Rabu, 29 November 2017

Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit

Probolinggo, Hari Santri 2018. Selama bulan suci Ramadhan, buah semangka dan blewah menjadi buah yang paling banyak dicari. Kandungan air yang cukup tinggi di dua buah ini menjadi alasan banyak konsumen untuk mengonsumsinya saat berbuka.

Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit

Beberapa titik di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo pun bermunculan pedagang semangka dan blewah. Salah satunya Khusairi (47) warga Desa Muneng Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Dua minggu sebelum bulan puasa, dirinya membuka lapak tepat di depan rumahnya, tidak jauh dari Kantor Kecamatan Sumberasih.

“Kalau sore pembelinya seperti ini ramai sekali dan tidak pernah sepi. Sebab mereka rata-rata membeli buah semangka dan blewah untuk dimakan pada waktu berbuka puasa bersama keluarga,” ungkapnya, Ahad (13/7) sore.

Hari Santri 2018

Menurutnya, pembeli buah semangka melonjak drastis selama Ramadhan. Sebelum puasa, 1 truk dengan kapasitas 6-7 ton semangka biasanya habis dalam waktu seminggu. Namun, saat puasa, hanya dalam waktu lima hari, dua truk semangka sudah habis. “Dalam lima hari itu habis sekitar 14 ton semangka dan blewah. Penjualan naik dua kali lipat,” terangnya.

Untuk memenuhi pasokan buah semangka dan blewah, Khusairi mendatangkan dari Kabupaten Sumenep, Madura. Setiap lima hari, kiriman selalu datang. Semangka yang dijualnya adalah semangka merah dan semangka kuning. Namun yang paling banyak diminati adalah semangka kuning. “Kebetulan pas puasa ini bersamaan dengan musim semangka dan blewah. Jadi tidak kekurangan stok,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Khusairi sendiri sengaja memilih semangka Sumenep karena lebih manis dibandingkan dengan dari daerah lain di Madura. “Sebelum ambil dari Sumenep, saya mengambil dari Bangkalan dan Pamekasan. Rasanya tidak berbeda jauh, tetapi bijinya lebih banyak,” tegasnya.

Harga jual semangka sendiri terbilang murah. Semangka merah dan blewah dijual dengan harga Rp. 3.000 per kilogram. Sedangkan semangka kuning Rp. 4.000 per kilogram. “Meskipun mahal, semangka kuning lebih banyak dicari. Karena rasanya lebih manis dan kandungan airnya jauh lebih banyak,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Husni (30 tahun), pedagang semangka di Jl. Cokroaminoto Kota Probolinggo. Menurutnya, selama Ramadhan permintaan semangka meningkat. Dalam seminggu saja, 10 ton semangka habis terjual. “Sebelum puasa, seminggu maksimal 5 ton saja,” ungkapnya.

Husni mengaku memasok semangka yang dijualnya dari Banyuwangi. Saat puasa, pengiriman dilakukan setiap tiga hari sebanyak 1 pikap berkapasitas 5 ton. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote, Sholawat, Sejarah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock