Jumat, 08 Desember 2017

Gus Dur Rela Menanggung Luka

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bukan hanya dikagumi dan dirindukan banyak orang. Ia juga dibenci, dicaci-maki dan disumpahserapahi sebagian orang. Tetapi caci maki, sumpah serapah dan kutukan-kutukan para pembenci Gus Dur, tak membuatnya menjadi rendah, tak menjadi kecil dan tak pula membuatnya terkucil. Itu tak menggentarkan hatinya.?

Malahan gempuran-gempuran terhadapnya seperti itu justru semakin mengukuhkan kebesarannya, meneguhkan perjuangannya dan semakin mengalirkan simpati kepadanya. Gus Dur menanggung semuanya dengan diam.?

Gus Dur Rela Menanggung Luka (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Rela Menanggung Luka (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Rela Menanggung Luka

Ia tetap terus menapaki jalan yang ditempuhnya menuju cita-citanya: Keadilan bagi semua dan persaudaraan atas dasar kemanusiaan. Ia adalah orang besar yang namanya akan dicatat sejarah peradaban sebagai pejuang kemanusiaan.

Kita sudah membaca sejarah umat manusia dan sejarah orang-orang besar. Orang-orang besar selalu mengandung dualitas yang paradoks: dikagumi dan dicemooh dalam waktu yang sama. Ka’ab al-Ahbar, seorang ahli tafsir berbagai kitab suci, bilang:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tak ada tokoh bijak-bestari di sebuah komunitas kecuali selalu saja ada orang-orang/kelompok yang mencaci-maki dan mendengki dia.”?

Hari Santri 2018

Jalal al-Din al-Suyuthi, ulama besar, seorang ensiklopedis dengan ratusan karya tulisnya, mengatakan hal yang sama, tetapi dengan redaksi bahasa yang sedikit berbeda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak ada tokoh besar pada setiap zaman kecuali dicacimaki orang-orang bodoh. Orang-orang terhormat selalu diuji oleh orang-orang pinggiran. Dulu Nabi Adam dilawan Iblis, Nabi Nuh lawan Ham dan lainnya, Nabi Daud musuh Jalut dan pasukannya, Nabi Sulaiman lawan Sakhr, Nabi Isa lawan Bukhtanshir, Nabi Ibrahim lawan Namrud, Nabi Musa lawan Firaun, dan seterusnya sampai Nabi Muhammad SAW. Beliau dilawan Abu Jahal.”

Para tokoh bijak-bestari (Hukama) dalam sejarahnya, memang, bukan hanya disumpah-serapah dan dibenci, tetapi juga dikafirkan, dibid’ahkan, dizindiq-kan (dituduh atheis). Dan ingin dilenyapkan oleh mereka yang tak matang secara intelektual dan spiritual, atau oleh mereka yang pikirannya tergantung pada bentuk-bentuk kredo formal dan teks-teks literal keagamaan atau oleh fanatisme pada kebenaran diri sendiri dan buta pada kebenaran yang lain.?

Hari Santri 2018

Imam Al-Ghazali, sang sufi besar menyebut mereka, “orang-orang yang memiliki pengetahuan terbatas. Seyogyanya keterbatasan pengetahuan itu hanya bagi dirinya sendiri dan tak boleh dipaksakan kepada yang lain. Mereka memang tak mengerti bahwa setiap kata-kata suci mengandung beribu makna.”

Boleh jadi mereka yang mengaku atau mengklaim paling benar sendiri sambil membodoh-bodohkan orang lain atau, melukai dan menyerang orang lain itu, sesungguhnya tak lebih dari orang-orang yang gelisah atas kondisi ketakberdayaan diri dan ketakutan yang berlebih. Fanatisme, radikalisme, atau ekstremisme, kata seorang psikolog, adalah gaya berpikir untuk lari dari rasa ketidakpastian, dari kebingungan yang akut, dari kecemasan yang menghantui dadanya dan rasa ketidakmampuan mengatasinya.

KH Husein Muhammad, Pendiri Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon, Penulis buku “Sang Zahid: Mengarungi Sufisme Gus Dur”.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Gus Dur Rela Menanggung Luka di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock