Senin, 06 Oktober 2008

Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah

Jember, Hari Santri 2018. Dewasa ini, memasrahkan pendidikan anak pada sekolah nyaris menjadi kecenderungan para orang tua. Karena alasan sibuk, mereka tidak mau tahu terhadap pendidikan anaknya sehingga pendidikan anak dibebankan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan. Padahal, sebagian banyak waktu anak adalah berada di rumah.

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan saat menyampaikan taushiyahnya dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur, Rabu malam (21/12).

Menurutnya, adalah keliru jika orang tua memasrahkan penuh pendidikan anaknya kapada sekolah. Sekolah hanya mempunyai waktu 7 jam untuk mendidik anak. Selebihnya, waktu anak berada dalam lingkungan keluarga.

Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah

“Karena itu, sesungguhnya pendidikan dalam keluarga adalah yang utama dan pertama, sedangkan sekolah dan masyarakat hanya sebagai penunjang. Dan inilah yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad,” ungkapnya.

Mantan dosen tersebut menambahkan, rumah tangga Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik dalam pendidikan keluarga. Rumah tangga Rasulullah SAW dihiasi dengan perilaku-perilaku terpuji di atas bangunan pondasi keimanan dan nilai-nilai ketaqwaan. Kondisi seperti itu, katanya,? sejatinya merupakan proses kegiatan belajar-mengajar alami yang sangat melekat dalam diri anak.

“Selain memberi contoh dalam perilaku, orang tua juga wajib memantau perkembangan anaknya di luar. Kalau di? pesantren, mendingan, tugas kita selaku orang tua semakin ringan,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Bagi anak, katanya, rumah adalah sumber belajar dan keteladanan yang tidak pernah kering, dan tentu mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan karakter sang anak untuk menjadi insan yang beriman sekaligus cakap. Karena itu, ketika keteladanan orang tua sudah mengalami degradasi, maka anak cenderung mencari “keteladanan” di luar rumah, dan itu berbahaya.

“Orang tua dalam konteks pendidikan adalah rule model, yang diguguh nan ditiru dalam menjalankan missinya sebagai kholifatullah fil ard dan abdullah (hamba Allah). Bumi dan langit adalah amanah dari Allah untuk menjadi jalan menuju Tuhan serta sejadah kemanusiaan,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Pertandingan Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock