Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas

Pemalang, Hari Santri 2018. Pada hari Ahad 26 April Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor di desa Kendaldoyong, kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang telah ditutup secara resmi dengan peserta lulus 98 orang.

Dalam diklat yang diselenggarakan selama 3 hari ini diberikan bermacam-macam ilmu yang diharapkan mencetak kader inti dari GP Ansor yang cakap dan berkualitas.

PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD untuk Hasilkan Kader Berkualitas

Hari pertama materi yang diberikan lebih kepada materi PKD diantaranya adalah ke-NU-an, ke-Ansor-an, keaswajaan dilanjutkan dengan baiat Ansor.

Hari Santri 2018

Di hari kedua dan selanjutnya diisi materi kecakapan dari mulai manajemen organisasi, kepemimpinan, militansi organisasi, serta materi penunjang lain.

"Kita memang mengharapkan diklat di Petarukan ini menghasilkan kader yang militan terhadap organisasi, aswaja dan NKRI. Kami merasa punya kewajiban untuk menghasilkan kader yang berkualitas secara moral dan spiritual," ungkap Muammar, ketua PAC GP Ansor Petarukan.

Hari Santri 2018

Agus Zamroni selaku kasatkorcab menambahkan "Untuk meningkatkan kualitas peserta, kami mendatangkan pelatih dari satkorcab, dan satkornas, biar inovasi dan implentasinya bisa diterapkan di lapangan."

"Di lapangan peserta terlihat antusias dalam menerima materi ? baik materi ruangan maupun dalam ruangan. Karena kami memakai metode take and give dengan inovasi yang berbeda di masing-masing sesi. Bagaimana peserta senyaman mungkin dalam menerima materi," ungkap Agus Subekti, ketua tim pelatih satkorcab.?

Kami sedang membentuk kader diberbagai kecamatan yang ada di kecamatan-kecamatan yang ada di pemalang," tambahnya mengahiri pembicaraan dengan Hari Santri 2018. (herry bh/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren Hari Santri 2018

Jumat, 09 Februari 2018

Cegah Kekeringan, 5 MWCNU di Jombang Desak Revisi BPBD

Jombang, Hari Santri 2018. Untuk mengatasi ancaman kekeringan, Lima Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendesak pemkab dan DPRD Jombang untuk merevisi Perda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kelimanya ialah MWCNU Kecamatan Plandaan, Ploso, Kudu, Kabuh dan Ngusikan.  Revisi dimaksudkan agar BPBD bisa lebih optimal dalam merespon bencana, termasuk kekeringan. Karena, kerja BPBD Jombang dinilai lamban dalam menjawab persoalan warga terkait pengairan.

Cegah Kekeringan, 5 MWCNU di Jombang Desak Revisi BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kekeringan, 5 MWCNU di Jombang Desak Revisi BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kekeringan, 5 MWCNU di Jombang Desak Revisi BPBD

Dalam merespon ancaman dan bencana kekeringan, BPBD seringkali bersikap reaktif. Saat warga kekurangan air bersih, pemerintah mengirim tangki. Namun begitu, warga harus melapor sebelumnya ke kecamatan.

Hari Santri 2018

Desakan revisi lahir dari hasil halaqoh mengatasi kekeringan di wilayah utara sungai Brantas yang digelar Ahad (27/10). Halaqah itu diikuti pengurus NU dari 5 MWC NU, perwakilan warga dari 5 Kecamatan, Wakil Ketua PCNU Jombang Munif Khusnan, PC Lakpesdam NU, dan PC LPPNU Jombang.

Selain mereka, perwakilan Dinas Pertanian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), BPBD, Tagana, serta anggota DPRD Jombang Munir Al-Fanani turut hadir.

Hari Santri 2018

kecuali dorongan revisi Perda BPBD, halaqah ini digelar untuk merespon ancaman dan bencana kekeringan. Untuk mengatasi ancaman kekeringan pada belasan desa di Jombang, peserta halaqah meminta Pemkab Jombang dan BPBD untuk lebih serius untuk mengatasi problem kekeringan.

Mereka merekomendasikan Pemkab Jombang untuk melibatkan petani dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan sirkulasi air untuk pertanian. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kerugian petani.

Pemkab Jombang juga diminta mempertimbangkan adanya diversifikasi tanaman untuk mendukung keberadaan tembakau sebagai komoditas utama.

"Rekomendasi terakhir memperkuat sinergitas warga-negara untuk menyelesaikan persoalan kekeringan," kata Aril, salah satu peserta halaqah dari Kecamatan Ngusikan.

Salah seorang aktivis Front Nahdliyin untuk Keadilan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Aan Anshori menambahkan, untuk menjawab problem ancaman kekeringan, perlu didorong agar kekeringan dimasukkan sebagai salah satu bentuk bencana.

"Bentuk jawaban konkrit dan permanen dari Pemkab adalah memasukkan kekeringan sebagai salah bentuk bencana, selain angin puting beliung, banjir, dan longsor," kata Anshori kepada Hari Santri 2018 (28/10). 

Rekomendasi mereka juga terkait dengan terbukanya ancaman kekeringan di sejumlah desa seperti Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan, Desa Sumberaji, Desa Mangunan, Desa Marmoyo, Desa Pengampon, dan Desa Manunggal di Kecamatan Kabuh.

Ancaman kekeringan melanda 3 Desa di Kecamatan Ngusikan, masing-masing Desa Kromong,

Desa Cupak, dan Desa Mojodanu. Kekeringan setiap tahun saat musim kemarau datang, mengancam Desa Pakel, Desa Pulosari, dan Desa Ngrimbi di Kecamatan Bareng. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Surabaya, Hari Santri 2018?

Dalam rangka menyambut Hari Buruh se-dunia yang jatuh pada 1 Mei, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya menggelar refleksi membahas masa depan buruh. Dua isu utama yang disoroti adalah upah kerja yang layak dan kepastian status kerja.

Koordinator Aliansi Buruh Jawa Timur, Jamaluddin mengatakan nasib buruh hingga saat ini masih memperihatinkan. Pemerintah yang diharapkan hadir melindungi ? buruh dengan merancang kebijakan sesuai amanah Undang-Undang dan Pancasila justru absen dan tidak menunjukkan sikap yang tegas.

“Bahwa pesan Bung Karno agar jangan sampai pribumi jadi budak di negeri sendiri masih sangat relevan hingga hari ini. Nuansa kapitalistik masih sangat kuat, sementara buruh harus terus bekerja tanpa diperhatikan hak-haknya,” jelasnya dihadapan ratusan peserta, Jumat (30/4).

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Lebih lanjut, dirinya mendapat informasi bahwa Raperda terkait buruh masih dalam pembahasan. Padahal, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah berjanji akan tuntas pada awal 2016. “Dengan janji Gubernur itu, buruh di Jatim berharap Perda sudah disahkan sebelum May Day 2016, sehingga bisa jadi kado bagi kaum buruh yang merayakan hari buruh internasional,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, banyak naskah akademis yang berisi aspirasi dan tuntutan buruh yang tidak diakomodir oleh Disnakertransduk Jatim. Di antaranya soal upah layak yaitu pekerja yang masa kerjanya di atas 1 tahun dan berkeluarga diberi tambahan 5 persen dari UMK.?

Hari Santri 2018

Ia mengungkapkan pihaknya bersama para buruh di Jatim akan menggelar aksi besar-besaran pada May Day,? Ahad (1/5). Sekitar 10 ribu buruh dari berbagai daerah di Jatim akan ikut menggelar aksi agar tuntutannya disetujui oleh gubernur. “Yang jelas besok (hari ini) kami bersama puluhan ribu buruh se- Jatim akan menggelar aksi besar-besaran,” ujar pria yang akrab disapa Jamal ini.

Ketua PMII Surabaya, Ali Syaifuddin menyatakan Raperda yang nantinya akan disahkan harus berlandaskan Undang-Undang dan Pancasila. Artinya, ada aspek saling menguntungkan antara buruh dan pengusaha agar kemaslahatan dapat dirasakan seluruh pihak. Dirinya mengakui, sesuai fakta hak-hak buruh belum sepenuhnya terpenuhi.

“Konsep hubungan industrial dalam kacamata akademik sebetulnya bisa menjawab persoalan dewasa ini. Bahwa ada nilai saling menghargai, empati dan kekeluargaan dalam aktivitas industri. Kepentingan seluruh pihak dapat diakomodir tanpa ada yang merasa dirugikan,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Ke depan, sambungnya, dirinya mendorong Gubernur Jawa Timur untuk merumuskan desain kebijakan dengan berkaca pada konsep hubungan industrial yang harmonis. Peran pemerintah dibutuhkan agar angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak terus meningkat dan iklim investasi semakin baik.

Selain Aliansi Buruh Jawa Timur hadir pula anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari, Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jamil dan Perwakilan Pengusaha Muslim, Musonnef. Acara yang mengusung tema “Membangun Hubungan Industrial Yang Harmonis Dalam Rangka Menjaga Iklim Investasi Simbiosis Mutualisme” dihadiri 100 peserta terdiri dari aktivis mahasiswa, akademisi dan pengamat buruh. (Luqman Hakim El Baqeer/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Kyai, Nasional Hari Santri 2018

Rabu, 07 Februari 2018

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Medan, Hari Santri 2018

Pemerintah mengharapkan pondok pesantren dapat memberikan keterampilan kepada santri sebagai bekal hidup mereka di masa depan jika tidak menjadi ulama.

Hal itu dinyatakan Menteri Negara Koperasi dan UKM, Surya Dharma Ali, ketika berdialog pada rangkaian acara silaturahmi dengan para ulama se Sumut dan penyerahan bantuan kepada sejumlah pondok pesantren di Medan, Kamis.

Ia mengatakan, pengemblengan terhadap para santri di pondok pesantren tidak hanya cukup dengan pendidikan agama dan umum saja, tetapi harus juga diberikan berbagai macam keterampilan agar mereka memiliki jiwa kewirausahaan.

Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Selepas keluar dari pesantren seorang santri akan menghadapi tantangan yang besar, sebab tidak semua santri pondok pesantren bisa menjadi kyai karena berbagai macam aspek, seperti keilmuan, kejiwaan, kematangan dan ketaatan, ujarnya.

Menurut dia, dewasa ini jika pondok pesantren dapat mencetak sepuluh persen dari total lulusannya menjadi kyai, maka hal itu merupakan prestasi yang sangat mengembirakan. Untuk itu para santri saat ini harus diberikan ketrampilan, seperti pertanian, kerajinan, perdagangan, dan lain sebagainya, katanya.

Hari Santri 2018

Ali juga mengharapkan, program koperasi masuk pesantren jangan sampai mengganggu kegiatan kyai dalam memberikan pendidikan santri, dan pembinaan kegiatan koperasi pesantren harus dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah setempat, agar menjadi handal dan dapat menciptakan lapangan kerja serta memberi bekal kepada para santri. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

Cirebon, Hari Santri 2018

KH Abdullah Abbas (Kiai Dulloh) yang selalu terlontar dalam setiap menerima tamu sejumlah pejabat, politukus dan mahasiswa adalah persatuan bangsa, peningkatan pendidikan dan taraf ekonomi rakyat, kata Nemi Mu`tasim Billah (29), cucu KH Abdullah Abbas.



Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

"Wasiat pertama selalu meminta dijaga persatuan bangsa dan persatuan umat, kedua diminta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan ketiga adalah amanat agar terus memperbaiki ekonomi rakyat," katanya kepada wartawan menjelang pemakaman Kiai Karismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari Buntet Pesantren, Jumat (10/8) kemarin.

Ia mengatakan, Kiai Dolloh, panggilah akrab KH Abdullah Abbas tidak pernah membeda-bedakan tamu apakah tua atau muda, pejabat atau bukan, sehingga menjadi tumpuan mahasiswa untuk berdiskusi tentang berbagai hal.

Hari Santri 2018

"Kiai selalu menghargai perbedaan pendapat, tetapi mempunyai argumen yang kuat untuk melontarkan pendapat atau nasihat, sehingga banyak pejabat ingin mendapat nasihat dari beliau," katanya.

Hal senada dikatakan H Munib Rowandi Amsal Hadi, pengelola Buletin Buntet Pesantren bahwa, tahun 1950 usai revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan di mana Kiai Dulloh ikut terlibat langsung, Buntet Pesantren dikembangkan berbagai sarana pendidikan modern karena ingin meningkatkan taraf pendidikan masyarakat di sekitar pesantren.

Hari Santri 2018

Saat ini sudah berdiri Madrasah Ibtidaiyah Putra dan Putri, Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Putra 1 dan MTs NU Putra 2 dan MTs Putri, Madrasah Aliyah (MA) NU Putra, MA NU Putri, Akademi Keperawatan, serta Lembaga Bahasa dan Keterampilan.

Berkaitan dengan isu ulama masuk dunia politik, menurut H Munib, Kiai Dulloh juga mempunyai pendapat moderat bahwa sangat wajar jika ulama ikut terjun di dunia politik tetapi hanya boleh dijalankan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

"Ulama itu kaum terdidik. Wajar kalau mereka terjun ke dunia politik guna kemaslahatan umat dan bangsa. Jangan untuk ambisi pribadi," katanya menirukan ucapan Kiai saat berdiskusi dengan santri.

Ia juga mengungkapkan, Kiai Dulloh adalah satu-satunya anak Kiai Abbas yang ikut memimpin dalam berbagai pertempuran melawan penjajah Belanda, antara lain, di Surabaya, Sidoarjo, Tanjung Priok dan Cikampek.

"Kiai Abdullah Abbas aktif menjadi pasukan Hisbullah, bahkan menjadi Kepala Staf Batalyon Hisbullah. Beliau juga menjadi anggota Batalyon 315/Teritorial Siliwangi dengan pangkat Letnan Muda," katanya.

Pada masa perjuangan melawan Belanda itulah, menurut Munib, banyak pejuang yang meminta ilmu kebal senjata kepada Ki Dulloh dalam melawan senjata Belanda yang lebih lengkap.

Kyai yang mempunyai 11 anak itu, pernah berguru kepada Kyai Ma`shum di Ponpes Lasem, Rembang, dan kepada KH Hasyim Asy`ari dan terakhir berguru pada KH Abdul Karim Manaf di Ponpes Lirboyo. (ant/din)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Internasional, Pesantren Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Jombang, Hari Santri 2018

Untuk kali ketiga, Musyawarah Guru Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMK Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar Pesantren Kreatif Ramadhan atau KIR. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (13/6) hingga Rabu (15/6). Acara yang berlangsung di SMK PGRI 1 Jombang ini diikuti 205 peserta yang terdiri para remaja.

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

“Semua peserta merupakan perwakilan dari seluruh SMK yang ada di kabupaten Jombang, baik negeri maupun swasta,” ujar Abdul Malik, sekretaris panitia. Jumlah sekolah yang mengirim perwakilan, lanjutnya, naik jika dibanding tahun lalu. “Tahun ini yang mengirim sebanyak 30 sekolah,” ucapnya.

Acara ini disambut positif oleh Kementerian Agama Kabupaten Jombang. Kasi PAIS Salim Basawad datang untuk membuka kegiatan. “Semoga para peserta kegiatan ini mampu menjadi insan kamil yang terampil,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan Islami. Mulai lomba adzan, tartil al-Qur’an, cerita Islami, kaligrafi dan pemilihan da’i remaja (pildara).

“Karena di samping memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta tentang ajaran Islam, kegiatan ini juga berusaha memberikan ruang kepada para peserta untuk menunjukkan kreativitas yang dimiliki,” ujar ketua panitia Arif Ghofar Anshori.

Hari Santri 2018

Pria berkacamata ini menambahkan bahwa peserta yang hadir diharapkan juga untuk menjalin ukhuwah. “Dan juga jejaring antara generasi Islam di sekolah SMK yang ada di Jombang,” imbuhnya.

Salah satu tema yang dibahas dalam kegiatan ini adalah semakin merebaknya paham radikalisme. Terutama yang melibatkan dunia remaja. Tidak terkecuali para pelajar SMK.

Hal senada juga diungkapkan narasumber kedua, KH. Nur Hadi. Kiai muda yang dikenal dengan nama Mbah Bolong ini menggarisbawahi bahwa problematika yang dihadapi remaja sangat banyak.

Di zaman modern ini, remaja tidak mustahil terjebak kepada ideologi-ideologi yang aneh. “Baik bersumber dari dalam diri maupun dari luar,” ujarnya.

Remaja saat ini, lanjutnya, akan berhadapan langsung dengan berbagai godaan sosial dari manusia yang ada di dalamnya. “Termasuk juga berbagai godaan dari setan dan nafsu sendiri,” imbuhnya.

Mbah Bolong mengidentifikasi bahwa jiwa remaja juga menjadi faktor penyebab terjebaknya remaja ke dalam ideologi radikal. “Ini disebabkan karena masa remaja penuh dengan dorongan memenuhi rasa ingin tahu dan coba-coba,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Mbah Bolong mendorong remaja untuk selalu menimba ilmu. “Mengajilah kepada para ahlinya agama dan cari informasi seluas-luasnya tentang apa yang akan dilakukan,” imbuhnya.

Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh Jombang ini juga mengajak para remaja untuk selalu berpegang teguh kepada ajaran Islam. “Ini agar hidup di dunia bisa selamat di akhirat kelak,” urainya.

Namun, lanjutnya, Islam yang dipraktikkan dalam keseharian adalah Islam toleran yang menghargai perbedaan. “Keragaman yang ada di Indonesia adalah sebuah rahmat, sehingga Islam harus mampu menjadi rahmatan lil alamin,” jelasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren, Amalan Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Jepara, Hari Santri 2018. Pengurus IPNU-IPPNU Nalumsari mengadakan rapat kerja dalam rangka memaksimalkan peran di Gedung MWCNU Nalumsari kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (30-31/8). Mereka dalam rapat ini juga menyusun program kerja ke depan.

"Pertemuan ini bertujuan menegaskan kembali tugas pokok dan fungsi pengurus agar kualitas kerja mereka lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Ketua PAC IPNU Nalumsari Lukman Hakim.

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Sementara Wakil Ketua IPNU Jepara M Shidiq yang juga hadir dalam rapat itu mengingatkan maksud pertemuan. “Upgrading ini menyadarkan kita terhadap wilayah kerja masing-masing,” kata Shidiq.

Hari Santri 2018

Shidiq mendorong pengurus anak cabang IPNU-IPPNU Nalumsari untuk menata ulang pola pikir. Pola pikir kita, ujar Shidiq, harus lebih baik dari pengurus ranting. Ia menyatakan, kepengurusan IPNU Jepara akan memfasilitasi mereka dalam memaksimalkan pengurus ranting. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Sejarah, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock