Rabu, 20 Desember 2017

Maria Ulfa: Fatayat Berjuang untuk Martabat Perempuan

Tegal, Hari Santri 2018. Rendahnya kualitas hidup kaum perempuan di Indonesia salah satunya adalah akibat kebijakan pembangunan yang bias gender. Pola pembangunan semacam ini berdampak serius dalam marginalisasi kepentingan perempuan di semua sektor kehidupan, dari mulai masalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan lain-lain.



Maria Ulfa: Fatayat Berjuang untuk Martabat Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maria Ulfa: Fatayat Berjuang untuk Martabat Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maria Ulfa: Fatayat Berjuang untuk Martabat Perempuan

Di sektor pendidikan misalnya, kebanyakan warga negara yang buta huruf dan berpendidikan rendah adalah kaum perempuan. Sehingga mereka kerap menjadi korban tindak kekerasan maupun sasaran eksploitasi.

“Karena itu Fatayat NU kini memiliki program yang lebih terarah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bagi kaum perempuan, khususnya warga nahdliyin,” ungkap Ketua Pengurus Pusar Fatayat Fatayat Nahdlatul Ulama, Hj Maria Ulfa saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Cabang Fatayat NU Kab Tegal masa khidmat 2007-2011, Ahad (20/5).

Hari Santri 2018

Acara yang bertempat di aula SMK Negeri 1 Slawi itu sekaligus juga Pengesahan Pusat Informasi Konsultasi Kesehatan dan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) PC Fatayat NU Kab Tegal. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Rois Syuriah NU Kab Tegal, KH Chambali Utsman, Katib Syuriah KH M Abror Jamhari, Ketua DPRD H Ahmad Husein, Kepala Dinas PMKB & Kesos Pemkab Tegal Haron Bagas Prakosa, dan seluruh pengurus Cabang dan Anak Cabang Fatayat NU se-Kabupaten Tegal.

Dikatakan Maria Ulfa, isu kesehatan yang menimpa kaum hawa juga telah lama menjadi “pekerjaan rumah” bagi kader-kader Fatayat dari tingkat pusat hingga cabang. Kasus banyaknya kematian ibu karena proses melahirkan, kematian balita, penyakit animea dan lain sebagainya adalah menjadi bagian dari garapan program kerja Fatayat NU saat ini. “Sehingga kemudian kita bekerjasama dengan Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk membentuk PIK-KRR sampai ke setiap Pengurus Anak Cabang Fatayat NU,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Selain itu, rendahnya kualitas hidup kaum perempuan juga akibat kesenjangan ekonomi. Banyak kaum ibu yang tertindas secara ekonomi tidak mendapatkan perlindungan ataupun keberpihakan yang lebih nyata. “Fatayat NU telah bermitra dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan suatu program terkait masalah ini. Fatayat juga akan memberikan advokasi terhadap kaum perempuan yang menjadi korban kesenjangan ekonomi dan kebijakan pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kab Tegal Hj Nur Khasanah menegaskan, pihaknya siap bekerjasama dengan pihak manapun untuk merealisasikan program-program yang bersifat kemanusiaan. “Selama ini, kami juga telah bekerjasama dengan LSM luar negeri seperti FHI, UNICEF dan UNDP. Terutama program pencegahan HIV/Aids, Flu Burung, Deman berdarah dan lain-lain,” katanya.(fei)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Maria Ulfa: Fatayat Berjuang untuk Martabat Perempuan di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock