Yogyakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta membedah buku putih “Benturan NU-PKI: 1948-1965” di kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (3/4). Kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan tim penulis buku putih dari Jakarta.
Wakil Ketua PWNU DIY Prof Dr Purwo Santoso mengatakan, setelah sekian lama ditunggu, buku itu akhirnya diterbitkan juga. Menurutnya, buku putih yang diterbitkan resmi oleh NU itu sangat penting untuk memberikan perimbangan informasi sejarah.
| Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja (Sumber Gambar : Nu Online) |
Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja
“Selama ini informasi yang ada menyudutkan kelomkpok tertentu. Kalau pun buku ini menjadi kontroversial, buku ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan perimbangan informasi,” katanya.Hari Santri 2018
Ditambahkannya, sejarah bukan hanya berisi tentang cerita masa lalu, tetapi juga tentang klaim kebenaran. Jika NU tidak menulis, maka NU akan tersudutkan terus-menerus,” pungkasnya.Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali mengatakan, buku putih itu berisi tentang apa yang dialami oleh orang NU, untuk dibaca oleh masyarakat luas, dan khususnya untuk kalangan NU sendiri.
Hari Santri 2018
“Kita tidak membenci PKI. Sekarang NU dan PKI sudah menjadi teman. Sudah tidak ada problem dalam hubungan. Masalahnya ada pihak di luar dua itu yang ingin mempolisisasi peristiwa yang telah lalu dan menyudutkan NU. Maka kita menulis versi kita sendiri,” katanya.Bedah buku putih Benturan NU-PKI yang dipandu oleh Wakil Ketua PWNU DIY M. Jadul Maula itu dihadiri oleh tim penulis buku putih dari PBNUJakarta, antara lain Abdul Mun’im DZ dan Zastrow Ngatawi. Sebagai pembanding, guru besar sejarah UGM Prof Dr Bambang Purwanto. (Rochim/Anam)
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2018 Fragmen, Ulama Hari Santri 2018
