Jakarta, Hari Santri 2018 - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, bangsa Indoensia harus bangga dengan pola keislaman yang dikembangkan Nahdlatul Ulama yang damai dan toleran. Dimotori kiai-kiai, warga NU walaupun tinggal di kampung-kampung berperan besar dalam? membangun karkter bangsa.
Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sesi dialog setelah buka puasa bersama PBNU bersama seluruh banom dan lembaga NU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Sabtu (18/6) sore.
| Kiai Said: Indonesia Krisis Kiai Alim (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kiai Said: Indonesia Krisis Kiai Alim
Ia mencontohkan saat terjadi bencana. Pada saat seperti itu, kiai-kai kampung menyadarkan masyarakat untuk tetap bersatu, sabar, dan tabah menghadapi cobaan. Kiai-kiai itu banyak dimiliki NU.Hari Santri 2018
Lebih lanjut Kiai Said mengungkapan, melalui NU perjalanan kita sudah benar. Namun ia menyayangkan sekarang ini krisis kiai yang alim. Menurut dia, kiai alim tidak diukur dari banyaknya santri yang dimilikinya.“Kadang-kadang kiai alim tidak punya pesantren. Karena kiai di pesantren yang memiliki santri banyak sibuk membantu kesulitan santri dan orang tuanya sehingga kurang waktu untuk muthala’ah,” terang Kiai Said.
Hari Santri 2018
Minimnya kiai alim menurut Kiai Said sangat mengkhawatirkan. “Bagaimana masa depan NU kalau tidak ada generasi penerus yang belajar menjadi kiai yang alim?” pancing Kiai Said mendorong hadirin yang datang yang kebanyakan terdiri dari generasi muda diantaranya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), IPNU dan IPPNU. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2018 Hadits, Berita, Makam Hari Santri 2018
