Sleman, Hari Santri 2018. Jaringan Mahasiswa Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Universitas Gajah Mada menggelar dialog kebangsaan bertajuk “Menumbuhkan Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin” di masjid UGM, Kamis (4/9) malam. Dialog publik yang melibatkan ratusan hadirin ini, berangkat dari keprihatinan atas maraknya kekerasan atas nama agama khususnya di UGM.
Ketua pelaksana Gati Sulistya dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan dakwah yang sejuk di kampusnya.
| JAMIN UGM Adakan Silaturahmi Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online) |
JAMIN UGM Adakan Silaturahmi Kebangsaan
Tampak hadiri sebagai narasumber putri sulung KH Abdurrahman Wahid Alissa Wahid, budayawan KH Muwafiq, dan alumni Universitas Al-Azhar KH Ahmad Hadidul Fahmi.Hari Santri 2018
Direktur Kemahasiswaan UGM Dr Senawi turut memberikan sambutan. Pada kesempatan ini ia menyampaikan, saat ini UGM mencoba melakukan pembenahan. Karena, selama ini UGM kerap menjadi objek atau sasaran bagi tumbuhnya Islam radikal.“Kegiatan ini merumuskan Islam ala Indonesia, bukan Islam ala India, Mesir, atau Turki. Islam Indonesia adalah Islam yang berdasarkan Pancasila yang bermuara pada Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Senawi malam itu.
Hari Santri 2018
Sementara Ketua IPPNU Yogyakarta Arin mengapresiasi dialog kebangsaan seperti ini. “Selama saya kuliah di sini, baru kali ini ada acara seperti ini di masjid UGM,” ujar Arin, alumni UGM kepada Hari Santri 2018.JAMIN adalah komunitas gabungan antara PMII dan KMNU di UGM. (Dwi Khoirotun Nisa’/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Doa Hari Santri 2018
