Rabu, 24 Februari 2016

Indonesia Layak Menjadi Contoh Toleransi Umat Beragama

Jakarta, Hari Santri 2018. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatu Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini menyampaikan rasa optimismenya akan bisa ditularkannya model keberagamaan muslim Indonesia kepada dunia global. Hal ini diutarakan olehnya setelah mengamati animo negara-negara muslim di banyak belahan dunia terhadap pola keberagaan umat Islam di Indonesia.

“Muslim di Indonesia sangat toleran. Mereka bukan saja saling menghormati. Bahkan di banyak tempat, toleransi bukan diartikan hanya sekedar menghormati saja, namun juga saling mengisi satu sama lain, sepanjang itu tidak bertentangan dengan akidah dan keimanan,” ujar Helmy.

Dikonfirmasi mengenai alasan utama yang melandasi rasa optimistisnya tersebut, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II itu mencontohkan beberapa hal terkait pola keberagaam umat Islam di Indonesia. “Di banyak tempat saya meyaksikan dan mendengar secara langsung hubungan baik antara pengelola masjid dengan pengelola gereja. Di Malang, ada sebuah gereja yang meminjamkan halamannya untuk menampung membludaknya jamaah Shalat Idul Fitri. Di tempat lain saya rasa juga banyak hal demikian,” jelasnya.

Indonesia Layak Menjadi Contoh Toleransi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Layak Menjadi Contoh Toleransi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Layak Menjadi Contoh Toleransi Umat Beragama

Sosiolog Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Dr. Ngatawi Al-Zastrow mengatakan bahwa karakter masyarakat Indonesia adalah karakter masyarakat yang cenderung terbuka dalam menerima perbedaan. Karakter terbuka ini, lanjut Zastrow , menjadi modal utama untuk mengembangkan sikap saling menerima dan bertoleransi.

“Kuncinya adalah keterbukaan. Tanpa keterbukaan, mustahil kita bisa berkembang, apalagi bersikap toleran. Soal keterbukaan ini, masyarakat Indonesia yang notabene adalah pewaris kultur masyarakat Nusantara, mereka adalah ahlinya,” jelas Zastrow.

Sebagaimana diketahui, upaya untuk menawarkan model keberislaman seperti masyarakat Indonesia telah dicoba ditawarkan oleh PBNU. Hal ini utamanya dilakukan pascaperhelatan International Summit of the Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) yang diselenggarakan di Jakarta 9-11 Mei lalu. Pertemuan tingkat internasional tersebut menghasilkan 16 butir poin yang termaktub dalam “Deklarasi Nahdlatul Ulama”. (Fariz Alniezar)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Syariah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Indonesia Layak Menjadi Contoh Toleransi Umat Beragama di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock