampil dalam wujud yang manusiawi, tapi sekaligus sarat nilai-nilai kemanusiaan.

Kedua, Rasulullah memiliki empati yang amat tinggi terhadap penderitaan umatnya. Beliau memberi teladan kepemimpinan yang tidak memberatkan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengaitkan kalimat ‘azîzun ‘alahi mâ ‘anittum dengan dua hadits:

? ? ?

“Aku (Muhammad SAW) diutus untuk membawa agama yang lurus dan toleran.”

? ? ? ?

“Sesungguhnya agama ini (Islam) adalah kemudahan.”

Dengan bahasa lain, Rasulullah samasekali tak menghendaki adanya hal-hal yang menyulitkan umatnya, bahkan untuk urusan ibadah sekalipun. Sebagai contoh, tentang shalat tahajud yang Nabi laksanakan tiap malam secara istiqamah di masjid. Begitu tahu sahabat-sahabatnya berbondong-bondong meneladani rutinitasnya, Rasulullah beberapa hari kemudian tak pergi ke masjid. Alasan beliau, tak ingin memberi kesan bahwa shalat tahajud wajib sehingga bakal memberatkan umatnya di kemudian hari. Rasulullah juga pernah menegur sahabatnya, Mu’adz, yang membaca bacaan terlalu panjang saat memimpin shalat berjamaah. Menurut Nabi, seorang imam harus mempertimbangkan makmumnya yang mungkin terdiri dari orang tua dan orang-orang yang mempunyai keperluan.

Jamaah shalat jum’at rahimakumullâh,

Yang ketiga, Nabi juga merupakan sosok yang sangat menginginkan keselamatan dan kebahagiaan bagi umatnya. Ibu Katsir saat menerangkan harîshun ‘alaikum menghubungkannya dengan hidayah dan kemaslahatan bagi umatnya baik di dunia maupun di akhirat. Beliau mendorong adanya proses kesadaran ilahiyah dalam setiap embusan nafas manusia, juga tersingkirnya mudarat atau kerugian bukan hanya secara duniawi tapi juga ukhrawi.

Keempat, ayat tersebut menegaskan tentang sifat Nabi yang raûf (welas asih) lagi rahîm (penyayang) kepada umatnya. Kita tahu bahwa dua sifat itu adalah bagian dari 99 asmaul husna. Ini sekaligus menunjukkan keistimewaan derajat Nabi Muhammad. Dua nama indah Allah dilekatkan pada diri beliau.

Rahmat atau kasih sayang tersebut mewujud dalam karakter kepemimpinan Rasulullah yang tidak kasar menghadapi masyarakat. Beliau juga gemar memaafkan dan memohonkan ampun ketika umatnya berlaku salah, bersedia bermusyawarah, dan bertawakal kala tekad sudah bulat. Seperti yang dituturkan Al-Qur’an:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali Imran: 159)

Demikianlah karakter Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam yang kita yakini sebagai teladan paling ideal bagi umat manusia. Keyakinan ini juga dibenarkan oleh ayat suci bahwa di dalam diri Rasulullah ada contoh yang baik (al-Ahzab: 22). Namun yang menjadi pertanyaan, seberapa besar kesadaran tentang hal itu tertanam kuat dalam masing-masing diri kita lalu mengejawantah dalam kehidupan sehari-hari?

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Semoga kita semua mampu menyerap pelajaran dari watak pemimpin agung kita tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Beliaulah sosok yang paling pantas menjadi panutan ideal umat manusia di seluruh dunia.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Anti Hoax, Ubudiyah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock