Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Orang Berilmu yang Celaka

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Orang Berilmu yang Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Berilmu yang Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Berilmu yang Celaka

"Celaka sekali orang bodoh yang tidak belajar. Tapi celaka seribu kali orang alim yang tak mempraktikkan ilmunya." [Imam Al-Ghazali, dalam Bidâyatul Hidâyah]

Hari Santri 2018

Akal termasuk anugerah terbesar yang ada dalam diri tiap manusia. Potensi luar biasa ini akan sia-sia belaka bila tak diikuti dengan usaha belajar dalam waktu yang tak terbatas. Membiarkan kebodohan adalah sebuah kerugian. Namun, ada yang lebih parah dari ini, yakni orang berilmu, terutama ilmu akhlak, yang tingkah lakunya tak mencerminkan kepintarannya. Yang terakhir ini tak hanya merugikan dirinya sendiri melainkan bahkan juga bisa membahayakan orang lain. Hal ini terjadi, karena dalam setiap yang dimiliki, termasuk ilmu, tersimpan tanggung jawab.

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Olahraga Hari Santri 2018

Rabu, 21 Februari 2018

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

Kami berdelapan menjadi anggota parlemen. Di antara kami, A.S. Bachmidlah yang telah memiliki mobil. Mobil "Peugeout" yang tahun pembikinannya sudah tua, dan sering mogok di jalanan.

"Hayo, mari, siapa mau ikut?" seru K.H. Muhammad Ilyas berdiri di sebelah mobil Bachmid pada suatu hari ketika kami keluar dari gedung parlemen di Jalan Dr. Wahidin.

Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

"Kami kuti numpang hingga ke Kwitang!" jawabku. Aku bersama Idham Chalid keluar gedung parlemen hendak pulang. Kami duduk di dalam mobil. Bachmid sudah siap hendak menghidupkan mesin.

"Nantilah dulu!" perintah K.H. Muhammad Ilyas kepada Bachmid. Sementara itu ia masih berdiri di luar pintu mobil.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

"Hayo lagi, siapa mau ikut?" teriak K.H. Muhammad Ilyas. Ia mengajak Hasan Basri dan Abdul Muiz yang baru keluar dari gedung parlemen.

"Sudahlah kita berangkat! Tunggu siapa lagi? Mobil begini kecil masih akan ditambah lagi penumpangnya!" teriakku kesal. Panas dalam mobil.

"Eee, biar tambah banyak yang naik mobil tambah baik. Kalau mobil ini mogok di jalanan biar banyak yang mendorong," jawab Kiai Ilyas seenaknya.

"Insya Allah tak akan mogok, percayalah!" Bachmid meyakinkan kami.

"Ya, siapa tahu! Mobil sudah nenek-nenek begini!" Idham Chalid menyela.

"Jangan kira! Dulu mobil ini baru," Bachmid membanggakan mobilnya.

"Tentu saja baru. Memangnya pabrik membuat mobil tua?" aku menyela.

Maka berangkatlah kami berempat dalam mobil Bachmid. Jika suara mesin agak lirih, Kiai Ilyas teriak: "Dorong!" Bachmid menancap pedal gas pelan-pelan, jalannya mesin kembali stabil. Alhamdulillah, sampai juga ke tempat tujuan tak kurang suatu apa. Kami lega, bebas dari ancaman mendorong mobil. Zaman itu, belum banyak orang-orang Republik memiliki mobil. Beberapa yang telah memiliki mobil, kebanyakan main dorong karena mobil sudah tua. (K.H. Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Anti Hoax, Santri Hari Santri 2018

Minggu, 18 Februari 2018

Tiap PWNU Diharapkan Punya Perpustakaan

Jakarta, Hari Santri 2018. Syatiri Ahmad, kepala perpustakaan PBNU mengharapkan PWNU se-Indonesia untuk mengadakan perpustakaan NU.

Perpustakaan itu diharapkan dapat mendokumentasikan hal ihwal NU di wilayahnya masing-masing. Selain itu, kata Syatiri, perpustakaan akan memperdalam wawasan, pengetahuan tentang NU bagi pengurus NU terutama, dan Nahdliyin pada umumnya.

Tiap PWNU Diharapkan Punya Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap PWNU Diharapkan Punya Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap PWNU Diharapkan Punya Perpustakaan

Syatiri menyampaikan hal itu pada Hari Santri 2018 di ruang Perpustakaan PBNU, lantai dua Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/12) petang. Dengan semangat, dia menyebutkan sejumlah manfaat kehadiran perpustakaan di kalangan NU daerah.

“Saya kira, pengadaan perpustakaan NU oleh setingkat PWNU tidak terlalu berat kok. Kalau setingkat PCNU, mungkin iya. Tetapi itu pun tidak menutup kemungkinan bagi PCNU kalau sudah memiliki niat yang kuat,” kata Syatiri kepada Hari Santri 2018 sambil membenahi kursinya.

Hari Santri 2018

Menurut Syatiri, kehadiran perpustakaan NU di tingkat PWNU, akan memberi banyak hal positif. Dengan keberadaan perpustakaan, karya-karya kiai dan tokoh NU akan mendapatkan ruang. Perpustakaan menjanjikan pengembangan sumber daya msayarakat dari segi kenuan.

Selain itu, materi sejarah baik berupa foto atau bahan-bahan lain yang masih dipegang secara pribadi oleh keluarga atau nahdliyin, dimungkinkan untuk bisa diakses oleh para peneliti dan terutama warga NU setempat, imbuh Syatiri.

Hari Santri 2018

Syatiri Ahmad, pria setengah baya berdomisili di Bekasi. Syatiri mudah dikenali dengan kopiah rajutan rotan ala Gus Dur yang selalu melekat di kepalanya. Meski bekerja sendiri dalam merawat perpustakaan PBNU, dia tidak kehilangan semangat untuk melayani kebutuhan pengunjung perpustakaan.  

Kehadiran perpustakaan NU lokal, bagi Syatiri, akan mendorong warga NU bersemangat dalam menggali ke-NUan mereka. Di samping itu, mereka juga diharapkan terdorong untuk menulis kehidupan NU dan tokoh NU setempat demi memotret khazanah NU yang kaya dan beragam di masing-masing daerah, tegas Syatiri. 

Redaktur  : Hamzah Sahal

Penulis     : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018. Jamaah haji Indonesia sudah menyelesaikan ibadah haji. Mereka pulang ke Tanah Air mulai 9 Oktober hingga 8 November nanti. Sebelum ke Tanah Air, para jamaah haji banyak yang menyempatkan berbelanja cendera mata khas Tanah Suci ke pusat-pusat perbelanjaan.

Salah satu pusat perbelanjaan yang diserbu oleh jamaah haji Indonesia di Makkah adalah Pasar Zakfariah. Hal ini terlihat dari banyaknya jamaah haji asal Indonesia yang sedang berbelanja seperti yang terlihat pada Rabu (15/10). Kemanapun pergi, pasti ditemui jamaah asal Tanah Air. Pasar ini disebut-sebut sebagai pengganti Pasar Seng yang dibongkar karena Masjidil Haram sedang dilakukan perluasan.

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Selain itu, dari pasar ini juga ada kendaraan taksi, atau mungkin tepatnya "angkot" karena ongkosnya ditarik per orang. Ongkos dari pasar menuju Masjidil Haram sebesar dua riyal per orang (sekitar Rp6.500).

Hari Santri 2018

Suasana pasar ini mirip dengan Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Sebelum memasuki pasar, di tepi jalan sudah banyak toko-toko.

Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), tasbih. Panganan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan lainnya. Bahkan juga mainan dan barang-barang elektronik, jam dan perhiasan. "Mau cari yang murah-murah untuk oleh-oleh," kata seorang jamaah haji.

Hari Santri 2018

Namun sebagian besar barang-barang tersebut adalah barang impor terutama dari Tiongkok. Pemasok lainnya adalah India, Pakistan dan Turki.

Jamaah yang tidak bisa berbahasa arab tidak perlu khawatir karena hampir semua penjaga toko bisa berbahasa Indonesia, minimal jika menanyakan harga-harga. Banyaknya pedagang yang bisa berbahasa Indonesia mungkin karena memang jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar dan terkenal royal membeli oleh-oleh. Tahun ini kuota jamaah haji Indonesia mencapai 155.200 orang.

Kalimat-kalimat, "Murah...murah," banyak terdengar.

"Dua riyal...dua riyal," kata pedagang lain yang sedang mengobral barang dagangannya.

Bahkan untuk menarik jamaah haji, seorang penjaga toko menyebutkan nama-nama presiden Indonesia. "Jokowi...Jokowi," kata seorang pedagang yang tentu mengundang senyum dan ketertarikan jamaah Indonesia.

Ia pun menyebut nama presiden lainnya seperti, Soekarno, Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Harga barang-barang di sini tidak terlalu jauh dengan di tempat-tempat lainnya di Makkah, misalnya ghurta antara lima hingga 15 riyal, pashmina 5-10 riyal, dan tasbih mulai 5 riyal per lusin. Namun, pembeli perlu menawar, apalagi jika ingin membeli dalam jumlah besar.?

"Jika beli satu harga 10 riyal namun beli 10 (lembar pashmina) bisa 8,5 riyal," kata anggota Media Center Haji, Neni, yang membeli pashmina.

Di pasar ini juga dijual tasbih dari bahan kayu koka. Tasbih ini memang cukup dicari pembeli karena konon tongkat Nabi Musa dibuat dari kayu ini. Namun hati-hati, menurut seorang tenaga musiman, seringkali yang dijual adalah berasal dari koka palsu.?

"Harganya bervariasi mulai dari 30 sampai 70 riyal, namun saya tidak beli takut palsu. Karena di Madinah ada yang harganya sampai 600 riyal," kata Kepala Seksi Media Center Haji, Rosidin Karidi.

Sementara itu Nazli mengatakan, walau harga tidak terlalu jauh dengan di toko-toko lainnya, namun pilihan di Pasar Zakfaria sangat bervariasi dan banyak sehingga banyak pilihannya. Nazli pun memborong jilbab.

Oleh sebab itu pasar itu disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jemaah haji, banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh.(antara/mukafi niam) foto: Kemenag

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Daerah Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

Karanganyar, Hari Santri 2018 - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti membangun musholla di Dusun Banaran Plosokerjo, Kerjo, Karanganyar, Sabtu (28/1). Kepengurusan GP Ansor Kerjo dan Satkoryon Banser yang baru dibentuk dan dilantik beberapa hari lalu langsung melakukan kerja nyata.

Ketua GP Ansor Kerjo Wiyanto mengatakan, GP Ansor-Banser di Kerjo ini baru terbentuk sehingga kami terus berusaha menunjukkan eksistensi dengan kerja nyata seperti sekarang membantu warga membangun musholla.

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

“Semoga kerja bakti pembangunan musholla ini menjadi bukti bahwa Banser dan masyarakat Banaran semangat untuk menegakkan pengamalan ajaran Islam Aswaja NU. Sehingga umat Islam di sini bisa lebih baik," kata Wiyanto.

Hari Santri 2018

Menurutnya, musholla mengambil posisi penting dalam konteks kehidupan masyarakat yang damai.

Ia juga berharap dengan turut serta Banser dalam kerja bakti ini dan kerja bakti yang lainnya di wilayah kecamatan Kerjo. Ia berharap NU dan khususnya Banser lebih dikenal dan menarik minat anak muda masuk anggota Banser meningkat. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Olahraga, Daerah, Sejarah Hari Santri 2018

Sabtu, 27 Januari 2018

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang

Bandung, Hari Santri 2018. Kabar duka datang dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.  Seorang tokoh pendidikan NU, Dr H Maman Abdurachman, berpulang ke rahmatullah. Maman saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ciamis, di samping juga Dekan FE Universitas Galuh Ciamis.

“Semasa hidupnya beliau adalah sosok yang gigih dalam mengisi perjuangan NU, sosok yang concern terhadap kemajuan pendidikan kader-kader NU khususnya di Ciamis. Semasa hidup beliau tak henti-hentinya memotivasi dan memfasilitasi kader-kader IPNU untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi,” kata Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Ciamis Wahab Hasbullah melalui pesan singkat, Kamis (14/8).

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang

Maman wafat 12 Agustus 2014, pukul 21.30 WIB, di RS Hasan Sadikin Bandung. Mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ciamis ini dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi dan setia mendampingi para pelajar NU di Ciamis.

Hari Santri 2018

Asep Irfan Mujahid Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat yang juga mantan Ketua PC IPNU Ciamis saat dihubungi (14/8) mengatakan, sosok Maman sangat dikagumi oleh para kader IPNU Ciamis.

Hari Santri 2018

“Karena beliau sangat dekat dengan kader-kader IPNU sehingga dalam sepak terjangnya di dunia pendidikan berpengaruh dalam agenda kaderisasi di IPNU Ciamis,” ujarnya. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Daerah, Quote Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Ulama Afganistan Dirikan Nahdlatul Ulama

Jakarta, Hari Santri 2018. Kabar mengejutkan datang dari Kabul, Afganistan. Untuk mempercepat proses perdamaian, sejumlah ulama yang berafiliasi dengan Taliban pada 5 Mei 2014 lalu di Kantor NECDO, Butcher St, Shahr-e-now, Kabul, membicarakan tindak lanjut rencana proses rekonsiliasi Afghanistan serta membentuk organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di sana.

Pertemuan di kantor NECDO atau Noor Educational and Capacity Development Organization itu dilaksanakan pada pukul 09.00-14.30 waktu setempat dengan yang dihadiri 20 ulama yang berasal dari propinsi Maidan Wardak, Propinsi Pansjir, Kota Kabul, Propinsi Parwan dan beberapa Ulama dari Propinsi Jalalabad.

Ulama Afganistan Dirikan Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Afganistan Dirikan Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Afganistan Dirikan Nahdlatul Ulama

Pertemuan itu merupakan tidak lanjut dari pertemuan beberapa ulama yang telah berkunjung ke Indonesia pada tahun 2013 untuk membentuk Nahdlatul Ulama Afghanistan. Pada rapat terakhir bahkan sudah disepakati bentuk logo Nahdlatul Ulama yang akan dipakai.

Hari Santri 2018

Sama seperti NU di Indonesia, organisasi yang baru dibentuk ini akan mengembangkan ajaran Islam yang toleran dan moderat, serta menyadarkan ulama dan masyarakat setempat tentang pentingnya persatuan serta saling menghargai antara satu dengan lainya. NU di Afganistan juga tidak terjun langsung ke dalam politik praktis.

Pendirian NU di Afghanistan merupakan program rintisan jangka panjang yang yang bersifat strategis dalam rangka mengamankan kepentingan nasional guna mengantisipasi perubahan drastis yang kemungkinan dapat terjadi pasca tahun 2014.

Hari Santri 2018

Diharapkan organisasi baru ini akan menjadi forum komunikasi antar ulama yang diterima oleh berbagai pihak yang tengah bertikai di Afghanistan. (Aan Ahmad/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah Hari Santri 2018

Rabu, 17 Januari 2018

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis

Jakarta, Hari Santri 2018

Untuk memperingati hari lahir ke-90 Nahdlatul Ulama, Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) menggelar bakti sosial, Ahad (28/2) di Gedung PBNU 2, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat.

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis

Bakti sosial diwujudkan dalam bentuk pembagian sembako murah dan tes IVA (inspeksi visual dengan asam asetat), yaitu tes untuk mengetahui kemungkinan seorang perempuan mengidap kanker serviks.

Ketua PP LKKNU, Hj Ida Fauziah menyampaikan, sebagai bagian dari lembaga yang dimiliki PBNU, LKKNU ingin berkontribusi membangun keluarga maslahat. Keluarga maslahat adalah keluarga yang sehat jasmani dan rohaninya. Kesehatan itu harus dimiliki oleh anak, bapak, dan ibu.

Hari Santri 2018

LKKNU mengaku prihatin dengan angka kematian perempuan akibat mengidap kanker, dan yang sangat banyak adalah kanker serviks. “Kalau dalam keluarga di Indonesa yang pada umumnya menganut patriarki, kalau ibu sakit itu keluarga sakit. Kita ingin ibu sehat, dengan cara mengantisipasi adanya kanker serviks melalui tes IVA,” tutur Ida.

Ida berharap perempuan di Indonesia pada umumnya setia dengan pasangannya, tidak berganti-ganti pasangan, tak menikahkan anak di usia dini, dan sebaliknya bila sudah usia menikah segera menikahkannya karena salah satu penyebab kanker serviks adalah terlambat menikah.

Hari Santri 2018

Turut berbicara dalam sesi penyuluhan kesehatan Dr. Wanda Wimalasari yang mengupas tentang bahaya, penyebab dan pencegahan kanker serviks.

Acara bertemakan “Selamatkan Perempuan Indonesia dari Bahaya Kanker’ ini terselenggara atas kerja sama Pengurus Pusat LKKNU dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Hadir dari pihak Perum Bulog adalah Sekretaris Perusahaan Djoni Nur Ashari yang mengungkapkan bahwa Bulog siap untuk membantu kegiatan-kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti yang dilakukan LKKNU. Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya bermanfaat namun juga tanggung jawab perusahaan dalam rangka memberdayakan masyarakat.

Pembagian sembako murah yang melengkapi acara tersebut berlangsung meriah, ditandai dengan banyaknya masyarakat yang datang mengikuti kegiatan, walaupun berada dalam suasana gerimis. Hj.Mimin (60 tahun), salah satu warga sasaran bakti sosial mengatakan sangat senang karena dapat sembako dengan harga murah.

Adapun Suhartini (40 tahun) warga lainnya, mengatakan tertarik dengan acara tersebut karena ingin tahu kesehatannya dan itu semua dilakukan dengan gratis.

Sementara Sutarni (40 tahun) yang mengikuti tes IVA mengaku tertarik mengikuti bakti sosial LKKNU karena ingin memiliki anak. Wanita yang sudah empat tahun menikah ini berharap, setelah diperiksa akan diketahui penyebab mengapa belum punya anak dan dapat diatasi solusinya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, AlaNu, Daerah Hari Santri 2018

Kamis, 21 Desember 2017

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Jakarta, Hari Santri 2018. Para kiai menggantungkan persoalan menjamurnya minimarket kepada pemerintah. Mereka melihat pemerintah memiliki sikap ganda dalam membangun perekonomian masyarakat. Keberpihakan pemerintah terhadap pedagang kecil tidak tampak di tengah menjamurnya minimarket yang ditopang modal besar. Kehadiran mereka semakin meresahkan.

“Apakah indomart dan alfamart itu salah satu wujud dari pasar bebas?” kata Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir pada diskusi terbatas soal pasar bebas pra muktamar NU ke-33 di Jakarta, Senin (11/5) sore.

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Pemerintah seperti membiarkan para pedagang kecil bertarung sendiri merebut pasar dengan minimarket tersebut. Kerap kali jumlah mereka membludak hanya berjarak beberapa puluh meter.

Hari Santri 2018

Salah satu pengurus LBM PBNU KH Arwani Faishal mendukung usul Kiai Afif. Kiai Arwani mengutip madzhab Malikiyah mengatakan dibutuhkan intervensi pemerintah untuk menjaga maslahatan umat.

“Pada praktiknya pasar bebas itu memang tidak alami. Setiap penjual dalam pasar bebas bergerak menuju keuntungan besar. Dan ini dipenuhi dengan ketidakadilan, penuh dengan rekayasa,” kata Ketua PBNU Prof DR H Maksum Mahfudz.

Hari Santri 2018

Kalau banyak laporan keluhan seperti ini, negara semakin dibutuhkan kehadirannya. Mereka harus memproteksi pedagang kecil. “Negara wajib memberikan subsidi dan permodalan,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi.

Negara, menurut Kiai Masdar, merupakan pelindung terakhir bagi pedagang lokal yang kalah dalam persaingan. Rasulullah bersabda, Assulthon waliyyu man la waliyya lah (negara melindungi mereka yang tidak memiliki perlindungan).

“Negara tidak boleh mengelak dari tanggung jawab ini. karena negara merupakan the last resources,” tandas Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Daerah, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial

Probolinggo, Hari Santri 2018. Setelah terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo periode 2015-2017 mendatang, Nur Baiti As Shiddiqy bertekad akan mengaktifkan kembali kader-kader potensial yang ada di cabang hingga ranting.

IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial

“Tetapi yang paling penting adalah bagaimana menjaga organisasi IPPNU di Kota Probolinggo ini supaya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan khittah NU,” kata mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Kademangan ini, Kamis (5/11).

Menurut Nur Baiti As Shiddiqy, untuk sementara ini dirinya bersama segenap pengurus masih akan menyusun program kerja. Pihaknya menakankan dalam waktu dekat ada kegiatan dari cabang untuk komisariat dan anak cabang.

Hari Santri 2018

“Hal ini penting supaya keberadaan komisariat dan anak cabang bisa aktf kembali. Komuniksi antara cabang dengan komisariat bisa intensif kembali. Sebab komunikasi dan koordinasi sangat dibutuhkan demi sukseskan program kerja,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Demi mewujudkan program tersebut, Nur Baiti As Shiddiqy meminta doa dan dukungan semua pengurus mulai dari tingkat cabang, anak cabang, ranting hingga komisariat untuk bersama-sama membesarkan IPPNU dengan mensinergikan program kerja sehingga bisa berjalan searah sesuai dengan keinginan para pelajar yang ada di Kota Probolinggo.

“Tentunya semua program yang akan kami susun ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pelajar yang ada di setiap lembaga pendidikan. Sebab antara lembaga yang satu dengan yang lain tentunya tidak akan sama. Pendekatan dan saling komunikasi akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Daerah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Minggu, 17 Desember 2017

Habib Syekh: Ikutlah Kiai..!

Jombang, Hari Santri 2018. Puluhan ribu warga NU tumplek blek di alun-alun kota Jombang,  Rabu (8/5) malam. Dengan pakaian serba putih dan juga kopyah putih, mereka larut dalam  lantunan bacaan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang didengungkan Habib Syekh Abd Qodir  Assegaf.

Habib Syekh: Ikutlah Kiai..! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syekh: Ikutlah Kiai..! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syekh: Ikutlah Kiai..!

Kegiatan Jombang bersholawat dalam rangka Isro miroj dan tasyakuran Jombang menerima penghargaan ke-5 pemerintahan terbaik oleh Pemerintah Pusat juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul serta ratusan kiai, pengasuh serta santri pondok pesantren se-Jombang.

Bupati Suyanto Jombang mengatakan, Jombang  Bersholawat digelar dalam rangka Isro miroj dan tasyakuran karena Jombang meraih penghargaan sebagai  pemerintahan terbaik kelima.

Hari Santri 2018

Usai sambutan Bupati,  Habib Syekh Abd Qodir Assegaf  langsung menggebrak dengan lantunan syiir Gus Dur, seperti dikomando ribuan jamaah Nahdliyin, menyahudi syiiran yang sudah mendarah daging dikumandangkan di musholla-musholla dan radio menjelang magrib tersebut. 

Hari Santri 2018

Hampir 1,5 jam lebih gema sholat dengan iringan musik rebana memenuhi pusat kota santri. Dan bagaikan konser musik Slank, para Syehker sebutan pecinta Habib asal Solo itu juga mengibarkan bendera kebesaran kelompoknya masing-masing, seperi Remaja Masjid, IPNU, Ansor serta Jamaah Sholawat bahkan bendera Merah Putih juga nampak berkibar ditengah-tengah lautan manusia berbaju putih.

Jombang Sholawat ditutup dengan doa oleh KH Masduqi Abd Rohman Al Hafidz, setelah sebelumnya Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf memberikan sambutan dan Habib Syech memberikan wejangan. 

"Para kiai sudah menyediakan kendaraan untuk kita,  tinggal kita ikut saja. Terserah kita memilih, apakah pingin ikut jalur sugeh? Yo melok’o wong sugeh (Apakah ingin mengikuti jalur orang kaya? ya ikutlah mereka, red), jika ingin selamat dunia akhirat silahkan ikut kiai," ujarnya.

Habib juga sedikit menyinggung pemahaman tentang Islam kelompok tertentu yang selalu mengkafirkan NU. Menurutnya, tidak ada yang salah di NU. "Saya pribadi mendukung pemimpin yang berahlussunah wal Jamaah. Bukan hanya orang yang berjenggot panjang yang sering menyalahkan," imbuhnya.

Jombang bersholawat ditutup dengan lantunan lagu Indonesia Raya yang dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Tri Bisno. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Pendidikan, Sholawat Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

Gandeng Tribun Jateng, RMI NU Buka Rubrik Halaqah Ramadhan

Semarang, Hari Santri 2018. Pengurus Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Tengah bekerja sama dengan harian pagi Tribun Jateng membuka rubrik Halaqah. Rubrik ini hadir setiap hari selama Ramadhan. Berbentuk tanya-jawab seputar ibadah Ramadhan menjadikan pembaca bisa mendapatkan jawaban langsung dari pengurus RMI NU Jateng. 

Kerjasama ini merupakan tindak lanjut atas kunjungan pengurus RMI NU Jateng pada 27 Mei 2015 lalu. Selain membahas kerjasama dalam rubrik Halaqah, pengurus RMI NU Jateng menjelaskan tentang Gerakan Nasional Ayo Mondok yang diluncurkan 1 Juni lalu.

Gandeng Tribun Jateng, RMI NU Buka Rubrik Halaqah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Tribun Jateng, RMI NU Buka Rubrik Halaqah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Tribun Jateng, RMI NU Buka Rubrik Halaqah Ramadhan

“Ini menjadi bagian penting, bahwa perlu adanya sinergi dengan media lokal dan nasional. Rubrik ini sebagai jembatan pembaca agar mengenal pesantren lebih jauh", ungkap anggota Departemen Media dan Informasi RMI NU Jateng, Khasan Ubaidillah. Ahad (21/6) di Semarang.

Hari Santri 2018

Pesantren, lanjutnya, menjadi tempat belajar ilmu yang dilandasi akhlak mulia. Sudah seharusnya pesantren dikenal lebih baik oleh berbagai kalangan. 

Untuk pembaca, bisa mengirimkan pertanyaan melalui line SMS ke 085712341233 untuk mendapatkan jawaban seputar ibadah Ramadhan. (Mukhamad Zulfa/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Daerah, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Sabtu, 09 Desember 2017

Ada Gerakan Shalat Subuh Berhadiah di Sidoarjo

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Pengurus Takmir Masjid Al-Ikhlas Perum Griya Permata Gedangan (GPG) Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengadakan acara gerakan shalat shubuh berjamaah berhadiah, Ahad (10/1). Acara itu diikuti oleh ribuan warga baik di lingkungan perumahan setempat maupun warga Desa Keboan Sikep, Gedangan.

Ada Gerakan Shalat Subuh Berhadiah di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Gerakan Shalat Subuh Berhadiah di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Gerakan Shalat Subuh Berhadiah di Sidoarjo

Menurut Zainur Rosyid, panitia acara, acara tersebut bertujuan agar masyarakat perumahan Griya Permata Gedangan serta masyarakat Desa Keboan Sikep sadar akan pentingnya jamaah shalat subuh, di samping untuk memakmurkan Masjid Al-Ikhlas GPG.

"Target peserta pada acara ini kurang lebih 1000 orang dari perumahan GPG sendiri maupun dari masyarakat desa terdekat. Bahkan tidak menutup kemungkinan dari masyarakat dengan radius puluhan kilometer dari lokasi yang mempunyai niatan mengikuti gerakan shalat subuh ini," kata Rosyid.

Hari Santri 2018

Rosyid menambahkan, setelah pelaksanakan shalat subuh berjamaah terdapat kultum yang diisi oleh Ustadz Beny dari Keboan Sikep. Lalu dilanjutkan dengan jalan sehat berhadiah. Kupon jalan sehat dibagikan sebelum pelaksanaan shalat subuh berjamaah.

Hari Santri 2018

Adapun hadiah pada kegiatan itu di antaranya empat buah sepeda gunung, satu TV LED, satu mesin cuci, satu mesin penanak nasi, satu kipas angin, dan masih banyak lagi hadiah hiburan lainya.

Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas Wardjito menjelaskan, dana yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan itu diperoleh dari swadaya masyarakat, sumbangan sukarela, dan kas Masjid Al-Ikhlas. "Memang warga GPG dan masyarakat sekitar luar biasa, keinginanya untuk beribadah sangat luar biasa," ucapnya terharu.

Wardjito mengingatkan kepada masyarakat betapa dahsyatnya shalat subuh berjamaah. "Seandainya ditampakkan pahalanya, niscaya orang-orang akan merangkak berdatangan," tuturnya. (Moh Kholidun/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah Hari Santri 2018

Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi

Banyuwangi, Hari Santri 2018. Baksos Kesehatan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Banyuwangi memasuki pelaksanaan di titik ketiga dari lima titik kegiatan yang direncanakan. Pada kegiatan yang berlangsung di pesantren Minhajut Thulab, Sumber Beras, Muncar, Banyuwangi, Sabtu (28/2), ribuan pasien tampak mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. Mereka yang tidak mendapatkan kupon panitia, bisa membawa KARTANU.

Layanan semula direncanakan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga pukul 13.00. namun pihak panitia bakti sosial LKNU Banyuwangi dengan senang hati memperpanjang waktu layanan hingga 1,5 jam dari jadwal yang ditentukan. Perpanjangan waktu ini dilakukan mengingat antusias warga yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan gratis tersebut.

Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi

Mobil yang disediakan panitia, sibuk hilir-mudik mengantarkan calon pasien dari tempat tinggalnya menuju lokasi layanan. Tingginya frekuensi arus hilir-mudik mobil itu sempat membuat panitia dan petugas medis kewalahan. Namun dengan jumlah tenaga medis yang memadai, antrean yang sempat mengular bisa segera teratasi.

Hari Santri 2018

Ketua panitia Baksos Kesehatan dr H Mufti Anam menyatakan, pihaknya hanya menyebarkan 750 kupon pengobatan gratis dalam setiap kegiatan. Namun pihak panitia tidak menjadikan jumlah kupon sebagai patokan untuk melayani warga yang ingin berobat. Pasalnya, meskipun tanpa membawa kupon, warga tetap mendapatkan layanan kesehatan dengan berbekal KTP atau KARTANU.

“Meskipun baksos kesehatan telah ditutup namun masih ada warga yang datang. Alhamdulillah, masih terlayani karena ada petugas medis yang belum meninggalkan lokasi,” ujar dr H Mufti sambil membantu memeriksa pasien yang datang terlambat.

Hari Santri 2018

Ketua PCNU Banyuwangi H Masykur Ali dalam kesempatan ini mengingatkan bahwa kegiatan ini telah memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat kurang mampu di Banyuwangi. Kiai Masykur berpesan kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan itu untuk senantiasa sabar dan ikhlas dalam melayani warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dengan kesabaran dan keikhlasan, semoga kegiatan ini dapat menjadi amal sholeh bagi kita semua,” kata Kiai Masykur yang turut mengarahkan warga yang ingin berobat.

Selain pengobatan gratis, tim medis juga melayani pemeriksaan gigi, penyuluhan kesehatan reproduksi wanita, penyuluhan pola hidup sehat, penyuluhan HIV/AIDs, khitanan, donor darah, santunan anak yatim, dan pemberantasan sarang nyamuk. (Fandi Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Nahdlatul, Pertandingan Hari Santri 2018

Senin, 04 Desember 2017

Naruto, Pancasila dan Nasionalisme

Oleh Muhammad Aras Prabowo

Perkembangan paham radikalisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kian mengkhawatirkan. Berbagai lini dijadikan sebagai tempat strategis dalam menyebarkan pahamnya. Mulai dari lembaga pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi) dan tempat beribadah seperti masjid. Ajaran kebencian, intoleransi sampai dengan penolakan pancasila sebagai dasar neraga republik Indonesia.

?

Naruto, Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Naruto, Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Naruto, Pancasila dan Nasionalisme

Meskipun kelompok tersebut tergolong minoritas, tapi nampaknya gerakannya kian menghawatirkan bagi ketertiban NKRI. Pancasila sebagai dasar neraga tidak luput dari penolakan kelompok radikal ini. Hal tersebut jelas mengusik sikap nasionalisme bangsa Indonesia. Apalagi pancasila merupakan kebangga, bahkan mukjizat bagi seluruh masyarakat negeri dengan penduduk lebih kurang 250 juta jiwa.

Gerakan penolakan pancasila sebagai dasar Negara ditengarai oleh kelompok-kelompok islam transnasional seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan beberapa yang berafiliasi dengan organisasi internasiona seperti Ikhwanul Muslimin (IM) sampai dengan ? Negara Islam Irak dan Syam (NIIS) serta organisasi-organisasi yang telah berubah wujud menjadi organisasi masyarakat, namun ajarannya tetap menyebarkan kebencian, perpecahan, intoleransi dan penolakan terhadap pancasila.

Negara islam dan syriat sebagai dasar hukumnya adalah angan-angan yang selalu mereka lontarkan untuk mengantikan pancasila sebagai dasar negara. Tapi, pemerintah telah mengambil sikap tegas dengan memutuskan untuk membubarkan HTI karena dianggap sebagai organisasi yang menentang NKRI. Penelokan Pancasila sebagai dasar Negara adalah alasan pembubarannya. Keputusan tersebut diapresiasi oleh berbagai lapisan birokrasi dan Organisasi masyarakat lainnya, seperti Wakil Presiden (Jusuf Kall), Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (KH Ma’ruf Amin).

Hari Santri 2018

Menurut Dr Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics menjelaskan beberapa unsur yang terdapat dalam sikap nasionalisme seperti, Hasrat untuk mencapai kesatuan, Hasrat untuk mencapai kemerdekaan. Hasrat untuk mencapai keaslian. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.?

Hari Santri 2018

Dari definisi tesebut nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang: Memiliki cta-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan, Memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan, Memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama, Menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah; dan Teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.

Orang-orang yang tergabung dengan organisasi tersebut sungguh tidak memiliki sikap nasionalisme terhadap Negara. Tidak memahami perjuangan para pendahulu yang mengorbankan tenaga sampai dengan jiwa dalam merintis kemerdekaan NKRI. Terkait pancasila, para pendiri bangsa telah merumuskan secara final kelima sila pancasila sebagai dasar Negara negeri ini.

?

Semua elemen yang terdapat dalam NKRI yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, ras, budaya dan beberpa agama telah menyatu dan diikat oleh nilai-nilai pancasila. Untuk itu, memahamkanya tentang sikap nasionalisme sangat penting. Lewat “Naruto” film anime yang banyak di tonton oleh kalangan anak-anak, remaja sampai dengan orang dewasa bisa dijadikan pembelajaran kepada kelompok tersebut tentang sikap nasionalisme.

Naruto Uzumaki adalah adalah tokoh utama dalam serial anime tersebut. Ia adalah bocah berambut pirang dan bermata biru dan sering terlihat memakai jaket dan celana panjang berwarna jingga. Di dahinya ada ikat kepala berwarna biru dengan lambang desa kelahirannya.

Menurut cerita, Naruto adalah seorang ninja dari desa Konoha (Konohagakure), yang bercita-cita untuk menjadi seorang Hokage (pimpinan tertinggi di desa Konoha). Hidupnya sebatang kara setelah ditinggal oleh kedua orangtuanya sewakti Ia masih kecil. Singkat cerita, Ia memulai pendidikannya di Akademi (sekolah) yang terdapat di Konoha. Di Akademi inilah Ia ditempah dan banyak belajar mengenai sikap nasionalisme seperti, bagaimana mencintai, melindungi, dan menjaga desa dan orang-orang yang Ia cintai.

Beberapa nilai kehidupan yang terkandung di dalam anime Naruto seperti, menggambarkan kasih sayang yang tulus, berusaha jujur dan percaya pada diri sendiri, Berjuang mempertahankan persahabatan dan perdamaian, menggambarkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang tinggi, menggambarkan pentingnya kerjasama, menghargai, menghormati, dan menolong sesama dan mengajarkan untuk mendahulukan kepentingan umum dalam kebenaran.

?

Namikaze Minato, Hokage Keempat yang rela mengorbankan dirinya saat menyegel Kurama, monster rubah ekor sembilan yang mengamuk ? dan menghancurkan Konoha dan membunuh beberapa shinobi. Sebenarnya Kurama tersegel dalam diri Kushina Uzumaki, istri Minato. Namun saat ia bersalin, segel itu melemah. Dan kesempatan itulah yang dimanfaatkan oleh Tobi, shinobi bertopeng, untuk melapaskan Kurama. Rubah ekor sembilan disegel kembali ke dalam diri anak Minato ? yang baru lahir, yang tak lain adalah Naruto. Dalam peristiwa itu Kushina juga mati.

Selanjutnya adalah Sarutobi yang rela mengorbankan dirinya ketika Orochimaru, mantan muridnya, menyerang Konoha saat ujian chuniin. Sarutobi mati karena menggunakan jurus penghisap roh untuk memukul mundur Orochimaru.Terakhir adalah Uchiha Itachi yang rela menjadi ninja buronan kelas satu setelah membantai seluruh klannya ? termasuk ayah dan ibunya. Ia hanya menyisakan adiknya saja: Uchiha Sasuke. Itachi melakukannya karena Klan Uchiha merencanakan makar. Selain nasionalisme, sebenarnya ada begitu banyak pelajaran yang bisa diambil dari anime naruto seperti persahabatan dan tekad yang kuat dalam menggapai cita-cita.

?

Fenomena perkembangan kelompok radikalisme dan anti-Pancasila yang kian subur, maka penting rasanya memahami pentingnya sikap nasionalisme dalam bernegara, khususnya bagi kelompok-kelompok yang bermimpi menggantikan Pancasila sebagai dasar negara. Seperti sikap nasionalisme yang ditanamkan oleh desa Konoha dalam anime Naruto kepada para penduduk desanya. Kedudukan sikap nasionalisme terhadap suatu Negara sangat penting untuk menjaga cita-cita kemerdekaan, kehormatan dan kesatuan bangsa.

Penulis adalah Gusdurian Makassar, Kader PMII Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tegal, Daerah, Warta Hari Santri 2018

Selasa, 28 November 2017

PMII Evaluasi Persoalan Pertambangan di Jatim

Lumajang, Hari Santri 2018 - Pada pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur di Balai Pemuda, Sabtu (3/9) sore, pengurus harian PMII Jatim masa khidmah 2016-2018 mengevaluasi perihal pertambangan di Jawa Timur yang menyisakan sejumlah persoalan. Mereka melihat ketidaksambungan antara ekspolitasi sumberdaya alam, kesejahteraan masyarakat, konflik sosial, dan masalah lingkungan.

Ketua PMII Jatim Zainuddin mengatakan, pihaknya berkomitmen mengawal implementasi pasal 33 ayat 2 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang mengamanatkan bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

PMII Evaluasi Persoalan Pertambangan di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Evaluasi Persoalan Pertambangan di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Evaluasi Persoalan Pertambangan di Jatim

Ia kemudian mencontohkan sejumlah ekplorasi alam yang erat kaitannya dengan pertambangan seperti di Kabupaten Banyuwangi. Eksploitasi besar-besaran pada emas yang diperkirakan memiliki cadangan hingga 500 ton justru menyebabkan adanya pencemaran lingkungan. Limbah dari proses eksploitasi mencemari laut.

Begitupula yang terjadi di Lumajang, kekayaan alam berupa pasir besi dengan luas 60 hektar mengakibatkan konflik sosial yang mengemuka dengan terbunuhnya Salim Kancil. Tak boleh dilupakan, masyarakat Porong di Sidoarjo harus meninggalkan rumahnya akibat kecerobohan.

Hari Santri 2018

“Semua hal itu harus menjadi perhatian semua pihak, terutama Pemprov Jatim. Kami mendukung dan mendorong sepenuhnya menggunakan kekayaan alam digunakan sebesar-besarnya utuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut sebagaimana telah diamanatkan UUD 1945 pasal 33 ayat 2,” terang alumnus UIN Sunan Ampel ini.

Hari Santri 2018

Ia menjelaskan amanat konstitusi ini mengembirakan pada wilayah teks. Namun menyedihkan di dalam realitas yang konkret. Karena masih banyak sumber daya alam yang tidak dikelola dengan baik dan masih berpihak pada kepentingan asing. Kenyataan ini disadari betul oleh pengurus PMII Jawa Timur.

Berlandaskan pada Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang meliputi hablum minallah (hubungan dengan Allah), hablum minannas (hubungan dengan manusia), dan hablum minal alam (hubungan dengan alam), maka tindakan eksloitasi yang merusak alam dan menimbulkan problem sosial ini harus segera diselesaikan.

Secara umum ada tiga hal yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pertama melakukan nasionalisasi aset atas kekayaan sumber daya alam. Kemakmuran akan sulit didapatkan manakala ternyata yang melakukan ekploitasi alam di Jawa Timur dilakukan oleh asing. Kedua, memperhatikan dampak eksploitasi terhadap lingkungan sesuai dengan PP. No 27 tahun 2012.

Sementara yang ketiga, memperhatikan dan melakukan gerakan konkret atas rakyat yang berada di sekitar eksploitasi. Nasib rakyat harus menjadi bagian utama dibandingkan mengejar pendapatan dari hasil pertambangan. Karena yang terjadi selama ini, rakyat di sekitar lokasi pertambangan selalu menjadi korban.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam pelantikan ini mengatakan, persaingan pasar bebas tidak lagi dapat dihindarkan. Untuk itu mahasiswa dan pemuda diharapkan dapat merespon kompetisi tersebut dengan melakukan gerakan ekonomi. Pihaknya, jelas Pakde Karwo, mengapresiasi setiap anak muda yang bersemangat dan bersedia menjadi agen perubahan. “Spirit yang digagas sangat baik, mari kita lakukan perubahan bersama,” terangnya.

PMII, menurut Gubernur dua periode tersebut, memiliki modal utama menghadapi pasar bebas yakni basis spiritual dan etika. Dua modal itu dapat digunakan PMII untuk mengembangkan potensi para kader, tentu menghindari menjadi penonton di negeri sendiri.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengajak seluruh kader PMII untuk menyukseskan acara Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang rencananya akan dilaksanakan di Stadion Delta Sidoarjo pada 9 September 2016. Ia juga berpesan agar PMII Jawa Timur dapat menjadi role model bagi gerakan mahasiswa di masa yang akan datang.

Selain Menpora dan Gubernur, tampak hadir Ketua Ikatan Alumni PMII Jatim Mujahid Ansori, Ketua Umum PMII Aminuddin Makruf, dan salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda. Sebanyak 2000 kader PMII dari seluruh cabang kabupaten dan kota hadir meramaikan pelantikan yang dirangkai dengan halaqah akbar ikatan alumni PMII. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Berita, Tokoh Hari Santri 2018

Senin, 27 November 2017

Menteri Desa Tegaskan Jangan Main-main dengan Dana Desa

Jakarta, Hari Santri 2018. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengingatkan pemangku desa agar tidak main-main dalam mengelola dana desa. Ia juga menyayangkan adanya indikasi keterlibatan unsur pemerintah daerah dalam korupsi dana desa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

"Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Kalau  korupsi ya harus ditindak tegas. Agar ada efek jera bagi yang lainnya," ujar Menteri Eko di Jakarta, Ahad (6/8).

Menteri Desa Tegaskan Jangan Main-main dengan Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa Tegaskan Jangan Main-main dengan Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa Tegaskan Jangan Main-main dengan Dana Desa

Ia menegaskan, tindakan korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang merusak tatanan berbangsa dan bernegara. Sebab dengan korupsi negara menjadi rusak dan masyarakat menjadi korban. "Makanya korupsi harus kita perangi secara bersama-sama," tegasnya.

Untuk itu Menteri Eko meminta kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan setiap adanya indikasi penyelewengan dana desa. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada Satgas dana desa melalui Call Center 1500040.

Hari Santri 2018

"Pemerintah pasti akan menindak lanjuti setiap laporan tersebut. Pengawasan dana desa akan lebih efektif dengan bantuan pengawasan dari semua unsur masyarakat," ujarnya.

Ia mencontohkan, terungkapnya indikasi penyelewengan dana desa di Kabupaten Pamekasan, berawal dari laporan pendamping desa terhadap penegak hukum. Menurutnya, penyelewengan dana desa akan dengan mudah diketahui, karena tidak hanya diawasi dengan ketat oleh pemerintah dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), masyarakat serta media massa.

"Saya mengapresiasi KPK dan penegak hukum lainnya yang menangani kasus ini dengan cepat. Sehingga tidak terjadi pembiaran, dan bisa menjadi pelajaran bagi pemangku desa lainnya agar tidak main-main dalam mengelola dana desa," ujarnya.

Hari Santri 2018

Senada dengan hal tersebut, Ketua Satgas Dana Desa, Bibit Samad Rianto juga mengapresiasi tindakan KPK yang melakukan OTT di Kabupaten Pamekasan. Menurutnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan menindak tegas jika terjadi penyelewengan penggunaan dana desa.

"Kalau ada pelanggaran pidana kita serahkan ke polisi. Jangan seperti Pamekasan, dilaporkan tapi ditilep, tidak diproses," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Bibit sendiri mengakui adanya potensi dan kekhawatiran terjadinya penyelewengan dana desa, baik oleh pemerintah daerah maupun aparat desa. Untuk itu Satgas dana desa akan membuat sebuah sistem dan aturan yang tidak memungkinkan terjadinya sebuah pelanggaran. Selain itu, Satgas dana desa juga akan menggerakkan masyarakat untuk turut mengawasi serta mendorong aparat desa agar transparan.

"Ada Kades (Kepala Desa) yang sudah buat baliho terima dana sekian-sekian. Nah dana itu kan dicek masyarakatnya toh, nah ini kita himpun. Melanggar pidana nggak tanggung-tanggung, kita tindak," tegasnya.

Dalam waktu dekat ia menargetkan 4 hal. Pertama, adanya sinkronisasi kebijakan dan aturan antar lembaga dan kementerian terkait desa. Kedua, terbantunya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tetinggal dan Transmigrasi dalam membuat kebijakan, peraturan dan pengawasan dana desa. Ketiga, tereliminasinya perbuatan-perbuatan melanggar serta meningkatkan kemampuan pendamping desa.

Di sisi lain, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dalam surat himbuan KPK terkait pengelolaan keuangan Desa/Dana Desa nomor B.7508/01-16/08/2016 mengatakan pengelolaan keuangan desa termasuk dana desa merupakan bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, KPK memandang penting pengelolaanya harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggung jawabkan. Berkenan dengan hal tersebut, pertama, KPK meminta seluruh aparatur pemerintah Desa mematuhi seluruh peraturan pengelolaan keuangan Desa khususnya dalam pengunaan dana desa.

Kedua, meminta para aparatur Desa harus memahami dengan baik dan mengunakan aplikasi keuangan desa (Siskudes) yang di kembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPK) bekerjasama dengan Mendagri untuk pengelolan keuangan Desa.

Ketiga, meminta Desa membuka ruang partisipasi aktif masyarakat dengan mengintruksikan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan atas pemanfaatan keuangan desa termasuk dana desa.

Keempat, KPK bersama dengan kementrian Desa PDT dan Transmigrasi dan Kementrian Dalam Negeri melakukan pemantuan dan pengawasan terhadap pelaksanan penggunaan Keuangan Desa khususnya Dana Desa.

Kelima, dalam surat himbaunya KPK mendorong partisipasi masyarakat agar melakukan pemgawasan dan melaporkan imformasi serta keluhan yang dianggap terkait penggunaan keuangan Desa khususnya Dana Desa Kepada satgas Desa-Kementrian Desa,PDT dan Transmigrasi dengan menghubungi, telepon 1500040, SMS 081288990040/087788990040 dan Website satgas.kemendesa.go.id.

Keenam, memperbanyak surat himbauan ini dan menempelkannya di tempat-tempat strategis misalnya di kantor Desa atau di tempat-tempat lain yang mudah dibaca masyarakat.

Surat yang langsung ditandatangani oleh Ketua KPK Agus Rahardjo tersebut dimaksudkan untuk menjadi perhatian bagi unsur yang berkepentingan dengan dana desa termasuk kepala Desa, agar bisa menjalankan amanah pengelolaan keuangan termasuk dana desa secara baik dan benar. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah Hari Santri 2018

Kembangkan Grup Shalawat untuk Syiar Islam

Pringsewu, Hari Santri 2018. Peringatan hari lahir (Harlah) NU yang dilaksanakan pada Sabtu (16/6) di Gedung NU Kabupaten Pringsewu Lampung mengambil tema “Bumikan Al-Qur’an dan Shalawat Melalui Harlah NU.”

Kembangkan Grup Shalawat untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Grup Shalawat untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Grup Shalawat untuk Syiar Islam

“Kegiatan ini merupakan muara dari serangkaian kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan hari lahir NU,” papar Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu KH. Mahfudz Ali. “Kegiatan tersebut meliputi Pelatihan metode membaca Al-qur’an, semaan Al-Qur’an 30 Juz bil ghoib dan diakhiri dengan Gema shalawat yang diikuti oleh grup shalawat yang ada di Kabupaten Pringsewu.” tambahnya.

Gema shalawat diselingi dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan beberapa tokoh NU lokal pringsewu seperti KH Fuad Abdillah (pengasuh Pondok Pesantren Putri Nurul Huda Pringsewu) dan KH Sujadi Saddad (Mustasyar PCNU Pringsewu) yang juga merupakan Bupati Pringsewu.

Hari Santri 2018

Dalam tausyiahnya, KH Fuad Abdillah menekankan pentingnya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW karena perintah tersebut secara jelas tertulis di dalam Al-Qur’an.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan itu ia meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu untuk lebih memperhatikan dan mengembangkan keberadaan Grup-Grup shalawat yang ada di daerah Kabupaten Pringsewu sebagai sarana syiar Islam untuk para generasi muda yang mana sekarang sudah cenderung lebih suka lagu pop dan barat dari pada lagu-lagu yang bernafaskan Islam.

Merespon harapan ini, KH Sujadi Saddad mengharapkan do’a dari seluruh warga nahdliyyin di kabupaten Pringsewu agar dalam masa kepemimpinannya harapan-harapan dari seluruh warga dapat terealisasikan dengan segera. Dalam tausiyahnya ia menyampaikan sembilan  poin penting yang harus diciptakan di Kabupaten Pringsewu. 9 poin tersebut terangkum dalam Motto Kabupaten Pringsewu yaitu Bersenyum Manis (Bersih, Sehat, Ekonomis, Nyaman, Unggul, Maju, Mandiri, Aman dan Agamis).

Dengan moto yang identik dengan angka NU yaitu 9, diharapkan warga Kabupaten Pringsewu khususnya warga NU, mampu melaksanakan motto tersebut sehingga motto tersebut bukan cuma formalitas belaka namun merupakan sebuah misi yang harus disukseskan bersama.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.30 dan berakhir pada pukul 23.30 ini dihadiri oleh segenap Pengurus Cabang NU, MWC, dan ranting NU di Kabupaten Pringsewu. Nampak hadir pula Badan otonom NU seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU.

Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah Muhammad Faizin menjelaskan, kegiatan harlah tahun ini yang merupakan Harlah ke 89 tidak mengambil patokan kelahiran NU di tahun Masehi namun menggunakan penanggalan tahun Hijriyah. 

Faizin juga mengharapkan kegiatan Peringatan Harlah kali ini yang mengusung konsep Tabligh akbar dan diselingi dengan gema shalawat, dapat menjadi contoh kegiatan yang menarik dan terus dilakukan di masa mendatang karena kegiatan seperti ini dapat membuat suasana kegiatan tidak menjenuhkan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Pendidikan, Sunnah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock