Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan

Subang, Hari Santri 2018. Menyusul pengobatan gratis beberapa waktu lalu di desa Rancahilir, Pamanukan, Fatayat NU Subang kali ini berbagi dengan warga Subang. Dalam rangka memperingati harlah ke-64, mereka menyerahkan santunan kepada seratus sepuluh warga yang membutuhkan di SMP NU Ghofarana, Pusakajaya, Ahad (6/7).

Menurut Ketua Fatayat NU Subang Tia Agustiawati, bakti sosial ini melibatkan 60 faqir miskin dan 50 orang anak yatim. Untuk faqir miskin, kata dia, kita menyerahkan sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara anak yatim diberikan sejumlah peralatan belajar dan pendidikan.

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Subang Salurkan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan

"Dengan Harlah Fatayat ke-64 ini kita tingkatkan komitmen dan kepekaan sosial pemudi NU yang maslahat untuk umat," kata Tia.

Hari Santri 2018

Melalui pengabdian dan eksistensinya sebagai kaum yang memberikan manfaat bagi warga kurang mampu, kehadiran Fatayat NU Subang dirasakan masyarakat.

Hari Santri 2018

Seorang penerima bantuan, Dasem (70) mengapresiasi kegiatan sosial ini. “Alhamdulillah, semoga apa yang diberikan menjadi barokah. Bantuan ini akan kami gunakan dengan baik. Karena, kami sangat susah dalam mencari kebutuhan rumah tangga. Semoga ini juga menjadi pembelajaran untuk semuanya,” ujar Dasem. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Fragmen Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Grobogan, Hari Santri 2018. Dalam rangka Sumpah Pemuda, sebanyak  3.000 pelajar NU mengikuti apel kesetiaan Negara kesatuan republic Indonesia yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Grobogan di alun-alun Purwodadi, Ahad (28/10) kemarin. 

Mereka yang sebagian besar pelajar MTs-MA dan perwakilan Pimpinan anak Cabang IPNU-IPPNU se-Grobogan itu mengucapkan ikrar kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Dalam naskah  ikrar kesetian NKRI yang dibacakan ketua PC IPNU Grobogan, Fathoni itu menyatakan pelajar NU akan selalu melaksanakan syariat Islam, berpedoman pada garis perjuangan NU, menjaga generasi muda dari pengaruh buruk narkoba. 

"Pelajar NU Grobogan berikrar akan selalu berkomitmen terhadap Pancasila sebagai azas kehidupan berbangsa dan akan tetap setia terhadap NKRI", kata Fathoni yang ditirukan seluruh peserta apel.

Hari Santri 2018

Dalam keterangannya, Fathoni menjelaskan pelaksanaan apel ikrar setia terhadap NKRI ini berdasarkan situasi sekarang dengan banyaknya faham-faham Islam aliran kiri yang dengan mengatasnamakan jihad, namun justru melakukan aksi terorisme dan mengganggu kedaulatan NKRI. 

“Selain itu, dengan momentum hari sumpah pemuda, dirinya mengajak kepada seluruh kalangan muda khususnya kalangan pelajar untuk ikut meneruskan semangat perjuangan Budi Utomo, atau yang lebih dikenal dengan Bung Tomo.”katanya usai acara apel tersebut. 

Ia menegaskan bagi pelajar NU,  NKRI adalah harga mati. Hal ini didasari pada perjuangan Nahdlatul Ulama yang tidak bisa dipisahkan NKRI. 

“Momentum sumpah pemuda ini, kita mengajak para pemuda untuk benar-benar memahami dan mengimplementasikan makna sumpah pemuda dalam diri masing-masing. Sehingga tidak akan ada lagi pemuda yang menjadi pelaku aksi terorisme", tambah Fathoni. 

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo juga hadir dan menyampaikan orasi kebangsaannya. Dalam orasinya, Heri Prakoso mengatakan pernyataan ikrar setia NKRI yang dilakukan oleh ribuan pelajar ini  hendaknya benar-benar menjadi pedoman. Penanaman sikap disiplin dan rukun sangat diperlukan untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh.

Hari Santri 2018

"Apalagi pemuda adalah sebagai motor penggerak bangsa. Mari kita isi dengan belajar dan berlatih untuk menjadikan NKRI lebih maju dan beradab,"tandas Dandim di depan ribuan pelajar NU. 

Sedangkan koordinator  Badan NK Grobogan Johari Angkasa berharap sebagai generasi penerus bangsa tidak melakukan kegiatan-kegiatan negative yang  membahayakan diri sendiri seperti menjadi pecandu narkoba. 

"Pemuda yang sudah kecanduan dengan obat-obat terlarang maka akan hancur pula masa depannya. Jauhi narkoba dan semua hal yang merugikan diri kalian", pesan Johari saat berorasi. 

Selain ribuan peserta, kegiatan yang merupakan rangkaian konperensi cabang IPNU Grobogan ini  dihadiri pula DANDIM 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo, Kepala Kesbangpolinmas Yudi Sudarmunanto, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Grobogan Johari Angkasa, dan ketua PC NU Grobogan Mat Said. 

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Pertandingan Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum

Bekasi, Hari Santri 2018. Imam masjid berhaluan Islam Ahlussunah wal-Jamaah yang dipraktikan NU adalah pelindung keyakinan ma’mun pada shalat berjamaah di masjid. Hal itu terjadi terutama pada masjid dengan jamaah heterogen (campuran keyakinan furu’iyah) seperti di kota-kota besar. ?

Demikian diyakinkan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi kepada ratusan peserta Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di gedung PCNU Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/5).

Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum

Sebelum menjelaskan pendapatnya, Kiai Masdar menceritakan dulu jenis masjid berdasar pendirian. Pertama, masjid yang didirikan kelompok Ahlussunah wal-Jamaah (NU). Kedua, masjid yang didirikan kelompok lain seperti Muhammadiyah, Persis dan Ormas-ormas lain. Ketiga, masjid yang dibangun pemerintah, pasar, perumahan, dan lembaga-lembagai publik.

Hari Santri 2018

Masjid NU adalah tempat ibadah dengan cara NU. Aturan mainnya, pihak manapun tidak boleh mengganggu dan mengubah, apalagi mengafirkan cara beribadah jamaah. Begitu juga dengan masjid kelompok lain, “Kita tak boleh mengganggu cara beribadah mereka,” tegasnya.

Namun, masjid umum yang bisa dipastikan jamaah campuran, aturan main yang harus dipegang adalah imam yang melindungi keyakinan ma’mum. Jika imam tak pakai qunut mislanya, jelas ia tak melindungi ma’mum yang berqunut.

Hari Santri 2018

“Kalau imamnya pakai qunut, ma’mum yang tidak pakai qunut bisa tidak melakukan. Ia bisa diam saja. Ini berarti keyakinan tidak berqunut terlindungi. Sebaliknya, jika imam tidak pakai qunut, maka ma’mum yang pakai qunut terhalang menjalankan keyakinannya.”

Menurut Kiai masdar imam tak berqunut dengan ma’mum berqunut akan melanggar UUD 1945 pasal 29 ayat 2. Bunyi pasal itu adalah “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

“Jadi, imam pelindung jamaah di masjid campuran itu harus berkarakter Ahlussunah wal-Jamaah sebagaimana yang dipraktikan NU,” pungkasnya. ?

Rapimda bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat” tersebut diikuti para imam, khotib, dan DKM-DKM NU Kota Bekasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Ta’mir Masjid PCNU Kota Bekasi yang difasilitasi PP LTMNU bekerja sama dengan PT Sinde Budi Sentosa dan PT TOA.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

Cirebon, Hari Santri 2018

KH Abdullah Abbas (Kiai Dulloh) yang selalu terlontar dalam setiap menerima tamu sejumlah pejabat, politukus dan mahasiswa adalah persatuan bangsa, peningkatan pendidikan dan taraf ekonomi rakyat, kata Nemi Mu`tasim Billah (29), cucu KH Abdullah Abbas.



Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

"Wasiat pertama selalu meminta dijaga persatuan bangsa dan persatuan umat, kedua diminta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan ketiga adalah amanat agar terus memperbaiki ekonomi rakyat," katanya kepada wartawan menjelang pemakaman Kiai Karismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari Buntet Pesantren, Jumat (10/8) kemarin.

Ia mengatakan, Kiai Dolloh, panggilah akrab KH Abdullah Abbas tidak pernah membeda-bedakan tamu apakah tua atau muda, pejabat atau bukan, sehingga menjadi tumpuan mahasiswa untuk berdiskusi tentang berbagai hal.

Hari Santri 2018

"Kiai selalu menghargai perbedaan pendapat, tetapi mempunyai argumen yang kuat untuk melontarkan pendapat atau nasihat, sehingga banyak pejabat ingin mendapat nasihat dari beliau," katanya.

Hal senada dikatakan H Munib Rowandi Amsal Hadi, pengelola Buletin Buntet Pesantren bahwa, tahun 1950 usai revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan di mana Kiai Dulloh ikut terlibat langsung, Buntet Pesantren dikembangkan berbagai sarana pendidikan modern karena ingin meningkatkan taraf pendidikan masyarakat di sekitar pesantren.

Hari Santri 2018

Saat ini sudah berdiri Madrasah Ibtidaiyah Putra dan Putri, Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Putra 1 dan MTs NU Putra 2 dan MTs Putri, Madrasah Aliyah (MA) NU Putra, MA NU Putri, Akademi Keperawatan, serta Lembaga Bahasa dan Keterampilan.

Berkaitan dengan isu ulama masuk dunia politik, menurut H Munib, Kiai Dulloh juga mempunyai pendapat moderat bahwa sangat wajar jika ulama ikut terjun di dunia politik tetapi hanya boleh dijalankan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

"Ulama itu kaum terdidik. Wajar kalau mereka terjun ke dunia politik guna kemaslahatan umat dan bangsa. Jangan untuk ambisi pribadi," katanya menirukan ucapan Kiai saat berdiskusi dengan santri.

Ia juga mengungkapkan, Kiai Dulloh adalah satu-satunya anak Kiai Abbas yang ikut memimpin dalam berbagai pertempuran melawan penjajah Belanda, antara lain, di Surabaya, Sidoarjo, Tanjung Priok dan Cikampek.

"Kiai Abdullah Abbas aktif menjadi pasukan Hisbullah, bahkan menjadi Kepala Staf Batalyon Hisbullah. Beliau juga menjadi anggota Batalyon 315/Teritorial Siliwangi dengan pangkat Letnan Muda," katanya.

Pada masa perjuangan melawan Belanda itulah, menurut Munib, banyak pejuang yang meminta ilmu kebal senjata kepada Ki Dulloh dalam melawan senjata Belanda yang lebih lengkap.

Kyai yang mempunyai 11 anak itu, pernah berguru kepada Kyai Ma`shum di Ponpes Lasem, Rembang, dan kepada KH Hasyim Asy`ari dan terakhir berguru pada KH Abdul Karim Manaf di Ponpes Lirboyo. (ant/din)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Internasional, Pesantren Hari Santri 2018

Minggu, 04 Februari 2018

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni

Jakarta, Hari Santri 2018. Rombongan NU Patean, Kendal menggelar tahlilan untuk tokoh Muslimat NU Hj Asmah Sjachruni di masjid An-Nahdlah gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (4/6). Rombongan yang berjumlah sedikitnya 125 orang ini berdoa bersama jamaah sholat Zuhur untuk almarhumah.

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni

Warga NU yang dipimpin MWCNU Patean ini menjadwalkan singgah di PBNU dalam rangkaian ziarah Wali Songo tahun ini. Mereka yang terdiri atas jamaah pengajian Ahad pagi melakukan ziarah wali rutin setiap tahun.

“Tahun lalu, kita ziarah dari titik tempat tinggal kami menuju Timur hingga Madura. Tahun ini, kita ziarah ke Barat sampai ke Banten dan Tasik juga Ciamis,” kata Katib Syuriyah NU Patean KH A Rozin menyebut makam Sultan Hasanudin Banten dan Pamijahan.

Hari Santri 2018

Sementara Ketua MWCNU Sofyan Hadi menambahkan, agenda ke PBNU direncanakan sebelumnya. “Maksudnya, agar warga NU di tempat kami mendapatkan nilai lebih dalam ziarah Wali.”

Hari Santri 2018

Diantar dua bus, mereka melanjutkan kembali perjalanan ziarah mereka setelah beramah tamah dengan Ketua LTM PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PP LDNU KH Zakki Mubarok, Kepala Perpustakaan PBNU H Syatiri Ahmad. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Fragmen, Sunnah Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Alissa Wahid: Indonesia adalah Kesepakatan Kebangsaan

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Indonesia bagi NU, adalah kesepakatan kebangsaan yang akan terus dipegang dan menjadi panduan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Demikian disampaikan Alissa Wahid dalam Dialog Kebangsaan dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama ke 87 di XT Square Yogyakarta, Ahad (3/3).  

Alissa Wahid: Indonesia adalah Kesepakatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Indonesia adalah Kesepakatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Indonesia adalah Kesepakatan Kebangsaan

“Dalam Munas NU tahun 2012 di Cirebon, ada seorang Kiai yang menyampaikan di dalam forum Pleno, yang mengingatkan bahwa Indonesia bagi NU adalah sebuah kesepakatan kebangsaan yang akan terus dipegang. Itu yang mengingatkan saya, bahwa jika ada kelompok yang menginginkan bentuk bangsa yang berbeda dengan NU, maka ia adalah kelompok Islam anyar,” ungkap Alissa Wahid, putri pertama KH Abdurrahman Wahid.

Kelompok Islam anyar ini, lanjut Alissa, tidak punya investasi apapun di dalam pendirian Negara. Kelompok ini berbeda dengan NU yang sejak awal turut membangun negara. 

Hari Santri 2018

Kontribusi NU diberikan oleh para pendiri NU, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, dan Kiai lainnya, yang sejak awal memberikan konsep untuk mendirikan Darus Salam, tidak harus Darul Islam. 

“Hal inilah yang menjadi modal bagi NU untuk berkontribusi dalam persiapan kemerdekaan sampai sekarang,” tutur Alissa. 

Hari Santri 2018

Sayangnya, peran yang besar ini, tampaknya tidak mendapat apresiasi yang maksimal dari negara. Seolah NU seperti satpam bagi Indonesia. Ketika dalam keadaan genting, NU diminta yang terdepan dalam menyelesaikan persoalan. 

Tetapi ketika suasana tenang dan sejahtera, NU dipojokkan dan dipinggirkan. Bahkan, sejarah tidak mengakui peran dari Resolusi Jihad yang pengaruhnya sangat luar biasa untuk mempertahankan kemerdekaan RI. Inilah kenyataan yang semestinya tak perlu terjadi. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Anas Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Kamis, 04 Januari 2018

Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU?

Mataram, Hari Santri 2018. Kabar tentang akan digelarnya Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23-25 November 2017 telah tersebar di berbagai media. Bahkan, serangkaian acara pendahuluan sudah digelar di sejumlah kota.

Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU?

Meski demikian, sebagian orang masih bertanya tentang beberapa pengertian istilah teknis forum internal NU ini. Misalnya, apa perbedaan antara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama?

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau disingkat Munas Alim Ulama dan Konbes NU adalah dua forum berbeda. Namun keduanya kerap digelar dalam satu waktu penyelenggaraan. Munas Alim Ulama dan Konbes NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar. Sebagaimana penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, Munas Alim Ulama dan Konbes NU didesain untuk menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan fundamental bagi kemaslahatan umat, bagi keutuhan bangsa dan negara ini.?

Munas Alim Ulama membicarakan masalah-masalah keagamaan menyangkut kehidupan umat dan bangsa. Sebagai forum bahtsul masail akbar, Munas Alim Ulama membagi pembahasan masalah-masalah keagamaan ke dalam tiga kategori: (1) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), (2) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), dan (3) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan).

Sementara Konbes NU lebih membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar, mengaji perkembangan program, memutuskan Peraturan Organisasi (PO), serta menerbitkan rekomendasi. Oleh karena itu, dalam Konbes NU ini forum permusyawaratan dikerucutkan ke dalam tiga komisi pembahasan, yaitu Komisi Program, Komisi Organisasi, dan Komisi Rekomendasi.?

Hari Santri 2018

Jika kepesertaan Munas Alim Ulama secara terbuka mengundang dan melibatkan para alim ulama, pengasuh pondok pesantren, dan para pakar, maka kepesertaan dalam forum Konbes NU sifatnya lebih tertutup. Peserta Konbes NU dalam hal ini terdiri hanya anggota pleno Pengurus Besar dan Pengurus Wilayah saja. (Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock