Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah!

Rembang, Hari Santri 2018. Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah Hj Munawaroh mengingatkan kepada masyarakat secara umum tentang maraknya praktik kekerasan terhadap anak baik secara fisik, psikis, maupun seksual. Menurutnya, kejahatan tersebut masih membayangi orang tua hingga sekarang.

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah!

Kita saat ini harus mulai mewaspadai tindak kekerasan pada anak yang sudah sangat memprihatinkan. Dari hari ke hari kian mengalami peningkatan yang harus menjadi tanggapan kita bersama. Dalam sejumlah kasus, banyak anak mengalami kekerasan hingga berujung kematian,” ujarnya dalam acara pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU Lasem, Ahad (11/10) sore, di Rembang, Jateng.

Ia berharap, banyaknya kasus yang sering diberitakan oleh media massa dapat meningkatakan kewaspadaan warga untuk menjaga anak yang masih dini agar tidak menjadi korban kekerasan, termasuk pedofilia.

Hari Santri 2018

Munawaroh juga menyinggung soal pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, banyak rumah tangga mengalami keretakan, bahkan hingga berujung perceraian, dipicu oleh kemajuan teknologi, di antaranya media sosial, yang dimanfaatkan secara keliru.

“Saya berharap agar kita sebagai muslimat NU pandai dalam memanfaatkan kemajuaan teknologi sesuai pada tempatnya dan menjadikan manfaat,” tuturnya. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Sejarah Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

Karanganyar, Hari Santri 2018 - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti membangun musholla di Dusun Banaran Plosokerjo, Kerjo, Karanganyar, Sabtu (28/1). Kepengurusan GP Ansor Kerjo dan Satkoryon Banser yang baru dibentuk dan dilantik beberapa hari lalu langsung melakukan kerja nyata.

Ketua GP Ansor Kerjo Wiyanto mengatakan, GP Ansor-Banser di Kerjo ini baru terbentuk sehingga kami terus berusaha menunjukkan eksistensi dengan kerja nyata seperti sekarang membantu warga membangun musholla.

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

“Semoga kerja bakti pembangunan musholla ini menjadi bukti bahwa Banser dan masyarakat Banaran semangat untuk menegakkan pengamalan ajaran Islam Aswaja NU. Sehingga umat Islam di sini bisa lebih baik," kata Wiyanto.

Hari Santri 2018

Menurutnya, musholla mengambil posisi penting dalam konteks kehidupan masyarakat yang damai.

Ia juga berharap dengan turut serta Banser dalam kerja bakti ini dan kerja bakti yang lainnya di wilayah kecamatan Kerjo. Ia berharap NU dan khususnya Banser lebih dikenal dan menarik minat anak muda masuk anggota Banser meningkat. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Olahraga, Daerah, Sejarah Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain

Bandar Lampung, Hari Santri 2018



Ketua PWNU Provinsi Lampung KH Sholeh Bajuri merasa miris dengan banyaknya orang hafal ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi, tapi tidak dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan dengan melihat konteks kehidupan nyata.

Apalagi saat ini ia juga melihat banyak tokoh dan orang yang mempelajari agama tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan agama dan umat, tapi digunakan untuk saling menyalahkan dan saling menebar fitnah.

PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain

"Miris sekali melihat orang-orang saling menebar fitnah, ujaran kebencian dan dengan gampang sekali menyebarkan berita hoaks sehingga gampang saling serang antarumat Islam," katanya, Senin (4/9).

Hal ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa tanda-tanda kiamat kecil sudah dekat dan hal ini perlu disikapi oleh seluruh umat Islam untuk segera menyadari agar kondisi seperti ini segera dihentikan.

Hari Santri 2018

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kondisi seperti ini juga sudah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW melalui Haditsnya yang menjelaskan bahwa suatu saat Islam akan tinggal namanya saja.

"Betapa banyak saat ini orang ang yang mengaku Islam, namun ucapan dan tindakannya tidak mencerminkan Islam. Ngaku Islam, namun tuntunan agama tidak dijalankan dengan baik termasuk hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia," tegasnya.

Kalau kita ingin melihat jumlah orang Islam, maka bisa dilihat dari orang yang melaksanakan Shalat Id. Namun jika ingin melihat orang yang beriman maka bisa dilihat dari jamah Shalat Shubuh di masjid.?

Hari Santri 2018

"Inilah yang membedakan muslim dan mukmin," ujarnya.

Saat ini juga menurutnya banyak orang Islam yang sudah jauh dari pondok pesantren, madrasah diniyah yang merupakan sumber pendidikan Ilmu-ilmu agama. Umat Islam senang membangun masjid, tapi setelah itu masjid kosong dan tidak diisi untuk beribadah.

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk meresapi nilai-nilai agama dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata agar ketentraman dan kedamaian serta nilai-nilai Islam dapat dirasakan oleh seluruh Alam. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Doa, AlaNu, Sejarah Hari Santri 2018

Minggu, 21 Januari 2018

Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia

Jakarta, Hari Santri 2018. Kementerian Agama meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Badan ini dibentuk Pemerintah agar menjadi stimulan untuk membangkitkan dan menggairahkan perkembangan industri halal di Tanah Air yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap BPJPH segera mengonsolidasikan tugas dan fungsi badan ini baik menyangkut perangkat kelembagaan, infrastruktur regulasi, prosedur kerja, layanan sertifikasi, sistem pengawasan, maupun aspek pengembangan kerja sama domestik dan global,” ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam peresmian BPJPH di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Rabu (11/10).

Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia

Menag minta pelayanan sertifikasi dan pengawasan Jaminan Produk Halal menerapkan secara konsisten prinsip integritas, transparansi, dan menghindari segala macam pungli dan gratifikasi. Badan yang lahir berdasarkan amanat UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal ini, kata Lukman, juga harus proaktif melakukan penguatan basis kerja sama dan pengembangan diplomasi halal, baik pada level nasional maupun global.

Penguatan kerja sama itu antara lain dilakukan dengan kementerian dan lembaga terkait, serta Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kerja sama dengan LPH, misalnya bisa dilakukan dalam hal pemeriksaan dan/atau pengujian produk. Sedangkan kerja sama BPJPH dengan MUI, dilakukan dalam bentuk sertifikasi auditor halal; penetapan kehalalan produk; dan akreditasi LPH. 

“Pasca beroperasinya BPJPH kewenangan MUI tetap penting dan strategis yaitu memberikan fatwa penetapan kehalalan suatu produk yang kemudian disampaikan kepada BPJPH sebagai dasar penerbitan Sertifikat Halal,” ujar Menag Lukman.

Hari Santri 2018

Menurut Menag dalam konteks ekonomi global, perkembangan industri halal dewasa ini telah menjadi trend dunia. Bahkan dalam proyeksi ke depan pemerintah menginginkan Indonesia bisa masuk kategori 10 besar negara produsen halal dunia.

“Saya yakin hal itu akan tercapai dengan adanya dukungan, kerja sama, sinergitas dan kebersamaan semua pihak. Pesan Al-Quran tentang konsumsi produk halal merupakan pesan universal untuk kemashalatan umat manusia seluruhnya,” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Sejarah Hari Santri 2018

Senin, 15 Januari 2018

PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi

Kupang, Hari Santri 2018. Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar silaturahim dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-NTT di Hotel Neo Hotel By Aston Kupang, Jalan Eltari Kupang Kelurahan Liliba Kecamatan Maulafa Kota Kupang, NTT, Sabtu (11/7).

PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi

Hadir dalam silaturahim tersebut Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali, Ketua Pengurus Pusat LAZISNU KH Masyhuri Malik, dan Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad, serta segenap pengurus harian dari 17 PCNU di NTT.

Dalam forum itu, Masyhuri mengingatkan cabang-cabang NU di NTT tentang pentingnya membesarkan organisasi menyongsong peringatan satu abad NU. PCNU-PCNU di NTT diharapkan lebih maju sehingga namanya muncul secara nasional.

Hari Santri 2018

Masyhuri menambahkan, mometum menyosong NU ini diawali dengan Muktamar di Jombang Agustus mendatang. PWNU NTT serta cabang-cabangnya mesti menjaga hal-hal yang menjadi prioritas dalam organisasi.  "Saya yakin NU terpancar dari daerah-daerah minoritas," kata Masyhuri.

Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad mengaku pihaknya sengaja memanfaatkan momen bulan puasa kali ini untuk melakukan silaturahim dan konsolidasi dengan cabang-cabang. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Hari Santri 2018

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Jepara, Hari Santri 2018. Pengurus IPNU-IPPNU Nalumsari mengadakan rapat kerja dalam rangka memaksimalkan peran di Gedung MWCNU Nalumsari kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (30-31/8). Mereka dalam rapat ini juga menyusun program kerja ke depan.

"Pertemuan ini bertujuan menegaskan kembali tugas pokok dan fungsi pengurus agar kualitas kerja mereka lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Ketua PAC IPNU Nalumsari Lukman Hakim.

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Sementara Wakil Ketua IPNU Jepara M Shidiq yang juga hadir dalam rapat itu mengingatkan maksud pertemuan. “Upgrading ini menyadarkan kita terhadap wilayah kerja masing-masing,” kata Shidiq.

Hari Santri 2018

Shidiq mendorong pengurus anak cabang IPNU-IPPNU Nalumsari untuk menata ulang pola pikir. Pola pikir kita, ujar Shidiq, harus lebih baik dari pengurus ranting. Ia menyatakan, kepengurusan IPNU Jepara akan memfasilitasi mereka dalam memaksimalkan pengurus ranting. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Sejarah, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Jumat, 05 Januari 2018

Tangkal Radikalisme Pelajar, Aktifkan IPNU-IPPNU di Semua Tingkatan!

Sumedang, Hari Santri 2018

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sumedang prihatin dengan gencarnya indoktrinasi paham-paham ekstrem di sekolah yang membuat orang tua, guru, ustadz serta masyarakat khawatir dan gerah akan masa depan bangsa ini.

Tangkal Radikalisme Pelajar, Aktifkan IPNU-IPPNU di Semua Tingkatan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme Pelajar, Aktifkan IPNU-IPPNU di Semua Tingkatan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme Pelajar, Aktifkan IPNU-IPPNU di Semua Tingkatan!

Menurut Wakil Ketua PC IPNU Irfan Muttaqin, salah satu langkah tepat untuk menaggulangi tersebarnya paham-paham ekstrem tersebut adalah dengan mengaktifkan organisasi pelajar NU dari ranting hingga pusat.

"Akidah Ahlussunnah wal Jamaah ala NU dan nasionalisme sudah harus ditanamkan dalam hati pelajar sejak dini. Karena hal ini dapat dijadikan benteng pertahanan bagi pelajar-pelajar di Indonesia dari paham-paham ekstrem yang tidak sesuai dengan Islam rahmatan lil Alamiin yang dibawa Rasul,” paparnya dalam acara menyambut hari lahir IPNU-IPPNU dan Pelantikan PAC IPNU-IPPNU Sumedang Utara, akhir pekan lalu (21/2).

Hari Santri 2018

Gagasan penanaman Aswaja dan nasionalisme ini juga diamiini Ketua Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) Sumedang Ustadz Eman Sulaeman saat mengisi tausyiah seuasai prosesi pelantikan tersebut.

Hari Santri 2018

Dalam tausyiahnya ia pun mendorong pelajar IPNU-IPPNU agar dapat merangkul pelajar-pelajar yang masih berkeliaran di jalan untuk diajak masuk IPNU-IPPNU.

"Dari pada pelajar-pelajar yang di pinggir jalan itu diajak orang-orang yang berpaham ekstrem, lebih baik mereka ajak kita gabung dengan cara ber-IPNU dan IPPNU," ujar Eman. (Muhammad Sholeh Nahru Ulumuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock