Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Tuan Guru Bengkel, Ulama yang Produktif dalam Menulis

Mataram, Hari Santri 2018. Banyak warga Nahdliyin yang tidak mengenal dan memahami pemikiran para tokoh peletak dasar Nahdlatul Ulama (NU) di Nusa Tenggara Barat. Diantara ulama yang seharusnya terus digali pikiran adalah Tuan Guru Haji M Shaleh Hambali Bengkel. Ia adalah Rais Syuriah NU Nusa Tenggara Barat pertama.

Demikian disampaikan mantan Rektor Mansur Maksum dalam acara bedah buku Pemikiran Lokal: TGH M Shaleh Hambali Bengkel di Halaman Kantor PWNU NTB, Rabu (22/11).

Tuan Guru Bengkel, Ulama yang Produktif dalam Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Bengkel, Ulama yang Produktif dalam Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Bengkel, Ulama yang Produktif dalam Menulis

Dia menilai, Tuan Guru Bengkel adalah seorang ulama yang sangat alim dan mampu menjadi penengah manakala ulama-ulama berbeda pendapat.?

“Jika ada perbedaan diantara ulama, beliau yang didengar waktu itu,” katanya.

Tuan Guru Bengkel juga adalah seorang ulama yang produktif dalam menulis. Tercatat, ada delapan belas kitab yang ditulisnya, yaitu Talim Al Shibyan Bi Ghayat Al Bayan, Bintang Perniagaan, Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Wasiat Al Musthafa, Mawaidh Al Shalihiyah, Intan Berlian Perhiasan Perhiasan Laki Perempuan, Manzalul Al Amrad, Hidayat Al Athfal, Al Lulu Al Mantsur, dan lainnya.

Hari Santri 2018

Ketua Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) Muhammad Akbar Jadih menilai, Tuan Guru Bengkel adalah sosok ulama yang memiliki kemampuan manajemen yang baik, baik dalam mengelola karya-karyanya ataupun pesantrennya.

“Beliau sudah memiliki staf khusus dalam menulis karya-karya beliau,” katanya.

Ia mengajak Nahdliyin untuk meneladani Tuan Guru Bengkel, terutama dalam melahirkan karya tulis. Ia berharap, ke depan Tuan Guru Bengkel akan dianugerahi oleh pemerintah menjadi pahlawan nasional.?

Ada tiga tema besar yang menjadi perhatian khusus Tuan Guru Bengkel di dalam karya-karyanya, yaitu fikih, ushul fikih, dan tasawuf. Hampir sebagian besar karya Tuan Guru Bengkel ditulis dalam bahasa Arab Melayu. (Muchlishonn Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nusantara, Sholawat Hari Santri 2018

Rabu, 14 Februari 2018

Ketika Mata Mati

Sajak-Sajak Gatot Arifianto

kacalah sayyidina umar, agar tahu, bahwa mungkar bukan semata garis lurus, tapi juga berkesempatan melingkar, pulang ke jalan benar

Netrahyahimsa Institute, 22 September 2016

Ketika Mata Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Mata Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Mata Mati



Sesudah Sedih Kesekian

Hari Santri 2018



bencana adalah rencana. tidakkah bisnis bengis para kapitalis iklan datang berulang? selalu kembali, menaburkan serbuk cabai dan lada pada mata, yang kenal atau sebaliknya, tak kuasa hingga diam terhadap kerakusan abai, bahwa nyawa tak sanggup dibuat, teh poci gula batu, papan bunga pernikahan dan kematian

tapi hidup tak boleh nestapa, sepi dari perut lapar, menjalankan hati semau kaki dan panggilan peninggi derajat, bukan?

Hari Santri 2018

jika setuju ar-rum 41, desakkan pada dada, ruang penuh raung di sudutsudut kota yang menjelma selokan, diamuk anak dan ibu, cikamiri dan cimanuk, gunung yang terus digali, kawah yang disulap jadi mesin uang

peraslah susu kambing atau sapi, jangan air mata. cabutlah segala ubi, jangan kehidupan agar tak ada iba. tanamlah padi, jangan pedih bagi mereka yang ingin mencicipi secuil nikmat merdeka, di negeri yang membiarkan diri diteror impor pangan

sesudah sedih kesekian, dan tuhan menegaskan diri bukan badut bersafari pendek ingatan, adakah pengetahuan sampai di kepala selain uban?

Lantai 5 Gedung PBNU, 23 September 2016



Mencintai Tuhan Dengan Sederhana



mencintai hutan ialah tanda seru mencintai tuhan dengan sederhana

Lantai 5 Gedung PBNU, 23 September 2016





Gatot Arifianto. Nahdliyin. Sejumlah tulisannya dibukukan dalam buku, Merajut Jurnalisme Damai di Lampung, Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung, 2012. Menelisik Korupsi Anggaran Publik 2013, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia. NU Mengawal Perubahan Zaman, Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Lampung, 2015. Bergiat di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan

SIEJ (The Society of Indonesian Environmental Journalists).


Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nusantara Hari Santri 2018

Senin, 12 Februari 2018

Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI

Jakarta, Hari Santri 2018. Usulan relokasi terhadap warga yang berkonflik di Sampang bukan jalan keluar yang baik. Pikiran tersebut hanya muncul dari orang yang pikirannya pendek, maunya jalan pintas.

Demikian diungkapkan Direktur Program The Wahid Institute Rumadi, menanggai usulan kepolisian RI yang disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR.

Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI

"Gagasan relokasi harus ditolak karena bertentangan dengan Undang-undang di mana setiap warga negara berhak untuk memilih tempat tinggal di seluruh Indonesia," jelas Rumadi lewat suratnya yang dikirim ke Hari Santri 2018 kemarin sore (5/9).

Hari Santri 2018

Alasan lainnya, kata Rumadi, warga Syiah di sampang adalah orang yang sudah turun-temurun tinggal di daerah itu. "Mereka punya keterikatan kuat dengan tanah tumpah darahnya," tegas Rumadi.

Hari Santri 2018

Dia menjelaskan, pola relokasi akan menjadi preseden buruk penyelesaian konflik sosial. "Kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu karena warganya yang bhineka, tapi bersedia hidup berdampingan, rukun, gotong royong. Kalau dipisah-pisah malah mengancam NKRI," ungkapnya.

"Kita mesti sabar, tekun dalam membangun bangsa ini. Bahaya sekali kalau ide relokasi dilaksanakan. Saya juga usul pada NU agar berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan konflik sosial. Ini penting buat NU sebagai penopang NKRI," pungkas Rumadi yang juga aktivis Lakpesdam NU.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nusantara Hari Santri 2018

Minggu, 04 Februari 2018

Kurikulum 2013 Dinilai Sesuai dengan Model Pendidikan Pesantren

Kendal, Hari Santri 2018. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif NU memantapkan diri untuk terus melaksanakan Kurikulum 2013. Ketua PP LP Ma’arif H Arifin Junaidi mengatakan, kurikulum? 2013? mencerminkan "khittah" dan sesuai dengan model pendidikan pesantren.

Hal tersebut disampaikan Arifin Junaidi saat memberi? pengarahan? kepada peserta Muskercab NU II Kendal di gedung NU Kendal Jalan Raya Sukarno-Hatta 299 Kendal, Ahad (21/12)

Kurikulum 2013 Dinilai Sesuai dengan Model Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurikulum 2013 Dinilai Sesuai dengan Model Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurikulum 2013 Dinilai Sesuai dengan Model Pendidikan Pesantren

Dijelaskan? oleh Sekjen PBNU era KH Abdurrahman Wahid itu bahwa bangsa Indonesia sebelum penjajahan Belanda datang sebenarnya sudah mempunyai model pendidikan pribumi yang kemudian berkembang menjadi model pendidikan pesantren. Namun setelah penjajah datang, Belanda kemudian mengadopsi pendidikan model barat. Padahal kepentingan Belanda sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan anak orang Belanda agar tidak perlu mengirim anaknya sekolah ke negeri asalnya.

Hari Santri 2018

Ironisnya setelah Indonesia merdeka pendidikan kita masih tetap mengadopsi? model pendidikan barat sampai era reformasi berjalan. “Hasil bisa kita lihat sendiri, ahklaq generasi muda hancur.? Lahirnya kurikulum 2013 sebenarnya upaya mengembalikan model pendidikan kita kepada model pendidikan pribumi atau pesantren yang? sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang mengutamakan pembentukan karakter anak didik,” katanya.

Diakuinya kelemahan kurikulum 2013 terletak pada system penilaian yang agak rumit sehingga sebagian kalangan pendidik mengatakan kurikulum 2013 adalah kurikulum yang ribet.

Hari Santri 2018

Dikatakannya, sisi kebaikan dari kurikulum 2013 adalah tidak adanya pemisahan lagi antara kemampuan afektif, psikomorik maupun cognitif, sebab semuannya sudah menjadi satu kesatuan utuh.

Karena itu LP Maarif akan terus melaksanakan kurikulum 2013 di sekolah dan madrasah? di lingukungan lembaga pendidikan NU.? Ini ditujukan bagi lembaga pendidikan yang sudah siap menjalankannya. "Bagi yang belum siap harus disiapkan karena tahun 2019 harus sudah diterapkan," pungkas Arifin yang asli kelahiran Kendal itu.(Fahroji/Anam)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nusantara Hari Santri 2018

Sabtu, 03 Februari 2018

Pemerintah Umumkan 1 Syawal pada Ahad, 25 Juni

Jakarta, Hari Santri 2018. Sidang isbat di Kementerian Agama yang diikuti oleh pemerintah dan sejumlah ormas Islam memutuskan bahwa 1 Syawal 1438 Hijriyah jatuh pada Ahad, 25 Juni 2017. Dengan demikian, Lebaran Idul Fitri jatuh pada esok hari.

Pemerintah Umumkan 1 Syawal pada Ahad, 25 Juni (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Umumkan 1 Syawal pada Ahad, 25 Juni (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Umumkan 1 Syawal pada Ahad, 25 Juni

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menjelaskan peserta sidang menerima laporan dari enam saksi tersumpah yang melihat hilal yang berasal dari dua lokasi, yaitu di Kupang Nusa Tenggara Timur dan di Bukit Condrodipo Gresik Jawa Timur.

Lukman Hakim menjelaskan, pada Sabtu sore ini, posisi bulan sudah memenuhi kriteria untuk bisa dilihat atau imkanur rukyat. Ketinggian bulan pada 24 Juni ini adalah 3.88 derajat, elongasi atau jarak antara bulan dengan matahari sebesar 5.06 derajat dan umur bulan 8 jam 15 menit.

Kriteria tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh negara-negara ASEAN, yaitu minimal ketinggian hilal 2 derajat, elongasi 3 derajat dan umur bulan 8 jam.?

Hari Santri 2018

Hadir dalam sidang isbat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ali Taher, ketua komisi VIII DPR RI.?

Di Gedung PBNU KH Said Aqii Siroj mengeluarkan ikhbar atau pemberitahuan hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah NU dan mengumumkan bahwa Idul Fitri jatuh pada Ahad 25 Juni 2017 setelah tim Falakiyah NU melihat hilal dengan mata telanjang di beberapa tempat.

“Atas dasar rukyatul hilal tersebut dan sesuai dengan pendapat al madzahibul arbaah, maka dengan ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengikhbarkan pemberitahuan bahwa awal bulan Syawwal 1438 H jatuh pada hari Ahad 25 Juni 2017 masehi.”

Hari Santri 2018

“Kepada warga NU dan umat Islam pada umumnya, kami sampaikan selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawwal 1438 Hijriyah dengan penuh sukacita mohon maaf lahir dan batin,” tambahnya

Kiai Said juga menambahkan, semoga ibadah puasa kita dan rangkaian ibadah lainnya selama bulan Ramadhan diterima Allah SWT dan semoga pula amaliyah bulan Ramadhan bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.”. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nusantara Hari Santri 2018

Kamis, 11 Januari 2018

IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini

Probolinggo, Hari Santri 2018 - Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo terus berupaya untuk menekan angka pernikahan dini di kalangan remaja. Mereka bekerja sama dengan melibatkan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Jum’at (27/5).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang kader IPNU dari Kecamatan Sumberasih dan Wonomerto. Dalam sosialisasi ini BPPKB merangkul Dosen UPM Probolinggo Abdul Halim yang memberikan motivasi tentang pentingnya pendidikan bagi remaja IPNU.

IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini

“Remaja IPNU tidak boleh takut. Belajarlah untuk meraih derajat pendidikan yang lebih tinggi, walaupun berasal dari keluarga miskin. Tetap semangat untuk sekolah. Pertolongan Allah SWT tidak bisa diukur dengan akal, asalkan mau berusaha dan berdoa,” katanya.

Hari Santri 2018

Sementara Kepala Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat BPPKB Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengatakan, IPNU sengaja dilibatkan karena organisasi ini mewadahi unsur remaja dan pemuda di NU sehingga diharapkan akan menjadi garda terdepan atau pioner dalam menyuarakan tentang usia perkawinan yang ideal.

“Penyebab pernikahan dini itu tidak hanya dari faktor orang tua, tetapi juga kalangan remaja yang kurang ada motivasi diri dalam hal pendidikan. Jika anak mempunyai semangat, maka orang tua mau tidak mau akan memberikan dukungan,” katanya.

Hari Santri 2018

Menurut Herman, hingga akhir tahun 2015 angka pernikahan dini di dua kecamatan ini sangat tinggi. Di Kecamatan Sumberasih, tercatat 284 pernikahan dini dari total 483 pernikahan atau 58,80% dan Wonomerto tercatat 160 pernikahan dini dari total 312 pernikahan atau 51,28%.

“Remaja IPNU sengaja dilibatkan karena ternyata masih rentan dengan pernikahan dini. Kami akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menikah pada usia yang matang dan ideal,” pungkasnya.

Ketua IPNU Kabupaten Probolinggo Babussalam menyambut baik atas dilibatkannya kader IPNU untuk menekan angka pernikahan dini.

“Memang tidak bisa dipungkiri bahwasanya remaja masih rentan dengan pernikahan dini, terutama yang ada di desa-desa. Tapi dengan keterlibatan IPNU ini mudah-mudahan bisa banyak membantu program pemerintah dalam menekan angka pernikahan dini,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU, Nusantara Hari Santri 2018

Kamis, 23 November 2017

Wakil Rais Aam Bai‘at Pengurus Baru 18 Lembaga PBNU

Jakarta, Hari Santri 2018. Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar meminta komitmen pengurus baru lembaga-lembaga di bawah naungan PBNU sebelum pembai’atan dimulai. Pada pelantikan di Jakarta, Rabu (16/9) malam, Kiai Miftah kemudian memimpin pembai‘atan pengurus harian di delapan belas lembaga yang merupakan kepanjangan tangan dari PBNU.

Wakil Rais Aam Bai‘at Pengurus Baru 18 Lembaga PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais Aam Bai‘at Pengurus Baru 18 Lembaga PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais Aam Bai‘at Pengurus Baru 18 Lembaga PBNU

“Lembaga-lembaga di NU merupakan perangkat atau kaki penyambung kerja PBNU. Karenanya, saya perlu menanyakan kesanggupan para pengurus baru sekalian. Apakah saudara sekalian sanggup?” Kiai Miftah bertanya kepada ketua-ketua lembaga yang juga naik ke atas panggung pelantikan.

Usai memimpin ikrar yang diikuti ketua-ketua baru lembaga-lembaga di PBNU, Kiai Miftah berharap mereka yang dilantik pada malam ini untuk bekerja sungguh-sungguh demi kemaslahatan umat.

Hari Santri 2018

“Semoga Allah memberikan kemudahan besar bagi pengurus lembaga PBNU masa khidmat 2015-2020,” Kiai Miftah berdoa di hadapan sedikitnya 300 hadirin.

Sebelum pelantikan, Sekjend PBNU H Helmy Faishal Zaini membacakan surat mandat kepada pengurus baru lembaga-lembaga yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjend PBNU H Helmy Faisal.

Hari Santri 2018

Satu per satu nama pengurus harian lembaga-lembaga itu dibacakan oleh para wasekjend PBNU secara bergantian. Mereka adalah pengurus Lembaga Dakwah NU, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Rabithah Maahid Al-Islamiyah NU, Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Pengembangan Pertanian NU, Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU, Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia, Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah NU, Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU, Lembaga Bahtsul Masa’il NU, Lembaga Tamir Masjid NU, Lembaga Kesehatan NU, Lembaga Falakiyah NU, Lembaga Talif wan Nasyr NU, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU, dan Lembaga Pendidikan Tinggi NU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Cerita, Nusantara Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock