Pati, Hari Santri 2018
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber? Daya Manusia (Lakpesdam) NU Pati, Jawa Tengah, kembali terbitkan Jurnal Khittah edisi III. Jurnal ini terbit setiap satu tahun dua kali secara berkala.
“Pada edisi kali ini mengakat tema ‘Membangkitkan Spirit Pendidikan Islam, Langkah Menuju Peradaban’,” terang Koirun Niam selaku pemimpin redaksi.
| Edisi III, Jurnal Khittah NU Pati Angkat Isu Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Edisi III, Jurnal Khittah NU Pati Angkat Isu Pendidikan
Di antara yang diulas adalah buku karya Dr. Karel Steenbrik? “Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern” yang dinilai menggambarkan dengan baik heroisme peran serta masyarakat dalam membangun lembaga pendidikan berbasis masyarakat seperti madrasah dan pesantren.Hari Santri 2018
Meski demikian, seiring berjalannya waktu madrasah menjadi sebuah lembaga yang dinomorduakan. Bahkan orang sekarang lebih bangga menyebut titel di belakang namanya, ketimbang bangga dengan predikat alumni.Menurut Niam, apabila kita berbicara sejarah, Nahdlatul Ulama berdiri tak lepas dari peran dan pendidikan di lembaga pesantren. Sebab, di dalam pendidikan pesantren kita diajarkan teori sekaligus praktik, karena pesantren adalah miniatur kehidupan masyarakat.
Hari Santri 2018
“Kini akar dari pendidikan Nahdlatul Ulama yaitu pesantren mulai tergerus oleh kebijakan-kebijakan kurikulum pemerintah. Sehingga madrasah atau pesantren seakan tak bisa berbuat apa-apa tanpa campur tangan pemerintah,” tambah Niam.Berangkat dari situ Jurnal Khittah Lakpesdam NU Pati dalam edisi III memberikan tawaran wacana, seperti pada tulisannya R. Andi Irawan, “Peran NU dalam Memajukan Pendidikan Indonesia” serta pada tulisan Yusuf Hasyim, yakni “Desentralisasi Pendidikan Madrasah Bukanlah Si ‘Anak Tiri’”.
“Melalui tawaran dan solusi dalam Jurnal Khittah tersebut harapannya warga Nahdliyin mampu meningkatkan spirit belajar dalam dunia pendidikan,” pungkas Niam.? (Red: Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2018 Kiai Hari Santri 2018
