Selasa, 04 April 2017

Tokoh Lintas Agama Tolak Radikalisasi Agama

Jakarta, Hari Santri 2018
Berbagai? tokoh lintas agama menolak segala bentuk radikalisasi agama. Hal ini diungkapkan menyusul terjadinya serangan Front Pembela Islam (FPI) terhadap jamaah Ahmadiyah yang sedang mengadakan Jalsah Salanah ke 46 di Bogor, 9 Juli lalu.

Acara yang di gelar Indonesian Conference on Relegion and peace (ICRP) di gedung PBNU, Kamis, (14/7) itu dihadiri antara lain, Ketua ICRP, Djohan Efendi, Dawan Rahardjo, Jalaludin Rahmat, Ulil Abshar Abdalla, ketua Ahmadiyah, Syafrullah pontoh, Penghayat keyakinan beragama, Permadi, penganut Sikh, Konichi, perwakilan wanita katolik, pendeta Sahirin dan perwakilan dari umat Islam.

Para tokoh agama tersebut mengecam segala tindakan kekerasan dalam menjalankan agama oleh oknum yang sering mengatasnamakan agama, karena semua itu telah dijamin dalam UUD 45 sebagai konstitusi yang disepakati umat beragama di Indonesia, disamping dijamin oleh HAM. "Kejadian penyerangan yang dilakukan yang mengatasnamakan agama adalah sebuah kemunduran, padahal di tahun 1930 kita masih santun dalam menyikapi segala perbedaan," ungkap Djohan Effendi.

Kenyataan ini, lanjut Djohan menunjukkan betapa masih rawannya hubungan antar umat beragama di Indonesia. Seringkali konflik, ketegangan, dan pertentangan yang terjadi di masyarakat tidak dapat disikapi dengan cara yang santun dan bermoral. "Memang dalam menjalani dan menyikapi keyakinan pasti ada perbedaan tetapi bukan berarti harus dengan cara kekerasan," tandasnya dihadapan puluhan wartawan.

Sementara itu, ungkapan yang bernada keras dilontarkan Dawam Rahardjo, menurutnya sekarang ini umat Islam sudah sakit jiwa, banyak tindakan yang diambil kerap menimbulkan keresahan yang berbuntut radikalisasi."Sumber segala kekacuan itu adalah MUI yang telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap Ahmadiyah, dan aliran kepercayaan lainnya," paparnya.

Mestinya, kata Dawan, biarkan saja keyakinan mereka tumbuh dan dihayati, negara dalam hal ini, MUI, Depag jangan memberi "cap" dan stateman yang dapat meicu konflik horizontal di masyarakat. "Ini bukti keberagamaan kita masih sangat bersifat simbolik dan penghayatan terhadap nilai-nilai agama yang masih dangkal," tandas mantan rektor Unisma Bekasi ini.

Dalam kesempatan itu, Syafrudin Pontoh yang mewakili Ahmadiyah menyerukan kepada semua umat beragama untuk meredam gejolak yang mengatasnamakan agama. Menurutnya tindakan yang dialami (penyerangan ahmadiyah-red) bukan semata serangan terhadap Ahmadiyah tetapi serangan terhadap kebebasan beragama dan HAM. "Mari bersama-sama meredamkan bara yang masih menyala dengan semangat menghormati keyakinan dalam beragama," ajaknya.

Sekadar diketahui, serangan terhadap Jamaaah Ahmadiyah bukan yang pertama kali. Sebelumnya di Lombok awal September 2002 pernah terjadi penyerangan dengan merusak 30 rumah warga Ahmadiyah, dan di Kuningan-Jawa Barat, dengan modus yang sama. Para pengunjuk rasa tersebut menganggap ajaran Ahmadiyah yang mempercayai kenabian Mirza Ghulam Ahmad, pemimpin meraka sesat. (cih)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote Hari Santri 2018

Tokoh Lintas Agama Tolak Radikalisasi Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Lintas Agama Tolak Radikalisasi Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Lintas Agama Tolak Radikalisasi Agama

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Tokoh Lintas Agama Tolak Radikalisasi Agama di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock