Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini!

Jakarta, Hari Santri 2018 - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengharapkan masyarakat dan media untuk tidak memviralkan foto-foto pernikahan dini seperti pernikahan Slamet dan Rohayah.

“Saya meminta bantuan semuanya sebagai bagian edukasi yang sangat penting agar jangan memviralkan foto-foto? misalnya honemoon Ananda Slamet, karena khawatir ini (pernikahan usia dini) menjadi referensi atau role model,”? kata Khofifah yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial ini.

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini!

Ia menyampaikan pernyataan saat menanggapi pertanyaan wartawan pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Halal bi Halal Muslimat NU, di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

Khoifah menegaskan, yang dipermasalahkan dalam penikahan Slamet dan Rohayah bukan perbedaaan usia mereka, namun karena usia Slamet yang masih 16 tahun, terhitung masih usia anak-anak.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Pernikahan Nomor 1 tahun 1974, pernikahan dilakukan oleh laki-laki berumur 19 tahun dan perempuan minimal 16 tahun.

“Maka saat ini dengan adanya program wajib belajar 12 tahun, bagi perempuan minimal setelah lulus SMA, dan laki-laki sesudah lulus kuliah,” tegasnya. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Quote, AlaSantri Hari Santri 2018

Minggu, 28 Januari 2018

Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty

Cirebon, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaporkan bahwa forum bahtsul masail pada rapat pleno tidak menemukan kata bulat, dengan kata lain deadlock (mauquf) perihal kebijakan Tax Amnesty atau pengampunan pajak yang sudah disahkan DPR. Karenanya forum bahtsul masail pleno menyerahkan masalah ini kepada PBNU.

"Musyawarah di forum bahtsul masail semalam berlangsung alot dan tidak menemukan rumusan. Masalah ini memang pelik," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada jumpa pers di akhir Rapat Pleno PBNU, Senin (25/7) siang.

Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty

Masalah Tax Amnesty ini dibahas PBNU dengan dasar kepedulian dan keterpanggilan NU.

"Masalah ini dibahas secara objektif, tanpa tendensi politik yang cenderung subjektif," kata Kang Said.

Kita, lanjut Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini, membahas masalah-masalah bersandar pada kitab-kitab kuning pedoman NU.

Hari Santri 2018

Sementara Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini menyatakan bahwa PBNU dalam satu pekan ke depan akan mengundang para kiai, pakar ekonomi bidang perpajakan, dan pihak pemerintah.

"Kita akan melakukan pendalaman atas masalah ini," kata Helmy. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Quote, Budaya Hari Santri 2018

Sabtu, 27 Januari 2018

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang

Bandung, Hari Santri 2018. Kabar duka datang dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.  Seorang tokoh pendidikan NU, Dr H Maman Abdurachman, berpulang ke rahmatullah. Maman saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ciamis, di samping juga Dekan FE Universitas Galuh Ciamis.

“Semasa hidupnya beliau adalah sosok yang gigih dalam mengisi perjuangan NU, sosok yang concern terhadap kemajuan pendidikan kader-kader NU khususnya di Ciamis. Semasa hidup beliau tak henti-hentinya memotivasi dan memfasilitasi kader-kader IPNU untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi,” kata Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Ciamis Wahab Hasbullah melalui pesan singkat, Kamis (14/8).

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang

Maman wafat 12 Agustus 2014, pukul 21.30 WIB, di RS Hasan Sadikin Bandung. Mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ciamis ini dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi dan setia mendampingi para pelajar NU di Ciamis.

Hari Santri 2018

Asep Irfan Mujahid Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat yang juga mantan Ketua PC IPNU Ciamis saat dihubungi (14/8) mengatakan, sosok Maman sangat dikagumi oleh para kader IPNU Ciamis.

Hari Santri 2018

“Karena beliau sangat dekat dengan kader-kader IPNU sehingga dalam sepak terjangnya di dunia pendidikan berpengaruh dalam agenda kaderisasi di IPNU Ciamis,” ujarnya. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Daerah, Quote Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Kiai Afif: Belanjalah di Pedagang Kecil daripada Minimarket Waralaba

Jakarta, Hari Santri 2018. Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir memandang perlunya keberpihakan para kiai NU terhadap pedagang kecil. Menurut Kiai Afif, di tengah menjamurnya minimarket waralaba yang mendesak masuk hingga perkampungan, para kiai penting mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan belanja di warung-warung kecil.

“Saya melihat bagaimana nasib-nasib pedagang kecil kita. Kita mesti tergerak untuk membela mereka,” kata Kiai Afif di Jakarta, Sabtu (28/2) pagi.

Kiai Afif: Belanjalah di Pedagang Kecil daripada Minimarket Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Afif: Belanjalah di Pedagang Kecil daripada Minimarket Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Afif: Belanjalah di Pedagang Kecil daripada Minimarket Waralaba

Pasalnya, uang yang masuk ke minimarket seperti Indomart, Alfamart, dan sejenisnya, tidak lagi kembali ke masyarakat tetapi menguap ke luar.

Hari Santri 2018

Meskipun begitu, kata Kiai Afif, kita harus mengakui bahwa ketidakberdayaan pedagang kecil kita tidak semata kesalahan kebijakan negara tetapi juga kesalahan dari diri kita sendiri.

“Kalau butuh rokok atau air mineral, saya sengaja menghindari toko-toko minimarket. Saya pilih lari ke warung kecil,” ujar penulis kitab syarah Taqrib, Fathul Mujibil Qarib. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Meme Islam, Quote Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Banyumas, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyumas, Jawa Tengah, mengadakan lomba menulis karya tulis ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Hal ini didorong oleh keinginan agar masyarakat turut menyumbang pemikiran terhadap berbagai problematika umat.

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Secara khusus, ISNU Banyumas menantang peserta lomba untuk menulis dari tema besar yaitu “Rekonstruksi Kinerja NU di Era Global” dengan panjang tulisan 15-20 halaman.

Tulisan dapat dikirim ke email rohman.boys@gmail.com atau dikirim langsung ke sekretariat panitia di Pesantren Mahasiswa An-Najah, Jalan Moh Besar Kutasari Purwokerto, paling lambat tanggal 7 September 2015 (cap pos). Tentang persyaratan peserta dan hadiah, informasinya dapat diakses di situs www.isnubanyumas.org.

Hari Santri 2018

Ketua panitia, Suparjo, mengatakan ke depan kegiatan ini merekomendasikan konsep dan instrumen teknis penting dalam mendukung kemajuan kesejahteraan bangsa. Hasil lomba ini akan dibukukan dan diseminarkan.

Hari Santri 2018

"Jadi tidak sekadar lomba memenuhi syarat kepentingan formal semata, namun ada spirit untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara untuk lebih baik. Kami tunggu partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam lomba yang memang ditujukan umum untuk semua kalangan," imbuhnya, Rabu (8/7).

Humas panitia LKTI Nasional, Ulul Huda, berharap melalui kegiatan ini banyak sumbangan pemikiran kaum intelektual untuk kemajuan sumber daya manusia khususnya warga NU di Banyumas.

"Ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan kaum intelektual untuk berkontribusi untuk memberikan edukasi dan pengawasan sosial di sekitarnya. Dengan pemikiran mereka, kami yakin dapat diperoleh berbagai alternatif pemecahan masalah," jelasnya. (Susanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Sunnah, Quote, Makam Hari Santri 2018

Jumat, 29 Desember 2017

Baanar Ansor Kadur Sasar Geng Motor Pengedar Narkoba

Pamekasan, Hari Santri 2018 - Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) di bawah naungan GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan dilantik di halaman pendopo Kecamatan Kadur, Sabtu (5/11). Usai dikukuhkan berdasarkan SK bernomor 002/PAC/XII.42/SK-01/XI/2016, Baanar Kadur dalam waktu dekat akan langsung menyasar komunitas geng motor yang belakangan ini gencar terindikasi mengedar narkoba.

Kepala Baanar GP Ansor Kadur Lif Hodir menegaskan, upaya tersebut perlu dilakukan karena akhir-akhir ini para geng motor cukup meresahkan masyarakat. Banyak orangtua yang mengadu kepada Baanar karena khawatir anaknya terjerembab pada barang haram tersebut.

Baanar Ansor Kadur Sasar Geng Motor Pengedar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar Ansor Kadur Sasar Geng Motor Pengedar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar Ansor Kadur Sasar Geng Motor Pengedar Narkoba

"Lumbung peredaran narkoba di Kabupaten Pamekasan memang sejauh ini dikenal berada di daerah pantura, Kecamatan Proppo, dan Tlanakan di Kabupaten Pamekasan. Dalam perkembangannya, Kecamatan Kadur juga dibidik bandar guna merusak generasi bangsa lewat narkoba," ujar Lif Hodir.

Modusnya, tambah Lif Hodir, ialah dengan merekrut para pemuda untuk bergabung dengan geng motor. Setelah resmi jadi anggotanya, secara perlahan diberi pil narkoba gratis. Setelah ketagihan, baru pakai akad jual beli.

Hari Santri 2018

"Salah satu tugas Baanar adalah pada penindakan. Penindakan di sini tidak harus menangkap pengedar dan pemakai, tetapi dengan jalan melaporkan ke aparat kepolisian. Kami juga sudah koordinasi aktif lewat telpon dengan Danramil," terang pria kelahiran Desa Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan.

Hari Santri 2018

Baanar Kadur resmi dilantik bersama Pengurus GP Ansor dan MDS Rijalul Ansor Kadur. Mereka dikukuhkan langsung secara serentak oleh Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman.

Pelantikan ini dihadiri Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim, pengurus harian dan departemen GP Ansor Pamekasan, Kepala Baanar Kabupaten Pamekasan Ra Hasan Al-Mandury, Ketua dan Sekretaris GP Ansor se-Kabupaten Pamekasan.

Di samping itu, hadir pula Ketua MWCNU Kadur KH Ahmad Baidawi Abshom, kepala desa dan kepala sekolah sekecamatan Kadur, OSIS, pimpinan ranting GP Ansor sekecamatan Kadur, Muslimat dan Fatayat Kadur, IPNU-IPPNU Kadur, serta Muspika Kadur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote, Syariah Hari Santri 2018

Kamis, 28 Desember 2017

Citra Positif Jemaah Haji Indonesia di Mata Dunia

Jakarta, Hari Santri 2018. Salsabilla Wilhelmina Arwani seringkali dikira orang Tiongkok. Bocah-bocah kecil meneriakinya, “Nihao, Shinwi,” dengan maksud menggodanya. 

Citra Positif Jemaah Haji Indonesia di Mata Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Citra Positif Jemaah Haji Indonesia di Mata Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Citra Positif Jemaah Haji Indonesia di Mata Dunia

Terkadang, mereka juga mengiranya orang Malaysia. Konon, di negara tempatnya belajar, Malaysia lebih dikenal. Padahal Indonesia memiliki andil cukup besar dalam kemerdekaan dan pembangunan negaranya.

Lepas dari itu, pernah suatu ketika, ia dan rekan-rekannya menanggapi pertanyaan tentang asal mereka. Saat mereka menyebut nama Indonesia, barulah pujian mengalir begitu deras dari lisan warga negara tersebut. 

Masya Allah. Tabarakallah. Indunisi ahsanu annasi akhlaqo,” tulis Salsa menirukan ucapan masyarakat sana pada status Facebooknya, Selasa (5/9).

Hari Santri 2018

Tentu saja heran yang ada di benak warga Pesantren Buntet tersebut. Bagaimana mereka bisa berpendapat demikian, sementara di negara yang beribukota Rabat itu warga Indonesia terbilang sedikit?

Pengalaman mereka berhaji membawa mereka beranggapan demikian. Cerita-cerita hujjaj dari Indonesia begitu berkesan di benak mereka. 

“Katanya orang Indonesia itu ramah, baik hati, mau berbagi, sopan, dan lainsebagainya. Katanya orang Indonesia itu sangat bersungguh-sungguh dalam ibadah umroh dan haji, muamalah dengan sesama orang Indonesia pun baik,” lanjut alumni Pondok Pesantren Kajen, Pati, tersebut.

Karena hal tersebut, mereka tak segan untuk memberikan nomor ponsel dan alamatnya agar suatu saat nanti rumahnya dapat dikunjungi bangsa Indonesia. 

Hari Santri 2018

“Sebab dari itu, banyak juga orang Maroko yang kemudian mempercayakan kami untuk menyimpan nomer ponselnya dan memberi tahu alamat rumahnya untuk dikunjungi kapan ada waktu,” tulis pelajar yang kini sedang menempuh studi di Muassasah Imam Nafie, Tangier, Maroko tersebut. (Syakir NF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

Jombang, Hari Santri 2018. “Pak, kalau sudah bisa nulis berita apakah harus jadi wartawan media? celetuk santri perempuan pesantren Annajiah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang saat mengikuti diklat jurnalistik santri beberapa waktu lalu.

Kegiatan diklat jurnalistik dikalangan santri pesantren Bahrul Ulum Tambakberas bukan hal baru, hampir setiap tahun dilakukan. Baik untuk kalangan santri maupun pelajar di lingkungan madrasah yang ada di pesantren KH Wahab Hasbullah ini.

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

”Setiap tahun santriwati memiliki agenda kegiatan pelatihan, termasuk jurnalistik seperti ini,” ujar Dewi Widya Sari ketua pelaksana kegiatan yang juga santri senior di Annajiah ini menceritakan.

Diklat jurnalistik tahun ini dikatakannya diperuntukkkan bagi santri kelas 1 dan II setingkat Madrasah Aliah. “Mereka diharapkan bias mengisi dan mengelola majalah yang dimiliki pesantren. Karena sekarang majalah yang pernah diterbitkan sekarang rencananya akan kembali diterbitkan lagi,” tandasnya, majalah pesantren Annajiah bahrul Ulum diterbitkan bersama mahasiswa Stikes dan pelajar SMK dibawah naungan Annajiah.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Pesantren Bahrul Ulum juga pernah memiliki Majalah dengan nama Ka’bah, yang terbit setiap satu tahun sekali. Sedangkan beberapa unit lembaga pendidikan juga memiliki Majalah tersendiri, Seperti Madrasah Mu’alimin Mu’alimat Atas (MMA) enam tahun menerbitkan majalah atau bulletin tahunan dengan Kharisma, begitu juga dengan MAN juga menerbitkan Majalah tahunan. Bahkan kedua lembaga ini kini juga memiliki web site www.mualliminenamtahun.net dan www.mantambakberas.com.

Sementara itu, Hari Santri 2018 yang diminta memberikan materi Jurnalistik Dasar untuk menulis karya jurnalistik seseorang tidak harus menjadi wartawan. Karena karya jurnalistik bisa dipublikasikan diberbagai media. 

“Dan banyak orang bisa dengan mudah membuat beritanya sendiri lalu menyebarluaskannya di berbagai jejaring sosial dunia maya. Entah lewat blog atau di berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook atau Youtube,” beber Ramadlan mengatakan.

Untuk publikasi, lanjutnya sesorang tidak perlu menunggu waktu lama agar tulisannya bisa dimuat dalam media cetak arus utama, saat ini, seseorang sudah bisa memublikasikan tulisannya secara independen. Semangat kemandirian yang difasilitasi dengan sangat baik oleh jaringan internet.

Jika tulisan-tulisan itu cukup kuat, maka peran pembentukan opini pun dapat pula direngkuhnya. Media jenis ini disebut sebagai “new media.” Kemudian melahirkan pula apa yang dikenal saat ini dengan konsep “citizen journalism” atau pewarta warga yang biasa dikirim seorang pada media media cetak maupun online.

"Dan banyak media menyediakan kolom untuk karya seperti ini," tandasnya. 

Dikatakannya, media kini terbagi menjadi beberpa macam, meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).’ Seperti Hari Santri 2018, dan yang lainnya,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nasional, Quote, Warta Hari Santri 2018

Senin, 18 Desember 2017

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa

Way Kanan,Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Way Kanan bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Cabang Way Kanan meluncurkan Kartu Komunitas Desa di sekretariat gedung PCNU Way Kanan Rabu (29/6).

Dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Way Kanan KH Nurhuda mengatakan bahwa kemandirian ekonomi warga nahdliyin perlu ditingkatkan dengan berbagai upaya agar kesejahteraan dapat terwujud.

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa

“Melalui program Kartu Komunitas Desa ini akan banyak membantu warga nahdliyin yang terlibat didalamnya baik sebagai agen maupun sebagai tenaga marketing,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Nantinya hasil penjualan atau pun jasa yang dilakukan melalui outlet-outlet, NU mendapatkan royalti atas keuntungan yang didapat. Ini merupakan suatu trobosan nyata untuk warga nu khususnya dan umumnya masyarakat Way Kanan.

Sementara itu bupati Way Kanan H. Raden Adipati Surya mengapresiasi langkah kongret yang dilakukan pengurus NU Way Kanan. Dirinya berharap ke depan ada lagi inovasi yang bisa dikembangkan untuk mensejahterakan warga NU dan masyarakat Way Kanan.

Hari Santri 2018

“Saya akan membuka pintu selebar-lebarnya apabila ada gagasan yang dapat berguna untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kepala Cabang Indosat Ooredoo Way Kanan H. Ali Murtadho bahwa pihaknya bersama NU Way Kanan meluncurkan Kartu Komunitas Desa, satu akses beragam layanan yang saat ini telah berdiri 1 kantor cabang dan 11 outlet yang tersebar di masing-masing kecamatan.

Kartu Komunitas Desa, satu akses beragam layanan mempunyai program untuk transaksi online berbagai jenis pembayaran, di antaranya pembayaran listrik, transfer, pembayaran listrik,token, PDAM, Telpon, TV berlangganan, BPJS dan penjualan paket data maupun pulsa.

“Keuntungan kerja sama ini yakni untuk nu akan mendapatkan royalti yang dapat digunakan untuk operasional dan kegiatan-kegiatan NU lainnya,” pungkasnya. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Quote, Nahdlatul Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dan DPR meninjau ulang Undang Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air atau lebih dikenal sebagai undang-undang privatisasi air karena tidak adil bagi masyarakat.



PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

"Demi keadilan kita minta undang-undang privatisasi air ditinjau ulang," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj usai membuka rapat kerja Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU sekaligus seminar bertajuk "Perubahan iklim, Penanggulangan Bencana dan Lingkungan di Indonesia" di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, di dalam forum tersebut, yang dihadiri antara lain Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, CEO WWF Indonesia Efriansyah, Deputi Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sugeng Tri Utomo, Direktur Bappenas Suprayoga Hadi, dan Ketua LPBINU Avianto Muhtadi, Said Aqil menyoroti privatisasi dan monopoli terhadap sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Hari Santri 2018

Padahal, lanjutnya, konstitusi negara, UUD 1945, mengamanatkan cabang-cabang produksi yang yang menguasai hajat hidup orang banyak, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Islam, kata Said Aqil, juga melarang keras penguasaan sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak oleh orang atau kelompok tertentu sehingga menyengsarakan yang lain.

Hari Santri 2018

“Dalam Islam ditegaskan bahwa air, api dan rumput diharamkan dimiliki oleh individu, ini merupakan barang publik untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dalam konteks sekarang, air bisa dikategorikan sebagai sumber-sumber mata air yang kini banyak dikuasai oleh perusahaan air minum dalam kemasan, yang akhirnya menyebabkan penduduk sekitarnya kesulitan air.

Sementara itu, “api” bisa dimaknai dengan berbagai macam bentuk sumber energi seperti minyak bumi, batubara dan lainnya. Kang Said mengungkapkan, secara kasat mata bisa dilihat bekas-bekas galian batubara di Kalimantan dan Sumatra yang bisa menimbulkan bencana besar, sementara hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Dalam konteks “rumput” ia menjelaskan bahwa hal ini bisa dianalogikan dengan potensi sumberdaya hutan, yang sekarang juga mengalami kerusakan luar biasa. Lebih dari 80 juta hektar hutan di Indonesia rusak, sementara penduduk yang berdiam di sekeliling hutan tetap menderita.

Ia menegaskan, jika ada aturan Allah yang dilanggar, maka manusia akan mendapatkan dampaknya. Segala doa dan permohonan tidak akan dikabulkan karena ada aturan besar yang dilanggar.

“Doa dari para ulama dan istighotsah tak ada faedahnya karena melanggar aturan, kecuali tindakannya diperbaiki,” tuturnya.

Ia menegaskan himbaun untuk meninjau ulang aturan privatisasi air ini sama sekali bukan politis atau karena kepentingan tertentu, tetapi murni demi keadilan dan kepentingan masyarakat luas. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Quote, Sejarah Hari Santri 2018

Rabu, 13 Desember 2017

Pesantren, Benteng Pertama dan Terakhir Pendidikan Islam di Nusantara

Pandegelang, Hari Santri 2018. Dari sisi sejarah, pesantren dapat dianggap sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Pesantren muncul bersamaan dengan proses islamisasi yang terjadi di bumi Nusantara pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi, dan terus berkembang sampai saat ini.

Ketahanan yang ditampakkan pesantren sepanjang sejarahnya dalam menyikapi perkembangan zaman menunjukkan, sebagai suatu sistem pendidikan, pesantren dianggap mampu berdialog dengan zamannya. Pada gilirannya hal itu telah menumbuhkan kepercayaan sekaligus harapan bagi sementara kalangan, pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan alternatif pada saat ini dan masa depan.

Pesantren, Benteng Pertama dan Terakhir Pendidikan Islam di Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Benteng Pertama dan Terakhir Pendidikan Islam di Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Benteng Pertama dan Terakhir Pendidikan Islam di Nusantara

Pembantu Dekan pada Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. M. Syairozi Dimyathi Ilyas mengemukakan, pesantren adalah benteng pertama dan terakhir pendidikan Agama Islam di nusantara.

Hari Santri 2018

“Dengan kekhasannya yang unik, pesantren adalah corak institusi pendidikan Islam di bumi nusantara ini,” terang Syairozi dalam sebuah seminar yang bertempat di Perguruan Islam Mathla’ul Anwar Linahdlatul Ulama (MALNU) Pusat Menes, Pandegelang, Banten, Sabtu (11/8).

Syairozi yang merampungkan pendidikan doktoralnya di Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Azhar Kairo ini mengatakan, ciri khas utama lainnya yang tidak dimiliki institusi-institusi pendidikan lainnya di luar pesantren adalah banyaknya waktu belajar yang ada di pesantren sehingga membuka kesempatan besar bagi para santri untuk menuntaskan semua materi pembelajaran yang diberikan.

Hari Santri 2018

“Kenyataan ini menjadi basis yang harus kita cermati sebagai kekuatan untuk menjadikan pesantren sebagai institusi pendidikan terunggul di Indonesia yang kita cintai ini,” katanya dalam seminar yang terselenggara atas kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Britich Council Indonesia, Perguruan Islam MALNU, dan PP Al Mahbubiyah Jakarta itu.

Menyinggung kenyataan kurikulum pendidikan di pesantren, Syairozi menuturkan, dulu, kurikulum di madrasah dan pesantren umumnya diselenggarakan tanpa tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, menurutnya, target yang yang harus dicapai dalam pembelajaran itu juga tidak jelas.

“Selain itu, metode pengajaran yang dilaksanakan oleh para guru adalah metode ceramah. Dlam metode ini, hanya guru yang berperan aktif menjelaskan kandungan materi, sedangkan santri hanya menjadi pendengan setia yang pasif,” kata Syairozi.

Melihat pola pembelajaran seperti itu, Syairozi mengingatkan perlunya diadakan pengembangan kurikulum dan metode pengajaran di madrasah dan pesantren demi efektifitas dan ketercapaian tujuan yang dicanangkan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara yang juga pembicara dalam seminar bertajuk “Revitalisasi Peran Pondok Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Nusantara di Era Globalisasi” itu H Mulya Rahayu Lc, mengatakan, pesantren perlu segera berbenah diri untuk merespon arus globalisasi yang begitu gencar dengan mengambil langkah-langkah preventif dan inovatif agar tidak tergerus olehnya dengan menciptakan sebuah sistem pengelolaan pesantren yang profesional sesuai tuntutan zaman.

“Pesantren tidak akan bisa menolak cepatnya arus teknologi informasi sebagai ciri dari globalisasi. Untuk itu, pesantren sudah saatnya menata diri melalui sistem manajemen yang rapi dan profesional,” terang Mulya, yang mencontohkan bahwa baru baru ini, Fakultas Teknologi Informasi ITS telah memberikan pelatihan kepada sedikitnya 30 pesantren di Surabaya dan Sidoarjo terkait upaya mendegitalisasi kita kuning.

Hadir juga sebagai pembicara dalam seminar itu adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahbubiyah Jakarta Dr. KH Manarul Hidayat, dan alumnus pondok pesantren At-Tanwir Talun, Bojonegoro, Jawa Timur, Sudarto Murtaufiq S.Th.I. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Quote Hari Santri 2018

Rabu, 06 Desember 2017

Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati

Karya Imam al-Ghazali ini merupakan satu di antara sekian ribu buku tentang menyucikan hati dari berbagai macam penyakit yang tak lekang oleh zaman. Hati pada hakikatnya adalah akar dari segala kebahagiaan. Jika hati selalu diserang oleh berbagai macam penyakit, maka kebahagiaan akan sangat sulit untuk diraih. Di sinilah pentingnya kita melatih hati agar kebahagiaan hidup yang hakiki bisa kita jumpai.

Hidup bukanlah hidup jika manusia tidak menemukan kebahagiaan. Sebagaimana lumrah kita ketahui bahwa bahagia tak lain bersumber dari hati, bukan pikiran. Jika kebahagiaan dianggap bersumber dari pikiran, itu bukan kebahagiaan yang hakiki, tapi hanya khayalan yang sangat tinggi. Maka dari itu, sebuah usaha untuk meraih kebahagiaan yang hakiki, kita harus bisa melatih hati agar tetap sehat dan terjauh dari segala macam penyakit (hati).

Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati

Ada banyak penyakit hati yang kadang kita tak merasakannya telah menjadi tunas-tunas hingga berakar kuat dan sulit ditumbangkan. Misalkan seperti iri/dengki, sombong, khianat, bohong/dusta, pamer, ‘ujub, dan kikir, serta penyakit-penyakit lainnya yang bersumber dari hati. Jika hati diserang penyakit-penyakit demikian, maka kita tidak akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Ada beberapa terapi (latihan) mengobati hati dari penyakit tersebut sebagaimana diulas dalam karya ini.

Hari Santri 2018

Salah satu terapi untuk mengobati hati yang sedang dilanda oleh penyakit-penyakit tersebut yaitu bersabar (hlm. 4). Sabar memiliki beberapa dimensi; ada sabar menaati perintah Allah, sabar menjauhi larangan-Nya, sabar menghadapi musibah, dan sabar atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepada hamba lain. Substansinya, sabar menjadi tonggak terapi obat hati. Jika kita bisa sabar atas segala hal, sudah dapat dipastikan janji Tuhan tidak akan pernah melesat. Orang-orang yang sabar akan menemukan kenikmatan (kebahagiaan) hidup, dan pada gilirannya nikmat yang diberikan kepada orang lain, juga diberikan kepada kita oleh Allah dengan cara yang adil berkat kesabaran yang kita tanam.

Akar persoalan hidup

Keberadaan karakter/tabiat (hidup) manusia ditentukan oleh segumpal daging (hati) yang ada di dalam tubuhnya. Jika daging itu kotor dan penuh dengan penyakit, maka akan tercermin melalui pola hidupnya. Dengki, atau tidak rela jika orang lain menerima nikmat lebih baik dari kita. Orang yang hatinya ditimpa oleh penyakit dengki, maka berbagai cara akan dilakukan untuk menghilangkan nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada orang (hamba)-nya yang lain. Bisa saja orang itu dibunuh atau kenikmatannya dihilangkan dengan berbagai macam cara.

Hari Santri 2018

Dengki sebenarnya hanya penyakit kecil dan ringan di dalam hati. Tapi, jika dibiarkan, maka akan menjadi penyakit fisik/badan hingga menjadi dosa besar. Persoalan hidup selalu timbul dan tumbuh diakibatkan oleh hati. Orang yang hatinya dengki, maka kegelisahan dan berat pikiran akan selalu menghantuinya. Masih dalam satu terobosan untuk mengobati dengki, yaitu sabar yang diwujudkan dengan sifat qana’ah atau menerima apa adanya nikmat yang diberikan oleh Tuhan (hlm. 102).

Dengan sifat menerima apa adanya, hati akan merasa lega dan tenteram. Kita tidak boleh mengharapkan apa yang dimiliki oleh orang lain hilang atau menjadi milik kita dengan cara yang tidak dibenarkan baik secara moral atau sosial. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda, “Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta, tetapi kekayaan jiwa (hati)” (HR. Muslim).

Selain dengki, penyakit hati yaitu berupa takabbur (sombong/tinggi hati). Sombong adalah sifat bangga yang berlebihan dari dalam hati seorang hamba (manusia). Sehingga menganggap orang lain tak sebaik dari dirinya. Misalkan kita kaya-raya, cerdas/pintar, atau memiliki pangkat tinggi. Jika kita mensyukurinya, sudah tentu penyakit sombong bisa menjalar ke dalam hati dan dicerminkan melalui perilaku sehari-hari dengan menganggap remeh orang lain.

Sombong secara kasat mata tampak biasa-biasa saja, tapi sebenarnya sangat berbahaya bagi mereka yang menyadarinya. Sifat sombong bisa berdampak memeras (menganiaya) orang lain dan suka berbuat sewenang-wenang, serta menyepelekan (menganggap remeh) orang lain. Biasanya orang sombong ditakuti dan tidak disuka oleh masyarakat. Obat sombong yaitu bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada kita (hlm. 140).

Jika kita sebagai manusia selalu merasa terbebani dalam menjalani roda kehidupan ini, maka introspeksi diri dalam hati adalah salah satu solusinya (hlm. 238). Kita harus bisa mendeteksi sedini mungkin keberadaan hati yang ada dalam tubuh kita masing-masing. Jika ada secuil benih-benih penyakit atau sudah menumpuk banyak, maka kita harus sesegera mungkin untuk melakukan pembersihan dan terapi agar kemelut hidup tidak selalu menghantui.

Kehadiran buku ini akan menjadi pemandu untuk menemukan hakikat kebahagiaan dalam hidup umat manusia. Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta kekayaan, kecerdasan, segala keinginan bisa terpenuhi, dan kesempurnaan jiwa-raga, tapi kebahagiaan sejati tumbuh dari hati yang bersih dari segala macam penyakit. Dengan menyelami hati melalui karya ini, kita akan diajak untuk terapi pengobatan hati secara sempurna agar bisa menemukan kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia hingga akhirat kelak. Selamat membaca dan menggapai kebahagiaan yang hakiki!

Data buku

Judul : Menyelami Isi Hati

Penulis : Imam al-Ghazali

Penerjemah : Akhmad Siddiq dan A. Rofi’i Dimyati

Editor : Mukhlis Yusuf Arbi dan Muhammad Taufik

Penerbit : Keira Publishing

Cetakan : I, 2014

Tebal : 312 halaman

ISBN : 978-602-1361-13-9

Peresensi : Junaidi Khab, pecinta baca buku, tinggal di Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Quote, PonPes Hari Santri 2018

Minggu, 03 Desember 2017

Untuk Selamatkan Agama dan Umat Beragama

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan, alasan dirinya tidak bersedia memenuhi undangan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush pada Senin (20/11) mendatang bukan karena benci terhadap orang nomer satu di AS itu atau pun negaranya. Melainkan karena ingin menyelamatkan agama sekaligus umat beragama.

“Keengganan saya untuk tidak hadir dalam pertemuan itu bukan karena saya benci (kepada Bush, Red), mogok atau menolak Amerika. Tetapi ingin menyelamatkan agama dan sekaligus juga umat bergama agar tidak dibawa-bawa dalam setiap agresi atau kebijakan Bush,” tegas Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (9/11).

Untuk Selamatkan Agama dan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Selamatkan Agama dan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Selamatkan Agama dan Umat Beragama

Sebagaimana diberitakan situs ini, Sabtu (4/11) lalu, pemimpin tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini menyatakan tak bersedia memenuhi undangan bertemu Bush. Ia menganggap percuma saja bicara dengan Bush karena menyangsikan dialog tersebut akan membawa hasil positif. “Secara pribadi, kalau diundang, saya nggak mau datang, karena Bush orangnya keras kepala,” ketusnya.

Hasyim sangat menyadari, jika dirinya hadir, maka akan muncul kesan bahwa pertemuan tersebut ada kaitannya dengan urusan agama. Padahal, menurutnya, kedatangan Bush yang akan mampir di Indonesia selama 6 jam setelah menghadiri pertemuan APEC di Vietnam 18-20 November 2006 itu adalah untuk kepentingan ekonomi semata.

Sebagai Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP), ia tak ingin hal itu terjadi. “Seakan-akan ada nuansa agama, seperti persoalan Israel-Libanon, Afganistan, Irak atau nuklir Iran, dan sebagainya. Padahal kan tidak ada hubungannya sama sekali. Kepentingannya adalah ekonomi atau imperialisme,” terangnya.

Dengan nada agak keras, Hasyim menyatakan, kedatangan pemimpin negeri Paman Sam tersebut tak perlu ditafsirkan bermacam-macam--termasuk terkait urusan agama--, kecuali hanya demi kepentingan ekonomi. “Biarkanlah Bush itu datang tanpa nuansa agama, tetapi lebih bernuansa imperialisme,” tegasnya.

Hari Santri 2018

Disinggung tentang sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam yang akan berunjuk rasa menolak kedatangan Bush, Hasyim menilai hal itu adalah wajar sebagai sebuah reaksi. Penolakan seperti itu, katanya, tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara mana pun yang akan dikunjungi Bush.

Namun demikian, Hasyim berharap agar setiap reaksi terhadap AS maupun Bush tersebut harus dilakukan secara proporsional. Ia melihat, selama ini, terutama di Indonesia, penolakan atau aksi menentang kebijakan AS tidak dilakukan dengan tepat. "Menentang Amerika pakai golok. Teriak Allahu Akbar sambil melempar telor busuk," tandasnya.

“Saya berharap, reaksi masyarakat Indonesia itu yang berkualitas. Kalau Amerika menyerang ekonomi kita, ya kita perkuat perekonomian kita. Kalau budaya, lawan juga dengan budaya dan pendidikan kita. Kalau politik, lawan juga dengan politik yang sehat. Begitu juga kalau Amerika menyerang kita dengan pelor, ya kita lawan juga dengan pelor,” ujar Hasyim.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mengungkapkan alasan lain terkait keengganannya bertemu Bush. Menurutnya, saat bertemu di Bali pada 2003 silam, dirinya berpesan akan banyak hal kepada presiden dari Partai Republik itu. Namun, imbuhnya, hingga saat ini, pesan itu tak ada satu pun yang diperhatikan.

Dijelaskan Hasyim, pesan tersebut antara lain, ia meminta agar AS jangan selalu menggunakan standar ganda dalam setiap kebijakan internasionalnya. Ia juga menuntut keseriusan negara adidaya tersebut dalam menciptakan perdamaian dunia, terutama perdamaian antara Israel dan Palestina.

Istilah crusade (perang salib) yang digunakan Bush saat akan menyerang Irak beberapa tahun lalu juga menjadi perhatian Hasyim. Ia menggugat penggunaan istilah yang sensitif tersebut. “Saya katakan, kalau pakai istilah crusade, maka jangan heran kalau umat Islam meresponnya dengan istilah jihad,” ujarnya.

Hal lain yang Hasyim tegaskan saat bertemu dengan Bush adalah stigma terorisme yang kerap dilekatkan kepada Indonesia, khususnya umat Islam di negeri ini. “Indonesia itu korban terorisme, bukannya sarang terorisme,” katanya.

Peran AS dalam dunia internasional yang seakan memosisikan diri sebagai ‘polisi dunia’ juga tak lepas dari kritiknya. Diceritakannya, kepada Bush, ia mengatakan agar AS tak perlu lagi menjadi pengatur dunia. “Saya katakan, Amerika itu cukup jadi ‘Bapak Dunia’ saja, nggak usah repot-repot jadi ‘polisi dunia’ segala. Dengan begitu, biayanya kan lebih murah,” terangnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Syariah, Kajian, Quote Hari Santri 2018

Kamis, 30 November 2017

Kampanye Antikekerasan Anak, 2 Artis Ini Sambangi RA Muslimat NU di Brebes

Brebes, Hari Santri 2018. Artis Tomi Kurniawan dan Shaleh Ali ‘Said Bajaj Bajuri’ menjadi juri kehormatan pada lomba kelas cantik di Raudlatul Athfal (RA) Muslimat NU Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jumat (27/5).

Mereka sengaja datang dalam rangkaian roadshow peduli anak dan anti kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kedua artis tersebut menyinggahi RA Muslimat NU senyampang dengan jadwal kunjungannya di Brebes untuk mengisi puncak Hari Lahir Fatayat NU yang akan dipusatkan di Lapangan desa Jatirokeh, Songgom, Brebes, Sabtu (28/5) besok.

Kampanye Antikekerasan Anak, 2 Artis Ini Sambangi RA Muslimat NU di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampanye Antikekerasan Anak, 2 Artis Ini Sambangi RA Muslimat NU di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampanye Antikekerasan Anak, 2 Artis Ini Sambangi RA Muslimat NU di Brebes

Dalam kunjungannya, Tomi menjadi juri kehormatan Kelas cantik yang digelar RA tersebut. Tomy dalam kesempatan tersebut menyampaikan arti pentingnya menjaga anak dan mengarahkannya ke jalan yang sesuai dengan tuntunan Quran dan Hadits serta petunjuk dari para ulama. “Kita harus arahkan anak-anak kita ke jalan yang di ridloi Allah SWT,” terangnya.

Tentunya, lanjut Tomi, arahan menuju jalan kebaikan harus diberikan sejak usia dini. Jaga anak-anak kita agar terhindar dari bahaya Narkoba, juga dari cengkeraman kaum pedofilia.?

Maraknya kekerasan terhadap anak dan perempuan, kata Tomy, harus menjadi keprihatinan bersama. Dengan jalan, kita sama-sama peduli, menebar kasih sayang dan mengarahkan pada pergaulan yang sesuai dengan syariat Islam.

Hari Santri 2018

Tomy dan Shaleh diantar oleh Ketua Yayasan RA Muslimat NU H Rofiq Abdillah. Rofiq menjelaskan kalau sekolah RA yang setingkat TK ini berbiaya murah tetapi mutunya sangat luar biasa. Terbukti kerap menjadi juara ditingkat Provinsi. “Bayarnya juga untuk 1 anak, tetapi yang berangkat 2 orang yakni ditambah ibunya ikut sekolah juga,” seloroh Rofiq.

Kepala RA Muslimat NU, Khusnul Khotimah menambahkan, RA yang dipimpinnya memiliki 103 siswa yang dibagi dalam 5 rombongan belajar, mereka dibimbing oleh 7 orang guru.

Hari Santri 2018

Prestasi RA Muslimat NU Kluwut sangat membanggakan antara lain menjadi juara ditingkat Provinsi untuk bidang Tartil Quran, gerak dan lagu, senam anak dan lomba dongeng. “Guru kami juga menjadi guru teladan urutan 10 tingkat Provinsi Jawa Tengah 2016,” paparnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote Hari Santri 2018

Rabu, 29 November 2017

Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit

Probolinggo, Hari Santri 2018. Selama bulan suci Ramadhan, buah semangka dan blewah menjadi buah yang paling banyak dicari. Kandungan air yang cukup tinggi di dua buah ini menjadi alasan banyak konsumen untuk mengonsumsinya saat berbuka.

Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit

Beberapa titik di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo pun bermunculan pedagang semangka dan blewah. Salah satunya Khusairi (47) warga Desa Muneng Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Dua minggu sebelum bulan puasa, dirinya membuka lapak tepat di depan rumahnya, tidak jauh dari Kantor Kecamatan Sumberasih.

“Kalau sore pembelinya seperti ini ramai sekali dan tidak pernah sepi. Sebab mereka rata-rata membeli buah semangka dan blewah untuk dimakan pada waktu berbuka puasa bersama keluarga,” ungkapnya, Ahad (13/7) sore.

Hari Santri 2018

Menurutnya, pembeli buah semangka melonjak drastis selama Ramadhan. Sebelum puasa, 1 truk dengan kapasitas 6-7 ton semangka biasanya habis dalam waktu seminggu. Namun, saat puasa, hanya dalam waktu lima hari, dua truk semangka sudah habis. “Dalam lima hari itu habis sekitar 14 ton semangka dan blewah. Penjualan naik dua kali lipat,” terangnya.

Untuk memenuhi pasokan buah semangka dan blewah, Khusairi mendatangkan dari Kabupaten Sumenep, Madura. Setiap lima hari, kiriman selalu datang. Semangka yang dijualnya adalah semangka merah dan semangka kuning. Namun yang paling banyak diminati adalah semangka kuning. “Kebetulan pas puasa ini bersamaan dengan musim semangka dan blewah. Jadi tidak kekurangan stok,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Khusairi sendiri sengaja memilih semangka Sumenep karena lebih manis dibandingkan dengan dari daerah lain di Madura. “Sebelum ambil dari Sumenep, saya mengambil dari Bangkalan dan Pamekasan. Rasanya tidak berbeda jauh, tetapi bijinya lebih banyak,” tegasnya.

Harga jual semangka sendiri terbilang murah. Semangka merah dan blewah dijual dengan harga Rp. 3.000 per kilogram. Sedangkan semangka kuning Rp. 4.000 per kilogram. “Meskipun mahal, semangka kuning lebih banyak dicari. Karena rasanya lebih manis dan kandungan airnya jauh lebih banyak,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Husni (30 tahun), pedagang semangka di Jl. Cokroaminoto Kota Probolinggo. Menurutnya, selama Ramadhan permintaan semangka meningkat. Dalam seminggu saja, 10 ton semangka habis terjual. “Sebelum puasa, seminggu maksimal 5 ton saja,” ungkapnya.

Husni mengaku memasok semangka yang dijualnya dari Banyuwangi. Saat puasa, pengiriman dilakukan setiap tiga hari sebanyak 1 pikap berkapasitas 5 ton. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote, Sholawat, Sejarah Hari Santri 2018

Senin, 27 November 2017

Akar Radikalisme Bermula dari Pendidikan

Jakarta, Hari Santri 2018?

Awal Mei 2017 lalu, pemerintah mengumumkan pembubaran HTI sebagai organisasi yang bertentangan dengan ideologi negara Indonesia. Hal tersebut ? berkat peran signifikan NU dan mayoritas muslim di Indonesia yang mendorong kebijakan negara agar ormas yang menolak Pancasila harus segera dibubarkan.?

Demikian disampaikan Katib Syuriyah PBNU KH M. Mujib Qulyubi pada acara Halaqah Ramadlan Dewan Pakar Pimpinan Pusat Pergunu di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (5/6).

Akar Radikalisme Bermula dari Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Akar Radikalisme Bermula dari Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Akar Radikalisme Bermula dari Pendidikan

Dalam menyikapi gerakan-gerakan radikal yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah dan ideologi negara Indonesia, Kiai Mujib berharap agar semuanya, termasuk Pergunu ikut mendukung keputusan pemerintah.?

"Pergunu harus mulai teliti dan mulai jeli bahwa pergerakan-pergerakan yang merugikan Indonesia itu memang dimulai dari pendidikan kita," kata Kiai Mujib mengingatkan.?

Begitupun dalam hal agama, ia berharap agar para guru membersihkan dan meluruskan pemahaman tentang jihad, ideologi, dan akidah yang selama ini telah ? direduksi maknanya.?

Hari Santri 2018

Dalam mensterilkan pemahaman tersebut, ia meminta ada inisiatif dari Pergunu pusat untuk membuat materi ajar ? yang berbasis harmoni. Jadi, ayat-ayat seperti jihad yang dipakai dan dijadikan pijakan kelompok radikal itu harus diurai oleh Pergunu.?

"Itu ayat yang menurut kita, dipahami dengan amat sangat salah (oleh kelompok radikal)," ujarnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Quote Hari Santri 2018

Sabtu, 25 November 2017

Ketua PBNU: Kalau Orang NU Miskin Berarti Negara Miskin

Kupang,? Hari Santri 2018?

Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), KH Muhammad Salim Al- Jufri, menekankan agar warga Nahdiyin terus mengembangkan sikap kemandirian. Menurutnya, kalau orang NU miskin berarti negara itu miskin. Sebab, prinsip NU ialah mengelola sumber daya yang ada dan terus bekomitmen menjaga Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (NKRI).

"Sesuai sensus LSI jumlah warga Nadhiyin se-Indonesia sebanyak 93 juta, dan sampai hari ini tetap menjaga marwah organisasi walaupun berbagai gangguan faham baru yang masuk dari luar dengan berbagai rayuan, berbagai cara tetapi warga Nadhiyin tetap komitmen mengawal NKRI," tegas Korwil Nusa Tenggara Timur ini dalam sambutan pembukaan Muswil ke- IX PWNU Nusa Tenggara Timur (NTT) di Hotel Aston Kupang, Jumat (15/4).

Salim Al-Jufri ingin roh republik Indonesia diisi oleh NU, sebab menurut dia, NU sebagai organisasi besar di Indonesia yang konsisten menjaga nilai budaya, ras, serta menerima siapa saja dan cukup toleran. "NU anti kekerasan, anti membicarakan tentang perbedaan suku, agama dan ras," tegasnya.

Ketua PBNU: Kalau Orang NU Miskin Berarti Negara Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Kalau Orang NU Miskin Berarti Negara Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Kalau Orang NU Miskin Berarti Negara Miskin

Hal ini, menurutnya menjadi kerja berat NU secara nasional, bagaimana menghadapi kelompok-kelompok yang mengusung faham radikalisme dan terorisme.?

Sementara itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dalam sambutannya, mengakui NU ? tetap menjaga keutuhan NKRI. Ia mengatakan organisasi yang sehat, memerlukan perubahan dan tetap menjalankan visi sesuai dengan kebutuhan zaman.?

Hari Santri 2018

"NTT butuh suasana toleran, kita butuh damai kita tidak butuh kacau di sini," tuturnya.

"Sebagai mayoritas harus melindungi yang minoritas, sehingga minoritas merasa nyaman, dan itu peran serta tanggung jawab NU," pungkasnya. (Ajhar Jowe/Zunus)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pendidikan, Quote, Aswaja Hari Santri 2018

Rabu, 22 November 2017

Tak Cukup Mahasiswa Hanya Belajar di Kampus

Banda Aceh, Hari Santri 2018. Selain sebagai kontrol sosial, mahasiswa juga diharapkan bisa terjun langsung ke masyarakat bersama-sama aktif melakukan pendidikan menuju perubahan yang lebih baik. 

Hal itu tersampaikan Ketua PC PMII Banda Aceh, Akmaludin, pada Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) PC PMII Kota Banda Aceh dalam pembukaan acara di Aula Gedung Pemuda Aceh, Sabtu (28/10).

Tak Cukup Mahasiswa Hanya Belajar di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Cukup Mahasiswa Hanya Belajar di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Cukup Mahasiswa Hanya Belajar di Kampus

“Mapaba bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa yang akan bergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), diharapkan mampu memberikan pemahaman terhadap mahasiswa terhadap tugas dan fungsinya,” kata Akmal.

Mapaba bertema Melahirkan kader Muda yang Bertakwa dan professional, Mapaba kali ini juga menjadi istimewa karena bertepatan dengan hari sumpah pemuda ke-89.

Akmal mengatakan, sudah seharusnya mahasiswa tidak sekedar belajar apa yang diberikan di dalam perkuliahan di kampus. Namun, pengetahuan dan pemahaman serta keterlibatan dalam berorganisasi juga diperlukan. 

“Pasalnya, setelah lulus di bangku perkuliahan mahasiswa akan dihadapkan dan dilibatkan pada persoalan lingkungan di masyarakat," tegas Akmal setelah membacakan bait-bait sumpah pemuda.

Hari Santri 2018

Kegiatan yang diikuti oleh 83 orang calon kader dan setelah di lakukan screening test tersaring 43 orang peserta yang bekomitmen menjadi kader PMII Banda Aceh dan akan mengikuti setiap tahapan kaderisasi hingga akhir. (Fauzan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote, Amalan, Santri Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Selasa, 14 November 2017

Tetap NU Meski Tanpa Organisasi

Karanganyar, Hari Santri 2018. Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten? Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan satu-satunya desa yang belum mempunyai ranting NU di Mojogedang. Sebenarnya lokasinya tidak terlalu pelosok dan tertinggal, kecuali hanya berjarak sekitar 1 km dari pusat kecamatan.

Meskipun belum mempunyai organisasi NU secara resmi, warga Ngadirejo tetap bersemangat melestarikan tradisi dan praktik peribadatan ala warga NU pada umumnya (amaliyah nahdliyah), seperti shalawat-nariyahan, tahlilan, yasinan, dan acara tasyakuran dalam bentuk kenduri.

Tetap NU Meski Tanpa Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tetap NU Meski Tanpa Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tetap NU Meski Tanpa Organisasi

Hampir setiap RT di desa ini mempunyai jadwal rutinan pelaksanaan amaliah? tersebut. “Jadi pelaksanaannya digilir tiap rumah secara urut, dan waktunya setiap 35 hari sekali atau kalau orang Jawa menyebut selapan dino,” ujar Sukidi, warga Ngadirejo seusai acara tahlilan dan shalawatan di rumah salah satu warga, Kamis (19/9).

Hari Santri 2018

Masing-masing RT memiliki jadwal kegiatan tersebut yang tidak sama, sebagian melaksanakannya pada Jumat Legi, Jumat Kliwon, atau lainnya tergantung kesepakatan warganya.

Di balik semangat mereka melakukan amaliah tersebut, muncul kegelisahan di kalangan warga Ngadirejo karena mereka sendiri masih bingung mencari figur panutan dalam hal agama.

Hari Santri 2018

Mereka melakukan kegiatan itu karena memandang sebagai ibadah yang baik meski tanpa satu warga pun yang mengetahui dasarnya. Tak heran jika dengan mudah pula mereka akan terhasud oleh pemahaman lainnya.

“Ya saya orang NU dan amaliah yang biasa warga sini lakukan itu juga NU saya tau. Tapi kalau saya disuruh menunjukkan dasarnya, saya sendiri belum tau. Jadi sekarang ini sudah ada beberapa warga yang tidak mau ikut acara-acara seperti tahlil, yasin, kenduri karena mereka bilangin bid’ah,” tambahnya.

Sedangkan Kiai Mukti Ali sendiri selaku Ketua PCNU Karanganyar mengungkapkan bahwa memang di Ngadirejo belum ada ranting NU. Menurut dia, kondisi ini dikarenakan belum ada kader di desa tersebut.

“Desa Ngadirejo itu warganya masih gampang ajakannya, terutama dalam hal agama. Tapi sayang belum ada yang menjadi panutan dan belum ada kader NU yang mendirikan ranting,” katanya.

Kalaupun dirikan ranting, lanjut Mukti Ali, belum ada yang istiqamah tinggal di sana. “Jadi saat ini ada jama’ah (warga) tapi tanpa jam’iyah (organisasi),” paparnya saat ditemui Hari Santri 2018 di kediamannya Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Quote Hari Santri 2018

LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat

Jakarta, Hari Santri 2018

Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) mengajak masyarakat secara umum untuk mengikuti Pelatihan Hisab-Rukyat yang digelar di Masjid an-Nahdlah yang terletak di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (1/5) mendatang.

Kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap Rabu minggu pertama saban bulan ini dimulai setelah sembahyang maghrib dari pukul 18.30 sampai 21.00 WIB. Pelatihan Hisab-Rukyat menargetkan, peserta dapat menguasai beragam materi seputar penentuan awal bulan hijriyah, waktu shalat, arah kiblat, dan peristiwa gerhana.

Seorang staf LFNU, Maftuhin, mengungkapkan, Rabu nanti pemateri akan datang dari Subdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI yang akan mengulas hisab-rukyat penentuan arah kiblat.

LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat

”Peserta juga akan diajarkan tentang cara hitung dan praktik sampai bisa. Rencananya, peserta akan mendapatkan buku secara gratis,” ujarnya.

LFNU mengadakan pelatihan gratis ini secara perdana pada April 2013. Dalam kesempatan ini, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI KH Ahmad Izzuddin, yang juga pengurus PP LFNU, memberikan pengenalan umum mengenai ilmu falak, hisab dan rukyat.

Hari Santri 2018

Izzuddin mengatakan, ilmu falak merupakan pengetahuan yang langka. Meskipun, dalam menunjang ibadah umat Islam, urgensi disiplin ini tak terelakkan.

Untuk registrasi, peserta dapat datang ke sekretariat PP LFNU di gedung PBNU, lantai 4, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, atau menghubungi (021) 31909735.

Hari Santri 2018

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Bahtsul Masail, Quote Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock