Bitung, Hari Santri 2018 - Badan Nasional Penangguangan Terorisme (BNPT) lewat Forum Koordinasi Pencegahan Tetorisme Provinsi Sulawesi Utara menggandeng guru besar UIN? Sumatera Utara, Syahrin Harahap, dalam dialog lintas agama untuk pencegahan paham radikal-terorisme di Hotel Nalendra Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta berbagai latar belakang agama yang berbeda. Jumlah peserta sebanyak 140 orang yang terdiri dari tokoh-tokoh agama se-Sulawesi Utara.
| Guru Besar UIN: Ciri Radikalisme, Gemar Koreksi Keyakinan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online) |
Guru Besar UIN: Ciri Radikalisme, Gemar Koreksi Keyakinan Orang Lain
Syahrin Harahap memaparkan ciri-ciri kelompok radikal-terorisme di hadapan ratusan peserta. "Ciri-ciri paham radikalisme adalah (pandangannya) sempit, fundamental, eksklusif, keras, dan selalu ingin mengoreksi paham orang lain," katanya Rabu (5/10).Menurutnya, para tokoh agama harus? mencegah timbulnya benih-benih paham radikalisme dalam agama masing-masing, agar kelompok pro kekerasan ini tidak dengan mudah memgklaim bahwa mereka berasal dari agama tertentu.
Hari Santri 2018
Syahrin juga menambahkan bahwa peran tokoh agama sangat penting dalam memghalau paham anti toleransi ini. "Tokoh agama harus mengenali ciri-ciri radikalime, untuk memotong penyebarannya," sambung pengurus MUI ini.Hari Santri 2018
Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 10.00 sampai dengan 16.00 sore. Sesi kedua menghadirkan tokoh agama dari Kristen dan Islam untuk menggalang partisipasi kedua agama dalam pencegahan paham radikalisme di Sulawesi Utara. (Muhammad Aras Prabowo/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2018 Aswaja Hari Santri 2018
