Rabu, 22 Agustus 2012

Pelajar NU Banyuwangi Sosialisasikan Pesantren Lewat Film Dokumenter

Banyuwangi, Hari Santri 2018. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Nusantara tak diragukan lagi akan kontribusinya kepada bangsa Indonesia. Tidak hanya dalam konteks perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Pesantren juga ikut serta menjaga nilai-nilai toleransi bangsa Indonesia yang multikultural ini.

Meski demikian, tak semua rakyat Indonesia, terlebih kalangan internasional, yang mengenal pesantren dengan baik. Sebab itu, oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Banyuwangi ditangkap dengan menyosialisasikan pesantren.

Pelajar NU Banyuwangi Sosialisasikan Pesantren Lewat Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Sosialisasikan Pesantren Lewat Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Sosialisasikan Pesantren Lewat Film Dokumenter

Menariknya, kali ini cara menyosialisasikan pesantren dengan nonton bareng dan diskusi film "Jalan Dakwah Pesantren". Film garapan Yuda Kurniawan dan Hamzah Sahal tersebut diputar dihadapan ratusan anak muda yang memadati auditorium Institute Agama Islam Ibrahimy, Genteng, Selasa (25/10).

"Kalau didakwahi, mungkin, anak-anak muda ini tidak minat. Maka, kami coba mengenalkan pesantren dengan cara baru, nonton film," ujar Ketua PC IPNU Banyuwangi Yahya Muzakki.

Hari Santri 2018

Nobar Film Jalan Dakwah Pesantren

Film "Jalan Dakwah Pesantren" sendiri merupakan dokumentasi tentang sejarah perkembangan pesantren dan nilai-nilai luhur pendidikan serta kultur pesantren. "Tujuan pembuatan film ini untuk menunjukkan peran pesantren yang besar bagi bangsa, yang mana lebih dari 30 tahun dibungkam oleh Orde Baru," ungkap Yuda Kurniawan, sutradara asal Banyuwangi ini.

Sementara itu, Cinematografer Universitas Negeri Jember Fauzi Ramadhani yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi melihat film tersebut mampu mendudukkan pesantren dalam porsinya. "Pesantren dengan kulturnya yang khas, bisa dimunculkan dengan baik. Tak mudah untuk bisa demikian," ungkap penggiat film yang pernah syuting di PP Bustanul Makmur, Genteng, itu.

Hari Santri 2018

Film tersebut, menurut narasumber lain, KH Cholilur Rahman, juga bisa memunculkan romantisme tersendiri bagi para alumni pesantren. "Jujur, saya meneteskan air mata saat melihat bagian awal ketika lalaran alfiyah. Ini benar-benar menumbuhkan kebanggaan bagi santri dengan pesantrennya," ungkap lelaki yang juga Rektor IAI Ibrahimy tersebut.

Para peserta yang terdiri dari OSIS SMP dan SMA di Banyuwangi serta mahasiswa tersebut memberikan kesan tersendiri bagi mereka. Gozin, mahasiswa IAI Ibrahimi yang mengaku tidak pernah merasakan pesantren, terdorong untuk belajar di pesantren. "Ingin rasanya tinggal di pesantren," ungkapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Bahtsul Masail, Olahraga, Lomba Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Pelajar NU Banyuwangi Sosialisasikan Pesantren Lewat Film Dokumenter di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock