Minggu, 12 November 2017

900 "Mupasirin" Ngaji Hikam di Azzainiyyah

Sukabumi, Hari Santri 2018? . Sekitar 900 mufasirin atau santri-santri yang mengikuti pasaran (kajian kilat selama Ramadhan) di Pondok Pesantren Azzainiyyah Nagrog, Sukabumi, Jawa Barat. Mupasirin tersebut adalah santri dari luar pesantren tersebut. Jika dihitung bersama santri Azzainiyyah sendiri, lebih 1000 peserta.?

Para mupasirin tersebut pasaran kitab Al-Hikam karya Ibnu Athoillah dibawah bimbingan Pengasuh Pondok Pesantren Azzainiyyah KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab. Ia adalah Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat dan salah seorang rais di Jam’iyyah Tariqah Muktabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) di tingkat pusat.?

900 Mupasirin Ngaji Hikam di Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
900 Mupasirin Ngaji Hikam di Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

900 "Mupasirin" Ngaji Hikam di Azzainiyyah

Menurut salah seorang pengajar Azzainiyyah KH Aang Abdullah Zein, para mufasirin berasal dari berbagai daerah. “Terutama daerah-daerah Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, dan ada juga yang dari Sumatera Barat,” ungkap salah seorang putra Ajengan Zezen tersebut.?

Hari Santri 2018

Salah seorang mufasirin adalah Ajengan Cecep (55). Ia berasal Kecamatan Curug Kembar, sekitar 75 km arah selatan Kota Sukabumi. Ia bersama 8 orang temannya mengikuti pengajian Hiikam tersebut, “Nambihan (menambah, red.) pengetahuan sareng (serta, red) pengamalan,” tuturnya kepada Hari Santri 2018 ketika rehat pasaran, di majelis Azzainiyyah Selasa dini hari (16/7).?

Ia berpendapat, penjelasan kitab Hikam Ajengan Zezen memudahkan dirinya, “Jarang-jarang penjelasan Hikam sepertos kieu (seperti ini, red). Biasana mah (biasanya, red.) ngalogat sebagaimana biasanya. Apalagi pasaran,” jelasnya.?

Hari Santri 2018

Hal serupa dituturkan Ahmad Hidayat dari Majelis Dzikir dan Taushiyah (Majidah) Cigondewah, Kota Bandung, Jawa Barat. “Dulu pernah dengar, bahwa Hikam sangat tabu dipelajari awam karena bahasanya yang sangat kompleks, multimakna dan tafsir,” jelas pria yang datang bersama empat sahabatnya.?

Ketika datang ke sini, tambah dia, pendapat bahwa Hikam itu tabu, jadi hilang. Ternyata Hikam bisa dipelajari oleh siapapun asal punya guru. “Dalam artian tidak bisa secara otodidak, melainkan punya guru pembimbing,” tambahnya.

Tidak semua mufasirin mengikuti dari awal hingga usai. Ahmad Bukhori, peserta asal Ciledug, Tangerang, datang Selasa dini hari (16/7) dan pulang Rabu (17/7) dini hari. Ia hanya mendengarkan penjelasan dari Ajengan Zezen. Ia datang bersama dua orang temannya.?

Ia mengakui, sebenarnya tidak terlalu paham dengan pengajian tersebut karena sering dijelaskan menggunakan bahasa Sunda, meski penjelasan Ajengan Zezen sering dengan bahasa Indonesia.

“Bagus dan enak. Pengajian Ajengan Zezen nyambung ke semua kalangan karena semuanya kebahas menyangkut sikap hidup,” pria 28 tahun tersebut berpendapat.

Ada hikmah yang menempel yang akan dibawanya pulang dari penjelasan Ajengan Zezen. Ia terkesan pendapat terkait sikap hidup kepada sesama. “Kita jangan merendahkan orang yang dianggap orang lain rendah. Misalnya preman. Jangan merasa paling benar. Karena merasa benar sendiri, belum tentu benar di mata Allah. Dalam artian kita nggak boleh sombong,” pungkasnya.?

Penulis: Abdullah Alawi ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Bahtsul Masail, Habib Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. 900 "Mupasirin" Ngaji Hikam di Azzainiyyah di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock