Selasa, 27 Maret 2012

Santri Cerdas Era Sosmed Dibahas Kader Ansor

Pekalongan, Hari Santri 2018. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tanggal 22 Oktober 2015, PAC GP Ansor empat kecamatan yakni Wonopringgo, Buaran, Kedungwuni dan Kajen menggelar diskusi publik dengan mengangkat tema "Menafsir Ulang Fatwa Resolusi Jihad 1945, Santri Cerdas Era Sosial Media". 

Santri Cerdas Era Sosmed Dibahas Kader Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Cerdas Era Sosmed Dibahas Kader Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Cerdas Era Sosmed Dibahas Kader Ansor

Diskusi yang diselenggarakan di Aula Kantor MWC NU Wonopringgo pada Rabu, 21 Oktober 2015 itu menghadirkan Pembicara antara lain M. Isbiq Syattho, (Ketua PAC Buaran), M. Azmi Fahmi, (PAC Kedungwuni) dan M. Syaikhul Alim,  (Ketua PAC Kajen) dengan moderator M. Kafabihi (Ketua PAC Wonopringgo). 

Diskusi yang dihadiri puluhan kader Gerakan Pemuda Ansor itu berlangsung cukup hangat meski dengan suasana yang tidak formal. Diskusi ini menjadi ajang refleksi kader Ansor yang memunculkan beberapa gagasan dan pemikiran antara lain: 

Hari Santri 2018

1. Kader Ansor menyambut dengan baik penetapan Hari Santri Nasional oleh Presiden Jokowi melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap jasa, peran, dan kontribusi santri terhadap bangsa dan negara.

Hari Santri 2018

2. Resolusi Jihad NU sebagai fakta sejarah yang selama ini diabaikan adalah momen yang amat penting dalam episode perjalanan sejarah Indonesia karena dari peristiwa inilah pecah pertempuran 10 Nopember yang monumental.

3. Penetapan Hari Santri Nasional di satu sisi patut disyukuri, namun di sisi lain membawa tanggung jawab yang tidak ringan yakni bagaimana setiap pribadi kita bisa menjiwai karakter santri sehingga mampu menjadi laku keseharian. Santri tidaklah bermakna hanya mereka yang pernah "mondok" di pesantren. Momentum Hari Santri semestinya juga menjadi upaya afirmasi kalangan santri dan dunia pesantren yang selama ini nyaris tak tersentuh program pemerintah. 

4. Resolusi Jihad NU perlu dimaknai dan ditarsirkan secara kontekstual. Sesuai dengan makna jihad itu sendiri sebagai upaya yang sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu. GP Ansor semestinya lebih menunjukkan peran kontribusi dan keberpihakan terhadap kepentingan umum dan masyarakat. Ansor semestinya hadir menjawab kebutuhan sosial, bukan hanya sekedar kumpul-kumpul tak bermakna. Medan jihad bagi Ansor terbuka lebar. Persoalan ketidakadilan sosial ekonomi sampai dengan isu lingkungan perlu mendapatkan perhatian serius. (Alim/Masbiq/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nusantara, Ubudiyah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Santri Cerdas Era Sosmed Dibahas Kader Ansor di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock