Minggu, 06 Juni 2004

Pemberdayaan Masjid-masjid NU di Sumedang Terus Ditingkatkan

Sumedang, Hari Santri 2018

Pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus melaksanakan safari Pelatihan Muharrik Masjid. Setelah sukses di beberapa kecamatan, kegiatan serupa dilaksanakan di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Ahad (6/3).

Pemberdayaan Masjid-masjid NU di Sumedang Terus Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberdayaan Masjid-masjid NU di Sumedang Terus Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberdayaan Masjid-masjid NU di Sumedang Terus Ditingkatkan

Seluruh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari 100 masjid se-Kecamatan Tanjungkerta dikumpulkan di Masjid Darul Quran Al-Hikamussalafiyyah, kecamatan setempat. Mereka dibekali tentang materi ke-NU-an, Aswaja, dan muharrik masjid.

Muharik atau penggerak masjid bertugas mengoordinasi masjid-masjid tertentu untuk diperdayakan baik dari segi aktivitas ibadah, pendidikan, ekonomi, dan lainnya. Para peserta juga menerima surat keputusan (SK) masjid yang mereka urus. SK tersebut sengaja dibuatkan oleh pengurus LTM NU Sumedang untuk meperjelas bahwa masjid yang mereka makmurkan yaitu masjid NU.

Hari Santri 2018

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang membuka kegiatan tersebut menyatakan bahwa saat ini banyak kelompok ekstrem yang hendak menguasai masjid-masjid NU. Mereka datang ke masjid tersebut dan berusaha memprovokasi masyarakat sekitar masjid untuk menyalahkan praktik ubudiyah NU dan menjelek-jelekkan pemerintah.

Hari Santri 2018

“Kegiatan pelatihan muharrik masjid saat ini diharapkan jadi momentum untuk bersatunya warga NU dalam memerangi paham-paham yang tidak benar,” ujarnya.

Pernyataan ketua PCNU Sumedang diamini oleh ketua LTM NU Sumedang, Eman Sulaeman. Pelatihan muharrik masjid NU berupaya untuk membentengi masjid dari serangan golongan orang-orang yang tidak suka dengan Pancasila, NKRI, dan ubudiah Aswaja ala NU. Karenanya, kegiatan kali ini mengusung tema “Masjid Benteng Pertahanan NU dan NKRI”.

Golongan yang tidak suka dengan NU, kata Eman, terus berupaya menebar fitnah kepada masyarakat dengan membuat propaganda bahwa semua ubudiyah NU adalah bidah. Mereka berusaha menjauhakn kecintaan umat terhadap Baginda Rasulullah SAW dengan melarang membaca shalawat dan tidak boleh memperingati maulidnya. Jika umat sudah tidak cinta kepada Rasulullah SAW maka umat islam akan mudah untuk dipecah belah.

“Kita selaku pengurus DKM harus berani menolak jika ada golongan tersebut mendekati masjid NU. Perlu diingat, kadar bobot kecintaan umat kepada Allah SWT dilihat dari sejauh mana kecintaan umat kepada Rasulullah SAW,” tegas Eman Sulaeman. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Cerita, Quote, Tegal Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Pemberdayaan Masjid-masjid NU di Sumedang Terus Ditingkatkan di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock