Kamis, 15 Juni 2017

Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan

Jakarta, Hari Santri 2018. Ilmu dan pemikiran yang dimiliki oleh para kiai dan ulama pesantren seharusnya lebih banyak didokumentasikan dalam bentuk tulisan yang bisa dilacak lintas generasi.

“Para kiai adalah orang yang murah hati untuk membagikan ilmunya, tetapi waktunya kan terbatas dan tak semua orang memiliki waktu. Karena itu penulisan pemikiran menjadi sangat penting,” tandas Mohammad Sobary dalam acara launching Majalah Mata Air di Jakarta, Kamis malam.

Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan

Menurutnya jika tradisi menulis ini memiliki akar yang kuat, maka jejak pemikiran para ulama dan kiai NU akan terlacak sampai masa yang panjang. “Jika ini bisa dilakukan, maka akan banyak menteri-menteri yang datang dari NU,” imbuhnya.

Dikatakannya bahwa kiai NU lebih banyak menjalani kesalehan pribadi dengan menjalankan ritual-ritual keagamaan, namun ini akhirnya menjadi kemewahan pribadi dan menjadi kemubadziran sosial.

Sementara itu Pengasuh Ponpes Raudhatut Thalibien KH Mustofa Bisri tidak sepakat dengan pendapat Kang Sobary kalau para kiai tidak memiliki tradisi menuliskan pemikirannya.

Hari Santri 2018

Mustasyar PBNU ini mencontohkan KH Bisri, kakeknya, meskipun setiap hari mengajar 39 kitab, setiap malam masih sempat menulis. Demikian juga para sesepuh NU seperti KH Hasyim Asy’ari juga suka menulis diwan atau puisi sampai dengan KH Ali Ma’sum, mantan rais aam PBNU. “KH Hamid Pasuruan itu juga sastrawan, tapi tertutup oleh kewaliannya,” paparnya.

Menurutnya permasalahan turunnya tradisi penulisan dikalangan NU terjadi ketika muncul teknologi speaker yang menyebabkan aktifitas para kiai lebih banyak tersita untuk berdakwah secara oral.

Namun demikian, tradisi penulisan belakangan ini mulai berkembang lagi. Diberbagai pesantren saat ini banyak anak-anak muda yang sudah mampu menulis dengan bagus. Ia juga mencontohkan Pesantren Lirboyo saat ini telah memiliki penerbitan majalah yang dikelola secara bagus dan terbit secara rutin dengan nama Miskat. “Jangan sampai yang di Jakarta kalah sama santri di daerah,” tandasnya memberi semangat. (mkf)



Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Halaqoh Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock