Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

Pringsewu, Hari Santri 2018. Dalam rangka mewujudkan organisasi yang berkualitas serta meningkatkan motivasi pengurus untuk terus berkhidmah di NU, PCNU Pringsewu menggelar Kegiatan Lomba MWCNU dan Ranting NU Sehat Se-Kabupaten Pringsewu.

Setelah dilakukan Proses Penilaian oleh Tim Khusus terhadap 9 MWC dan 131 Ranting selama lebih kurang 3 bulan, para pemenang lomba diumumkan pada Kamis (19/1) dibarengkan dengan Pringatan Hari Lahir NU ke 91 tingkat Kabupaten Pringsewu di Gedung NU setempat.

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

"Ada tiga MWC dan tiga Ranting dari setiap Kecamatan yang kita pilih sebagai Juara. Dan mereka berhak mendapatkan Thropi, Hadiah serta dana Pembinaan dari PCNU Pringsewu," Jelas Ketua Tanfidziyyah H. Taufiqurrohim disela-sela pengumuman lomba tersebut.

Mas Tas Taufik, begitu Ia biasa disapa menjelaskan bahwa dana untuk pembinaan pemenang lomba tersebut mencapai 39 juta. "Kita berharap kedepan Jamiyyah NU di Kabupaten Pringsewu terus meningkatkan kualitas organisasi dan pengurus akan lebih serius lagi dalam mengurus ummat," harapnya.

Ia menjelaskan pula bahwa beberapa indikator Tim penilai dalam memberikan nilai antara lain adalah ketertiban administrasi, kuantitas dan kualitas realisasi program kerja dan kelengkapan organisasi. Setelah penilaian dengan langsung terjun ke daerah tersebut dilaksanakan akhirnya terpilih MWC NU Kecamatan Adiluwih menjadi Juara I Lomba tingkat Kecamatan. Untuk Juara II diraih oleh MWC NU Pringsewu dan Juara III diraih oleh MWC NU Pagelaran.

Hari Santri 2018

Selain itu Tim Penilai juga memberikan penghargaan kepada beberapa MWC yang menonjol dalam kategori tertentu. Diantara Kategori tersebut adalah Kelengkapan Badan Otonom dan Lembaga, Keaktifan Lembaga Pendidikan Maarif, Kekompakan dengan Banom dan beberapa kategori lain.

Sementara untuk Pemenang Lomba Ranting NU Sehat sebagai berikut: Kecamatan Adiluwih. Juara I Ranting NU Bandung Baru, Juara II Ranting NU Tri Tunggal Mulyo dan Juara III Ranting NU Srikaton. Kecamatan Pringsewu. Juara I Ranting NU Fajar Agung Barat, Juara II Ranting NU Fajaresuk dan Juara III Ranting NU Margakaya.

Kecamatan Pagelaran. Juara I Ranting NU Sumberejo , Juara II Ranting NU Patoman dan Juara III Ranting NU Tanjung Dalam. Kecamatan Ambarawa. Juara I Ranting NU Jati Agung , Juara II Ranting NU Ambarawa dan Juara III Ranting NU Sumberagung . Kecamatan Banyumas . Juara I Ranting NU Mulyorejo , Juara II Ranting NU Banyumas dan Juara III Ranting NU Sri Rahayu.

Kecamatan Pagelaran Utara. Juara I Ranting NU  Margosari, Juara II Ranting NU Gunung Raya  dan Juara III Ranting NU Fajar Mulya. Kecamatan Gading Rejo . Juara I Ranting NU Tegalsari, Juara II Ranting NU Klaten dan Juara III Ranting NU Gadingrejo.

Hari Santri 2018

Kecamatan Pardasuka. Juara I Ranting NU Pujodadi, Juara II Ranting NU Rantau Tijang  dan Juara III Ranting NU Pardasuka. Kecamatan Sukoharjo . Juara I Ranting NU Waringin Sari Barat, Juara II Ranting NU  Panggungrrjo Utara dan Juara III Ranting NU Siliwangi.

Hadiah bagi Pemenang MWC NU Sehat diserahkan langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Sujadi didampingi oleh Jajaran Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyyah PCNU Pringsewu. Sementara untuk Lomba Ranting NU Sehat penyerahan diberikan oleh setiap Ketua MWC masing-masing. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes Hari Santri 2018

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif

Jakarta, Hari Santri 2018. Saat ini dunia maya tengah viral oleh adanya penceramah agama yang dinilai tidak kompeten di salah satu televisi nasional. Terlihat dalam tayangan itu seorang ustadzah yang menulis ayat Al-Quran  dengan kesalahan yang sangat fatal. 

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif

Hal tersebut mengundang keprihatinan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Maman Imanulhaq.

Kiai Maman menegaskan bahwa televisi adalah media yang efektif ditonton dan memengaruhi pola pikir  masyarakat umum. Apabila tayangan ceramah keagamaan yang berkualitas dengan materi dakwah yang transformatif dan aktual disuguhkan oleh penceramah yang kompeten, maka akan mengukuhkan nilai agama yang menjadi semangat perubahan dan perdamaian.

"Sebaliknya bila materi ceramah yang hanya tekstual, tidak komprehensif dikarenakan tidak memiliki kompentensi, dan cenderung menyalahkan kelompok yang berbeda akan mempengaruhi masyarakat untuk saling membenci dan akan membingungkan umat,” ujarnya, Selasa (5/12).

Kejadian tersebut bukan pertama kali. Beberapa acara keagamamaan di televisi membuat resah umat diantaranya karena cenderung menyalahkan tradisi dan ritual yang dilakukan sebagian besar umat Islam di Indonesia. 

Hari Santri 2018

Untuk mengantisipasi kejadian serupa Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahldatul Ulama (LD-PBNU) dan LTNNU akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. 

Hari Santri 2018

Hasil dari FGD akan dikomunikasikan dengan statsiun-statsiun TV melalui program visit media. 

Selain itu, juga akan memberikan daftar profil 30 ustad muda NU kepada stasiun televisi. Para dai muda NU yang  nantinya direkomdasikan dipastikan adalah penceramah yang berkompeten. Penceramah juga mampu membawakan materi dakwah yang jadi solusi keagamaan bernilai kasih sayang serta memberikan dampak sosial serta membawa perbaikan bagi peradaban.

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (Lembaga Infokom dan Publikasi) LTN PBNU, Hari Usmayadi, mengatakan pihaknya telah membuat kompilasi penceramah yang memiliki kompetensi keagamaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada para pihak yang membutuhkan, termasuk stasiun televisi.

“Pada saat ini telah disediakan dan terus dikembangkan website layanan Syiar Digital Nahdlatul Ulama dengan alamat www.nahdlatululama.id yang menyediakan daftar profil ustad dari berbagai provinsi dengan beragam keilmuan agama. Versi videonya ditampilkan di kanal video http://youtube.com/nahdlatululama, sehingga memudahkan masyarakat perkotaan dan perkantoran dalam mencari ustad,” kata pria yang akrab dipanggil Cak Usma ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Pahlawan, Doa Hari Santri 2018

Jumat, 16 Februari 2018

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018

Rais Aam PBNU KH Maruf Amin mengatakan bahwa masalah radikalisme sudah merupakan bahaya global. Radikalisme harus ditangkal melalui berbagai cara tak terkecuali di dunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian hidup masyarakat khususnya generasi muda.

Ia mengajak kepada seluruh media online untuk bersatu dan serentak menyuarakan konten-konten damai kotra-radikalisme agar masyarakat paham serta dapat menerima konten yang benar dan yang seharusnya mereka terima.

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

"Radikalisme dan terorisme berasal dari pemahaman yang keliru khususnya memahami makna jihad," tegas Kiai Maruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia saat memberikan pengarahan pada peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam.

Hari Santri 2018

Kiai Maruf menjelaskan, jihad bukan hanya perang namun jihad bisa bermakna perbaikan segala aspek seperti sosial, budaya, politik, dan sebagainya. "Banyak ayat Al-Qur’an tentang perang yang dipakai di daerah damai. Indonesia negara damai dan ayat itu tidak berlaku," jelasnya.

Hari Santri 2018

Apalagi di Indonesia, sebuah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku, radikalisme dan terorisme harus dilawan. "Indonesia merupakan darussalam, negara damai yang bukan dalam wilayah perang," tegasnya.

Ia menegaskan, non-Muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan Muslim tidak boleh dimusuhi dan dibunuh. Menurutnya, siapa saja membunuh non-Muslim yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka ia tidak akan mencium bau surga.

Oleh karenanya NU sebagai ormas keagamaan mengedepankan prinsip ukhuwah (kebersamaan) yang ia sebut sebagai tri ukhuwah, yaitu ukhuwah wathaniyyah (kebersamaan dalam bernegara), ukhuwah islamiyyah (kebersamaan dalam agama islam) dan ukhuwah insaniyyah (kebersamaan sesama manusia). (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Munas Mundur 13-15 Juni 2014

Jakarta, Hari Santri 2018. Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama diputuskan mundur dari rencana sebelumnya 9-11 Mei 2014. “Insyaallah Munas akan diselenggarakan pada tanggal 13, 14 dan 15 Juni,” kata Ketua PBNU H Arvin Hakim Thoha saat memimpin rapat perdana panitia Munas di kantor PBNU Jakarta, Selasa (22/4) malam.

Arvin yang juga Ketua Harian Munas-Konbes NU 2014 menyampaikan, agenda nasional ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur.

Munas Mundur 13-15 Juni 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas Mundur 13-15 Juni 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas Mundur 13-15 Juni 2014

“Berdasarkan informasi dari Ketua Umum (KH Said Aqil Siroj) Munas-Konbes akan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jum’at 23 Juni pukul 14.30 WIB,” kata Arvin.

Hari Santri 2018

Agenda persidangan Munas akan dimulai pada Jum’at malam, dan akan berakhir atau ditutup pada Ahad sore atau malam.

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris Panitia Munas Enceng Shobirin Najd dan Wakil Sekretaris Sulthon Fathoni, mundurnya jadwal pelaksanaan Munas-Konbes 2014 ini berdasarkan pertimbangan kesiapan tuan rumah Pesantren Al-hamid serta kesiapan panitia pusat maupun daerah yang belum memadai.

Munas dan Konbes NU nanti akan diikuti oleh Pengurus Pleno PBNU yang terdiri dari terdiri dari Mustasyar, Pengurus Lengkap Syuriyah, Pengurus Lengkap Tanfidziyah dan Ketua Umum Badan Otonom tingkat pusat, beserta perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan ditambah para kiai dari beberapa pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Sekretaris SC Munas-Konbes 2014 H Abdul Mun’im DZ, selain menyelesaikan beberapa pembahasan dalam Munas Cirebon 2012, Munas kali ini lebih khusus akan menyiapkan materi Muktamar 2015.

“Pada saat Muktamar nanti kita harapkan semua materi sudah mateng dan tinggal disahkan saja. Karena tidak mungkin muktamar akan secara serius membahas materi karena pasti kalah sama hiruk-pikuk itu (prosesi pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum baru: Red),” ujarnya. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Suasana Munas Cirebon 2012

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Jadwal Kajian, PonPes Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Hilal Terlihat di Gresik

Jakarta, Hari Santri 2018. Alhamdulillah, hilal atau sebagai pertanda masuknya awal bulan Syawal terlihat di bukit Condro Dipo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik pukul 17.37 WIB. Dengan demikian Idul Fitri akan bersamaan.

Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat di Gresik

Dua orang saksi yang melihat hilal adalah H Inwahuddin dan Ahmad Azar, tim dari LFNU.

“Meskipun sudah ada yang melihat bulan, keputusan resminya akan menunggu sidang isbat di Kementerian Agama,” kata Nahari Muslih, sekretaris Lajnah Falakiyah NU, Rabu (8/8).

Hari Santri 2018

Dari sejumlah laporan yang masuk ke tim Lajnah Falakiyah NU di gedung PBNU, sejumlah lokasi seperti Papua, Makassar, Bali, Masjid Agung Jawa Tengah, Blitar dan lainnya semuanya mendung tebal. Pesimisme menghantui karena adanya kekhawatiran lebaran jatuh pada hari Jum’at. Terlihatnya di Gresik menjadi kabar gembira bagi semuanya.

Hari Santri 2018

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, RMI NU, Syariah Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri

Pasuruan, Hari Santri 2018

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebut santri pesantren sebagai orang-orang yang ikhlas, gigih dan tidak manja. Mereka didik untuk menjadi generasi yang kuat dan tidak mudah mengeluh.

"Santri ketika mondok, tidak pernah memikirkan nanti setelah lulus mau menjadi apa? Kerja apa? Nanti makanya dari mana ya? Punya mobil berapa ya? karena santri merupakan orang sederhana dan ikhlas," katanya saat memberi taushiyah pada pembukaan Silatnas Ayo Mondok di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Pasuruan, Jumat (13/5) malam.

Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri

Santri pesantren, lanjut Kang Said, didik untuk menjadi generasi yang mandiri dan tidak bergantung pada bantuan orang lain.Jiwa kemandirian ini yang menjadikan santri memiliki nilai lebih dari yang lainya.

"Santri ketika pulang dari pesantren harus mandiri. Tidak perlu jungkir balik ingin menjadi PNS, santri akan cari makan sendiri," katanya.

Lebih lanjut pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Jakarta itu menjelaskan, Di pesantren, hubungan persaudaraan santri dengan santri lainya terjalin sangat kentaldan kuat. Sistem pendidikan pesantren mampu menyamakan status sosial dan latar belakang dari mana santri itu berasal.

Hari Santri 2018

"Persaudaraan antar santri terjalin dengan ikhlas dan kuat. Persaudaraan terjalin bukan karena kepentingan. Semua didasari keihklasan," tuturnya.

Lebih lanjut, Kang Said meminta para santri untuk lebih tekunbelajar agama dan selalu optimis dan percaya diri. Sebab, lulusan pesantren akan menjadi pemimpin di tengah-tengah masyarakat.

"Para santri yang bisa baca kitab kuning, nanti dengan sendirinya akan dicari oleh masyarakat. Para ulama, pemikir yang hebat,semuanya dari pesantren," pungkasnya.

Hari Santri 2018

Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Ayo Mondok resmi dibuka oleh Gubernur Jatim H Soekarwo. Acara yang akan digelar hingga Ahad (15/5) ini dihadiri oleh seluruh pengurus RMINU se-Indonesia. Beberapa poin dibahas dalam acara ini, seperti peran alumni pesantren, sistem informasi pesantren, peran ekonomi pesantren, program pesantrenku bersih dan road map gerakan Ayo Mondok. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Kajian Sunnah, Warta Hari Santri 2018

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

Solo, Hari Santri 2018. Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta yang merupakan pesantren Al-Qur’an tertua di Solo saat ini tengah membangun gedung baru, yang rencananya dipakai untuk madrasah tahfidzul Qur’an.

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

“Pembangunan gedung baru sudah sampai lantai tiga dan saat ini  tengah dilakukan pengecoran lantai  empat,” ujar Khoirudin salah satu pengurus Pesantren saat dihubungi, Kamis (9/1).

Gedung baru tersebut terletak di komplek Pesantren Al-Muayyad yang tepatnya berada di belakang gedung Madrasah Aliyah. “Dulunya tempat ini merupakan kediaman ustadz/ustadzah pesantren, namun karena tidak ada lahan lain untuk membangun gedung baru akhirnya kediaman ustadz/ustadzah dipindahkan,” imbuhnya.

Hari Santri 2018

Senada dengan Khoirudin, salah seorang pengurus pesantren, Umi Hanifah, menjelaskan bahwa banyaknya santri yang minat untuk melanjutkan ke program tahfidz (hafalan al-Quran) menjadi salah satu latar belakang didirikannya gedung baru.

Hari Santri 2018

“Sekarang banyak santri baru maupun santri lama yang ketika jenjang Aliyah melanjutkan ke program tahfidz sehingga butuh gedung baru untuk memfasilitasinya” paparnya.

Sedangkan dana untuk pembangunan diperoleh melalui program gerakan wakaf madrasah tahfidzul Qur’an yang dilakukan oleh alumni. Umi berharap agar pembangunan dapat berjalan lancar, sukses, dan berkah. (Ahmad Rosidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Halaqoh, Ubudiyah Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri no 8 dan no 9 tahun 2006 terkait dengan pendirian rumah ibadah layak direvisi mengingat usianya yang sudah lama dan munculnya berbagai persoalan di lapangan.

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

“Yang penting obyektif dan untuk kemaslahatan bersama dan untuk memperkuat bangsa ini, untuk membangun sebuah peradaban,” katanya di gedung PBNU, Rabu (21/10).

Soal revisi sebuah aturan hal ini menurutnya adalah sesuatu yang lumrah. “Fikih saja dinamis, satu imam saja ada koul kodim (pendapat terdahulu) dan koul jadid (pendapat belakangan),” paparnya.?

Hari Santri 2018

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa soal pembuatan aturan saja tidak cukup. Dalam hal ini pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat.?

“Sekecil apapun konfliknya, suku, agama, politik atau konflik yang lain, harus segera hadir di situ. Jangan kalau sudah terjadi baru datang. Perlu ada pembinaan, pencerahan, ada upaya senyap, bukan setelah kejadian baru ramai,” tandasnya.?

Hari Santri 2018

Ia mencontohkan, seperti kejadian di Singkil, gejala sudah ada, tetapi aparat keamanan tidak tanggap sampai akhirnya meletus dan menjadi problem sosial.?

Bagi para tokoh agama, ia berharap ? agar umat diberi pencerahan tentang pentingnya penghormatan terhadap agama lain sehingga saling menghormati dan menghargai yang akhirnya akan menghasilkan kedamaian dalam masyarakat. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, PonPes Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

KH Agus Ali Masyhuri: Umat Islam Harus Cinta Damai

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Pengasuh pondok pesantren Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo KH Agus Ali Masyhuri atau Gus Ali menuturkan, umat Islam harus cinta damai. Sebagaimana yang telah diajarkan oleh Hadlratussyekh KH Hasyim Asyari.

KH Agus Ali Masyhuri: Umat Islam Harus Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agus Ali Masyhuri: Umat Islam Harus Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agus Ali Masyhuri: Umat Islam Harus Cinta Damai

"Cinta tanah air adalah sebagian dari iman?," tutur Gus Ali pada acara Haul Mbah Muchdor dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di halaman mushollah Mbah Muchdor Desa Lebo Kecamatan Sidoarjo kota, Kamis (11/5).

Gus Ali mengatakan, sebuah bangsa yang maju bisa diukur dengan kualitas pendidikan, minat baca, jumlah toko buku dan jumlah perpustakaan yang ada. Iqro (surat Al-Alaq 1-5, red) adalah ayat tentang revolusi pendidikan.

Untuk menggapai sebuah kesuksesan, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim itu menjelaskan, manusia harus senantiasa berpikir positif dan husnudzon (berbaik sangka kepada Allah SWT).

Hari Santri 2018

Lebih lanjut Gus Ali menyatakan, bersedekah merupakan alat untuk merekatkan umat. Sedekah tak harus dengan materi, tapi bisa berupa kebaikan yang dilakukan meski seuntai senyuman. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Amalan, PonPes Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Minggu, 14 Januari 2018

Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat

Ramallah, Hari Santri 2018. Satu komite penyelidikan Palestina pada Jumat mengatakan kematian mantan presiden Palestina Yasser Arafat tidak alamiah, dan menuduh Israel berada di belakang pembunuhan itu.

"Kami katakan bahwa Israel adalah tersangka pertama, mendasar dan tunggal dalam pembunuhan Arafat," kata Tawfiq At-Tirawi, pemimpin komite tersebut, dalam satu taklimat di Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan.

Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat

"Berdasarkan siapa yang menghasut pembunuhan Arafat dan siapa yang memiliki kemampuan teknis untuk melakukan itu, kami katakan Israel adalah tersangkanya," kata At-Tirawi. "Penyelidikan takkan berakhir sampai semua kondisi terungkap."

Hari Santri 2018

Arafat meninggal karena sebab yang tidak diketahui saat menerima perawatan di satu rumah sakit Prancis di dekat Paris pada 2004. Para pejabat Palestina mengisyaratkan Israel berada di belakang kematian tersebut.

Hari Santri 2018

Pada Kamis (7/11), beberapa ilmuwan Swiss yang memeriksa jenazah Arafat mengatakan kandungan tinggi bahan radioaktif polonium-210 ditemukan pada jenazah Arafat dan tanah kuburan, tapi keracunan tetap menjadi hipotesis, bukan kepastian.

"Apa yang telah disimpulkan para ahli (Swiss dan Rusia) membawa kami makin dekat dengan kebenaran, tapi itu bukan akhir perjalanan," kata At-Tirawi, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

Stasiun televisi pan-Arab yang berpusat di Qatar, Al-Jazeera, menayangkan satu dokumenter tahun lalu yang mengemukakan bahwa Arafat diracuni.

Laporan itu menghasilkan pembongkaran kuburan Arafat atas permintaan dari jandanya dan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina. Beberapa ilmuwan Swiss, Rusia dan Prancis kemudian mengambil sampel dari jenazah Arafat untuk pemeriksaan lebih lanjut pada November 2012.

Komite Palestina tersebut, Jumat, menyatakan laporan ilmuwan Swiss dan Rusia sependapat bahwa kematian Arafat tidak alamiah. Ahli Prancis belum mengajukan temuan mereka.

Meskipun laporan para ahli tersebut tidak mengkonfirmasi penyebab akhir kematian Arafat, dokter pribadi mantan presiden Palestina tersebut dan seorang anggota Komite Palestina mengatakan kematian Arafat adalah akibat dari bahan beracun.

Namun, Israel selalu membantah terlibat dalam kematian Arafat, yang menjadi lambang perjuangan nasional Palestina, dan mengatakan mendiang presiden Palestina juga memiliki musuh dan lawan di Dunia Arab. (antara/mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

Munculnya Aliran Sesat Tanda Negara Kurang Perhatikan Rakyat

Surabaya, Hari Santri 2018
Pengamat sosial dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr. M. Ali Haidar mengatakan munculnya kelompok aliran "sesat" akibat dari kurangnya peran negara dalam memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan maupun keadilan.

"Menurut beberapa teori sosial munculnya kelompok aliran sesat itu pada umumnya disebabkan oleh sekelompok masyarakat yang merasa didzolimi pemerintah sebagai pengatur negara yang tidak memberi berbagai kemudahan untuk memperoleh hak-hak mereka, sehingga mereka membentuk kelompok sendiri," kata Haidar di Surabaya, Kamis
 
Dia mengemukakan hal itu saat dimintai pendapatnya soal munculnya kelompok-kelompok yang diduga mengamalkan "aliran sesat" di tanah air, sekalipun telah berkali-kali kegiatan mereka tersebut dilarang oleh pemerintah dan kasus terakhir ditangkapnya pemimpin Kelompok Mahdi di di Desa Salena Buluri, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dia tidak setuju bila kelompok tersebut dianggap telah mengajarkan aliran sesat, karena pengamalan agama yang mereka lakukan itu baru dikatakan sesat apabila telah diteliti dari segi hukum agama. Namun, dia lebih cenderung mengatakan kelompok tersebut sebagai kelompok yang melakukan kriminalitas sosial.

"Mereka menganggap setiap orang yang tidak memiliki pandangan dan faham dengan kelompok tersebut sebagai musuh, bahkan aparat yang dinilai sebagai alat negara juga dianggap musuh, karena menghalangi upaya mereka mencari jalan yang mereka tempuh," katanya menjelaskan. Haidar yang pernah menjabat sebagai Sekjen Rabitha Ma`ahid Islamiyah (RMI/Persatuan Pondok Pesantren se-Indonesia) itu mengatakan kelompok Mahdi yang tinggal di desa-desa terpencil dengan tempat tinggal yang berupa gubuk-gubuk itu menunjukkan bahwa mereka tidak pernah mendapat sentuhan dari negara.
 
"Mereka berupaya memenuhi segala kebutuhannya dengan cara mereka sendiri. Sekalipun cara mereka seringkali dianggap melawan hukum negara dan meresahkan masyarakat sekitarnya," katanya. Menurut Haidar, pada umumnya kelompok aliran yang diduga "sesat" atau "sempalan" itu beranggotakan orang-orang yang jauh dari hidup sejahtera, kurang mengenyam pendidikan dan kurang mendapat perlakuan adil sebagai masyarakat yang hidup dalam sebuah negara.

"Bagaimana mereka bisa merasa mendapat perlakuan adil, wong mengurus segala sesuatu harus membayar, sementara mereka tidak mempunyai uang, sedangkan kalangan orang berada relatif bisa mengatasi berbagai bentuk tekanan," katanya memberi contoh. Ia merasa optimistis, kelompok-kelompok itu akan berkurang jumlahnya bila kesenjangan sosial dapat diatasi dengan memberikan berbagai kemudahan masyarakat memperoleh hak-hak hidup mereka secara adil.(ant/Die)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Olahraga Hari Santri 2018

Munculnya Aliran Sesat Tanda Negara Kurang Perhatikan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Munculnya Aliran Sesat Tanda Negara Kurang Perhatikan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Munculnya Aliran Sesat Tanda Negara Kurang Perhatikan Rakyat

Sabtu, 30 Desember 2017

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan

Jember, Hari Santri 2018 - Muslimat NU tidak boleh mengenyampingkan peranan sosialnya di tengah-tengah masyarakat. Sebab, selain memiliki tugas membimbing umat, Muslimat NU juga punya peran? lain yang selalu ditunggu masyarakat, yaitu gerakan sosial. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Muslimat NU Jember Nyai Emi Kusminarni saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Sosial Muslimat NU di aula PB Soedirman Pemkab Jember, Ahad (16/10).

Menurut Nyai Emi, aksi sosial seperti menyantuni anak yatim tidak boleh dikesampingkan. Sebab, aksi tersebut merupakan gerakan nyata yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Bagi Muslimat NU sendiri, bulan Muharram ini kita jadikan sebagai bulan sosial,” tukasnya seraya menambahkan bahwa Anak Cabang (Ancab) Muslimat NU se-Kabupaten Jember sudah melakukan beragam aksi sosial sejak 2 Oktober lalu.

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan

Sementara itu, istri Wakil Bupati Jember Nyai Maimunah Mukit Arif menyatakan bangga dengan Muslimat NU Jember. Menurutnya, Muslimat NU Jember harus memelopori kegiatan-kegiatan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya kaum dhu’afa.

Untuk itu, ia berharap agar Muslimat NU Jember dapat menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam melakukan aksi-aksi sosialnya.

Hari Santri 2018

“Untuk mengoptimalkan perannya di bidang sosial, alangkah baiknya kalau Muslimat NU Jember bersinergi dengan PKK dan organisasi wanita lainnya dalam membantu warga yang kurang beruntung,” harapnya.

Hari Santri 2018

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan 26 Ancab Muslimat NU dan 285 Ranting Muslimat NU serta organisasi wanita seperti PKK dan Aisyiyah tersebut, Muslimat NU Jember memberikan santunan kepada 120 anak yatim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, PonPes, Khutbah Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Jakarta, Hari Santri 2018. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) kabupaten Malang mengadakan simulasi rencana kontijensi letusan (erupsi) Gunung Bromo di desa Ngadas kecamatan Poncokusumo, Malang, Rabu (17/6). Simulasi ini diadakan untuk menguji implementasi perencanaan dalam penanganan letusan Gunung Bromo.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat di wilayah risiko tinggi untuk menghadapi kemungkinan meletusnya Gunung Bromo sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Secara geografis, desa Ngadas terletak di lereng Bromo yang merupakan wilayah risiko tinggi jika terjadi letusan Bromo. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 300 orang dari semua unsur terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, TAGANA, BAGANA, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, PDAM, Polres, TNI/KODIM, LPBI NU, PMI, Relawan NU, SAR Awangga, RAPI, Komunitas JIP, Senkom, PUSKESDES, aparat kecamatan Poncokusumo, aparat dan masyarakat dari tiga desa yaitu Wringin Anom, Jarak Ijo dan Ngadas.

Hari Santri 2018

Menurut Ketua LPBI NU Malang Rurid Rudianto, simulasi renkon Gunung Bromo ini sengaja melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam penanganan bencana letusan Gunung Bromo dan masyarakat seluruh area yang terdampak letusan Gunung Bromo.

Hari Santri 2018

“Keterlibatan semua pihak ini diharapkan agar benar-benar menggambarkan kejadian sebenarnya. Sehingga jika letusan terjadi, maka masyarakat dan pihak terkait sudah siap dan sudah tahu apa yang harus dilakukan sehingga risiko bencana betul-betul dapat diminimalkan,” kata Rurid.

Ketua PP LPBI NU Avianto Muhtadi mengatakan, Malang merupakan salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana di antaranya letusan Gunung Bromo.

Karenanya, diperlukan upaya secara bersama-sama dari berbagai pihak di Malang untuk menyusun perencanaan dalam penanganan bencana misalnya dalam bentuk dokumen Renkon agar ancaman ini dapat ditangani dan dikelola dengan baik dan memastikan berkurangnya risiko bencana di Malang.

LPBI NU melalui Program Penguatan Kelembagaan Penanggulangan Bencana telah bermitra dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD di empat kabupaten yang mencakup Malang, Trenggalek, Situbondo, dan Sampang dalam mengurangi risiko bencana (PRB).?

Program ini terlaksana melalui dukungan dari Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR). Bentuknya berupa pendampingan pemerintah di empat kabupaten itu dalam penyusunan dokumen Rencana Kontijensi. Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) disusun berdasarkan hasil analisa risiko bencana dan identifikasi seluruh sumber daya yang tersedia di suatu daerah atau kawasan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, PonPes Hari Santri 2018

PCNU Sukabumi Adakan Program Bagi-Bagi Takjil Gratis

Sukabumi, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi mengadakan program bagi-bagi takjil (menu berbuka puasa) secara gratis di empat kecamatan di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Program yang secara khusus diadakan pada bulan suci Ramadhan ini dimaksudkan selain sebagai bukti kepedulian PCNU terhadap masyarakat sekitar dan para musyafir (orang yang dalam perjalanan), program ini juga punya arti penting, yaitu sebagai bentuk pendekatan kepada Nahdliyin (sebutan warga NU).

PCNU Sukabumi Adakan Program Bagi-Bagi Takjil Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukabumi Adakan Program Bagi-Bagi Takjil Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukabumi Adakan Program Bagi-Bagi Takjil Gratis

"Program ini terselenggara murni dari PCNU (Sukabumi) sebagai bukti kepedulian NU terhadap warga sekitar and para musyafir juga sebagai pendekatan kepada para Nahdliyin," kata Ketua PCNU Kab. Sukabumi, KH Abdul Basith belum lama ini.

Hari Santri 2018

Selain memberikan paket takjil, PCNU juga membagikan buku saku "Ahlussunnah wal Jamaah, Sejarah & Perkembangannya serta Sebab Timbulnya Firqoh-Firqoh Lainnya."

Hari Santri 2018

Menurut Koordinator Wilayah Cicurug, Mumuh Muhtar, setidaknya setiap harinya tidak kurang dari 200 paket dibagikan kepada masyarakat dengan lokasi yang berpindah-pindah. (wil/dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, IMNU Hari Santri 2018

Rabu, 06 Desember 2017

Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati

Karya Imam al-Ghazali ini merupakan satu di antara sekian ribu buku tentang menyucikan hati dari berbagai macam penyakit yang tak lekang oleh zaman. Hati pada hakikatnya adalah akar dari segala kebahagiaan. Jika hati selalu diserang oleh berbagai macam penyakit, maka kebahagiaan akan sangat sulit untuk diraih. Di sinilah pentingnya kita melatih hati agar kebahagiaan hidup yang hakiki bisa kita jumpai.

Hidup bukanlah hidup jika manusia tidak menemukan kebahagiaan. Sebagaimana lumrah kita ketahui bahwa bahagia tak lain bersumber dari hati, bukan pikiran. Jika kebahagiaan dianggap bersumber dari pikiran, itu bukan kebahagiaan yang hakiki, tapi hanya khayalan yang sangat tinggi. Maka dari itu, sebuah usaha untuk meraih kebahagiaan yang hakiki, kita harus bisa melatih hati agar tetap sehat dan terjauh dari segala macam penyakit (hati).

Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati

Ada banyak penyakit hati yang kadang kita tak merasakannya telah menjadi tunas-tunas hingga berakar kuat dan sulit ditumbangkan. Misalkan seperti iri/dengki, sombong, khianat, bohong/dusta, pamer, ‘ujub, dan kikir, serta penyakit-penyakit lainnya yang bersumber dari hati. Jika hati diserang penyakit-penyakit demikian, maka kita tidak akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Ada beberapa terapi (latihan) mengobati hati dari penyakit tersebut sebagaimana diulas dalam karya ini.

Hari Santri 2018

Salah satu terapi untuk mengobati hati yang sedang dilanda oleh penyakit-penyakit tersebut yaitu bersabar (hlm. 4). Sabar memiliki beberapa dimensi; ada sabar menaati perintah Allah, sabar menjauhi larangan-Nya, sabar menghadapi musibah, dan sabar atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepada hamba lain. Substansinya, sabar menjadi tonggak terapi obat hati. Jika kita bisa sabar atas segala hal, sudah dapat dipastikan janji Tuhan tidak akan pernah melesat. Orang-orang yang sabar akan menemukan kenikmatan (kebahagiaan) hidup, dan pada gilirannya nikmat yang diberikan kepada orang lain, juga diberikan kepada kita oleh Allah dengan cara yang adil berkat kesabaran yang kita tanam.

Akar persoalan hidup

Keberadaan karakter/tabiat (hidup) manusia ditentukan oleh segumpal daging (hati) yang ada di dalam tubuhnya. Jika daging itu kotor dan penuh dengan penyakit, maka akan tercermin melalui pola hidupnya. Dengki, atau tidak rela jika orang lain menerima nikmat lebih baik dari kita. Orang yang hatinya ditimpa oleh penyakit dengki, maka berbagai cara akan dilakukan untuk menghilangkan nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada orang (hamba)-nya yang lain. Bisa saja orang itu dibunuh atau kenikmatannya dihilangkan dengan berbagai macam cara.

Hari Santri 2018

Dengki sebenarnya hanya penyakit kecil dan ringan di dalam hati. Tapi, jika dibiarkan, maka akan menjadi penyakit fisik/badan hingga menjadi dosa besar. Persoalan hidup selalu timbul dan tumbuh diakibatkan oleh hati. Orang yang hatinya dengki, maka kegelisahan dan berat pikiran akan selalu menghantuinya. Masih dalam satu terobosan untuk mengobati dengki, yaitu sabar yang diwujudkan dengan sifat qana’ah atau menerima apa adanya nikmat yang diberikan oleh Tuhan (hlm. 102).

Dengan sifat menerima apa adanya, hati akan merasa lega dan tenteram. Kita tidak boleh mengharapkan apa yang dimiliki oleh orang lain hilang atau menjadi milik kita dengan cara yang tidak dibenarkan baik secara moral atau sosial. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda, “Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta, tetapi kekayaan jiwa (hati)” (HR. Muslim).

Selain dengki, penyakit hati yaitu berupa takabbur (sombong/tinggi hati). Sombong adalah sifat bangga yang berlebihan dari dalam hati seorang hamba (manusia). Sehingga menganggap orang lain tak sebaik dari dirinya. Misalkan kita kaya-raya, cerdas/pintar, atau memiliki pangkat tinggi. Jika kita mensyukurinya, sudah tentu penyakit sombong bisa menjalar ke dalam hati dan dicerminkan melalui perilaku sehari-hari dengan menganggap remeh orang lain.

Sombong secara kasat mata tampak biasa-biasa saja, tapi sebenarnya sangat berbahaya bagi mereka yang menyadarinya. Sifat sombong bisa berdampak memeras (menganiaya) orang lain dan suka berbuat sewenang-wenang, serta menyepelekan (menganggap remeh) orang lain. Biasanya orang sombong ditakuti dan tidak disuka oleh masyarakat. Obat sombong yaitu bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada kita (hlm. 140).

Jika kita sebagai manusia selalu merasa terbebani dalam menjalani roda kehidupan ini, maka introspeksi diri dalam hati adalah salah satu solusinya (hlm. 238). Kita harus bisa mendeteksi sedini mungkin keberadaan hati yang ada dalam tubuh kita masing-masing. Jika ada secuil benih-benih penyakit atau sudah menumpuk banyak, maka kita harus sesegera mungkin untuk melakukan pembersihan dan terapi agar kemelut hidup tidak selalu menghantui.

Kehadiran buku ini akan menjadi pemandu untuk menemukan hakikat kebahagiaan dalam hidup umat manusia. Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta kekayaan, kecerdasan, segala keinginan bisa terpenuhi, dan kesempurnaan jiwa-raga, tapi kebahagiaan sejati tumbuh dari hati yang bersih dari segala macam penyakit. Dengan menyelami hati melalui karya ini, kita akan diajak untuk terapi pengobatan hati secara sempurna agar bisa menemukan kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia hingga akhirat kelak. Selamat membaca dan menggapai kebahagiaan yang hakiki!

Data buku

Judul : Menyelami Isi Hati

Penulis : Imam al-Ghazali

Penerjemah : Akhmad Siddiq dan A. Rofi’i Dimyati

Editor : Mukhlis Yusuf Arbi dan Muhammad Taufik

Penerbit : Keira Publishing

Cetakan : I, 2014

Tebal : 312 halaman

ISBN : 978-602-1361-13-9

Peresensi : Junaidi Khab, pecinta baca buku, tinggal di Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Quote, PonPes Hari Santri 2018

Selasa, 05 Desember 2017

Sejumlah Kader NU Tasikmalaya Kawal Sidang Kasus Penistaan Pesantren

Tasikmalaya, Hari Santri 2018. Sidang kasus penisataan pesantren dengan agenda meminta keterangan saksi meringankan terdakwa Y di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Jalan Siliwangi dikawal sejumlah kader NU gabungan santri, PMII, IPNU dan Brigade BKPRMI, Kamis (12/1).

Sejumlah Kader NU Tasikmalaya Kawal Sidang Kasus Penistaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kader NU Tasikmalaya Kawal Sidang Kasus Penistaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kader NU Tasikmalaya Kawal Sidang Kasus Penistaan Pesantren

Massa yang bergerak dari Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Jalan dr. Soekardjo berorasi didepan Pengadilan meminta Pengadilan tidak lambat dan segera memutus pelaku penistaan.

Sidang pun yang semula menghadirkan saksi meringankan begitu singkat. Pasalnya saksi tidak hadir sehingga agenda dilanjut Kamis depan dengan materi sidang pembacaan tuntutan.

Meski demikian, saat aksi berlangsung sejumlah santri merangsek masuk Pengadilan. Dikira akan melaksanakan Shalat Dzuhur tapi mendatangi terdakwa yang kala itu sedang makan siang di kantin Pengadilan.?

Hari Santri 2018

Beruntung penanggung jawab aksi, Aos Mahrus dan LBHNU, Andi Ibnu Hadi menenangkan massa agar tertib karena dalam waktu dekat akan dilakukan sidang tuntutan.

Massa pun tenang dan satu persatu pulang ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari, Tasikmalaya termasuk massa PMII dan IPNU ke Jalan dr. Soekardjo.

Korlap aksi yang juga Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Epul Kusnadi akan terus mengawal jalannya sidang sampai terjadi putusan. Massa yang menamakan diri Aliansi Dokar (Aliando) itu akan kembali mengawal pada Kamis mendatang.

Hari Santri 2018

"Apalagi sudah muncul desas-desus ada penekanan terhadap jaksa penuntut umum. Jangan takut. Tegakan hukum. Kami akan mengawal kasus ini sampai penghina pesantren mendapat hukuman setimpal sesuai Undang-undang," ujarnya. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Kajian Hari Santri 2018

Jumat, 27 Oktober 2017

Lebih Dekat dengan Dayah MUDI Mesra

Bireuen, Hari Santri 2018. Salah satu dayah terbesar di Aceh saat ini adalah MUDI Mesra. Nama resminya Lembaga Pendidikan Islam Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya yang lebih dikenal dengan sebutan LPI atau Dayah MUDI Mesra. Santri dan masyarakat senang dayahnya disebut Mesra. Pasalnya, selain satu lokasi dengan Mesjid Raya, kemesraan sang Abu MUDI dalam mengajar selalu menjadi cerita dan kenangan.

Lebih Dekat dengan Dayah MUDI Mesra (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebih Dekat dengan Dayah MUDI Mesra (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebih Dekat dengan Dayah MUDI Mesra

Kontributor  Hari Santri 2018 Musthofa Asrori bersama tim kecil berkesempatan mengunjungi sekaligus berburu kemesraan di MUDI Mesra. Perjalanan darat di malam hari selama empat jam dari Banda Aceh hingga lokasi hendak mengikuti pengajian kitab kuning usai Shubuh. Kepala Seksi Pembinaan Kurikulum Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Provinsi Aceh M Badaruddin yang mengawal sangat senang dan bersemangat.

Kemesraan dan kesyahduan mulai terasa ketika mobil kami sampai di halaman pesantren. Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari ketika ribuan santri memenuhi mesjid untuk ber-saharul layaaali. Beberapa santri senior tampak tersenyum ramah menyambut kami yang sipit menahan kantuk.

Hari Santri 2018

Menurut sejarah, Dayah MUDI Mesra telah didirikan seiring pembangunan Mesjid Raya yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Dayah ini berlokasi di Desa Mideun Jok, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Pimpinan pertama dayah ini bernama Faqeh Abdul Ghani. Sayangnya, khazanah ini tidak tercatat berapa lama ia memimpin dayah, dan siapa pula penggantinya.

Barulah pada tahun 1927, dijumpai secara jelas catatan tentang kepemimpinan Dayah ini. Pada tahun tersebut, Dayah ini dipimpin Teungku H Syihabuddin bin Idris dengan santri berjumlah 100 orang putra dan 50 orang putri. Mereka diasuh lima tenaga pengajar lelaki dan dua guru perempuan.

Hari Santri 2018

Menurut salah seorang pengajar dayah, sesuai dengan kondisi zaman pada masa itu, bangunan asrama hunian santri merupakan barak-barak darurat yang dibangun dari bambu dan rumbia. Setelah Tgk H Syihabuddin wafat pada 1935, dayah dipimpin adik iparnya bernama Tgk H Hanafiah bin Abbas yang akrab disapa Tgk Abi. Meski kondisi fisik bangunan ini bertahan, jumlah santri meningkat menjadi 150 putra dan 50 putri.

Teungku M Sholeh sempat menggantikan kepemimpinan selama dua tahun ditinggal Tgk Hanafiah ke Mekah untuk menimba ilmu. Pesantren lalu dipimpin Tgk Abdul Aziz bin M Shaleh, menantu Tgk H Hanafiah, menyusul wafatnya sang pengasuh pada 1964.

Tgk Abdul Aziz yang akrab disapa Abon ini bergelar “al-Manthiqi” lantaran spesialisasi keilmuannya dalam bidang Mantiq atau Logika. Ia merupakan murid Abuya Muda Wali, pimpinan Dayah Bustanul Muhaqqiqin Darussalam Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan.

Semenjak kepemimpinan Abon, pesantren MUDI Mesra kian bertambah muridnya terutama dari Aceh dan Sumatera. Dari segi sarana dan prasarana pun mengalami perkembangan. Asrama santri yang semula layaknya barak darurat dibangun menjadi asrama semi permanen berlantai dua yang dapat menampung 150 santri.

Tahun 1989 pasca-wafatnya Abon, kepemimpinan dayah ditetapkan melalui kesepakatan alumni dan masyarakat. Forum musyawarah mufakat lalu mempercayakan tongkat estafet kepemimpinan dayah kepada Teungku Haji Hasanoel Bashry bin Haji Gadeng (Abu MUDI), salah seorang menantu Abon yang juga santri senior yang dibanggakan. Di masa kepemimpinan Abu MUDI, dayah tersebut kian maju pesat. Jumlah santri terus berdatangan dari seluruh penjuru Aceh dan juga dari luar daerah bahkan dari negeri tetangga, Thailand dan Malaysia.

Atas ide Abu MUDI, didirikanlah Yayasan Pendidikan Islam al-Aziziyah (YPIA): sebuah lembaga kemasyarakatan berbasis dayah salafiyah MUDI Mesra Samalanga. Wacana awal pendirian YPIA adalah bagaimana menyeragamkan lembaga pendidikan dayah yang merupakan cabang dayah MUDI Mesra ke dalam satu kesatuan nama dan visi-misi.

“Dari diskusi yang kami gelar, disepakati bahwa dayah-dayah cabang diberi nama di ujungnya dengan label al-Aziziyah seperti MUDI Mekar menjadi MUDI Mekar al-Aziziyah. Cabang yang ada diperkirakan sekitar 220 unit,” papar Abu MUDI.

Meski demikian, para santri baru tetap mendaftar di MUDI Mesra sebagai pusatnya. Hingga kini, MUDI Mesra mengelola beberapa unit kegiatan. Mulai TK al-Aziziyah, TPQ Muhazzabul Akhlaq al-Aziziyah, Madrasah Tsanawiyah, SMPI Jabal Rahmah, Paket C, Balai Pengajian dan Majelis Ta’lim al-Aziziyah, hingga Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) al-Aziziyah.

Abu MUDI telah lama bermimpi mengelola seluruh unit pendidikan yang terpadu di bawah bendera al-Aziziyah. Di beberapa sudut pesantren tampak pembangunan gedung terus berlangsung. “Itulah mengapa para santri tetap mendaftar ke sini. Santri kami sekarang berjumlah lebih dari 3000 orang. Meski sudah ada cabang, namun mereka tetap ingin kemari. Ada yang bilang, kalau mencari ilmu, carilah di MUDI Mesra,” ujar Abu MUDI menutup bincang pagi di ruang tamu pesantren. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Cerita, PonPes Hari Santri 2018

Minggu, 24 September 2017

Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda

Solo, Hari Santri 2018 - Tanggal 28 Oktober 1928, menjadi  salah satu momen yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal itu, dicetuskan “Sumpah Pemuda” yang menjadi tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Rupanya, pada tanggal yang sama di Kota Solo, tepatnya di daerah Kampung Tegalsari, Bumi, Laweyan, dibangun sebuah masjid swasta (bukan dari keraton, red) yang pertama. Masyarakat di sana biasa menyebutnya dengan Masjid Tegalsari.

Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda

Tanggal pembangunan masjid pada tanggal 28 Oktober 1928 dibuktikan pada sebuah prasasti yang terletak di tembok sebelah barat masjid.

Saat Hari Santri 2018 mengunjungi lokasi masjid, Sabtu (28/10), terlihat dua prasasti yang ditulis dengan aksara jawa serta aksara latin. Kedua prasasti tersebut menerangkan tahun pemasangan tiang utama, berikut sejumlah nama pendiri.

Hari Santri 2018

Sesepuh Masjid Tegalsari H Ahmaduhidjan menerangkan tiang utama masjid dipasang pada hari Ahad tanggal 13 Jumadil Awal 1347 H atau 28 Oktober 1928 M. “Para pendiri antara lain KH Ahmad Shofawi, H Umar, KH Asy’ari, KH Muh Adnan, dan lain sebagainya,” terangnya.

Masjid Tegalsari ini dibangun pada tahun 1928 dan diresmikan pada tahun 1929. Hingga saat ini, selama 89 tahun berdirinya Masjid Tegalsari, bangunan masjid masih berdiri kokoh, dan tidak banyak yang berubah bahkan hampir sama sejak pertama kali masjid ini berdiri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, PonPes, Makam Hari Santri 2018

Rabu, 20 September 2017

Muliakan Calhaj, Pemkab Gelar Safari Haji

Probolinggo, Hari Santri 2018. Dalam rangka memberikan dukungan moral dan doa kepada calon “tamu Allah SWT”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar safari haji kepada puluhan calon jamaah haji (calhaj) yang akan berangkat ke tanah suci.

Safari haji ini dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Busthami.

Muliakan Calhaj, Pemkab Gelar Safari Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Muliakan Calhaj, Pemkab Gelar Safari Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Muliakan Calhaj, Pemkab Gelar Safari Haji

Safari haji sendiri rutin dilakukan oleh Pemkab Probolinggo sejak tahun 2003 silam. Tujuan dari safari haji adalah untuk mendo’akan calon tamu Allah sekaligus mempererat jalinan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.

Hari Santri 2018

Rabu (2/9) sore, safari haji dilaksanakan di Kecamatan Pajarakan. Tepatnya di kediaman Syaifullah dan Dwi Hartutik di Desa Karanggeger, Sunarmi di Desa Sukokerto Sri Rahayu Asmaningsih di Desa Pajarakan Kulon.

Hari Santri 2018

Rencananya, mereka akan berangkat bersama calhaj lain Kabupaten Probolinggo dari obyek wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, 9 September mendatang.

Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota KraksaanH. Hasan Aminuddin berpesan agar setelah sampai di tanah suci supaya melakukan sholat sunnah sebanyak-banyaknya, disamping sholat wajib.

“Perbanyaklah diri di dalam masjid, karena menurut pengalaman selama ini jamaah haji itu lebih banyak di hotel dari pada di masjid. Kurangi berbicara dengan manusia, perbanyaklah berbicara dengan Allah,” ungkapnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari mengaku sangat bersyukur manakala ada rekan, kerabat, PNS maupun masyarakat Kabupaten Probolinggo yang melaksanakan ibadah haji. Bahkan dirinya selalu menyarankan agar mereka yang sudah siap haji, untuk segera menunaikannya.

”Orang berhaji mendapatkan kemulyaan dari Allah SWT. Karena berangkat haji merupakan ibadah maka akan banyak sanak keluarga, rekan dan sejawat yang mengantarkannya. Tidak semua orang mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Mari kita syukuri nikmat ini, karena telah mendapat panggilan dari Allah SWT,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Internasional, Makam Hari Santri 2018

Minggu, 27 Agustus 2017

Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik

Jepara, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengenalkan peserta didik baru baik di MTs dan MA sederajat ke-IPNU-IPPNU-an lewat kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (Mopdik).

Kegiatan yang dilaksanakan serentak di 15 kecamatan tersebut dimulai Kamis-Jumat (10-25/7) mendatang. Pelaksanaannya sesuai jadwal Mopdik di masing-masing madrasah yang ditangani Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU setempat.

Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik

Sasaran agenda tahunan tersebut adalah seluruh MTs dan MA di Kabupaten Jepara yang berjumlah 159, ditambah SMP, SMA dan SMK umum. “Materinya memang IPNU-IPPNU namun kami juga menyisipkan materi ke-NU-an dan ke-Aswaja-an,” kata M Khoironi, Ketua PC IPNU Jepara.

Hari Santri 2018

Dihubungi via telepon, ia menjelaskan sisipan kegiatan tersebut untuk mengenalkan dan mendoktrin peserta didik tentang organisasi pelajar NU. “Harapannya mereka tidak mudah goyah saat dirong-rong ideologinya,” jelasnya.

Ia mengatakan pemberian materi IPNU-IPPNU pada saat Mopdik merupakan momen yang tepat. Apalagi mayoritas madrasah yang ada di Jepara berbasis NU.

Hari Santri 2018

Beberapa tahun terakhir, pihaknya juga menggandeng sekolah umum SMP, SMA dan SMK baik negeri maupun swasta dengan kegiatan serupa. Hasilnya, sekolah yang digandeng memberikan respon positif. “Ini menjadi bukti IPNU-IPPNU bisa diterima sekolah diluar Maarif,” tambah Khoironi.

? ?

Ia berharap kerjasama yang dilakukan dengan madrasah maupun sekolah umum terus terjalin erat sehingga IPNU-IPPNU kian diminati pelajar. Khususnya pelajar di madrasah maupun pelajar di sekolah umum. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock