Kamis, 13 April 2006

Jika Al-Ghazali Hidup Sekarang, Inilah yang Dilakukan untuk Perbaiki Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018. Pimpinan Ma’had Aly for Islamic Studies Raudlatul Muhibbin KH Luqman Hakim menyebutkan, pangkal persoalan yang ada di Indonesia saat ini seperti kemiskinan, keterbelakangan, perselisihan, maraknya hoaks, dan lain sebagainya adalah pendidikan. Jika pendidikan suatu bangsa baik, maka bangsa tersebut akan baik. Begitupun sebaliknya. 

“Kalau Al-Ghazali hadir hari ini di Indonesia, pertama kali yang dia luruskan adalah dunia pendidikan,” kata Kiai Luqman selepas mengisi acara Seminar Internasional Pemikiran Imam Al-Ghazali di Jakarta Pusat, Jumat (19/1).

Jika Al-Ghazali Hidup Sekarang, Inilah yang Dilakukan untuk Perbaiki Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Al-Ghazali Hidup Sekarang, Inilah yang Dilakukan untuk Perbaiki Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Al-Ghazali Hidup Sekarang, Inilah yang Dilakukan untuk Perbaiki Indonesia

Kiai Luqman mengkritik sistem pendidikan di Indonesia yang tidak memiliki filosofi pendidikan. Jika merunut pendapat Imam Al-Ghazali, filosofi pendidikan didasarkan pada kemanfaatan suatu ilmu (ilmun nafi) untuk kehidupan di dunia dan sekaligus akhirat. Menurutnya, hal pertama yang dilakukan Imam Al-Ghazali jika hidup hari ini untuk Indonesia adalah memperbaiki pendidikan Indonesia 

“Teori ilmun nafi (ilmu yang bermanfaat) sudah lama. Yang ada hanya di pesantren, dalam pendidikan nasional tidak ada,” paparnya.

Imam Al-Ghazali, imbuhnya, juga akan mendeteksi penyakit daripada bangsa ini. Setelah diketahui jenis penyakitnya, maka ia akan memberikan terapi dan pengobatan untuk menyembuhkan bangsa ini. Al-Ghazali berpendapat bahwa sumber daripada penyimpangan atau kemaksiatan seperti hedonis, materialis, dan syahwat adalah menuruti hawa nafsu (ar-ridlo anin nafs).   

Hari Santri 2018

“Di Indonesia sudah ada industri yang memanjakan nafsu. Itu produk dari tiga tadi (hedonis, materialis, dan syahwat). Ini akan beranak pinak dan menjadi kekuatan destruktif bagi perkembangan karakter bangsa.

Ia menambahkan, Imam Al-Ghazali akan menggunakan pisau analisa ar-ridlo anin nafs untuk menyelesaikan segala persoalan yang ada. Bahkan, di dunia modern seperti saat ini sekalipun. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Internasional, Syariah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Jika Al-Ghazali Hidup Sekarang, Inilah yang Dilakukan untuk Perbaiki Indonesia di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock